Langit Maharaja dan Nezha Calista dua teman yang tidak pernah terpisahkan,
Pertemanan mereka sudah lama sejak SD hingga kini mereka duduk di kelas 12 SMA.
Mereka Siswa/i yang terpopuler di sekolah nya.
Langit yang terkenal nakal dan jahil selalu membuat Nezha darting. Namun Langit teman yang paling baik di antara teman-teman lainnya, dan Nezha tidak pernah terganggu sama sekali dengan kelakuan teman baiknya itu.
Akankah seiring berjalan nya waktu mereka tumbuh perasaan cinta atau memang selama itu mereka memiliki perasaan satu sama lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziwa Syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KTBK08
Setelah sepulang dari pasar malam akhirnya mereka tiba di depan gerbang rumah Xabirru.
Echa merajuk tidak ingin keluar dari mobilnya, ia mendengar Langit akan pergi ke rumah Nezha alasannya akan mengerjakan Kelompok.
"Aku, ikut kak Langit." rajuknya manja.
"Enggak! loh pasti di tanyain sama nyokap gwe," tolak Langit kalau ikut ia nggak akan bebas melakukan apa yang dia mau di rumah Nezha nanti, fikirnya.
"Kan tante Riska nggak ada, kak Langit." balas Echa.
Nezha keluar dengan tatapan muak seraya membawa boneka Nailong yang tadi sempat di belikan Langit.
"Loh, yah!.... Besok ajah, besok loh manja banget anjirr... Gwe bilangin sama bokap loh suka gangguin gwe." ancam Langit lalu ia keluar tanpa memperdulikan Echa yang menggeram kesal dan keluar menutup pintu mobil Langit dengan keras.
Brakkh!!!
"Ishh! M*nyet loh yah!! Kalau rusak ganti rugi 4M." Ucap Langit sambil menunjuk ke Echa yang sudah masuk kerumahnya.
Mobil BMW kesayangan nya hampir copot pintu yang ia belum lama di modif.
******
Langit mengikuti langkah Nezha yang sudah tiba di rumahnya.
"Rese banget tau, Lang. Sepupu loh malah loh bawa-bawa model kayak gituan." gerutu Nezha yang masih kesal dengan tingkah Echa.
"Yah, tadi gwe udah larang jangan ikut, Nezh. Tapi si Echa ngancam bilang ke nyokap gwe, gwe suka marahin sama dia." balas Langit seraya mengikuti langkah Nezha kekamarnya.
"Gwe, bukannya tenang di situ malah makin galau, tahu gak!!" cercanya.
Langit tersenyum jahil, lalu ia mengangkat tubuh Nezha ala bride Koala style, sambil berjalan ke arah sopa.
Nezha yang belum siap dengan perlakuan itu terkejut dan mengalungkan kedua tangannya di leher, Langit.
Langit duduk di sana dan Nezha yang masih ada di pangkuannya.
Langit tersenyum jahil.
"Mau ngapain, loh? Lang. " Curiga Nezha yang melihat wajah tampan Langit di hadapannya yang senyum-senyum gak jelas.
"Mau bikin loh nggak galau lagi, dan bikin loh, bahagia." celetuknya sambil mendusel-dusel di ceruk leher jenjang putih Nezha.
"Apa'an tuh?" beo Nezha yang belum ngerti dan merasakan geli, ia tanpa sadar menggerakkan pinggulnya kekanan dan kekiri.
Langit memejamkan matanya menikmati gerakan, Nezha barusan.
"Ahk!... Nezh.. Hmmzhh..!" tentunya ia pria normal.
Blushh!
Wajah Nezha memerah saat mendengar lolosan desahan suara Langit serak dan berat.
Apa dia salah barusan, Kenapa Langit barusan mendesah tentu ia anak yang polos, popolosan! Hhhi....
Langit membuka matanya yang sudah memerah ada gairah muncul dengan tiba-tiba. Ia merengkuh tubuh Nezha lebih dekat sehingga mereka menempel sempurna.
Tangan Langit sangat nakal, jari-jari besarnya meraba ke paha Nezha yang putih mulus.
Nezha tidak menolak ia tidak berfikir jernih saat ini merasakan sengatan listrik di tubuhnya merinding.
Langit memeluk Nezha dengan erat.
"Akh, full!! " racau Langit yang merasakan benda kenyal menempel di d*da nya.
Nezha tersadar, ia segera melepaskan dan kabur kekamar mandi untuk ganti pakaian tidur bersiap bocan.
Langit mengumpat, kelakuannya barusan sudah ada di akal sehat.
"Haishh!! Dia temanmu, Lang. Sadar-sadar, kenapa rasanya ketagihan yah, " gumamnya sadar tapi ujungnya sesat.
Di dalam kamar mandi, Nezha pun mengumpat.
"Ishh!! Si Langit nakal banget, sih! Sumpah!!" umpatnya ia bercermin melihat wajahnya yang memerah, jujur dia barusan hampir menikmatinya.
*******
Pagi di sekola.......
"Nezha!!!....sini buruan," teriak Dewi yang melihat Temannya barusaja dateng bersama Langit.
Langit mendengar teriakan cempreng si Dewi menatap tajam hampir saja telinga nya jebol.
"Pantes jadi tante-tante gareng loh Dew," sindir Langit yang langsung duduk di pojok dan mengeluarkan rokoknya, karna merasa pening sedari malam.
"Ihk! Gwe jadi benci loh, sok iyeh banget yah kalau ngo__" ucapan Dewi terpotong Langit langsung menyela
"Udah deh suara loh kayak radio rusak di paksain nge rap. Pssttt..." ejek Langit.
"Langiiiittt!!! Cape gwe sekarang ketemu loh." pekik Dewi kesal padahal mah kemaren-kemaren ia sangat nge fans tapi udah tau sifatnya dia tiba-tiba jadi darting.
Nezha yang menyaksikan kedua temannya hanya meringgis.
"Udah Dew, si Langit kalau di layanin makin kumat." lerai Nezha.
Dewi yang siap-siap dengan tasnya ingin melempar wajah tengil Langit, urung ia kembali kebangkunya dengan kesal.
"Udah jangan di dengerin omongan si Langit, makin ngelunjak anak itu mah." ucap Nezha menenangkan.
"Ishh! Nyesel gwe nanti kalau kerja kelompok sama dia, gwe pasti mati dadakan akibat darting." gerutunya.
Langit yang mendengar ocehan Dewi sukses membuatnya ngakak.
"Gwe juga selama kerja kelompok sama loh bakalan budeg!" balas Langit sambil menikmati sebatang rokoknya.
"Langit loh bawel banget sih, gwe sumpal nih." sahut Nezha.
"Mau dong sumpalin sama bibir loh," celetuknya.
"Kak Langit, Ihk! Mesum!!" balas Echa yang sudah ada di depan pintu kelasnya.
Langit menatap malas, sudah pasti ucapannya akan di adukan ke momy nya.
authornya seneng bgt bikin naira kesusahan kayanya, ntar di bar naira diketemukan sm ibunya, nebak aja sih
minta maaf tu yg tulus tante, anak sm emaknya sama saja