NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Dosen Dingin

Menikah Dengan Dosen Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:898
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Alya, mahasiswi tingkat akhir yang cerdas dan mandiri, tengah berjuang menyelesaikan skripsinya di tengah tekanan keluarga yang ingin ia segera menikah. Tak disangka, dosen pembimbingnya yang terkenal dingin dan perfeksionis, Dr. Reihan Alfarezi, menawarkan solusi yang mengejutkan: sebuah pernikahan kontrak demi menolong satu sama lain.

Reihan butuh istri untuk menyelamatkan reputasinya dari ancaman perjodohan keluarga, sedangkan Alya butuh waktu agar bisa lulus tanpa terus diburu untuk menikah. Keduanya sepakat menjalani pernikahan semu dengan aturan ketat. Tapi apa jadinya ketika batas-batas profesional mulai terkikis oleh perasaan yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Setelah kejadian di cafe kemarin Alya kesehariannya berdiam diri di kamar kos menyelesaikan skripsinya yang sebagian sudah rampung. Dia tidak ke kampus dan tidak ada juga pesan dari Reihan hanya pesan dari Nia, Lala atau Devan yang menanyakan keadaanya beberapa hari ini.

Sudah seminggu ini pula berlalu yang berarti pernikahan mereka akan segera dilaksanakan. Entah bagaimana perasaannya saat ini, Alya tidak bisa menjabarkannya. Ada rasa lega dan takut. Lega akhirnya dia bisa bebas dari tuntutan sang mama untuk menjodohkannya dengan anak temannya. Dia juga takut untuk menghadapi pernikahan setahun kedepan, bagaimana dia akan bersikap jika satu atap dengan pria itu. Bagaimana suatu hari nanti kebohongan mereka terungkap pasti orangtuanya akan kecewa.

Ting...

Pak Dosen pembimbing

Kamu masih di kos

Tadi saya tanya Devan kamu belum pulang

Pulanglah kerumah jangan kemana-mana sampai hari-H

To pak Dosen pembimbing

Iya

Aku bergegas merapikan kos ku, mungkin beberapa hari nanti atau beberapa bulan aku akan jarang ke sini atau malah aku akan selamanya disini.

Aku menyambar tas dan kunci motorku meninggalkan area kamar kost.

"Mau pulang mbak" tanya pak Ilham satpam yang berjaga di pagar

"Ehh iya pak, mau pulang"

" Mungkin aku baliknya sedikit lama, titip kamar ya pak" sambungku

" Aman mbak"

________

Pagi ini langit begitu cerah, cahaya matahari yang lembut menyelinap lewat jendela. Hari ini adalah hari pernikahan mereka di laksanakan. Bunga putih dan hijau tersusun sederhana di setiap sudut, menambah nuansa segar tanpa berlebihan. Hanya keluarga terdekat dan beberapa rekan bisnis orang tua mereka yang hadir, tidak ada temannya yang datang bahkan Nia dan Lala juga tidak dia undang—sesuai kesepakatan mereka untuk menggelar intimate wedding.

Alya duduk di ruang rias, mengenakan gaun putih sederhana dengan hijab satin yang menjuntai. Tangannya gemetar saat merapikan ujung kain.

“Cantik banget…” suara lirih mama membuat Alya tersenyum tipis.

Cantik aja, Ma. Hatinya belum tentu tenang,” balas Alya pelan.

Mama hanya mengusap punggung tangannya. “Bismillah… semua ini kan demi kebaikan.”

Di ruangan lain, Reihan sudah duduk di depan penghulu. Jas putih yang senada dengan Alya membuatnya tampak lebih berbeda dari biasanya tapi juga lebih… serius. Saat penghulu menanyakan kesiapan, ia menjawab mantap.

" Apakah pak Reihan sudah siap" tanya pak penghulu

" Insyaallah saya siap pak" ucapnya dengan nada tegas

Terdengar suara penghulu memandu ijab kabul, dan hanya dalam satu tarikan napas, Reihan mengucapkannya dengan tegas.

"Saya terima nikah dan kawinnya Alya Nabila binti Pratama dengan mas kawin tesebut dibaya tunai"

"SAH"

Suara itu menggema di kepala Alya. Sah… Kini, apapun yang mereka sepakati di atas kertas, statusnya di mata agama sudah jelas ia adalah istri dari pria yang baru saja menikahinya berapa menit yang lalu

" Sekarang kamu sudah jadi seorang istri, mama bahagia banget bisa lihat kamu menikah" ucap Dewi menatap putrinya itu sendu.

Mataku mulai berembun mendengar ucapan mama.

"Udah jangan nangis, nanti make up nya luntur"

"Sekarang kita kebawah suamimu sudah nungguin kamu"

Aku hanya mengangguk mengikuti langkah mama keluar dari ruangan itu. Dan duduk disampingnya.

Dia menyematkan sebuah cincin yang kami beli waktu lalu Begi juga sebaliknya

"Salim tangan suamimu nak" bisik mama dari arah samping.

Aku hanya menurut, perlahan aku mulai memegang tangannya dengan sedikit gemetar dan menciumnya. Sedikit lama karena dia memegang kepalaku membacakan sebuah doa.

Cup

Waktu sekolah terhenti aku mematung, tiba-tiba saja dia mencium keningku. Aku menatapnya dengan tatapan heran sedangkan dia terlihat bisa saja.

Alya dan Reihan duduk berdampingan di pelaminan menyambut para tamu yang datang.

"Kamu terlihat lebih cantik"

" Hah" otakku tiba-tiba saja ngelag

" Kamu terlihat lebih cantik pakai hijab"

Blus

Pipiku mungkin sudah memerah bak kepiting rebus. Apa apan dia ngomong seperti itu

"Bapak muji saya" tanya ku

"Hmm, satu lagi jangan panggil saya bapak "

"Terus" sebelumnya dia tidak pernah protes saat aku menyebutnya dengan panggilan 'bapak'

" Kita sudah menikah, panggil saya dengan sebutan ketika kita makan malam waktu itu"

" Mas?" Tanyaku

"Hm"

Kan cuma nikah kontrak ngapain pake embel-embel panggil mas segala.

Para tamu mulai sedikit hanya beberapa kerabatnya Reihan masih disini, jangan tanya kenapa saudaraku tidak ada yang datang mereka semua ada di Surabaya dan satu lagi mereka tidak diundang.

" Alya bawa suami mu ke kamarmu, nanti makan malam kalian turun ya" ucap mama

' kamar' batinku

" Tapi kan tamunya belum pada pulang mah" 'ngga bisa nih harus buat alasan'

" Udah biar mama yang sambut lagipula cuma dikit lagi kok, mama liat kalian capek"

" Ngga kok ma aku masih kuat kok, ya ngga mas" tanyaku pada Reihan yang sedari tadi cuma diam.

Dia tampak berpikir lalu " iya ma kami ke atas dulu, Alya keliatan udah capek"

"Dengerin tuh suamimu "

Aku hanya mendengus kesel

" Dimana kamarmu "

"Di atas, udah kamu ikuti aku aja ngga usah banyak tanya"

Perlahan aku membuka knop pintu kamarku tiba-tiba saja aku merasa suhu udara didalam sini meningkat padahal ac masih hidup

" Ehmm, saya mau kebawah dulu "

"Hah, ohh ok "

Aku menutup kembali pintu setelah melihat dia turun kebawah. Membuka jarum hijabku. Kupandangi wajahku yang masih terbalut hijab jujur saja aku merasa lebih anggun saat ini, tiba-tiba pipiku merona mengingat kejadian tadi siang.

Ahh apa-apaan sih pikirku. Aku mengganti pakaianku dengan piyama, membersihkan make up yang masih menempel di wajahku. Badanku juga terasa lengket setelah seharian ini, tanpa pikir panjang kuputuskan mandi saja.

Di bawah sana Reihan sedang berbicara dengan orang tua nya Alya sedangkan orang tuanya baru saja pulang kerumahnya.

"Apa ngga kecepatan itu, nak Reihan" tanya Pratama

" Setelah saya pikir-pikir, itu ngga kecepatan kok pah," jelas Reihan

" Tapi kamu sudah bicarakan dengan alya" tanya Dewi

" Kalo soal itu nanti saya bicarakan dengannya mah"

" Ya sudah kalo begitu, kamu naik keatas, mandi dulu terus ajak istrimu turun kebawah buat makan malam "

"Iya mah"

Aku segera naik keatas menuju kamarnya, saat aku masuk tidak ada orang di dalamnya hanya suara air dari dalam kamar mandi yang terdengar, mungkin dia lagi Mandi pikirku.

Saat di bawah tadi aku tak lupa meminjam beberapa helai pakaian dari Devan karena aku tidak membawa pakaian sendiri dari rumah.

"Aaaaaa bapak ngapain ke kamar saya, bapak mau berbuat mesum ya" tiba-tiba saja Alya berteriak

Aku hanya menatapnya sekilas " saya mau mandi "

"Ehh ngga bisa dong, ini kamar saya,manding bapak ke kamar tamu aja"

" Kamu kenapa sih kita sudah menikah jadi wajar saja, lagipula mama yang menyuruh saya kesini, kamu lupa"

Aku berlalu dari hadapannya yang masih terlihat kesal, tidak penting pikirku.

1
Nurhikma Arzam
semangat thor next nya. 😁
Nurhikma Arzam
saran aja ini, please thor aku agak bingung povnya yg awalnya sudut pandang orang ketiga jadi sudut pandang orang pertama. kalau bisa kasih peringatan untuk peralihan pov ha
Erwinda: ihh makasih banget kak sarannya 🥰
total 1 replies
Nurhikma Arzam
awas jatuh cinta Al
Nurhikma Arzam
bagus semangat thor semoga kamu bisa menyelesaikan tulisan ini dan jadi penulis yang keren kelak. jangan menyerah
Nurhikma Arzam
Farel calon calon sad boy haha
Nurhikma Arzam
roman-romannya Reihan ini naksir duluan keknya sama Alya hmm
Nurhikma Arzam
semangat, saran aja ya kak ujung percakapannya jangan lupa pakai tanda titik biar lebih enak di baca☺
Nurhikma Arzam
Halo thor semangat upnya ya. jangan lupa mampir di cerita aku juga 😁
Pandaherooes
Ceritanya seru banget, semangat terus thor!
Gấu bông
Gila seru abis!
Arisu75
Alur ceritanya keren banget!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!