NovelToon NovelToon
MINE

MINE

Status: tamat
Genre:Komedi / Dosen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: BumbleBee

"Cinta adalah hidup, hidup adalah Abigail" Nicholas Geonandes.

"Kau membuatku bahagia, dengan cara yang orang lain tidak bisa berikan" Abigail.

"Kebahagiaanmu adalah segalanya buatku" Bima Anggara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Abi

Nicho memasuki mobilnya keparkiran rumahnya. Ia berjalan santai dan sesekali bersenandung dan bersiul seperti tidak ada beban dalam hidupnya. Nicho memeluk erat Shandy dipelukannya. Mengelus sayang dan penuh kelembutan kucing itu seolah Shandy makhluk yang sangat rapuh tapi berharga.

"Hai.." sapa Nicho menyapa orang-orang yang menatapnya dengan tatapan dengan berbagai ekspresi.

"Apa aku melewatkan sesuatu? Kenapa kalian semua berkumpul disini?" tanya nya dengan perasaan tidak bersalah sama sekali. Kelima  pasang mata itu menatap lekat kearahnya. Nicho menoleh kebelakang memastikan apa ada orang lain selain dia yang mungkin saja adalah orang yang ditatap oleh kedua orang tuanya dan ketiga sahabatnya itu

"Kenapa kalian menatap ku seperti itu" Nicho merasa risih begitu menyadari bahwa tatapan itu ditujukan padanya.

Laura Geonandes yang tak lain adalah Mommy nya orang yang pertama kali berdiri dari tempatnya. Ia berjalan perlahan mendekati putra tunggalnya itu. Ia tak kuasa menahan tangisnya. Nicho mengernyit tatkala melihat butiran bening itu mengalir di kedua pipi Mommy nya.

Mommy nya menyentuh wajahnya seolah tidak percaya orang yang ada dihadapannya adalah putra kesayangannya

"Kenapa menangis, hmm?" Nicho mengusap air mata dari wajah Mommy nya. Bukannya tenang, Mommy nya malah semakin mengangguk. Nicho panik. Ada apa dengan Mommy nya? Nicho segera menarik Mommy nya kedalam pelukannya dengan satu tangannya. Mengusap-usap punggung Mommy nya seraya menenangkan.

"Kau dari mana saja anak muda? Tidak kah kau sadar kami semua khawatir?" Daddy Nicho yang berbicara seraya mendekat kearahnya.

Nicho mengerutkan dahinya. Jadi ia penyebab Mommy nya menangis.

"Kami hampir saja menghubungi polisi untuk meminta bantuan agar mencarimu. Kau menghilang selama satu minggu tidak ada khabar dan ponsel mu juga tidak bisa dihubungi" jelas Daddy nya yang melihat kebingungan diwajah putranya Nicho seperti tidak menyadari apa yang terjadi.

"Oh astaga..maafkan aku. Jadi kalian berkumpul disini karena aku?" Nicho menatap satu persatu sahabatnya yang masih menatapnya dengan tatapan aneh.

"Oh..Dad tolong ambil Mommy dari pelukanku. Mommy menyakiti Shandy"

"Shandy?" Mommy nya bersuara untuk pertama kalinya. Mommy menatap Nicho bingung lalu Nicho mengarahkan matanya menunjuk Shandy yang ada digendongannya.

"Oh astaga..darimana kau mendapatkan kucing manis ini?" tanya Mommy nya mengambil alih Shandy dari tangan Nicho. Mommy nya memang sangat menyukai kucing. Nicho tersenyum simpul tidak menjawab pertanyaan Mommy nya. Nicho berjalan memdekati para sahabatnya begitu Mommy dan Daddy nya sibuk dengan Shandy. Maklum saja namanya juga kekurangan anak.

"Kau dari mana saja?" Arya yang merupakan sahabat dan juga sepupunya itu yang pertama kali bersuara begitu Nicho duduk disampingnya.

"Kau membuat kami semua panik. Kau menyetir seperti orang gila dan kami kehilangan jejakmu, Mauryn bahkan...." Nicho mengangkat sebelah tangannya memberi  isyarat agar sahabatnya Bima tidak melanjutkan ucapannya.

"Apa kau baik-baik saja" Kali ini wanita cantik yang diseberangnya yang bertanya dengan raut wajah khawatir. Terlihat jelas diwajahnya selain khawatir ia juga gugup dan takut. Laluna Gunawan. Nicho tiba-tiba berdiri dari tempatnya dan duduk disamping Luna.

"Kenapa kau tidak mengatakannya dari dulu?" Nicho menatap Luna penuh selidik

"Maafkan aku Nich..aku.." Luna semakin gugup dan pucat. Ia sudah pasrah jika sahabatnya itu melampiaskan kemarahannya kepada dirinya. Luna tahu ia juga salah dalam hal ini. Tapi tetap saja ia merasa takut menghadapi kemarahan Nicho. Luna melirik Arya meminta bantuan dengan sorot matanya. Arya mengerti dan segera beranjak dari tempatnya.

"Nicho..kendalikan dirimu. Ini bukan salah Luna. Mauryn memintanya..." Arya menghentikan ucapannya karena dengan tiba-tiba Nicho memeluk erat tubuh Luna. Luna cukup terkejut mendapat pelukan dari Nicho. Itu artinya Nicho tidak marah padanya. Bima dan Arya juga terheran-heran melihat sikap Nicho yang seolah tidak terjadi apa-apa itu. Padahal ia sudah membuat orang tua dan sahabatnya panik gara-gara ulah kekasihnya Mauryn yang bertingkah yang tidak bisa diterima oleh Nicho. Ia murka dan mengamuk sejadi-jadinya. Ketiga sahabatnya itu masih mengingat jelas bagaimana mengerikannnya wajah Nicho jika sedang mengamuk. Bahkan tak segan-segan ia menyakiti dirinya sendiri untuk melampiaskan kemarahannya itu. Mereka juga tidak menyangka Nicho pulang dengan sendiri kerumahnya dalam keadaan baik-baik saja bahkan dengan senyuman diwajahnya. Selama seminggu ini mereka sudah mencari keseluruh tempat yang biasa mereka datangi tapi tak juga menemukan Nicho. Jika saja mereka tahu Nicho akan pulang dengan sendirinya mereka tidak akan mau repot-repot dan susah-susah mencari keberadaan Nicho. Tapi namanya juga sahabat tentu merasakan empati terhadap sahabat mereka yang terkena masalah. Jadi tidak bisa dipungkiri rasa khawatir dan panik itu menyerang diri mereka tatkala ponselnya tidak bisa dihubungi dan ia tidak muncul selama satu minggu kepermukaan.

"Nicho.." Luna menepuk punggung Nicho agar Nicho melepaskan pelukannya karena ia merasa sesak, Nicho memeluknya terlalu erat.

"Kau memeluknya terlalu kuat. Luna bisa mati kekurangan udara" Bima menarik kasar kerah baju Nicho, sedikit melampiaskan kekesalannya karena selama seminggu ini mengkhawatirkan sesuatu yang sia-sia karena pada kenyataannya orang dikhawatirkan ternyata baik-baik saja. Padahal selama seminggu ini tidurnya tak nyenyak, makannya tak teratur dan bahkan mandi pun jarang.

"Oh..maafkan aku, aku terlalu semangat" Luna mengernyit mendengar kalimat yang keluar dari mulut Nicho. Nicho berdiri dari tempatnya dan menarik tangan Luna agar mengikutinya. Luna bingung tapi tetap menurut. Luna menatap Arya dan Bima meminta bantuan.

"Jangan coba-coba mengikuti kami. Tetap pada tempat kalian masing-masing" Nicho seperti bisa membaca fikiran Luna.

Nicho membawa Luna kedalam kamarnya.

"Kau memang penyelamatku Luna. Aku bahagia sekali.." Nicho mengangkat Luna kedalam pelukannya dan berputar-putar. Luna yang tidak tahu apa maksud ucapan dari Nicho hanya bisa pasrah.

"Kenapa kau tidak pernah mengatakan kalau kau mempunyai seorang adik yang sangat manis" Nicho menatap Luna dan memegang kedua bahu Luna. Ia tahu adik kecil yang menyelamtkannya beberap waktu lalu pasti kerabat Luna mengingat gadis kecil itu masuk kekediaman Gunawan yang tidak lain adalah sahabat Daddy nya dan ia juga bersahabat baik dengan putrinya Luna. Bagaimana bisa ia tidak tahu Luna mempunyai seorang adik perempuan. Ia memang jarang berkunjung kerumah Luna tapi bukan berarti tidak pernah.  Jadi kemana gadis kecil itu selama ini?

"Hah.." Luna masih belum bisa mencerna arah pembicaraan Nicho.

"Adik perempuanmu yang masih duduk dibangku kelas 8" jelas Nicho

"Abi" pekik Luna dengan suara tertahan

"Jadi namanya Abi?" senyum merekah mengembang diwajah tampan Nicho.

"Kau mengenal Abi?" Luna bingung bercampur penasaran.

Nicho megangguk antusias.

"Adikmu itu menyelamatkanku"

Luna makin mengerutkan dahinya tidak mengerti bagaimana bisa adik cerewetnya itu menyelamatkan sahabatnya yang sedang patah hati ini.

"Luna, aku akan menikahi Abi"

"APA!!!"

"KAU GILA. AKU TAHU KAU PATAH HATI DAN TIDAK BISA BERFIKIR DENGAN JERNIH. TAPI BAGAIMANA MUNGKIN KAU MAU MENIKAHI ADIK KU YANG MANIS ITU. ABI MASIH DUDUK DIBANGKU SMP SIALAN. APA KAU PUNYA KELAINAN" Luna mengabaikan rasa bersalah nya terhadap Nicho berganti menjadi rasa gusar yang luar biasa.

" Aku tidak mau tahu, aku akan meminta Tuan dan Nyonya Geonandes melamar Abi buat ku. Titik!" putus Nicho yang membuat Luna semakin geram.

"DASAR SINTING!" Luna pergi meninggalkan Nicho yang masih dengan senyum merekah diwajahnya.

T.B.C

1
Nidha Putri Luwu
cerita mu ini thor zdh ber ulang aku baca sangki suka ceritx
Nidha Putri Luwu
ini zdh 3 kali kembali baca ulang cerita mu ini thorr👍
Nidha Putri Luwu
😭😭😭
ilyas Baihaqi
Luar biasa
SisAzalea
wah bu emily,ngaku suaminya botakan/Sob/
palupi
terimakasih 💕🙏
Isabela Devi
semangat trus
Isabela Devi
ya knp ga kasih ingat bahwa Abi pernah nitip kucing sih
Isabela Devi
waduh Nicolas mo menunggu anak SMP 🤦
Rhyna e Krebo
mengharukan,menguras airmata 😭😭😍😍🥰🥰🥰🥰
Nana Colen
awas Kalou blk lg ke nicho, aku gk suka thor
Npy
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
nobita
aku mampir.. iyaa aku juga akan menunggu mu paman tamvann
HyunNieta
Luar biasa
ada
mewek trs nih...habis tisu aku kak... 😭😭😭😭
Riyu
🥹🥹🥹😭
ImNick
cerita ini apa ganti judul ya? koq ga ada di list novel km thor
Febri Ana
lanjuuttt
Umie Irbie
bulshit cintanya niko 😒😫
Mamanya Reza
disini yg biadab jelas si Nicho, cuma krna khilangan ingatan sementara, saat bersama Maurin dia menghina Abi, saat bersama Abi dia menghina Maurin, emang cuma manusia hina yg pandai menghina🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!