NovelToon NovelToon
Bukan Pacar Bucin

Bukan Pacar Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi
Popularitas:820.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Azura Ryn

Ina ingin punya pacar dingin seperti di novel-novel lokal yang sering dia baca. Akhirnya dia pun jadian dengan cowok paling dingin di sekolah, Azam. Namun sayang, tidak seperti tokoh-tokoh idamannya yang berubah dari dingin jadi bucin, cowok itu malah makin nyebelin.

"Kenapa Azam gak bucin kayak di novel-novel aja, sih?"
- Ina -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azura Ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa?

Hari yang melelahkan. Aku rebahan di atas kasur setelah selesai mandi, untungnya adikku sedang bermain di ruang tengah, jadi kamar enggak berisik.

Kudengar nada khas hp Samsung berbunyi, duh pasti telepon. Lagi-lagi aku lupa menaruh di mana ponselku. Suaranya hanya beberapa detik lalu mati. Ah, pasti gak penting-penting amat. Aku pun memutuskan untuk mengabaikannya.

"Ina!" Terdengar suara teriakan ibu dari luar, "Jagain Ana sebentar, ibu mau ke rumah Uwa."

Huft, beginilah nasib kalau punya adik dan aku sedang tidak ada kerjaan di rumah. Pasti harus ngasuh. Mana Ana anaknya aktif banget lagi. Dengan malas aku bangkit dan menghampiri Ana di ruang tengah. Selamat datang barang-barang berserakan.

***

Ibu baru pulang menjelang Maghrib, tetapi aku harus lanjut mengurus Ana karena ibu akan memasak. Gadis tiga tahun itu sudah terlihat manis karena aku dandani. Mandi dan buang air sudah dia lakukan sore tadi.

Aduh, aku kurang telaten gimana coba ngurus anak? Calon ibu idaman banget ini mah. Azam pasti nyesel gak nerima aku jadi pacarnya. Hah, ngapain inget dia lagi, sih. Aku harus move on!

"Ana, gantian sini mainnya sama Ayah, masa gak kangen gak ketemu seharian?"

Aku hanya memutar bola mata, Ayah terkadang memang suka lebai begitu. Kasihan juga sih karena dia ingin punya anak cowok, tapi yang brojol cewek semua. Aku khawatir mereka bakal nambah adik lagi. Kalau yang lahir cowok alamat bakal jadi anak emas tuh bocah. Segala keinginannya pasti dituruti. Hah.

Bukannya aku ngelarang sih, aku juga gak keberatan punya adik lagi. Rumah ini pasti ramai, tapi aku malas ngerjain pekerjaan rumah pas ibu fokus sama dedek bayi.

Aku kembali ke kamar setelah selesai makan, siap mengerjakan tugas untuk besok. Untunglah tugasnya gak terlalu sulit. Jadi bisa selesai dengan cepat. Ah, aku jadi kangen membaca novel online lagi. Udah lama banget gak baca, padahal aku udah memproklamirkan diri sebagai pecinta baca nomor satu di rumah.

Aku jadi ketinggalan tren baca deh, sekarang lagi musim apa ya? Nama tokoh utama yang susah dibaca?

Aku segera mencari ponsel yang letaknya aku lupakan. Duh, di mana sih? Masih di tas kali, ya?

Setelah menemukannya aku segera menemukan satu panggilan tak terjawab dan ratusan pesan. Aku lupa tadi ada yang nge-misscall. Hm, siapa ya? Nomornya tidak aku kenal. Aku pun mengabaikannya dan berpindah ke aplikasi pesan online.

Sudah kuduga, ratusan pesan itu berasal dari grup kelas yang entah bahas apa. Memang gak pernah mati ini grup. Malas manjat pesan, aku pun langsung mengirim pesan pribadi pada Ayu.

"Ada yang penting gak di grup kelas?"

Beberapa detik kemudian jawaban dari Ayu langsung datang. "Enggak, kok. Biasalah mereka lagi perang stiker."

Oke, aku lagi malas gabung jadi aku putuskan untuk membaca novel saja. Ah, tapi sebelum itu aku segera mengirim pesan pada nomor tak dikenal tadi.

"Siapa?"

Lima menit kemudian jawabannya datang.

"Azam." Balasan yang sungguh singkat.

Azam mana, ya? Aku kenal tiga Azam di sekolah, satu kelas X, dan dua kelas XII.

"Azam yang mana?" tanyaku tanpa minat. Duh ini gak mungkin dari Azam yang kutaksir itu, dia mana punya nomor aku. Lagian ada keperluan apa dia ngechatt aku? Gak bakal pernah ada. Hah. Sebel deh.

"Azam yang kamu tembak di toilet."

Hah? Aku hampir saja menjatuhkan ponsel karena kaget. Ini Azam yang itu?

Tunggu dulu, tenang, Na. Jangan tertipu. Bisa jadi ini cuma teman sekelas yang ngeprank. Jangan terbang dulu. Oke, aku sudah tenang sekarang.

"Bohong kan kamu? Ayo ngaku siapa? Jangan ngeprank begini, gak lucu. -_-"

Namun alih-alih mengaku, orang itu malah mengirim pesan yang membuatku ketar-ketir.

"Besok jangan dulu pulang."

Uhm, apa maksudnya ini? Dia ... benar-benar Azam?

1
Najaem
lanjutin plsss
atmaranii
pokonya bsa bkin kngen dan pngn BCA ulang
atmaranii
kngen ma novel ini...pas nengok blm up LG..smga authornya sehat2 y biar bsa up lg🤲
‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎𝐎𝒇𝒇🔇 ‎: udah 5th kak ngga ada up samsek, sumpah sampe skrng aku masih penasaran pake banget😭😭
total 1 replies
Pitpitawewew
masih nungguin di 2025
Riski
Luar biasa
Mala Sia
Lumayan
Kiky Nurischa
ya ampun ngakak bacax si ina berharap si azam peka sampe kucing bertelur jg gak akan peka si azam mah dia tipe org yg hrs ngomong to the point🤣🤣🤣
Kiky Nurischa
astaga temen2 gak ada akhlak malah ditinggalin😆😆
Fitri Lin
baca berulang tetep meleleh dgn gombalan azzam..pdhl yg digombalin ina hiks hiks..kpn nih up lg thor
Shafira Amelia
kpn up nya kk
Najaem
Gatau ini udh berapa tahun nunggu up
Elisa Queen
sudah 3x lebaran thor aku menunggumu
Elisa Queen
kami menanti kelanjutan cerita ini
Elisa Queen
thor lupa sandi kah atau gimna aduh thor
Elisa Queen
aku nunggu 2 thn loh ibi thor
Fullsun Chann
Kak, apa Azzam gamau bukber bareng Ina wkwk
Meida Atini
kasian sekali kamu ya na,heheee
MF -尺ノム刀ノ
kakkk lanjutt dongg.....
kapan up nya thorrr
Huaaaaaaa
Anonim
thor ini uda 2022,, trus nasip pembaca setia karyamu ini bagaimana,,, 😭
Anonim
selalu buka dan cek,,, uda lebih dari setahun thorr,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!