Kesalahan satu malam Arsenio Bagas Dharmendra (28 th) menyeret seorang gadis bernama Aileen Bela Cempaka (23 th) di dalam sebuah pernikahan tanpa cinta.
Arsenio tak sengaja menyeret Aileen untuk tidur bersama dengan dirinya saat gadis itu sedang bekerja di sebuah hotel di mana Arsenio mengadakan pesta. Dalam kondisi mabuk Arsenio membawa Aileen ke kamar hotelnya hingga keduanya melakukan hal terlarang yang hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami istri.
"Aku hamil!" gumam Aileen memberanikan diri untuk bertemu dengan seorang pria yang telah menidurinya dua bulan lalu.
"Baik! Kita akan menikah!" ujar Arsenio dengan datar.
Aileen pikir cobaannya telah berakhir setelah Arsenio bertanggungjawab tetapi ternyata ia mengantarkan nerakanya sendiri saat bersama dengan Arsenio yang tak pernah menganggapnya ada.
Mampukah Aileen bertahan dalam pernikahan tanpa cinta yang dilakukannya oleh Arsenio?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 (Pelampiasan Arsenio)
...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...
...Happy reading...
...***...
Lastri tampak panik saat melihat sahabatnya di bopong oleh security dalam keadaan pingsan. Di belakangnya ada Kirana yang juga tampak panik seperti dirinya, pantas saja Lastri tidak melihat sahabatnya sejak istirahat tadi, Lastri pikir Aileen berada dimana dan sekarang perasaan khawatirnya bertambah dua kali lipat daripada tadi.
"M-mbak Kirana, Aileen kenapa?" tanya Lastri dengan panik saat langkahnya juga mengikuti satpam dan Kirana menuju salah satu ruangan yang diperuntukkan jika pegawai hotel sakit mendadak seperti Aileen sekarang.
"Saya tidak tahu tapi sewaktu saya datang Aileen tampak pucat dengan wajah sembab dan tak lama dia pingsan di depan saya," ujar Kirana dengan panik dan menutupi pertemuan Aileen dengan Arsenio jika tidak mau melihat kemarahan bosnya tersebut.
"Ya Tuhan... Aileen sudah aku katakan sejak di kos tadi kamu tidak usah kerja tapi kamu tetap bersikeras untuk bekerja," ujar Lastri dengan sendu.
"Letakkan Aileen di kasur itu, Pak!" ujar Kirana setelah ia membuka pintu ruangan khusus tersebut.
"Baik, Bu!" sahut security itu dengan pelan. Ia juga merasa kasihan dengan Aileen yang tampak pucat.
Akhirnya security tersebut meletakkan Aileen dengan perlahan di kasur kecil dan setelah dirasa posisi Aileen sudah nyaman security tersebut pamit undur diri untuk bekerja kembali.
"Saya pamit kerja lagi, Bu!" ujar Security tersebut dengan sopan.
"Silahkan, Pak!" ujar Kirana dengan tegas.
Lastri duduk di pinggir kasur dimana Aileen berada. Sedangkan Kirana mengambil minyak kayu putih yang memang sudah ada di ruangan ini. Arsenio membuat hotel ini agar pegawainya juga merasa nyaman dan bisa istirahat jika tiba-tiba jatuh sakit. Ruangan ini juga dilengkapi CCTV agar Arsenio bisa mengetahui pegawainya yang benar-benar sakit atau tidak, jika ketahuan berbohong maka Arsenio langsung memanggilnya dan diberikan surat peringatan atau langsung dipecat hingga tak ada yang berani kembali bohong dengan berpura-pura sakit agar tidak bekerja. Arsenio tidak sebodoh itu membiarkan para pegawai hotelnya berleha-leha dengan berdalih kata sakit.
"Aileen bangun!" ujar Lastri dengan sendu saat Kirana mengoleskan minyak kayu putih di dekat hidung Aileen.
"Apa Aileen sudah sakit sejak dari rumah?" tanya Kirana kepada Lastri.
Lastri mengangguk dengan cepat. "Sehari sebelumnya sewaktu perayaan ulang tahun bos, Aileen sama sekali tidak pulang ke kos, saya sudah mencarinya kemana-mana dan bertanya kepada teman kerja yang lain tetapi tak ada yang melihat keberadaan Aileen. Teleponnya juga tidak aktif sama sekali, hingga pagi saya tidak bisa tidur memikirkan Aileen. Dan sewaktu saya sampai di hotel, saya melihat Aileen sudah berada di hotel dengan wajah sembab. Saya tidak tahu apa yang terjadi pada Aileen karena dia belum mau cerita dan juga saya tidak mau memaksa dari kejadian itu Aileen demam sampai di kos dan sampai sekarang," ucap Lastri dengan jujur yang membuat Kirana mematung.
"Kita tidak sedang bekerja jadi tidak perlu se-formal itu kepadaku," ujar Kirana yang diangguki oleh Lastri.
"Apa kak Arsen telah melakukan sesuatu dengan Aileen? Mengingat sikap anehnya kemarin," gumam Kirana di dalam dengan menelan ludahnya kasar.
Kirana tidak bisa membiarkan ini berlalu begitu saja. Gadis itu harus menyelidiki apa yang telah Arsenio lakukan terhadap Aileen hingga lelaki itu meminta Aileen bertemu dengannya di kamar pribadi pria itu.
"Lastri kamu di sini saja sampai Aileen sadar. Aku harus pergi," ujar Kirana dengan cepat.
Lastri mengangguk setuju. Ia tidak tega meninggalkan Aileen yang belum sadarkan diri walau Kirana sudah memberikan minyak kayu putih pada sahabatnya.
Lastri melihat ke arah wajah Aileen setelah kepergian Kirana. Benaknya penuh dengan pertanyaan dan dipenuhi kekhawatiran kepada Aileen.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu, Aileen? Sampai sekarang kamu belum mau cerita denganku! Apakah kamu bertemu dengan ayah tirimu yang kejam itu hingga membuatmu seperti ini?" gumam Lastri di dalam hati sambil memandang wajah Aileen dengan miris.
"Eughhh... "
"Aileen kamu sudah sadar?" ujar Lastri dengan tersenyum.
Aileen langsung memeluk Lastri dengan wajah yang ketakutan. "Hiks... Aku takut Lastri! Aku tidak mau bertemu dengannya lagi!" ujar Aileen dengan sesugukan.
Lastri mengelus punggung Aileen dengan pelan. Lastri pikir Aileen memang bertemu dengan ayah tirinya yang membuat Aileen sangat ketakutan seperti ini, padahal wanita itu sangat takut bertemu dengan Arsenio yang hampir melecehkan dirinya lagi.
"Tenang ya! Sudah ada aku di sini dan pria kejam itu tidak akan berani menyakitimu lagi!" gumam Lastri yang diangguki oleh Aileen.
"Benar kecurigaanku. Ayah tiri Aileen datang hingga membuat Aileen ketakutan seperti ini!" gumam Lastri di dalam hati dan membenarkan dugaannya yang sebenarnya salah.
***
Arsenio keluar dari hotelnya untuk mencari pelampiasan yang bisa memuaskan dirinya dan di sinilah lelaki itu sekarang di sebuah club malam. Arsenio duduk di meja VVIP yang memang sudah di siapkan oleh pemilik club malam jika Arsenio datang berkunjung. Bartender langsung memberikan minuman yang selalu Arsenio pesan jika sedang berada di sini.
"Tumben cepat sekali datang ke sini!" ujar seseorang lelaki pemilik club malam dengan terkekeh sinis melihat Arsenio meminum minumannya sekali teguk.
"Tidak usah banyak tanya!" ujar Arsenio dengan tajam.
Nicholas Oliver, lelaki tampan dengan sifat 11-12 dari Arsenio. Bahkan ketika memiliki kekasih pun Nicholas seperti tak menghargai kekasihnya karena Nicholas masih saja tidur dengan wanita yang bisa memuaskan dirinya hingga kekasihnya pergi karena tak tahan dengan sifat Nicholas. Tetapi kebiasaannya mulai berubah saat Nicholas sudah merasakan rindu dengan mantan kekasihnya, hanya gadis itu yang bisa membuat Nicholas jatuh cinta hingga sekarang bahkan Arsenio, tidak tahu jika Nicholas mempunyai pacar yang telah lelaki itu sia-siakan.
"Haha seorang Arsenio tampak telihat galau," ujar Nicholas mengejek Arsenio.
"Brengs*k! Lo mengingatkan gue dengan penolakan gadis miskin itu!" ujar, Arsenio dengan kesal.
Glukk..
Arsenio kembali meminum minuman favoritnya dengan sekali teguk, rasa panas langsung menjalar di tenggorokannya ketika minuman itu masuk ke tenggorokan.
"Hahahaha... " Nicholas tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Arsenio.
"Seorang Arsenio Bagas Dharmendra ditolak oleh seorang wanita? Dunia kiamat kah?" tanya Nicholas dengan masih tertawa yang membuat Arsenio semakin kesal.
"Pergi lo!" ujar Arsenio dengan tajam.
"Hahahaha.. Gue masih gak habis pikir sih! Gimana wanita itu bisa menolak pesona seorang Arsenio?" ujar Nicholas memainkan dagunya seakan dirinya sedang berpikir keras, lalu setelah ia kembali terbahak yang membuat Arsenio semakin kesal.
"Sial! Bawakan gue wanita yang bisa memuaskan gue hari ini. Ingat harus yang berkualitas karena gue gak mau terkena penyakit!" ujar Arsenio dengan tegas.
Arsenio harus melampiaskan hasr*tnya kepada wanita yang bisa memuaskan dirinya hari ini. Semua gara-gara Aileen! Jika wanita itu tidak menolaknya mentah-mentah maka Arsenio tidak akan berakhir di tempat ini.
Nicholas hanya terkekeh. Kedua tangannya bertepuk dengan pelan hingga seorang wanita berpakaian seksi datang menghampiri dirinya dan juga Arsenio.
"Layani dia dengan baik!" ujar Nicholas kepada wanita malam itu.
Wanita tersebut mengangguk dengan senyum sensualnya. Ia langsung duduk di pangkuan Arsenio dan lelaki itu menikmati sentuhan tangan lentik wanita itu.
Arsenio tak mempedulikan keberadaan Nicholas yang mengumpat ke arahnya. Dirinya hanya ingin menuntaskan sesuatu yang belum tercapai karena Aileen menolaknya.
Nicholas yang tak ingin melihat apa yang dilakukan dua anak manusia yang sedang asyik tersebut segera meninggalkan ruangan ini dengan mengumpat kesal.
Sial!
Nicholas menjadi mengingat mantan kekasihnya. Wajah polos gadis itu membuat Nicholas merindukan wanita itu.
semangat ya nulisnya😍😍