NovelToon NovelToon
Deavenny’S Choice

Deavenny’S Choice

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Keluarga & Kasih Sayang / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Demi bisa hamil, Deavenny sampai nekat mencuri benih suaminya sendiri yang tak mau memiliki anak dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8

“Tidak, terima kasih, aku tak membutuhkan bantuanmu.” Tanpa basa basi, Deavenny langsung menolak tawaran Lewis. Tak mau memiliki hubungan dengan pria itu lagi karena terlalu mengerikan. Dia pernah melihat mayat mantan kekasih Lewis yang sengaja diawetkan. Jelas saja Deavenny memilih untuk jaga jarak, bisa saja ia menjadi korban kegilaan selanjutnya.

“Sekarang kau menjadi sombong sekali, padahal niatku baik,” balas Lewis seraya menyandarkan punggung di kursi.

Deavenny mengibaskan rambut menggunakan tangan, semakin dikata sombong, maka akan ia tunjukkan ketamakan itu. “Tidak level denganmu.” Tak lupa menjulurkan lidah agar semakin mengejek.

Lewis melipat kedua tangan di dada. “Kau yakin tak mau ku bantu agar bisa hamil?”

“Dengan bercinta denganmu?” Deavenny menunjuk pria di hadapannya itu dari atas sampai bawah menggunakan telunjuk kanan. “Tidak sudi, bisa gatal-gatal tubuhku kalau disentuh olehmu.” Ia mengusap kedua lengan sendiri seakan mempraktikkan kalau tengah menggaruk badan.

“Semenjijikkan itukah aku di matamu?” tanya Lewis. Dia tahu kalau pernah berbuat salah. Tapi tak menyangka saja jika Deavenny sampai seperti itu.

Deavenny mengangguk sangat yakin. “Kau masih mau di sini? Jika iya, maka aku yang akan pergi.” Dia menyambar cup berisi gelato, setelah memastikan jika itu aman, maka baru berani untuk memakan.

“Wait.” Lewis menahan agar Deavenny tak jadi beranjak. “Jika kau tak mau disentuh olehku, maka lakukan saja secara medis. Niatku baik, membantumu agar bisa memiliki keturunan. Suamimu tak pernah mau menghamilimu, ‘kan?”

Sebelah alis Deavenny terangkat. “Lalu, aku mengandung anakmu? Bukan suamiku? Lucu juga idemu.” Dia menertawakan Lewis sampai terbahak-bahak.

“Bagus, ‘kan? Aku siap memberikan untukmu.” Lewis sudah percaya diri saja kalau idenya akan diterima oleh Deavenny.

“Hahaha ... sekalipun di dunia ini hanya ada kau yang bisa membantuku, lebih baik aku tidak hamil saja daripada menjadi istri Marvel tapi mengandung anak pria lain.” Deavenny memasang wajah yang terus menahan tawa karena ide Lewis terlalu tak masuk akal baginya.

Butuh perjuangan panjang agar bisa menikah dengan Marvel, lalu terlena dengan pria lain hanya karena ingin hamil? Oh tentu saja Deavenny tak akan mau. Bagaimanapun caranya, dia harus bisa mengandung dari benih suaminya.

“Pikirkan masa tuamu. Bagaimana jika kau sudah berumur, lalu suamimu mati mendahuluimu? Dengan siapa kau akan hidup? Siapa yang akan menemanimu jika tak memiliki anak?” Lewis semakin mengompori Deavenny, siapa tahu wanita itu bisa berubah pikiran.

Tapi, justru mata Deavenny melotot. Dia berdiri, sedikit membungkuk agar tangannya bisa sampai ke wajah Lewis. “Sembarangan mulutmu bicara! Bisa-bisanya kau menyumpahi suamiku meninggal.” Ia mencubit bibir pria yang ucapannya berbintang nol, alias tidak ramah untuk didengar.

Melihat Nona Deavenny emosi, dua bodyguard itu baru mendekat. Sejak tadi mereka hanya mengamati karena tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan. Tapi, saat melihat pertengkaran secara fisik, keduanya segera bertindak karena tugas mereka harus menjauhkan istri atasannya dari mara bahaya apa pun.

“Nona, biarkan saya yang menghajar orang ini,” ucap salah satu bodyguard, sedangkan satu lagi langsung menarik dan mengamankan Nona Deavenny.

“Hajarlah, potong saja mulutnya itu. Sembarangan sekali saat berbicara, membuatku yang anggun ini menjadi emosi.” Deavenny mengibaskan rambut, sudah ada bodyguardnya yang mengurus Lewis, ia memilih untuk mengayunkan kaki pergi dari sana.

“Deavenny, maafkan aku, maksudku tidak seperti itu,” teriak Lewis mencoba menjelaskan. Tapi tubuhnya dihadang oleh satu bodyguard.

Deavenny berbalik badan, menaikkan kedua tangan, menunjukkan jari tengah pasa Lewis. “Persetan dengan maafmu!”

...*****...

...Wedehhh kuat juga iman dan imin si otak minimalis...

...Ni yang pada nyaranin buat sarungnya dibolong belom pernah liat kemasan sarung ya pasti? Hayo ngaku. Kalo Dea ngebolongin ya harus ngebuka plastiknya, kan diplastikin terus di seal. Ketauan dong kalo dilubangin. Jangan bilang disuruh coblos-coblos make jarum dari luar kemasannya. Aduh mamae itu cairankan kentel, mana tembus kalo lobang sekecil jarum mah. Palingan netes juga enggak. Tapi gatau deh, coba atuh dipraktekin sama suaminya, bisa tembus apa enggak wkwkwk kaburrrr kenapa jadi bahas perkondoman hahaha dah sesat...

1
Si Memeh
selalu best karya mu thor
Ra~~~~~
Sedihhh deavanny doang yg berjuang, marvell jahatttt
Ra~~~~~
ketahuan
Ra~~~~~
uhhh
Mochimolala
bener bgt
mars
mssa ya metalica ada2 aja
mars
jht bgt
Lina Muzdalifah
kak nukha emang the best kalo bikin cerita begini
Hieny Firman
Luar biasa
Safa Almira
seru
Ravel Lio
Luar biasa
epha seraya
cerita kenapa deavenny dan marvel bisa menikah dmn kak...
Soraya
mau tanya thor Dominic sama Davis satu orang yang sama apa beda,kok dua dua nya ayahnya Dea
instagram: heynukha: Satu kak. Drake Davis Dominique
total 1 replies
Soraya
harusnya mereka terbuka satu sama lain biar semuanya jelas termasuk orang tuanya Dea biar gak ada kesalahpahaman
Soraya
knp gak jujur aja sih Marvel ama Dea klo orang tuanya dea gak bolehin dea hamil
Soraya
biasanya klo kita beli taspec sudah sekalian cup nya thor
Soraya
Lumayan
Soraya
bagus cerita nya thor
Soraya
mampir thor
Suginah Ana
cerita ini sngt menyentuh hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!