Di jaman kerajaan, Putri Lexi adalah istri kesayangan kaisar Qin, karena kasih sayang kaisar Qin terhadap putri Lexi mumbuat para selir iri. Puncak kemarahan para selir adalah ketika putri Lexi akan di angkat menjadi permasuri. Dengan dendam yang membara para selir menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh putri Lexi. Pembunuhan pun terjadi namun jiwa putri Lexi time travel ke era modern dimana jiwanya masuk ke tubuh bernama Lexiani yang selalu di bully karena tubuhnya yang subur. Akan kah putri Lexi bisa bertahan di era modern ??
Kalo penasaran yuuuk simak novel ini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cucu Nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelas Menjadi Harmonis
Dari balik pintu kelas 2A IPA seorang guru bernama Lisa wanita paruh baya akhirnya bisa bernapas lega, karena pembullyan terhadap Lexiani sudah tidak akan lagi terjadi.
Kebetulan bu Lisa adalah wali kelas tersebut. Dia masuk dengan langkah cepat ingin mengemukakan ucapannya.
Lisa : saya sangat terharu mendengar kalian tidak akan membully Lexi lagi. Sebagai perayaannya, mari kita ulangan...
" Yaaaaaa " ucapan kecewa para siswa.
Para siswa sangat panik karena mereka tak sempat belajar.
Lisa : baiklah waktu mengisi kalian hanya 30 menit, dan Toni tolong maju ke depan untuk membagikan lembaran soal.
Toni maju ke depan dan membagikan lembaran soal. Semua siswa langsung mengisi soal soal tersebut denga tertib.
Setelah mengisi soal soal tersebut, semua siswa maju ke depan untuk memberikan hasil ujiannya.
Tiba tiba suara ketukan pintu terdengar.
Bu Lisa langsung membuka pintu, dan tersenyum pada seseorang yang membawa 1 kantong kue, lalu orang yang mengatar kue tersebut cepat pergi.
Lisa : karena kalian sudah mengikuti ujian hari ini, dan berjanji tidak membully Lexiani, maka ibu ada hadiah buat kalian sebagai ucapan terimakasih ibu.
" horeeeeee" ucap anak anak karena sedari tegang karena ujian matematika.
"Baiklah, kue nya nanti di makan di saat istirahat. Ibu permisi dulu, akan kembali ke ruang guru."
Dengan di pimpin hormat oleh Toni para siswa memberikan salam pada guru Lisa. Dan guru Lisa kembali ke ruang guru.
Setelah itu di lanjut denga pelajaran lainnya. Tepat di waktu jam istirahat, semua siswa di bagi kue dari guru Lisa. Mereka sangat senang dan menikmati kue tersebut.
Lexi yang bingung antara memakannya atau tidak, karena dia sedang diet karbohidrat.
Akhirnya dia tak memakannya.
Lexi : Dera, karena kamu baik terhadapku, ku berikan kue ini padamu.
Dera : apaa ??" Mengapa di berikan padaku? Biasanya kan kamu yang minta lagi punyaku karena masih lapar.
Lexi : mulai sekarang saya diet karbo ucapnya.
Dera : emm baiklah, terimakasih, lalu kamu makan apa?ucapnya penuh tanya.
Lexi : aku makan buah apel yang di bawa dari rumah.
Dera : baiklah, kalo masih lapar bilang padaku.
Lexi : iya... ucapnya tersenyum.
Dera : aku yakin kamu diet pasti kamu ingin dekat sama kak Rio kan ?
Lexi : gak kok gak ucapnya sambil wajahnya memerah.
Dera : ucapan sama hatimu beda hahahaha
Lexi : ssttt jangan ribut, aku ingin kurus sepertimu.
Dera : baiklah aku akan menyemangatimu.
Lexi : makasih Dera. Ucapnya tulus.
Dera : ooo iya kapan kapan kita belajar bareng yaa..
Lexi : iya, aku akan menunggu saat kamu ada waktu.
Dera : hahaha iya pasti ucapnya. Dera adalah gadis periang suasana Lexi yang sedih pun terkadang menjadi berwarna bila bertemu Dera.
Sepulang sekolah Dera memaksa Lexi untuk naik bis.
Dera : ayooo kita naik bis biar cepat.
Lexi : maaf, rumah ku dekat aku berjalan saja.
Dera : ayooolah kita naik bis lan lumayan hemat energi.
Lexi : baiklah ayoo kita naik bis.
Mereka berdua naik bis menuju pulang. Bis berhenti di hadapan mereka, merekapun masuk dan menempelkan kartu pada bis tersebut. Kebetulan di bagian tengah ada yang kosong merekapun duduk bersama.
Lexi dan Dera sangat asyik mengobrol, suasana jadi seru. Dan tibalah bis berhenti di tempat pemberhentian apartemen Lexi. Namun Lexi tampak panik, wajahnya menjadi pucat.
Dera yang melihatnya menjadi khawatir.
Dera : mengapa Lexi ?
Lexi : Derr sepertinya aku tak bisa keluar dari bangku bis ini
Dera : mengapa ?
Lexi : terhimpit dengan bangku ku duduki dan bangku depan.
Dera : waduuuh !!!! Baiklah jangan panik kita akan beritahukan pada pak supir setelah bis pemberhentian terakhir.
Lexi : iyaaa sambil memasang wajah cemas.
Dera lalu memberitahukan orang rumah kalo pulangnya akan telat.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
Jangan lupa like dan comentnya...