NovelToon NovelToon
Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Komedi
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: aya cahaya

cinta dan jodoh bisa datang kapan saja tidak memandang usia, tua dan muda pasti menemukan cinta nya. cinta bisa bisa hadir mulai benci menjadi cinta.
contoh seperti Sintya gadis yang berusia 20 tahun harus di jodohkan lelaki yang jauh lebih tua dan mempunyai i anak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aya cahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

pukul menunjukkan jam 7 malam Sintya langsung bersiap siap untuk berangkat ke kampus nya. di lihat nya Revano sedang nonton tv di ruang tamu. saat Sintya menuruni tangga rumah nya yang pertama di perhatikan Revan ada lah pakaian nya Sintya

" saya mau berangkat kerja ke kampus dulu tuan" ucap Sintya

" iya" ucap Revan dengan angkuh nya

Sintya pun berjalan keluar rumah menunggu ojek online yang dia pesan dan di luar rumah pun hujan deras

" yah hujan " ucap Sintya pelan

beberapa menit kemudian ojek online nya datang dengan menggunakan jas hujan

" mbak kok gak berangkat pakai mobil padahal kan mba mempunyai rumah yang sangat besar dan mewah malah memilih naik ojek online hujan hujan " ucap Abang ojek nya

" hhmmmm saya cuman jadi pembantu pak"

" oh begitu padahal mba cantik tapi nasib nya mba tak secantik wajah Mbak"

Sintya pun memasuki kampus nya sambil berlari karna hujan. Sintya merasa sedikit Kedinginan karna baju nya yang sudah lumayan basah

dia pun memasuki ruang kelas yang sudah ada dosen pengajar nya. sudah dryf

" permisi pak saya telat"

" iya silahkan duduk "

pelajaran berjalan lancar selama dua jam semua mahasiswa pun keluar dari kelas dan langsung pulang tapi saat itu masih hujan deras tak berhenti. Sintya yang memesan ojek online tidak ada yang menerima karna hujan begitu deras nya. lalu Sintya berlari menuju halte yang dekat kampus dengan menutupi kepala nya dengan tas

jam menunjukkan pukul 23.00 Revan pun mulai bertanya tanya kemana gadis itu sampai jam sekarang tidak pulang

" kemana dia kok sampai jam segini tidak pulang apa dia tidak bisa pulang karna di luar hujan deras" ucap Revan

seperti nya Revan sangat menghawatirkan dia apa Revan sudah mempunyai perasaan pada Sintya

Revan pun langsung mengambil kunci mobil nya dan segera kelua. mobil nya melaju menuju arah jalan ke kampus nya Sintya

Beberapa menit kemudian Revan melihat sosok gadis yang sedang duduk kedinginan di halte.

' mari pulang bersama saya" ucap Revan sambil memberikan jaket

Sintya langsung menoleh siapa kah lelaki yang memberikan dia jaket " apa kau menjemput saya " tanya Sintya

"tidak.. kebetulan saya tadi lewat sini dan melihat kau" ucap Revan datar

" hhm.. kau pulang duluan aja tuan biar saya menunggu ojek online "

" kau menunggu ojek online apa menunggu orang yang anak menikmati tubuh mu, perhatikan pakaian mu sudah transfaran ' ucap Revan angkuh

" silahkan kalau kau mau tubuh mu di nikmati oleh orang duluan sebelum suami mu"

Sintya mendengar ucapan Revan langsung memberi pandangan tidak percaya tidak bicara seperti itu

" tidak usah menatap saya seperti itu. kamu senang kan bisa dekat dengan orang ganteng seperti saya.. cepat masuk ke dalam mobil hari sudah larut malam" ( senang sekali Revan mengerjai Sintya)

Sintya pun langsung memasuki mobil nya. sepanjang perjalanan menuju pulang mereka berdua hanyar terdiam

sesampai nya di rumah Sintya dan Revan langsung masuk ke dalam kamar

" apa kau sudah makan, mau saya masakkan" tanya Sintya

" tidak usah masak saya sudah membeli makanan, cepat mandi terus siapkan makanan" perintah Revan

Sintya pun langsung masuk ke dalam kamar mandi " huh seenak nya saja dia memerintah orang " ucap Sintya dalam hati

beberapa menit di makar mandi dia langsung keluar kamar langsung menuruni anak tangga nya menuju ke dapur menyiapkan makanan nya untuk tuan atau suami nya Sintya juga gak tau harus manggil suami atau tuan

" makanan sudah siap"

tanpa berkata apa apa Revan langsung turun tangga yang di iringi. Sintya dari belakang

mereka pun makan. dengan hening nya tak ada kata kata yang keluar dari revan. setelah selesai menyantap makanan Sintya memberikan diri untuk bertanya kepada Revan

* sebenar nya apa tujuan dan maksud Kau menikah saya?? apa cuman bu-at sebagai pembantu di rumah ini" tanya Sintya tapi Revan tidak menjawab nya langsung berjalan menuju tangga

" jangan lupa cuci piring nya " ucap Revan saat hendak menaiki anak tangga

"hhhmm" dasar lelaki aneh ucap Sintya dalam dati. Sintya pun langsung mencuci piring nya dengan cepat karena dia merasa tubuh nya begitu capek dan sakit karena air hujan.

di kamar dia melihat Revano yang sedang asik nonton tv

" aku tidur duluan" ucap Sintya

" iya" ucapan singkat dari Revan

ke esok kan hari nya

matahari mulai memasuki celah celah lubang Revan pun terbangun dari tidur nya dan beranjak dari ranjang nya. terlihat di kursi gadis cantik yang. sedang tidur dengan nyenyak nya. dia pandangin wajah Sintya berparas cantik, hidung mancung, bibir nya yang tipis dan memiliki kulit putih, mulus gak ada goresan apa pun di wajah nya.

" bisa bisa nya dia tidur seperti mayat gak ada gerakkan " ucap Revan dalam hati lalu dia langsung berjalan menuju kamar mandi.. lumayan lama Revan berada di dalam kamar mandi dan keluar dari kamar mandi di lihat nya gratis itu masih tertidur

" dasar pemalas " ucap Revan angkuh

tapi dia penasaran dengan Sintya kenapa tidak bangun " apa dia tidak kerja" ucap Revan

Revan pun menyentuh wajahnya Sintya buat membangun kan nya tapi itu membuat Revan kaget ternyata badan Sintya begitu panas

" apa dia pingsan " ucap Revan dengan khawatir

lalu Revan langsung menggendong Sintya agar berbaring di sig bad nya. dengan segera Revan mengambil telpon nya di saku dan langsung menghubungi dokter Adit.

dokter Adit adalah dokter pribadi nya keluarga Arya

tidak menunggu lama akhirnya suara bell pun berbunyi dan langsung di buka Revan dn yang datang itu adalah dokter Adit untuk memeriksa Sintya

" bagaimana dok,,?? apa yang terjadi" tanya Revan

" oh dia cuman demam dan kelelahan, nanti kalo saya kasih obat dan istirahat yang cukup juga akan membaik " jawab dokter Adit

" ini obat nya dan jangan terlalu lelah dulu. saya permisi "

" baik dok terima kasih banyak "

dokter Adit pun langsung berpamitan pulang

tut..tut ..tut.

" iya tuan " jawab Nadia sekertaris nya Revan

" hari ini saya tidak masuk kantor,. semua pertemuan dengan claen di batalkan saja"

" iya baik tuan"

terlpon pun terputus, Revan yang sudah berpakaian rapi mau kekantor di gantinya dengan pakai rumahan dengan kaos polos dan celana hitam. walau pun bakaian sederhana tetapi tetap terlihat tampan

Revan menuju ke dapur cukup lama dia di dapur memasakkan sesuatu untuk Sintya dan setelah Mateng langsung di bawa nya ke dalam kamar

" kau sudah bangun " ucap nya kepada Sintya yang masing bingung dengan apa yang terjadi

"hiks hiks hiks" Sintya menangis sambil memeluk Revan dia juga gak sadar apa yang dia lakukan "aku kangen mamah " ucap Sintya dengan tangis nya

Revan kaget dengan perlakuan Sintya yang tidak sadar memeluk dia " apa apa an ini dengan seenak nya memeluk saya" ucap Revan dalam hati tapi setelah dia mendengar tangis nya Sintya Revan merasa iba dan juga memeluk nya

" jam berapa sekarang" tanya Sintya

" jam 10 siang" ucap Revan sambil melepaskan pelukan Sintya " lepas kan jangan mencari kesempatan buat memeluk saya " ucap Revan padahal dalam bahagia entah kenapa dia merasa bahagia

"hhmmmm.. ma- maaf.. apa kau tidak kerja " tanya Sintya sambil menunduk karena malu telah memeluk Revan

" aku tidak sejahat itu meninggal kan kau yang sedang sakit, kalo kau mati aku juga yang harus bertanggung jawab pada orang tua ku" ucap Revan angkuh

" its sampai kapan lelaki ini bisa lembut dengan ku" ucap Sintya dalam hati

" gak usah mikirin perkataan ku cepat makan dan minum obat mu, saya mau ke ruang kerja " ucap Revan sambil berjalan tersenyum melihat tingkah nya Sintya

Sintya pun memakan bubur buatan revan

" hhmm enak juga masakkan nya" ucap Sintya sambil tersenyum. " its sin kamu jangan terlalu pede dia masakkin kamu cuman karena kamu sakit tidak bermaksud lebih " gerutu Sintya dalam hati nya

" aku tidak mau jatuh cinta dengan lelaki seperti itu" ucap Sintya

setelah memakan dan minum obat Sintya ingin rasa nya menelpon intan sahabat nya, bagaiman ya dengan kabar intan sudah lama gak ada komunikasi semenjak dia menikah

tut..tut...tut .... terdengar suara telpon terhubung

" hallo ada apa sin"

" sin gue kangen"

" iya gue juga kangen tapi kan lo udah istri orang, orang kaya lagi jadi nyonya besar " ucap intan dengan canda nya

" gue sakit " ucap Sintya merintis

" hah Lo sakit terus Lo di mana???"

" ya di rumah nya Revan, Lo mau gak kesini temenin gue gue bete "

" hhmm baik lah nanti kirim alamat nya ya lewat WhatsApp beberapa menit lagi gue langsung on the way"

intan memang sahabat terbaik nya Sintya dia selalu ada buat Sintya saat kesusahan, beberapa menit Sintya menunggu kedatangan intan hampir 30 menit akhirnya bel rumah pun berbunyi.

Revan yang mendengar bel rumah berbunyi langsung membuka kan pintu rumah terlihat cewek yang tidak asing bagi dia

"maaf mau cari siapa" tanya Revan dengan datar

intan yang di depan pintu terpesona dengan ke tampanan Revan membuat dia terdiam seketika " buset memang ganteng banget pakai baju kaos polos dan celana pendek aja udah keren banget apa lagi pakai kemeja, memang beruntung Sintya mempunyai suami ganteng dan kaya lagi" hati intan berkata

" cari siapa ya" tanya Revan lagi

" hhm maaf tuan itu Tamu saya " teriak Sintya dari lantai atas

Revan yang mendengar ucapan Sintya pun langsung meninggalkan intan

" intan sini" panggil Sintya

intan pun langsung menaiki anak tangga untuk menemui Sintya

" rumah sebesar ini Lo tinggal cuman berdua" tanya intan

" iya" jawab Sintya

" memang nya Revan gak punya pembantu, gak mungkin kan orang kaya bos besar tidak sanggup membayar pembantu"

" ya itulah pertanyaan yang sampai sekarang gue yang gak pernah dia jawab" ucap Sintya

" tapi lo beruntung Lo punya suami seganteng Revan"

"dan sedingin Revan" ucap Sintya sambil memajukan bibirnya

" memang nya sampai sekarang dia tetap dingin dengan Lo" tanya intan dengan kepo nya

" iya kami bicara seperlunya saja bahkan terkadang bicara lewat surat"

" hah serius Lo... " tanya intan. dengan mata melotot seperti tidak percaya

"iya "

" tapiii... Lo udah malam pertama kan" tanya intan sambil mengangkat alis nya

Sintya cuman menggeleng kepala nya bertanda kalo dia belum malam pertama sama revan. jangan kan malam pertama memeluk Sintya saja tidak pernah ."

" hah serius Lo berarti Lo masih perawan Ting Ting Ting" ucap intan dengan ketawa lepas

" hust jangan berisik nanti dia dengar "

'' hebat dong Revan masih menjaga keperawanan Lo, jangan sampai Lo janda kembang dengan tidak sanggup menghadapi sifat nya "

Sintya pun menyenggol tangan intan" enak aja. Lo ngomong"

" udah lah jangan bahas itu Mulu gue bosen dengar jya"

" hhmm baik lah, Lo udah makan apa mau gue beliin makanan" tanya intan

" gue udah makan bubur tadi Revan yang masak, eh Lo jangan pikir macam macam ya dia masak karna cuman kesian sama gue gue sakit gak lebih'' ucap Sintya

---------------BERSAMBUNG------------

1
Vira
Apasih ini
Zaina Yullizar
bagus orang kaya yg dermawan
Elvi Nintri
banyak kata yg kurang..
hafid nadhif
smoga setelah ini revan dan sintya baik" saja
Esih Mintarsih
lma bngt up nya thor
hafid nadhif
kok lama sekali upnya
Nuri Nurianti Nurianti Nurianti
di kira sdh gak up lagi thorrr nunggu sdh brpa purnama...
Erike Tampubolon
brhnti tnp pesan
Erike Tampubolon
ko nyalain org ga lucu Van,dasar km aja yg doyan,moga km hncur Van tuk yg ke2kl
Erike Tampubolon
jgn salahkn wti, coba km mengusirny psti ga kjdian,bkln musiba Dig,tryta km muna
Erike Tampubolon
nnti Ririn udah jebak Revan baru tau rasa sintia,jgn Mina ya,Ririn itu licik,semoga dia brhasil jgn minta pisah sama rvan
Erike Tampubolon
ko ga jd ya kggran
Erike Tampubolon
semoga keguguran br ga da alasan sintia
Erike Tampubolon
bgtlah klw jd istri yg sok,kemanjaan,klw suami ga krja ga punya duit bangkrt,jd selingkuh cerai cari yg kaya lg,alasany Uda miskin
Erike Tampubolon
benci bingit tiap baca NVL di nvltoon klw istrinya LG hml klw ngdamny berlebihan
Erike Tampubolon
Bu indsh TDK salah wajar dia ambl sikap sport itu,namanya dia ga tau,hrsy Revan yg minta maaf,Bu indsh hanya mnjaga reputasi prusahan
Erike Tampubolon
salah sendiri knp TDK dari awal dikasitau,wajar org curiga,ga usa sok terfitna pake nangis lg,kalian yg buat org salahpaham
Esih Mintarsih
sabar... dan biarkn hati mengalir sprti biasanya jngn dpksakn tuk mlupakn krna kalau dpksan akan trasa skitnya
Esih Mintarsih
aahhhh sbeel bnget sih knpa hrus ada prslingkuhan kn kasian sintia nya 😇😇
Mbah Darmo
sudah lupa dengan jalan ceritanya 😔😔😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!