NovelToon NovelToon
MATI RASA

MATI RASA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: nazwa talita

Pertama kali kau menyakitiku aku, aku menangis dan memohon padamu agar kau tetap disisiku, kedua kalinya kau menyakitiku, aku kembali memohon kepadamu agar kau tidak meninggalkanku. Ketiga kali dan keempat kalinya kau kembali menyakitiku, aku memaafkanmu dan selalu saja memaafkanmu. Namun, setelah berkali-kali kau terus saja menyakitiku, akankah aku masih bisa bertahan?


"Pergi dari sini sejauh mungkin, karena aku muak melihatmu!"Bian berteriak keras.

"Tapi aku istrimu! aku mencintaimu!" Alea berteriak sama kerasnya

"Tapi aku tidak pernah mencintaimu!"

"Tapi bukan berarti kau bisa seenaknya membawa perempuan itu ke rumah ini Bian, ini rumahku!"


Alea sangat bahagia saat pria yang sangat di cintainya dari masa SMA tiba-tiba melamarnya dan menikahinya seminggu kemudian. Tapi kebahagiaan Alea hanya berjalan sebentar, karena sebulan setelah pernikahannya, suaminya justru membawa perempuan lain ke dalam rumahnya. Sanggupkah Alea terus bertahan dengan kesakitan yang terus ia rasakan?



Mohon siapin tisu yang banyak,karena novel ini bakalan banyak menguras air mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7 Nasihat Mbok Sumi

Alea membuka gorden jendela kamarnya. Ia menatap ke arah kolam renang yang terlihat jelas dari kamarnya meski cahaya temaram. Niat hati ingin membuka jendela biar udara masuk ke kamarnya, tapi yang terlihat justru pemandangan yang menusuk mata.

Di sana terlihat Bian sedang memeluk Amara di dalam kolam renang. Mereka berdua sedang berenang padahal hari sudah beranjak malam. Alea kembali menutup gorden saat tiba-tiba pandangan yang menyayat hatinya terlihat jelas di matanya.

Bian dan Amara sedang berciuman di sana.

"Dasar murahan! perempuan tidak tahu diri!"Alea mengepalkan tangannya.Rasanya dirinya ingin sekali kesana dan memisahkan mereka berdua. Alea bahkan sudah melangkahkan kakinya dengan hati bergemuruh menahan amarah.

Tapi saat ia ingin membuka pintu tiba-tiba pintu terbuka dari luar.

"Non Alea, makan dulu dari tadi siang Non kan belum makan."Mbok Sumi datang sambil membawa nampan di tangannya.

"Kenapa Non?"Mbok Sumi melihat ke arah Alea yang terlihat marah.

"Mbok .... " Alea berhambur ke pelukan Mbok Sumi.

"Sabar Non .... "Mbok Sumi yang tadinya heran melihat Alea marah langsung mengerti saat pandangannya tak sengaja mengarah ke arah jendela yang tertutup gorden separuh.

Di sana terlihat kedua insan yang sedang memadu kasih seolah dunia milik mereka berdua.

"Mereka bahkan sudah melakukan hal yang lebih dari ini Non, Non Alea seharusnya sudah terbiasa. Jangan menjadi perempuan bodoh lagi dengan pergi kesana dan membuat Den Bian marah dan kembali menyakiti Non Alea."

"Jangan menangis lagi Non, Non Alea harus kuat." lanjut Mbok Sumi menasehati.

Alea yang tadinya menangis langsung mengusap air matanya.

"Aku sudah berjanji tidak akan menangis lagi, tapi hati ini tidak bisa berbohong Mbok..." Alea melepaskan pelukannya.

"Rasanya sakit sekali .... " Alea menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak.

"Sabar Non ... " Mbok Sumi kembali memeluk Alea.

"Sekarang Non Alea makan, terus minum obatnya. Non Alea harus cepat pulih, harus sehat lagi agar kuat menghadapi semuanya."

Mbok Sumi menyuruh Alea duduk di tepi ranjang.

"Biar saya suapin, Non Alea harus makan yang banyak biar cepat sehat." Alea menerima suapan dari Mbok Sumi.

"Tidak boleh menangis lagi, Non harus semangat. Mereka saja yang menyakiti Non tertawa bahagia, kenapa Non malah menyiksa diri?"Mbok Sumi menyuapi Alea seperti seorang Ibu yang sedang menyuapi anaknya.

"Non Alea juga harus bahagia. Kalau Non Alea masih bisa bertahan, Non Alea bisa bertahan sekuatnya. Tapi kalau sudah tidak kuat, Non Alea bisa pergi, Non Alea juga berhak bahagia." Nasehat Mbok Sumi.

"Nanti kalau Non sudah sembuh, gimana kalau Non Alea pergi berlibur?"Alea nampak berpikir mendengar usulan Mbok Sumi.

"Saya hanya mengusulkan Non, pokoknya Non Alea harus punya kegiatan lain agar pikiran Non Alea tidak hanya tertuju pada Den Bian dan perempuan itu."

"Iya Mbok, terima kasih sudah baik sama aku."

"Non Alea ini ngomong apa. Saya ini asisten rumah tangga Non Alea, tentu saja saya harus baik sama Non Alea."Mbok Sumi tersenyum.

"Tapi pertama-tama, Non Alea harus mengobati wajah Non Alea dulu, biar jadi cantik lagi. Nanti kalau luka lebamnya sudah sembuh, Non Alea harus ke salon untuk perawatan. Non Alea harus tampil lebih menarik dari perempuan itu." Mbok Sumi sudah selesai menyuapi Alea, ia mengambil obat yang langsung di minum oleh Alea. Tak lupa pula, Mbok Sumi mengoleskan obat pada wajah Alea yang masih terlihat memar.

Tanpa disadari, Mbok Sumi meneteskan air matanya saat mengobati luka-luka di wajah Alea.

"Kenapa Mbok menangis?"Alea menghapus air mata Mbok Sumi.

"Saya teringat anak saya Non."Bi Sumi kembali meneteskan air matanya.

"Anak saya menikah karena di jodohkan oleh ibu tirinya. Awalnya laki-laki itu memang baik, tapi setelah dia menikah lagi dengan perempuan lain, laki-laki itu sering kali marah dan memukuli anak saya." Mbok Sumi menjeda ucapannya.

"Saya menyesal karena saya tidak ada di samping anak saya saat itu. Saya dan anak saya adalah korban perselingkuhan Non, makanya saya sangat tahu seperti apa perasaan Non Alea saat ini." Mbok Sumi menatap Alea dengan berlinang air mata.

"Bedanya dulu saya langsung menyerah saat tahu kalau suami saya mengkhianati saya, tapi tidak dengan anak saya. Karena alasan sangat mencintai suaminya, dia tetap bertahan. Meski terus di sakiti lahir dan batin. Hingga suatu saat .... " Mbok Sumi tak kuasa menahan tangisnya

"Sekarang anaknya Mbok Sumi ada di mana Mbok?"Alea penasaran mendengar cerita asisten rumah tangganya itu.

"Karena tidak kuat menanggung beban yang begitu berat, akhirnya anak saya mengakhiri hidupnya dengan membawa janin yang saat itu sedang di kandungnya."

Alea menutup mulutnya karena kaget.

"Anaknya si Mbok bunuh diri?!"

Mbok Sumi mengangguk kemudian menangis tersedu membuat Alea memeluk tubuh perempuan baya itu.

"Saya menyesal karena saya tidak ada di sampingnya disaat dia membutuhkan saya, hingga dia memilih mengakhiri hidupnya Non." Mbok Sumi semakin terisak membuat Alea ikut menitikkan air matanya.

"Non Alea, berjanjilah sama saya Non, Non Alea harus kuat. Harus semangat!tidak boleh menangis lagi. Kalau memang Non Alea masih bertahan, Non Alea harus sabar dan kuat, karena pada saat Non Alea memutuskan untuk bertahan, itu berarti Non akan terus merasa kesakitan."

"Non Alea harus belajar mengikhlaskan, karena hanya dengan itu hati Non Alea baru bisa merasa lega."

"Jangan menangis lagi, air mata Non Alea terlalu mahal kalau hanya untuk menangisi pria seperti Den Bian."lanjut Mbok Sumi.

"Saya permisi dulu Non .... "

Alea mengangguk menatap wanita paruh baya itu.

"Semangat Non!"Mbok Sumi berseru sebelum akhirnya menutup pintu dan berjalan keluar.

Saat baru sampai di luar pintu kamar Alea, Mbok Sumi melihat sepasang insan yang sedang di mabuk cinta itu sedang berciuman di atas tangga. Bian menggendong Amara tanpa melepaskan ciuman mereka kemudian menuju kamarnya di lantai atas.

"Den Bian, saya yakin suatu saat kamu pasti akan menyesal karena sudah menyia-nyiakan perempuan sebaik Non Alea."gumam Mbok Sumi kembali meneteskan air mata, membayangkan seandainya dirinya ada di posisi Alea saat ini.

"Ya Allah ... semoga Engkau menguatkan hati Non Alea."Doa Mbok Sumi dalam hati kemudian melangkah menuju kamarnya.

Alea menutup gorden yang tadi sempat terbuka separuh. Tak ada lagi Bian dan perempuan itu di sana. Alea tersenyum getir meratapi nasibnya.

"Pernikahan macam apa yang sedang aku jalani sekarang? Mbok Sumi benar, aku tidak boleh lemah. Aku harus semangat."

Bian ... mungkin memang sudah saatnya aku harus melepaskanmu, aku juga berhak bahagia seperti dirimu yang begitu bahagia bersamanya.

Aku sudah berkali-kali memberimu kesempatan dan selalu melakukan yang terbaik untukmu, tapi itu semua tak bisa membuatmu melihatku.

Jika mencintaimu hanya membuatku semakin terluka, lebih baik aku melepaskanmu saja, agar tersisa sedikit ruang di hatiku untuk menyembuhkan lukaku.

Alea menatap langit yang hitam tak berbintang, semuanya gelap, segelap hatinya saat ini.

Alea ... kamu harus kuat.

*

*

Terima kasih sudah membaca

Jangan lupa like, koment dan Votenya ya 🙏🙏🙏

1
Gintania nia
menarik
Nani heri Upitarini
belibet y,Alea mestix belajar dr masa lalu yg riweh...
Anonim
Bian masih hidup
Wahyu Kasep
saya kecewa dengan penuki

harusnya 😊 bian amarra
Kenzo Alea
biar bisa capel ter the best
Wahyu Kasep
Alea akan jadi fatnher tetap Kenzo
biar bisa jadi ' real capel
Isranjono Jono
orang tua yang kau salah kan padahal kau sendiri yang bodoh
Yokelin Ririhena
duuh,Alea...jangan " kumat" lagi pingsannya
Yokelin Ririhena
harus,kuat non...jngan kasih tempat lagi si "kampret" dihatimu
Yokelin Ririhena
Si "kampret". ..muncul!,sikat Ken,jangan sampe dia rebut Alea,iih gemess
Nina Priyantina
ale kenapa kamu jadi cewek kok lemah naget kamu kaya orang tua mu punya kuasa tinggalin tu bian si cowok mokondo
Nina Priyantina
ale kenapa kamu jadi cewek kok lemah naget kamu kaya orang tua mu punya kuasa tinggalin tu bian si cowok mokondo
Sri surya
gebeg al seret kekamar mandi si kenzo,cuci mandiin dia pake mama lemon yg banyak gantian al,sambil kosre pake kaki,masih sakit ati ketika al di seret le kamar mandi
Sri surya
ya smpun aliya kena belayan dikit udah pasrah,seengganya bikin kenzo nyesel udah mamdiin lo dngan kasar numpajin sabun cair banyak seolah lo najisnya,ih najis!
Sri surya
bego bgt si kenjo,maen seret aja harusnya lk lknya yg di tanya,gedek tinggalin al sama aja bikin terhina setan!
Sri surya
yah kenapa mesti dp dulu
Mamah Ica De
satu kata untuk perempuan yg bernama ALEA T....... L
Husni
iya, menggambarkan Alea perempuan lemah.
Maria Magdalena Indarti
aku cari belum ada penjara hati
Maria Magdalena Indarti
wah.... ada season 2 ya
Maria Magdalena Indarti
pasti Bian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!