NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Terpaksa

Pernikahan Yang Terpaksa

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:277k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ega Mdf

Kisah jovan dan alina yang terpaksa menikah karena kesalah pahaman.
mereka menjalani hari-hari pernikahan mereka dengan perasaan biasa, namun perlahan di antara keduanya tumbuh rasa cinta yang seolah sama-sama tidak ingin saling melepaskan.

Namun siapa sangka sebuah kesalah pahaman juga membuat alina ingin berpisah dari jovan.

Apakah yang membuat alina ragu dengan jovan setelah kepulangan jovan dari luar negeri?

Akankah jovan memenuhi keinginan alina untuk berpisah atau tetap akan mempertahankan pernikahan mereka?

===========================

Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers.
selamat membaca 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

"Apa benar yang di katakan abangmu alin?" Tatapan tajam ayahnya membuat alin takut.

Alina hanya menggeleng, sama sekali tidak terima dengan tuduhan abangnya. Air matanya semakin luruh tidak bisa di bendung lagi, lalu alin melirik ke arah bundanya.

"Bunda.. bunda percaya alin kan?" Kata alin dengan menangis.

Jovan bangkit berusaha membela dirinya, tidak terima dengan tuduhan murahan seperti itu.

"Ini tidak seperti yang kalian kira. Aku tidak melakukan apa-apa pada alin." Ucap jovan berusaha meyakinkan keluarga alin.

"Jangan mengelak, aku telah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri." Kekeh aby sambil menunjuk ke arah jovan, rasa emosinya masih mendominan.

"Suruh alina masuk ke dalam, dan bawa masuk laki-laki itu, suruh dia hubungi kelurganya, aku tidak suka ada yang berbuat kotor dan serendah itu di rumahku, terlebih itu adalah putriku sendiri." Ucap hendra dengan nada emosi.

Memang hendra tidak membebaskan anak-anaknya, dari kecil anak-anaknya di didik dengan keras. Karena baginya memanjakan anak-anaknya akan jadi salah jalan. Maka dari itu hendra selalu bersikap tegas pada anak-anaknya.

"Ayah, tolong jangan salahkan dia, dia nggak salah apa-apa ayah." Alin menangis sesegukan memohon pada ayahnya.

"Jangan mempermalukan ayah aliiiinaaa." Teriak hendra tidak terima alin membantahnya.

Jovan pasrah atas tindakan keluarga alin.

"Lapor polisi aby, laporkan perbuatan laki-laki itu karena telah melecehkan alin." Kata hendra.

Jovan terkejut dengan pernyataan ayah alin, bagaimana bisa akan melaporkannya pada polisi sementara dia tidak bersalah sama sekali.

"Loh, maksud om apa. Jangan menuduhku yang bukan-bukan. Jangan sekali-kali menyalahkanku atas perbuatan yang sama sekali tidak ku perbuat." Kata jovan yang mulai tersulut emosi.

"Berani sekali kamu meninggikan suaramu." Sarkas hendra.

"Lakukan sesuai perintah ayah aby." Perintahnya lagi.

Sementara alin yang mendengar kemarahan ayahnya yang akan melapor ke polisi semakin menangis histeris. Dia berlari keluar dari kamarnya dan menghampiri ayahnya yang masih ribut di ruang tamu.

Seketika alin bersimpuh di kaki ayahnya, meminta maaf dan meyakinkan ayahnya bahwa dia tidak melakukan apa-apa dengan jovan.

"Apa ayah tidak percaya lagi sama alin? bagaimana ayah bisa mempercayai perkataan bang aby begitu saja, bang aby hanya salah paham ayah." Alina sesegukan sambil memeluk lutut sang ayah.

"Kamu berani membantah kata ayah alina? ayah bilang masuk ke kamarmu. Dan hari ini kamu sudah pulang terlambat tanpa meminta ijin pada ayah atau pun bundamu." Kata ayah hendra masih tersulut emosi.

"Ayah nggak suka anak perempuan ayah hidup bebas di luar sana tanpa meminta ijin terlebih dulu."

Jovan tidak tahan lagi dengan situasi seperti ini, dia pun mengambil keputusan singkat tanpa pertimbangan.

"Aku akan bertanggung jawab pada anak perempuanmu om, jangan lagi menuduhku yang tidak-tidak." Ucap jovan kemudian. Sangat tidak terima dengan tuduhan rendah seperti itu.

Bunda rumi terkejut mendengar perkataan laki-laki mudah itu. Sebenarnya rumi tidak terima putrinya di tuduh berbuat seperti itu. Dian sangat mengenal dan mempercayai putrinya alina.

"Aku akan menikahi Alina." Ucap jovan lagi.

Perkataan yang mungkin akan membuatnya menyesal di kemudian hari kini segampang itu keluar dari mulutnya sendiri tanpa pertimbangan apapun. Padahal ia sama sekali tidak bersalah.

Alin mendongak ke arah jovan yang sedang berdiri lalu menggeleng keras.

"Jangan, alin nggak mau ayah." Tolak alin.

Hendra melirik ke arah jovan.

"Jangan main-main dengan pernikahan." Sarkas hendra.

Hendra meminta jovan untuk menghubungi orang tuanya. Jovan pun menurut dengan terpaksa.

Entah kenapa jovan dengan ringannya melakukan itu semua padahal ini bukan masalah sepele jika harus menikah.

"Halo mah, Jo di rumah alin. Jo sedang ada masalah, tolong ajaklah ayah ikut bersama mama." Kata jovan setelah panggilan telepon tersambung.

Intan begitu kaget mendengar perkataan jovan di balik telepon.

"Apa maksudmu jovan, jangan buat mama khawatir nak." Kata intan, sudah merasa khawatir.

"Jovan serius ma." Sahut jovan.

Lalu segera jovan mengirim alamat rumah alin pada ibunya setelah menutup sambungan teleponnya.

Tiga puluh menit kemudian orang tua jovan telah tiba di kediaman keluarga alin.

"Jovan." Panggil intan yang sudah panik sejak dari rumah.

"Ada apa sebenarnya jo." Tanya panji pada putranya.

"Putramu sudah melecehkan putriku." Kata hendra masih emosi.

Begitu syok mendengar perkataan laki-laki stengah baya di hadapannya. Intan pun melirik ke arah jovan meminta penjelasan.

"Papa sama mama, tolong percaya sama jo, Jo tidak mungkin membuat malu kalian." Ucap jo, agar sang papanya sendiri tidak menuduhnya begitu saja.

"Jelaskan dengan benar jooooo." Teriak panji tak kalah emosi.

Jovan sudah menduga ayahnya pasti tidak akan mungkin mempercayainya. Lalu jovan melirik ke arah sang mama, berharap pembelaan.

Intan hamya menggeleng tidak bisa berbuat apa-apa.

"Aku akan menikahinya pa, jika kalian tidak mempercayaiku lagi. Biarkan aku bertanggung jawab atas kesalahan yang sama sekali tidak ku perbuat." Nada suara jovan meninggi beberapa oktaf. Tidak tau lagi harus berkata apa untuk membela dirinya sendiri.

Satu orang pun tidak ada yang mempercayai dirinya. Dia menyesal telah membawa gadis itu ke rumahnya tadi, jika saja ia tau akan terjadi hal besar seperti ini. Dia tidak akan pernah membawa wanita itu.

"Papamu ini tidak pernah mengajarkanmu untuk berbuat hal serendah itu jovan." Ucap panji.

"Tolong jangan memaksanya untuk bertanggung jawab dengan kesalahan yang tidak di perbuat. Kami sama sekali tidak melakukan apapun di dalam mobil." Pekik alin masih dengan isak tangisnya.

"Saya minta maaf atas putra saya pak." Kata panji kemudian.

"Pah jangan meminta maaf, papa tidak salah. Jovan yang salah pah. Jo akan meinkahinya, Biar jo yang bertanggung jawab dan meminta maaf pada mereka." Ucap jo, tidak suka jika papanya merendahkan dirinya atas kesalahannya. Apa lagi ini kesalahan yang sama sekali tidak di perbuatnya.

Alin semakin menangis melihat kejadian yang di hadapannya sekarang, dia semakin di buat syok hingga membuatnya tak sadarkan diri.

"Aliiinn." Pekik bunda rumi menyadari anaknya pingsan.

Bunda meraih tubuh alin dan mendekapnya erat,

"Aby tolong bawa alin ke kamarnya." Kata bunda.

Aby yang menyadari sang adik tidak sadarkan diri membuatnya panik seketika, dia jadi merasa bersalah pada alin, apakah alin benar-benar berbuat keslahan? Tapi yang tadi di saksikan dengan mata kepalanya sendiri itu apa? Membayangkannya saja membuat aby merasa geram dengan kelakuan adiknya yang bahkan sangat lugu itu.

Aby meraih tubuh alin dan menggendongnya menuju kamar alin. Setelah meletakkan alin di atas tempat tidur bunda rumi segera mengusapkan minyak ai putih di bagian hidung alin agar cepat sadar.

Sementara keadaan di ruang tamu masih tegang, dan ayah hendra masih bertahan dengan emosinya.

"Apa kamu selalu berbuat serendah itu jo, jika kamu jauh dari jangkauan papa mu ini?" Sarkas panji pada jovan.

Jovan melihat papanya dengan tatapan kecewa, sebsar itukah papa tidak mempercayainya?

"Joo tidak melakukan apa pun, tolong percayai jovan pah." Kata jo nada suara yang sudah sangat pasrah.

"Nikahilah dia jo, jika itu jalan keluarnya." Kata panji.

Lalu panji melihat ke arah hendra meminta jalan keluar dan ingin berdamai atas kesalahan ini.

"Bagaimana pak, apa anda setuju dengan keputusan jo?" Tanya panji pada hendra.

"Aku setuju dengan keputusanmu, tidak menjadi seorang pengecut, karena sudah berbuat rendah pada anak perempuan ku." Sahut hendra.

Jo hanya pasrah, tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kemudian jovan berpinda menatap sang mama berharap mama intan memberikan sedikit pembelaan padanya, hati kecil jo berharap pernikahan ini akan batal.

Sama sekali tidak terfikirkan, jika kejadian ini akan membawanya pada masalah besar yang tidak terduga.

1
Lina aja
nah gtu donk bersyukur atas Rahmat yg Alloh ydahberi
Nona Kinyiss
lah kan iya jovan dah mau tanggung jawab tanpa di suruh.. muter" ja dialog mereka ini
Diah Retnasari
kuliah di PT A kok ganti di PT B?
Selviah Selviah
aku suka sekali
FUZEIN
Bah..bah....ni la frust sangat..pas sayang sayangnya...ceritanya tergantung....😭😭😭😭
FUZEIN
Hahahaha..gagal.dah
FUZEIN
Kan bagus begitu....
FUZEIN
Simpati kat anum...aby ni..ku lesing kang...terburai gigi tu..acuh tak acuh ngan isteri
FUZEIN
Turut berbahagia
FUZEIN
Si jo ni..satu je perangai tak elok dia...merasa diri maha benar....tapi sendiri enak je tolong perempuan lain tanpa pengetahuan alin..sedangkan perkara buruk oertama disebabkan kesalahfahaman pun dsebabkan erika..masih gak tak..faham...
FUZEIN
Terlambat
FUZEIN
Aku jadi geram kat jobann ni....sanggup awal pagi jumpa perempuan lain..kan dah menimbulkan fitnah tu...
FUZEIN
Nah.. pergilah tolong erika tu..seharusnya kita dah ada isteri janganlah dekat dengan perempuan lain..yg boleh menimbulkan kan fitnah...
FUZEIN
Semakin tertarik dengan jalan cerita ni..🥰
Mirta Soriale
kok baru muncul thor
Mila Karmila
Lamaa bangeet up nya thor,, semangat teeuss
Mila Karmila
Hampir lupa ceritanya kak,, up dong
Jabal Nabila
next
Roro Anggun
di tunggu karya berikutnya
Mila Karmila
Asmiin, goodluck kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!