NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7.

Siang hari sangat terik Salindra berjalan menuju kantin saat berbelok menabrak seseorang, keduanya terjatuh di lantai bersamaan karena kurang menjaga keseimbangan.

"Hei, kalau jalan lihat-lihat dong, ada orang main tabrak aja. Kamu pikir ini jalan nenek moyangmu?" umpatan makian dari Citra ditujukan pada Salindra yang tidak sengaja menabraknya.

"Maaf Kak. Saya benar-benar tidak melihat ada orang di seberang soalnya jalanan berbelok," bela Salindra membantu Citra bangun dari jatuh.

"Tidak perlu bantu, aku bisa bangun sendiri," sahutnya ketus berdiri sambil merapikan pakaiannya.

Citra memperhatikan Salindra dari atas sampai bawah sambil berjalan memutar lalu berhenti di depan Salindra.

"Jadi ini karyawan baru itu. Nama kamu siapa?" tanya Citra tersenyum sinis seolah meledek Salindra.

"Nama saya, Salindra, Kak," jawab Salindra sambil melirik sekilas.

"Salindra seperti nama penyanyi yang sedang viral, tapi beda jauh sih. Kamu sekretaris baru ya?" ucap Citra tak suka.

Salindra merasa tidak nyaman dan tidak harus menjawab pertanyaan dari citra, ia berjalan menjauh karena pertanyaan Citra tidak penting sama sekali untuk dijawab. Citra merasa kesal karena Salindra mengabaikannya dan meninggalkannya sendirian. Dalam hatinya penuh ancaman ditujukan kepada Salindra kemudian pergi ke tempat kerjanya.

”Hai, boleh aku temani?" Seorang pria berdiri membawa segelas air jeruk dingin sambil menarik kursi kosong.

Salindra menoleh dan tersenyum ramah. " Silahkan!

"Aku belum pernah melihat kamu, apakah kamu karyawan baru?" tanya orang di seberang Salindra.

"Iya, saya karyawan baru. Baru masuk kerja hari ini," jawab Salindra canggung.

"Kamu tidak perlu sungkan, kita sama-sama bekerja di perusahaan yang sama, biar nyaman ngobrol gimana kalau panggil nama saja. Namaku Arbian, aku di bagian marketing, kalau kamu?" tanya Arbian.

"Saya sebagai sekretaris," jawab Salindra singkat tapi dengan hati-hati.

Arbian terkejut mendengar jawaban dari Salindra. Ia tidak menyangka ada anak baru menduduki jabatan sekretaris. Padahal selama ini belum ada yang lolos dari seleksi Direktur. Ia melihat Salindra lekat tanpa berkedip, beberapa saat Arbian merasa kagum memperhatikan gerakan tubuh Salindra seperti bukan orang biasa.

”Jadi, desas desus karyawan baru itu ini, lumayan cakep sih, pantas saja banyk karyawan yang membicarakannya," batin Arbian.

Rasa penasaran Arbian sangat tinggi, ada ketertarikan tersendiri melihat cara Salindra menerima pertanyaannya dan cara makannya juga sangat menjaga wibawanya.

Salindra merasa tidak nyaman, Arbian melihat dirinya dan segera menyelesaikan makannya, lalu beranjak dari tempat duduknya hendak meninggalkan Arbian.

“Maaf, saya pergi dulu," Salindra berpamitan.

"Tunggu,"

Salindra menoleh menunggu Arbian berbicara. Arbian menghabiskan minumannya dan beranjak dari tempat duduk mengikuti Salindra.

"Ayo kita jalan bareng," ajaknya berjalan di samping Salindra dengan percaya diri.

Tanpa banyak kata keduanya berjalan menuju ruang kerja yang memang searah. Arbian berhenti di depan pintu ruang kerjanya, Salindra melihat ke dalam ruangan banyak orang yang sedang beristirahat sambil berbincang-bincang dengan teman lainnya. Matanya menangkap tatapan Citra yang mengarahnya dengan tidak suka.

“Saya permisi kembali ke ruang kerja," pamit Salindra berjalan ke ruang kerja.

"Silahkan!" sahut Arbian dengan sopan.

...----------------...

Seseorang berjalan masuk ke ruang Direktur dengan wajah kesal. Haikal melihat seseorang masuk kemudian menutup laporan yang baru selesai dibaca.

"Arya," batin Haikal terkejut.

“Aku di suruh pulang katanya mama sakit, baru saja aku menjemputnya pulang dari rumah sakit dan langsung kemari," kata Arya duduk di seberang Haikal.

"Apakah kamu akan menginap?" tanya Haikal dengan suara pelan namun penuh kehati-hatian.

"Jika mama yang minta aku akan menginap, tapi kalau papa yang minta aku tidak mau," jawabnya sambil minum air mineral di gelas milik Haikal.

Haikal geleng-geleng kepala melihat sikap Arya yang terlihat santai. Ia ingin seperti Arya yang bebas tanpa tekanan kerja. Tapi Ia lebih menghargai keputusan papanya yang menyuruhnya menggantikan posisi papanya. Beda dengan Arya yang tidak mau bergantung pada perusahaan.

Arya memilih membuka usaha sendiri daripada ikut andil di perusahaan, karena tidak mau pusing mengelola bisnis papanya. Papanya mempunyai perusahaan di kota lain pun diserahkan kepada anak perempuan pertamanya dan sudah berkeluarga.

"Dasar tidak punya prinsip, maunya nempel terus sama mama, manja," sewot Haikal.

"Siapa yang manja, apa kamu tidak lihat aku punya usaha sendiri dan jauh dari kalian semua. Itu karena papa, tahu kan papa kalau ditentang seperti apa. Jangan salahkah aku di posisi sekarang, doakan suatu saat nanti aku bisa berkembang jauh lebih pesat, aku akan buktikan kepada papa," kata Arya dengan yakin.

"Baguslah kalau punya pemikiran seperti itu, tapi aku tidak yakin kalau kamu bisa," Haikal tersenyum meremehkan Arya.

"Aku tahu kamu ingin bebas dan mempunyai banyak uang, kalau kamu bebas siapa yang akan mewarisi perusahaan papa, lebih baik kamu di sini saja dan urus perusahaan dengan baik. Jangan sampai orang lain merebut perusahaan karena banyak pesaing papa yang ingin menghancurkan bisnis papa,“ kata Arya beranjak dari tempat duduk.

Haikal menahan amarah melihat kepergian Arya. "Siapa yang berani masuk ke perusahaan dan ingin menghancurkan bisnis papa, harus melalui aku lebih dulu," batin Haikal.

Arya berjalan santai keluar ruangan Direktur, saat akan masuk ke dalam lift melihat perempuan tidak asing di ingatannya, sampai tidak berkedip. Perempuan itu tidak menyadari keberadaan Arya yang berdiri di depan pintu lift sedangkan dirinya berjalan masuk ke ruangannya.

“Seperti pernah lihat perempuan itu, tapi siapa dan dimana, apa aku sedang berimajinasi atau pernah bermimpi bertemu dengannya," gumam Arya mengikuti langkah perempuan tak lain Salindra.

Arya berhenti tak jauh di belakang perempuan yang masuk ke dalam ruang sekertaris. "Oh dia sekertaris Haikal," katanya dengan santai.

“Ah paling cuma sekilas mungkin bukan orang yang sama," katanya kemudian memutuskan pergi.

Salindra berhenti di ambang pintu merasa ada yang mengikutinya. Namun, saat menoleh ke belakang tidak ada siapa-siapa akhirnya masuk, menutup pintu dan duduk di kursi kebesarannya dengan nyaman.

Beberapa map di atas meja sudah menunggunya untuk di pelajari. Ia buka dan mempelajari isinya. Sebuah ketukan pintu membuat pandangannya teralihkan.

...----------------...

Arya melihat karyawan sedang membicarakan orang lain di salah satu divisi. Suara terdengar keras sampai di luar. Arya diam-diam memperhatikan karyawan Haikal kakaknya.

“Aku akan buat karyawan baru itu tidak betah bekerja di sini, apa ada kalian yang mau membantuku?" tanya Citra dengan suara lirih.

Semua orang menatap Citra tidak ada yang menyahut, Citra melihat satu per satu temannya heran. "Jadi kalian membela karyawan baru itu tetap menjadi sekertaris?" bentak Citra.

"Terserah kamu mau melakukan apapun, jangan bawa kami. Kami masih mau bekerja di sini karena kami punya tanggungjawab kepada keluarga kami," celetuk Agil pria berkacamata.

"Baiklah, kalau kalian tidak mau membantuku. Aku akan menjalankan tanpa bantuan kalian semua,“ sewot Citra sambil duduk di kursi kerjanya.

Arya mengangguk paham dengan situasi kantor Haikal, ia meneruskan perjalanan keluar dari perusahaan masuk ke dalam mobil meninggalkan area perusahaan dengan pikiran bertanya-tanya.

“Karyawan baru, memangnya ada karyawan baru di perusahaan Haikal... Bodoh amat lah bukan urusanku," katanya berlalu pergi.

1
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
Rain Aricia
Negara eropa?
Anyue: belum di kasih tahu 🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!