NovelToon NovelToon
RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Emma Taylor terpaksa harus melunasi hutang pamannya kepada seorang pria asing kaya raya yang tinggal di rumah besar Anggrek Residen.

Jatuh tempo pembayaran sudah sangat dekat bagi paman Broeri untuk membayar hutang tersebut namun dia tidak mempunyai uang sepeser pun saat dia ditagih oleh pria asing kaya raya itu yang bernama Noah Jones.

Terpaksa Emma yang harus menanggung hutang tersebut kepada Noah Jones pemilik rumah Anggrek Residen.

Karena Emma Taylor juga tidak mempunyai uang buat melunasi hutang paman Broeri maka dia dipaksa membayar dengan rahimnya.

Bagaimana nasib Emma Taylor selanjutnya, sanggupkah dia melunasi hutang milik paman Broeri Goldman atau dia memilih melarikan diri.

Mari kita simak kelanjutan kisah ini dalam novel berjudul Rahim Bayaran Milik Emma.

Salam buat semua pemirsa 🎂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Ketahuan Noah

Ethan Coen berhenti di depan pintu kayu besar bercat putih.

"Ini salah satu kamar tamu yang kosong. Letaknya jauh dari ruang kerja Paman Noah, jadi tenang." ucap Ethan.

Emma mengangguk pelan, tangannya menggenggam tas koper berisi uang seratus milyar erat-erat.

"Terimakasih, Ethan. Atas bantuanmu mencarikan aku kamar." sahutnya.

Ethan tersenyum kecil, tapi matanya tidak bisa lepas dari wajah cantik Emma Taylor.

"Kamu tidak berlu bilang terimakasih terus. Aku hanya mau kamu aman." ucap Ethan Coen.

Emma membalas tersenyum seraya mengangguk paham.

"Terimakasih sudah menjadi teman untukku di sini." lanjutnya.

Baru saja Emma mau mendorong pintu, suara dingin memotong dari belakang.

"Teman?"

Emma dan Ethan langsung menoleh.

Noah Jones berdiri tiga langkah di belakang dari mereka, tangan di saku jas, wajah datar seperti es. Di belakangnya, dua pelayan rumah menunduk, jelas baru saja ditegur karena membiarkan tamu berkeliaran sendirian.

"Ethan. Bukannya kamu ada rapat dengan divisi luar negeri jam sembilan?" suara Noah datar, tapi tajam.

Ethan menggaruk tengkuk, sedikit canggung.

"Ada... perubahan jadwal, paman. Aku cuma bantu Emma cari kamar." ucapnya.

Noah Jones mengangguk pelan, lalu menatap Emma.

"Emma. Bukannya aku menyuruhmu tetap diam di ruang utama tadi. Kenapa kamu tidak mendengarkanku?" sindir Noah.

Noah menatap dingin, melirik tajam ke Emma yang ada di dekat Ethan Coen.

"Dua pelayan ini mencarimu di ruang utama tadi, tapi mereka tidak menemukan mu di sana. Dan mereka lapor padaku, jadi aku mencarimu."

Emma langsung menunduk.

"Maaf, Tuan Noah. Aku tersesat."

"Tersesat dengan Ethan Coen?" ulang Noah pelan. Ia melangkah maju, berhenti tepat di samping Emma. Wangi Cologne kayu cedar-nya langsung menutup bau taman tadi.

"Kamu ingat kita terikat kontrak, Emma?" tanya Noah.

Emma menelan ludah.

"Ya, aku masih mengingatnya." sahut Emma.

"Tanpa izin tertulis, karyawan dilarang berhubungan pribadi dengan keluarga pemilik Anggrek Resident di luar jam kerja." kejar Noah.

"Ya, aku ingat itu." kata Emma sembari melirik pelan ke Noah yang berdiri di depannya.

"Bagus, kamu masih ingat." Noah menoleh ke Ethan.

"Dan kau, Ethan. Kalau kamu mau membantu, bantu di ruang rapat. Bukan di koridor." tegur Noah.

Ethan Coen mengatupkan rahang.

"Emma butuh bantuan, paman. Aku tidak salah." sambung Ethan.

"Tidak salah," kata Noah masih menyaku tangan. "Lebih tepatnya tidak perlu."

Noah Jones meraih pergelangan tangan Emma Taylor dengan lembut, tapi tegas.

"Kamar 215. Sudah disiapkan. Selesai urusan pribadi, langsung ke ruang kerjaku. Kita bahas tugas pertamamu." perintah nya pada Emma.

Emma melirik Ethan Coen sekilas. Wajah Ethan muram, tapi ia tidak melawan.

Noah Jones membawa Emma pergi, langkahnya cepat dan terkontrol. Sebelum belok, ia berbisik pelan hanya untuk Emma.

"Kalau kamu mau bebas dari kontrak, Emma... Jangan kasih Ethan alasan untuk mengejarmu. Itu akan menyulitkan kita berdua dan juga dia." tegas Noah.

Langkah mereka menghilang di ujung koridor.

Dari kejauhan, Ethan Coen berdiri di tempat, masih memperhatikan jalan koridor, sembari mengepalkan tangan.

"Dasar kekanak-kanakan." bisik Ethan masih berdiri di depan pintu kamar tamu kosong.

Di saku nya, ponsel bergetar. Pesan dari nomer tidak dikenal.

Pesan nya.

"Jangan dekati Emma. Demi kebaikan mu sendiri."

Ethan Coen mendengus kesal, lalu mengumpat marah.

"Sial!" Ia banting ponselnya. "Apa maumu, paman!"

Ethan tahu siapa yang mengiriminya pesan rahasia itu. Sebab nomor nya cuma anggota keluarga nya yang tahu, selain Noah Jones siapa lagi, pikirnya.

"Tidakkah paman membiarkanku bebas, ia selalu saja mengganggu ku." hardiknya.

Ethan Coen melirik dingin ke arah ponsel miliknya yang tergeletak di karpet, tidak hancur.

"Jangan dekati Emma. Demi kebaikan mu sendiri." ulangnya. "Pesan macam apa itu?"

Ethan mengepalkan tinjunya ke tembok di hadapannya.

"DUK!"

"Sial!" umpatnya. "Aku kehilangan mangsaku."

Ethan Coen mengibaskan tangannya yang nyeri oleh hantaman tembok. Kepalanya mendongak kasar.

"Fuih... Emma, aku akan mendapatkan mu. Tidak akan kubiarkan paman memiliki mu selain aku."

Ethan Coen melangkah maju, ia tinggalkan ponsel pintar miliknya yang berharga puluhan juta di atas karpet. Tanpa memperdulikan apapun lagi.

"Tap! Tap! Tap!"

Suara langkah terdengar cepat menuju kamar 215 di Anggrek Resident ini.

Tampak Noah Jones menggandeng tangan Emma Taylor, serta di belakang mereka, dua pelayan mengikuti mereka.

Tidak ada ucapan sepatah kata pun dari Noah Jones, ia hanya berjalan tegap.

Di depan pintu besar kamar 215, langkah kaki Noah Jones terhenti cepat. Lalu ia menoleh pada dua pelayan yang bersama mereka.

"Buka pintunya. Dan siapkan kamar untuk Emma, layanan istimewa perlu ia dapatkan selama di Anggrek Resident ini."

"Baik, Tuan Noah." sahut dua pelayan menunduk.

"Jangan lupa siapkan segala keperluannya. Bantu Emma beradaptasi di rumah ini. Temani dia kapanpun Emma butuhkan!" perintah Noah.

"Siap, Tuan Noah." jawab dua pelayan lalu mendorong pintu kamar dan masuk mendahului Emma dan Noah.

Noah Jones menoleh ke arah Emma Taylor.

"Kita masuk sekarang. Dua pelayan tadi adalah pelayan pribadi mu sekarang, mereka yang akan mengurusi semua keperluan mu mulai dari hal-hal kecil sampai hal penting." ucapnya.

"Ya, aku mengerti." sahut Emma.

"Mereka adalah Sioux dan Ava." kata Noah. "Kamu bisa meminta bantuan pada mereka jika kamu butuh."

"Ya..." sahut Emma.

Salah satu dari dua pelayan keluar dari kamar, ia bergegas mendekati Emma.

"Silahkan beristirahat, kamar sudah kami siapkan untuk anda."

"Terimakasih, Ava. Tunggu sebentar lagi. Kalian bisa tinggalkan kami jika pekerjaan kalian selesai." kata Noah.

"Baik, tuan." sahut Ava.

Ava berbalik, melangkah masuk ke kamar, untuk menemui Sioux.

"Emma. Ini ponsel untukmu." ucap Noah sambil memberikan sebuah vertu pada Emma.

"Ini untukku?" tanya Emma tertegun.

"Yah, biar kamu bisa hubungi aku dan aku mudah menelponmu serta bisa memantaumu", sahut Noah menggaruk belakang telinganya.

" Apa aku harus membayarnya juga?" tanya Emma.

"Oh, tidak. Ponsel ini gratis aku berikan padamu. Kamu bisa pakai kapanpun kamu mau." sahut Noah Jones.

"Mmm..." gumam Emma sembari memperhatikan bagian belakang vertu-nya yang berkulit premium, dilapisi kulit burung unta. "Kalau begitu, aku ucapkan terimakasih."

"Sama-sama." sahut Noah. "Ponsel ini tidak baru, sudah lama aku punya tapi aku tidak pernah menggunakannya, jadi ambil saja."

"Baiklah..., aku terima." kata Emma lalu memasukkan Vertu berhiaskan rubi ke saku jaketnya.

"Beristirahat lah! Kita akan bahas lagi kontrak kerja kita setelah makan malam." ucap Noah.

Dua pelayan keluar dari kamar, berpamitan pergi ke Noah Jones.

"Tuan Noah, pekerjaan kami sudah selesai. Kamar siap ditinggali, kamu juga telah menyiapkan keperluan Nona Emma." kata Ava.

Noah Jones melirik datar, sorot matanya yang biru terlihat teduh.

"Baiklah, kalian berdua boleh pergi sekarang. Biarkan Emma beristirahat di kamarnya. Pesanku, sering-sering lah kunjungi Emma."

Perintah Noah sembari melirik ke arah Emma Taylor.

"Siap, Tuan Noah." sahut Ava dan Sioux kompak. "Kamu akan ingat pesan anda, dan sering-sering menengok kemari."

"Bagus. Jika kalian paham tugas kalian sekarang di rumah ini. Dan siapkan juga Emma soup hangat Asparagus karena itu bagus buat kesuburannya."

"Soup Asparagus, tuan?" tanya dua pelayan itu terkejut kaget.

"Yah... Apa kalian akan membantah perintah ku? " kata Noah membalas bertanya.

"Oh, tidak. Kami tidak berani membantah perintah anda, akan kami persiapkan segera permintaan anda, tuan." sahut Ava dan Sioux sembari menunduk.

"Kalau begitu, lakukan segera perintah ku ini. Dan bilang pada koki untuk mempersiapkan makan malam spesial buat kamu berdua." perintah Noah sekali lagi.

"Siap, tuan." sahut Ava.

Noah Jones menatap dingin kepada dua pelayan di hadapannya lalu berkata.

"Apalagi yang kalian tunggu sekarang? "

"Eh, baik, Tuan Noah." sahut dua pelayan itu gugup lalu berjalan pergi.

Ava dan Sioux berjalan tergesa-gesa, menuju ujung lorong di area kamar 215 kemudian mereka menghilang, pergi.

Noah Jones menoleh ke arah Emma Taylor, menatapnya serius.

1
kura kura ninja
rival sendiri ternyata keponakannya sendiri
kura kura ninja
ya dah... ada penyakitnya juga nih PL nya...
kura kura ninja
wah... dibayar segitu pun saya mau, gak kerja alias pensiun dini nih👍
kura kura ninja
napa gak lari saja kan ada kesempatan tuh🙏
kura kura ninja
luar biasa
kura kura ninja
dari judulnya dah bikin penasaran
Yuniar Farah
seru nih ceritanya
Yuniar Farah
waduh waduh em🤭
Yuniar Farah
mantap
Yuniar Farah
nunggu endingnya nih gimana rahimnya dipakai sama noh
Yuniar Farah
cie cie cie...kan gak jadi kepaksa em
Yuniar Farah
makanya emma jangan kebanyakan minuman jadinya mabuk deh 🍾🥂
Yuniar Farah
gak jadi kepaksa lagi nih ceritanya🤭
Yuniar Farah
ada juga nih pemeran watak antagonis
Yuniar Farah
gak kebayang deh 🤭
Yuniar Farah
dih yang lagi kasmaran 🌷🌷🌷🤭
Yuniar Farah
ini edisi terbatas dan paling saya sukai dari thor adalah detail busana tiap karakter pemeran-pemerannya di tiap novel thor🌷🌷
Yuniar Farah
namanya tawanan pasti gaka ada enaknya 🌷
Yuniar Farah
pesaing baru nih
Tina Andara
woe riset 👍next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!