NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Alana tidak menyangka pernikahannya dengan Rendi harus berahir di tengah derasnya air sungai,Rendi dan Lisa selingkuhannya,dengan teganya membuang Alana kesungai untuk menghabisinya dan menguasai harta peninggalan orang tua Alana .Untung saja ada Arka yang menolongnya,dengan di bantu Arka,Alana kembali bangkit membalas penghianatan Suaminya dan mengambil hartanya yang sudah dirampas Rendi dan Lisa
Bagaimana selanjutnya kehidupan Alana Dan Arka ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Yang Tidak Bisa Ditinggalkan

Arka berdiri membeku sejenak di tepian sungai yang mulai gelap. Tubuh wanita itu terasa ringan tapi dingin sekali di pelukannya, seperti mayat yang baru saja ditarik dari pelukan maut. Nafasnya masih lemah, dada naik-turun tak beraturan.

Bekas memar di pergelangan tangannya semakin jelas terlihat di bawah cahaya senja yang memudar. Arka merasakan getaran kecil di tubuhnya sendiri,bukan karena dingin air, melainkan karena gelombang emosi yang tiba-tiba menyergap.

Ia tidak tega meninggalkannya di sini sendirian. Sungai ini liar, malam semakin pekat, dan binatang malam mulai bersuara di antara pepohonan. Tapi apa yang harus ia lakukan? Membawanya ke rumah sakit terdekat berarti menempuh jalan setapak yang gelap selama hampir satu jam dengan mobil, dan ia ragu wanita ini bisa bertahan. Polisi? Itu berarti pertanyaan tanpa henti, laporan, dan kemungkinan besar ia sendiri akan terseret ke dalam masalah yang belum ia pahami. Bekas ikatan tali itu berbicara banyak. Ini bukan sekadar kecelakaan.

"Ya Tuhan ... apa yang terjadi denganmu?" gumam Arka pelan sambil menatap wajah pucat wanita itu. Rambutnya yang basah menempel di dahi, bibirnya kebiruan. Meski penuh luka, ada keindahan yang rapuh di sana, seperti bunga yang diinjak tapi masih berusaha mekar.

Dengan hati yang berdebar, Arka mengambil keputusan. Rumah kayunya yang sederhana berada tidak jauh dari sini, hanya sekitar dua ratus meter menyusuri jalur setapak yang ia kenal betul. Tempat itu dulunya milik kakeknya, sebuah pondok kecil di pinggir hutan yang ia gunakan sebagai tempat pelarian saat kota terasa terlalu sesak. Di sana ada api unggun, selimut, obat-obatan dasar, dan ketenangan. Setidaknya untuk malam ini.

Ia mengangkat tubuh wanita itu dengan hati-hati, satu tangan di bawah lutut, satu lagi menopang punggung. Gaun putih yang robek itu menempel basah di kulitnya, meninggalkan jejak air di baju Arka. Langkahnya pelan tapi tegas, menginjak kerikil dan akar pohon dengan hati-hati agar tidak tergelincir. Setiap kali wanita itu menggeliat lemah dalam pingsannya, Arka berbisik, "Sudah aman ... kamu sudah aman."

Perjalanan yang seharusnya singkat terasa panjang. Keringat bercampur air sungai membasahi punggungnya. Pikirannya berputar-putar. Siapa perempuan ini? Mengapa ada yang ingin membunuhnya? Apakah ia melarikan diri? Atau korban penganiayaan? Arka bukan pahlawan dalam cerita. Ia hanya seorang pengusaha yang lelah dengan bisnis dan asisten yang terlalu rajin. Tapi malam ini, takdir seolah memaksanya menjadi penyelamat.

Akhirnya, pondok kayu itu muncul di balik pepohonan. Bangunan sederhana dengan dinding kayu gelap, atap seng yang sudah agak berkarat, dan teras kecil yang menghadap sungai di kejauhan. Arka mendorong pintu dengan bahu, pintu itu berderit pelan menyambut mereka. Di dalam, udara terasa sejuk dan agak lembab, bau kayu kering bercampur aroma kopi kemarin. Ia meletakkan wanita itu di atas ranjang tunggal yang terletak di sudut ruangan, lalu segera menyalakan lampu minyak dan membuka jendela sedikit agar udara segar masuk.

Dengan gerakan cepat, Arka mengambil handuk bersih dari lemari kecil dan menyelimuti tubuh wanita itu. Ia membersihkan wajahnya dengan lembut, menghapus lumpur dan darah kering dari luka-luka ringan di pipi dan dahi. Denyut nadinya masih lemah, tapi stabil. Arka merebus air, menyiapkan teh hangat, dan mengambil kotak P3K yang sudah lama tidak disentuh. Ia membersihkan luka-luka itu sebisanya, mengoleskan salep, dan membalut pergelangan tangan yang memar biru itu dengan perban putih.

"Siapa namamu?" bisik Arka sambil duduk di kursi kayu di samping ranjang. Ia menatap wajah wanita itu lama. Mata tertutup rapat, bulu matanya basah. Napasnya kini lebih teratur, tapi belum ada tanda-tanda akan sadar. Arka merasa campur aduk,kasihan, khawatir, dan sedikit takut. Rumah ini adalah tempat pribadinya, tempat ia melarikan diri dari dunia. Sekarang ada seorang asing yang nyaris mati di ranjangnya.

Malam semakin larut. Arka menyalakan perapian kecil di tengah ruangan. Api kecil itu menari-nari, menerangi dinding kayu yang penuh ukiran sederhana. Ia duduk di lantai, bersandar di dinding, memandang wanita itu tanpa henti. Pikirannya melayang ke kehidupannya sendiri. Bisnis yang menumpuk, Budi yang terus menelepon (ponselnya sudah ia matikan sejak tadi), dan rasa lelah yang selama ini ia pendam. Menolong orang asing ini terasa seperti mukjizat balik, seolah Tuhan sedang mengingatkannya bahwa hidup bukan hanya soal profit dan meeting.

Beberapa kali wanita itu menggeliat, mengigau pelan. "Jangan ... tolong ..." kata-kata itu keluar serak, penuh ketakutan.

Arka langsung mendekat, memegang tangannya yang dingin dengan lembut. "Kamu aman di sini. Tidak ada yang akan menyakitimu lagi," katanya pelan, meski ia tahu wanita itu mungkin tidak mendengar.

Waktu berlalu lambat. Arka membuat mie instan untuk dirinya sendiri, tapi nafsu makannya hilang. Ia hanya minum teh hitam pekat sambil menjaga api agar tetap menyala. Sesekali ia memeriksa suhu tubuh wanita itu, mengganti selimut yang basah dengan yang kering. Luka-luka di tubuhnya menunjukkan kekerasan yang brutal,bukan hanya dari sungai. Siapa yang tega melakukan ini pada seorang perempuan?

Di luar, suara jangkrik dan angin malam mengiringi kesunyian. Arka berjalan ke teras sebentar, menghirup udara segar sambil memandang kegelapan hutan. Ia merasa bertanggung jawab sekarang. Besok pagi ia harus memutuskan langkah selanjutnya,membawa ke dokter, melapor polisi, atau setidaknya mencari tahu identitas wanita ini. Tapi untuk malam ini, ia hanya ingin wanita itu selamat.

Kembali ke dalam, Arka melihat wanita itu masih belum sadar. Wajahnya sedikit lebih berwarna sekarang, meski masih pucat. Ia menarik kursi lebih dekat, duduk di sana sambil menopang dagu. "Kamu pasti punya cerita yang berat," gumamnya. "Dan aku ... entah kenapa, merasa harus ada di sini bersamamu."

Malam itu Arka hampir tidak tidur. Ia bergantian menjaga api dan memeriksa kondisi wanita itu. Setiap hembusan napas yang keluar dari bibirnya terasa seperti harapan baru. Di pondok kayu yang sunyi, di tengah deru sungai yang samar-samar terdengar, dua jiwa yang asing mulai terhubung oleh takdir yang tak terduga.

Alana, meski masih terperangkap dalam kegelapan pingsan, entah bagaimana merasakan kehangatan itu. Sebuah kehangatan yang berbeda dari dinginnya air sungai yang hampir menjadi kuburannya. Doanya di detik-detik terakhir tadi sepertinya dijawab. Bukan dengan cara yang indah, tapi dengan keajaiban yang sederhana: seorang pria asing yang memilih tidak berpaling.

Dan begitulah babak baru itu dimulai,di sebuah rumah kayu kecil, di tepi sungai yang diam-diam menyimpan rahasia, di mana seorang wanita yang "mati" mulai bernapas kembali.

1
sunaryati jarum
Emak ingin tahu hasilnya
MayAyunda: ditunggu 😁
total 1 replies
sunaryati jarum
Sudah dah dig dug Rendy.Kau sebenarnya belum pandai berbisnis dan memimpin perusahaan,tapi sifat tamakmu membawamu sampai tahap ini Kamu belum menikmati harta yang kau rampas, sudah masuk penjara.
MayAyunda: He he
total 1 replies
MayAyunda
siap kak ,ditunggu kak 😍🙏
sunaryati jarum
Ayo lekas beraksi ,Elena
MayAyunda: ok siap beraksi kak
total 1 replies
sunaryati jarum
Kutunggu langkah pembalasan kamu,Elena
MayAyunda
terimkasih kak
sunaryati jarum
Nah jangan nangis bangkit dan atur strategi untuk membalas mereka serta merebut kembali semua harta milikmu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!