NovelToon NovelToon
Sistem: Peluang 100%

Sistem: Peluang 100%

Status: tamat
Genre:Sistem / Action / Naik Kelas / Tamat
Popularitas:73.2k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Dihina mandor, ditagih hutang, dan ditinggalkan pacar membuat hidup Fais berada di titik terendah.
Sampai sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.

[Peluang keberhasilan pengguna meningkat menjadi 100%]

Dari taruhan, bisnis, hingga misi berbahaya; semua yang dilakukan Fais selalu berhasil. Hidupnya berubah drastis dari kuli miskin menjadi sosok yang membuat banyak orang iri dan takut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Hadiah dari Perjuangan

Cahaya biru mendadak meledak di balik kelopak matanya. Terang benderang menampar retinanya.

[Hari Ketujuh berhasil dilewati.]

[Quest Bertahan Hidup selesai.]

Telinganya berdenging kencang. Suara klakson mobil di jalan raya serasa menguap tertelan aspal basah. Layar transparan itu tidak peduli dengan detak jantungnya yang nyaris berhenti.

Teks di depannya bergulir perlahan. Mengeja takdir barunya tanpa simpati.

[Reward dasar didistribusikan:]

[Uang Tunai: Rp10.000.000]

[Peningkatan fisik dasar aktif.]

Napas Fais tercekat. Paru-parunya seakan lupa cara mengambil oksigen.

Sepuluh juta. Sepuluh juta rupiah.

Deretan angka nol itu berbaris panjang. Menusuk akal sehatnya habis-habisan. Sepuluh juta untuk ukuran manusia lumpur sepertinya adalah kemustahilan absolut.

Uang sebanyak itu bisa menghentikan air mata ibunya. Uang itu bisa menebus kembali cincin kawin kuning kusam yang kemarin nyaris berpindah tangan ke pegadaian busuk. Itu lunasnya utang rentenir ibunya.

Itu hidup. Hidup. Hidup.

"Sepuluh juta..." gumamnya parau. Air liurnya mendadak terasa manis.

Tangannya gemetar hebat meremas sisi celana kainnya yang compang-camping.

Sensasi hangat tiba-tiba mengalir tajam dari tengkuknya. Merambat lambat membedah tulang belakang. Rasa gatal parah di paru-parunya lenyap bagai debu disiram air raksa. Ototnya yang nyaris putus terasa ditarik kuat, dijahit paksa dari dalam oleh jarum tak kasatmata.

Tubuhnya mendadak enteng. Beban berton-ton semen yang menghancurkan punggungnya selama tujuh hari ini menguap tidak berbekas.

Peningkatan fisik. Ia menghirup udara malam rakus-rakus. Paru-parunya tidak menjerit lagi.

Ia bisa berdiri tegak sekarang. Ia merasa kaya. Ya, setidaknya untuk ukuran keluarganya, ia baru saja merampok bank terbesar di kota ini.

Tapi layar biru itu tidak redup.

Layar itu malah berkedip aneh. Berkedip. Berkedip.

Warna biru laut itu berubah menjadi merah statis. Suara distorsi mekanis bergeretak kasar di dalam gendang telinganya.

Sistem itu seolah batuk. Tersedak oleh sistem kalkulasinya sendiri.

Fais memundurkan kepalanya hingga membentur tiang listrik. Ketakutan baru menyergap ulu hatinya secara brutal.

Jangan diambil lagi. Tolong, jangan ditarik lagi uang itu.

Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat sampai kukunya melukai kulit sendiri. Ia lebih rela sepuluh jarinya putus dipotong mesin gergaji daripada melihat angka sepuluh juta itu hilang.

[Peringatan. Anomali terdeteksi.]

[Mendeteksi pencapaian di luar estimasi.]

Rentetan huruf acak menutupi seluruh sudut pandangnya. Menyusun ulang baris-baris perintah baru secepat kilat.

[Sinkronisasi pengguna meningkat secara drastis.]

[Bonus Peluang Absolut aktif.]

Fais menganga bodoh. Otaknya yang terbiasa menghitung sisa butiran beras di dandang berkarat tidak mampu mencerna bahasa alien di depannya.

Sinkronisasi? Peluang absolut?

Lalu dunia seakan berhenti. Detik jam benar-benar nyangkut di kerongkongan bumi.

[Mengaplikasikan multiplier pada reward dasar...]

[Seluruh reward dikalikan x100.]

Fais membeku. Ia sungguh-sungguh berubah menjadi patung daging bernapas.

Matanya melebar tanpa berkedip sedikitpun. Menatap barisan huruf yang kini berubah menjadi keputusan mutlak. Multiplier. Dikali seratus. Otaknya mencoba melakukan perkalian dasar matematika anak SD.

Sepuluh juta. Nolnya ada tujuh. Dikali seratus. Ditambah dua nol lagi.

Di dalam saku celananya yang robek seukuran kepalan tangan, ponsel usangnya bergetar. Layar retak seribunya menyala. Bunyi notifikasi SMS memecah hening.

Satu pesan dari bank. Bank yang selama ini menertawakan sisa saldo minimalnya yang nyaris tidak bisa ditarik ATM.

Tangannya sangat kaku saat merogoh saku. Ia menarik ponsel itu seolah benda mati itu adalah granat aktif yang pinnya sudah lepas.

Ibu jarinya yang kasar mengusap layar retak tersebut. Menggeser pelan ikon pesan masuk.

Matanya memindai deretan teks notifikasi otomatis itu. Satu, lalu nol, lalu titik, lalu nol, nol, nol.

[Saldo Rekening Anda Bertambah: Rp1.000.000.000]

Satu miliar.

[Sistem Update: Final Reward telah ditebus.]

[Total Uang: Rp1.000.000.000]

[Peningkatan fisik x2 selesai.]

[Bonus tambahan: Gacha Premium x3 masuk ke penyimpanan.]

Sensasi hangat yang tadi mengalir lembut kini berubah menjadi ledakan energi gila. Fais terengah-engah hebat.

Tulangnya seolah diguyur besi cair pelapis baja. Tenaga mengerikan merasuk paksa, meremas habis sisa kelelahan kronis dari tingkat sel paling mikroskopis di tubuhnya.

Ia memutar lehernya. Terdengar bunyi gemeretak dari tulang rawan yang memadat sempurna. Buku-buku jarinya utuh, tanpa memar sedikitpun. Bekas kapalan tebal mengelupas sendiri bak kulit ular mati, menyisakan jaringan kulit baru yang serasa sekuat Kevlar.

Tapi matanya sama sekali tidak bisa lepas dari layar ponsel kotor itu.

Satu miliar.

Ini bukan sekadar nominal uang. Ini adalah kebebasan mutlak. Ini adalah tiket satu arah keluar dari kerak neraka kemiskinan.

Angka sinting ini bisa meluluhlantakkan tembok jamur kontrakannya, membangun istana dari marmer asli untuk ibunya. Angka ini bisa membakar apotek sialan yang menolak obat ayahnya, dan meratakan bangunan itu dengan tanah.

Uang. Tumpukan nilai tukar busuk. Hal remeh yang membuat manusia sudi saling gorok di pinggir jalan.

Napasnya memburu makin liar. Paru-parunya mengembang maksimal secara tak wajar. Tangannya terus gemetar. Mengguncang ponsel di telapaknya seakan benda itu punya nyawa.

Bukan karena ia bahagia. Tolong catat itu.

Kebahagiaan terasa terlalu mewah dan palsu untuk manusia sepertinya.

Ia gemetar karena hal lain. Hal yang asing.

Ia tidak merasa miskin lagi.

Ia tidak percaya ini.

Sensani ini, apakah benar-benar nyata bagi anjing sepertinya?

Sensasi asing ini mencekiknya kuat-kuat. Tidak ada rasa cemas besok makan apa. Tidak ada bayangan leher ibunya dicekik rentenir dari balik pintu. Tidak ada suara batuk berdarah ayahnya yang merobek kewarasannya.

Semuanya lenyap seketika. Hanya ada ruang kosong tak terbatas di kepalanya. Ruang bebas yang justru terasa sangat menakutkan karena ia belum pernah menyentuhnya.

Fais menyeka ujung hidungnya dengan kasar. Dingin angin malam yang sedari tadi menggigit pori-porinya tidak lagi menembus dagingnya. Tubuhnya kebal.

"Ini... mimpi kan?"

Ia menggelengkan kepalanya, berjalan menuju realitas kehidupan. berjalan Menuju rumah di maba siksaan batin itu berada. membiarkan cahaya itu memudar di depannya.

1
Cui Lan Seng
seru ceritanya..imajinatif futuristik
Cui Lan Seng
lah sebelum diceritain Alya itu karyawan dg gaji bulanan
Cui Lan Seng
hmm kapan mantan Buruh bangunan pernah belajar nyetir mobil?
Cui Lan Seng
kenapa ga ada pertanyaan berapa nomor rekening mu?
Cui Lan Seng
benar syukur hanya pada Tuhan bukan pada sistem
Cui Lan Seng
wow....👍💪
Cui Lan Seng
kenapa proyeknya ga ada makan siang? biasanya makan siang dibelikan mandor dan dipotong dari upah mingguan. Tega banget
Arif Widya Nazarudin
gacha premium gimana nasibnya??
Abady Ehm
cerita sampah,..bertele tele...
Cui Lan Seng: hahaha...deskripsi yg membumi Thor!!💪 biarkan anjing menggonggong
total 1 replies
YaN Nie
Muter2 cerita nya 🤔
Sugiati Sugiati
jgn nggobloki kau, Host.
Sugiati Sugiati
cookk
임비엥 대위
ini saya pribadi, gatau klo orang laen...
baca novel ini saya lama kelamaan kok capek banget ya..., KOSA KATA yg di pakai terlalu BERAT ...shg otak ku gak bisa mencerna dengan wajar, jadi cepet capek...🙏🙏
Ironside: Makasih komentarnya ya /Smile/
total 2 replies
임비엥 대위
jangan terlalu "LEKOH"
Ibarat masakan jangan terlalu banyak rempah... meski rempah menyedapkan rasa jika di tuang terlalu berlebihan malah merusak cita rasa, jadi harus seimbang antara bahan dan bimbu....
[maaf ini menurut cita rasa saya, barangkali berbeda utk org lain...🙏🙏]
임비엥 대위: puitis boleh dan harus ,tapi jangan semua di ucapkan secara puitis... janeg dan gada istimewanya kata-kata mewah....
total 1 replies
임비엥 대위
aktif pada batas maya, antara riuh dan sepi...hidup dan mati
임비엥 대위
nasib adalah sebagian dari pengingkaran hajat manusia pada kenyamanan hidup...
Wega Luna
dimana mana kalo utang udah lunas GK ada sangkut pautnya lagi ini kok masih diusik aja ,sehina itukah orang miskin kerja jadi tukang bangunan😌😌, baru baca udah banyak banget hamanya
Mamat Stone
/Sneer/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!