NovelToon NovelToon
Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:884
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

Ardian dan kebahagiaan nya.
Kembali berkumpul dengan putrinya serta menikah dengan wanita yang merubah dirinya menjadi pria dengan pribadi yang baik, membuatnya sangat bahagia walaupun cerita masalalu yang sedikit demi sedikit terbuka.
Jidan dan kisah cintanya.
Tidak sama seperti tuannya yang memilih berlabuh ke hati lain dan berdamai dengan masalalu nya. Jidan malah terjebak dengan perasaan nya yang belum benar-benar mencintai wanita lain. Seakan takdir berputar-putar ditempat nya, membuat Jidan selalu terjebak dengan perasaan sendiri, walaupun ada hati lain yang menariknya untuk beralih.
Bagaimana kisah selanjutnya? Simak yuk, biar nggak penasaran bagaimana kisah mereka selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Sebelum berangkat ke rumah Wiyah, Nalda memasak terlebih dahulu untuk buah tangan ke sana. Sebenarnya ia bisa saja membeli yang sudah jadi, tapi rasanya akan lebih menyenangkan kalau ia memasaknya sendiri.

Dengan dibantu Harum, wanita itu sudah bergerak dengan cepat di dapur. Bu Ani sendiri hanya bisa menjadi penonton dari kedua orang berbeda usia itu tapi terlihat kompak saat bekerja sama.

Menu yang di buat Nalda ada dua. Ayam cincane dan Daging masak bumi hangus. Kedua masakan itu berasal dari Kalimantan Timur. Masakan yang sangat menggiurkan, walaupun hanya yang mencium baunya saja.

Bukan hanya memasak dua menu, tapi Nalda juga membuat Bolu Suri dan Bolu Macan yang kini sudah tersaji di atas meja lengkap dengan kotak nya.

Sampai masakan itu benar-benar selesai baru lah keduanya duduk beristirahat. Harum diam menatap lekat-lekat wajah Nalda yang memiliki bentuk wajah yang hampir sama dengan almarhumah mama nya, hanya saja ada beberapa perbedaan seperti hidung dan bola matanya.

"Kenapa Harum menatap bunda seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilan bunda?" tanya Nalda saat menyadari tatapan Harum.

"Tidak ada bunda. Harum hanya merindukan mama," jawab Harum tersenyum samar menatap wajah bunda sambungnya itu."Wajah bunda mirip sekali dengan mama," Nalda menghentikan tangannya yang tadi sedang mengisi ayam ke dalam tempat persegi panjang, dia melihat ke arah Harum.

"Sini biar bunda peluk," Harum tidak protes. Nada memeluk tubuh Harum dengan lembut dan penuh kasih sayang. Ia tidak marah saat mendengar Harum mengatakan kalau wajahnya hampir mirip dengan mama nya, karena menurut Nalda itu wajar. Setiap orang memiliki kembaran, dan mungkin mama Harum salah satu kembaran nya.

"Sudah nggak usah sedih, kasihan mama nya Harum kalau Harum terus mengingat nya. Seharusnya Harum banyak-banyak berdoa untuk mama agar tenang di sana,"

"Iya bunda." jawab Harum seraya melepaskan pelukannya.

"Ayo kita lanjutkan, keburu papa turun nanti." Harum mengangguk sebagai jawaban. Tangan nya ikut membantu Nalda memasukkan masakan mereka kedalam tas kain yang cukup besar.

"Sudah siap sayang?" tanya Ardian yang baru saja memasuki dapur dan melihat istri serta putrinya terlihat kompak membereskan peralatan masak, padahal di rumah itu sudah ada pelayan.

"Sudah semua by. Masakan untuk keluarga Wiyah sudah selesai."

"Kenapa nggak beli aja sih, yang? Daripada masak, kan kamu jadi kecapean,” ucap Ardian menatap wajah kusut sang istri.

Harum yang tadi berada di sana memutuskan untuk pergi ke kamarnya, dan tidak ingin mengganggu kedua orang tuanya. Gadis itu juga ingin bersiap-siap duluan agar tidak membuat kedua orang tuanya menunggu.

"Rasanya berbeda hubby. Makanan yang ku masak sendiri. Aku juga ingin keluarga Wiyah merasakan masakan ku," jawab Nalda melepaskan celemek nya."Aku bersih-bersih dulu. Setelah itu kita jalan."

"Biar aku bantuin yank." Ucap nya tersenyum penuh arti."Aauu sakit yank!" Pekik Ardian saat kedua jari istrinya memutar kulit pinggang nya hingga menyisakan sedikit rasa sakit.

"Jangan macam-macam, by. Kita mau pergi ke kota S untuk menemui keluarga Harum di sana, " ucap Nalda berlalu pergi daripada meladeni sifat m3sum sang suami.

"Tapi yank!"

Nalda mengabaikan suara suaminya, tapi tanpa dia sadari kalau pria itu mengikutinya dari belakang.

Sesampainya di dalam kamar, Nalda langsung masuk ke dalam kamar mandi. Tapi betapa terkejutnya ia saat melihat Ardian juga ikut masuk kedalam kamar mandi sambil tersenyum jahil.

"Hubby! Apa yang kamu lakukan disini?! Keluar lah cepat, aku mau mandi!" usir Nalda, tapi dengan cepat pria itu menggendong tubuh sang istri ke arah bathtub."Hubby!"

"Mandi bersama, sayang."

Nalda menatap Ardian dengan wajah masam saat suaminya itu tersenyum sejak tadi seperti seseorang yang baru saja mendapatkan lotre.

Dua jam waktu yang Nalda habiskan di kamar mandi, padahal biasanya hanya sampai lima belas menit saja, tapi akan lama jika dia bersama dengan suaminya.

"Kenapa wajahnya masam banget yank." Tanya Ardian melirik ke arah Nalda yang sejak tadi diam tidak melihat ke arahnya.

"Kasih tau papamu rum, kalau bunda lagi marah jangan ditanya." jawab Nalda ketus dan Harum yang tidak tau apa-apa mengerutkan keningnya. Ia melihat ke arah ayahnya yang sedari tadi tersenyum padahal bunda nya sedang marah.

"Jangan marah, yank. Nanti kamu rindu loh sama aku."

"Bodoh." jawab Nalda ketus kini memejamkan matanya.

Harum yang sejak tadi melihat kedua orang tuanya hanya bisa menghela nafas nya saja. Remaja perempuan itu tidak bisa berkata-kata apa jika bunda nya mode ngambek.

Setelah memakan waktu lumayan lama, kini Ardian memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah Fazar. Rumah yang terlihat sederhana, tapi tetap terlihat mewah.

"Assalamualaikum." salam ketiga nya memasuki rumah Fazar, dan dari ruangan keluarga terdapat Wiyah beserta Fazar yang menyambut kedatangan mereka. Sementara bunda Sisi berada di kamar ke-empat cucu nya untuk menemani.

"Waalaikumsalam." jawab Wiyah dan Fazar menyambut kedatangan ketiganya dengan ramah.

"Bagaimana kabar mu, kak Nalda?" tanya Wiyah memeluk tubuh Nalda sebentar lalu melepaskan nya.

"Alhamdulillah baik Wiyah." jawab Nalda tersenyum.

"Masyaallah sekarang makin temban aja ya dek." ucap Wiyah melirik kearah Harum yang kini terlihat berbeda dari terakhir mereka berpisah di spanyol.

Harum terlihat lebih ceria dari sebelumnya. Tidak ada wajah senduh yang menghiasi wajah remaja perempuan itu.

Mendengar pujian Wiyah, Harum tersipu malu. Wiyah tidak perlu menanyakan kabar Harum lagi, karena Wiyah tau kalau Harum baik-baik saja di tangan orang tuanya. Harum terlihat jauh lebih bersemangat dari sebelumnya.

"Iya kak, soalnya papa dan bunda tidak memperbolehkan Harum makan sedikit, padahal itu porsinya Harum." jawab Harum, membuat keduanya terkekeh.

"Sebaiknya kita mengobrol di dalam. Lihatlah para suami kita sedang sibuk membahas bisnis." lanjut Nalda saat melihat suaminya sedang mengobrol serius dengan Fazar.

"Iya kak, ayo." jawab Wiyah membawa Nalda dan Harum keruangan tengah.

Harum tidak mengikuti Wiyah dan Nalda ke dapur, karena gadis itu pergi ke kamar adik-adiknya untuk melihat bayi-bayi itu yang sudah semakin besar saja.

"Kata kak Fazar, tuan Ardian akan memindahkan Harum di kota B setelah dia lulus nanti?" tanya Wiyah menoleh kearah Nalda. sementara tangan nya membantu Nalda mengeluarkan makanan yang tadi wanita itu bawa. Rencananya mereka akan makan siang, kebetulan sudah hampir memasuki makan siang juga.

"Iya katanya mas Ardian begitu, Wiyah. Dia tidak bisa meninggalkan putrinya terlalu lama. Kamu tau sendiri bagaimana posesif nya papa nya Harum setelah menemukan putrinya."

"Aku tau, seorang ayah tentu tidak akan membiarkan putrinya disakiti oleh orang lain. Dia menjadikan masa lalu sebagai pelajaran nya dan menata kembali hidup nya agar kejadian di masa lalu tidak terjadi pada putrinya."

"Kamu benar Wiyah. Dia selalu meluangkan waktunya untuk kami, padahal pekerjaan kantor nya selalu memanggil." ucap Nalda senyum-senyum sendiri jika mengingat tingkah suaminya yang benar-benar berubah. Pekerjaannya selalu diberikan ke Jidan, membuat pria itu sering kali lembur.

Bersambung…

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!