NovelToon NovelToon
Menghancurkan Suami Benalu Dan Adik Tiriku

Menghancurkan Suami Benalu Dan Adik Tiriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nila KingShop Wati

HANCURLAH BERSAMA "SUAMI PARASIT DAN ADIK BENALU"
Selama dua tahun pernikahan, Violet hidup sebagai istri yang selalu mengalah. Ia tidak pernah menyangka suami yang dicintainya ternyata diam-diam berselingkuh dengan Eliana, adik tirinya sendiri.
Lebih kejam lagi, mereka hanya memanfaatkannya demi merebut perusahaan keluarga yang menjadi haknya. Saat kebenaran terungkap, Violet kehilangan segalanya—ayahnya koma karena sebuah kecelakaan yang ternyata direncanakan, hartanya dirampas, dan nyawanya dihabisi oleh orang-orang yang paling dipercayainya.
Dalam detik terakhir sebelum kematian, Violet mengutuk mereka dan memohon kesempatan untuk mengulang hidupnya.
Ketika membuka mata, ia kembali ke dua tahun lalu.
Ke hari saat Arga datang melamar.
Kali ini Violet tidak akan memilih pria yang menghancurkan hidupnya.
Sebagai gantinya, ia memilih Sherkan—paman Arga yang terkenal dingin, kejam, dan menjadi penguasa dunia bisnis.
Keputusan itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nila KingShop Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

PERNIKAHAN KILAT

Beberapa menit kemudian, tanpa sepengetahuan Arga maupun Eliana, seluruh rangkaian prosesi pun selesai. Tanda tangan terakhir dibubuhkan di atas dokumen, berkas resmi dinyatakan sah, dan para saksi memberikan persetujuan mereka. Dalam waktu yang begitu singkat, seluruh status dan arah hidupku berubah selamanya. Aku yang datang ke tempat ini dengan identitas sebagai Violet Wibisono, kini secara hukum telah resmi menjadi istri Sherkan Satria—pria yang paling dihormati sekaligus ditakuti di dunia bisnis, sosok yang bahkan membuat Arga harus berpikir berkali-kali sebelum berani mengangkat suara, dan seseorang yang selama ini berdiri jauh di atas lingkaran orang-orang yang selama ini berusaha meremehkanku. Mulai malam itu juga, arah kehidupan kami semua perlahan bergerak menuju masa depan yang tidak pernah mereka bayangkan, bahkan sesuatu yang tidak pernah terjadi sekalipun dalam kehidupan pertamaku yang sudah berakhir tragis.

Setelah semua orang yang hadir meninggalkan ruangan, hanya tersisa aku dan Sherkan di tempat itu. Untuk pertama kalinya sejak prosesi dimulai, suasana terasa sedikit canggung dan hening. Aku hanya menunduk menatap lembaran buku nikah yang masih tergenggam di tanganku, rasanya masih sulit mempercayai apa yang baru saja terjadi. Aku benar-benar telah menikah lagi, dan kali ini dengan seseorang yang nyaris tidak kukenal secara mendalam.

“Kita pulang sekarang,” suara rendah Sherkan tiba-tiba memecah keheningan yang terasa panjang itu.

Aku segera mengangkat kepala menatapnya. “Maaf?”

Pria itu berdiri dari kursinya dengan gerakan tenang seperti biasa. “Mulai malam ini kau akan tinggal di rumahku.”

Seketika tubuhku terasa membeku mendengar kalimat itu. “Tunggu sebentar,” ucapku tergagap, dan untuk pertama kalinya sejak bertemu dengannya, ketenangan yang selama ini kujaga hampir runtuh begitu saja. “Saya harus tinggal di rumah Anda?”

Sherkan menatapku seolah pertanyaan itu terdengar aneh dan tidak perlu diajukan. “Kau adalah istriku sekarang, bukan?”

Aku sempat membuka mulut hendak menjawab, namun kemudian menutupnya kembali tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Aku benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa. Selama menyusun dan membahas isi kontrak pernikahan, pikiranku hanya terfokus pada hal-hal yang kupandang penting: perlindungan hukum, hak atas aset, batasan urusan pribadi, serta ketentuan lain yang menjaga posisiku tetap aman. Namun satu hal ini sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiranku. Aku benar-benar lupa mempertimbangkan kenyataan yang paling mendasar itu.

Melihat ekspresi wajahku yang tampak bingung dan terkejut, sudut bibir Sherkan terangkat sedikit membentuk senyum samar. Hanya sedikit saja, namun cukup jelas untuk membuatku sadar bahwa pria ini seolah sedang menikmati reaksiku yang polos itu.

“Itu adalah hal yang tidak perlu ditulis secara terperinci di dalam kontrak,” ucapnya tenang.

Aku mengerutkan kening sedikit. “Apa maksudnya?”

Sherkan mulai melangkah mendekat ke arahku dengan langkah yang tetap stabil dan tenang. “Jika dua orang telah resmi menikah, dan salah satunya meminta perlindungan serta tempat bernaung dari pasangannya,” ucapnya, lalu berhenti tepat di hadapanku dan menatap wajahku dengan pandangan yang tajam namun tetap terkendali, “maka sudah menjadi hal yang wajar jika ia tinggal dan berada di rumah suaminya.”

Seketika aku benar-benar kehilangan kata-kata untuk menjawabnya. Namun kalimat berikutnya yang keluar dari mulutnya membuat jantungku terasa berhenti berdetak sesaat.

“Dan satu hal lagi,” lanjutnya dengan nada datar dan biasa saja, “kau akan tidur di kamar yang sama denganku.”

Apa? Tunggu, kamar yang sama? Aku menatapnya dengan pandangan tidak percaya, namun Sherkan justru terlihat sangat tenang dan santai, seolah baru saja mengucapkan hal yang paling wajar di dunia ini. Dan memang, secara hukum maupun adat, itu adalah hal yang sepenuhnya normal bagi sepasang suami istri. Masalahnya, aku sendiri belum pernah benar-benar memikirkan kenyataan ini, karena sejak awal niatku hanya berfokus pada balas dendam, mempertahankan nyawaku, serta menyelamatkan ayah dari rencana kejam mereka. Aku bahkan sempat melupakan fakta sederhana bahwa aku kini resmi menjadi istri seorang pria dewasa, yang juga memiliki hak dan kedudukan yang sama dalam ikatan ini.

“Apakah ada masalah dengan ketentuan itu?” tanya Sherkan melihatku hanya diam terpaku.

Aku sempat menggeleng cepat, namun seketika mengangguk lagi, lalu menggeleng kembali. Gerakan yang tidak menentu itu membuat Sherkan mengangkat satu alisnya, tampak semakin penasaran dengan reaksiku. Rasanya aku benar-benar mati kutu saat itu. Untuk pertama kalinya sejak aku kembali dari kematian dan mendapatkan kesempatan hidup kedua, pikiranku menjadi kosong melompong. Bahkan saat menghadapi Arga dan segala tekanan yang diberikannya, aku masih mampu berpikir jernih dan menyusun langkah, namun sekarang rasanya otakku tidak mampu bekerja sama sama sekali.

Sherkan memperhatikan wajahku selama beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas pelan. “Tenang saja, aku tidak akan memakanmu, Violet,” ucapnya dengan nada yang terdengar sedikit lebih santai dari biasanya.

Entah kenapa, kalimat sederhana itu justru membuat wajahku terasa semakin panas menahan rasa malu dan gugup. Tanpa menunggu jawabanku lagi, ia berbalik mengambil jas yang tergantung di sandaran kursi, sama sekali tidak terlihat memiliki rasa canggung atau tertekan, seolah hanya akulah yang sedang panik sendirian di ruangan itu.

“Ingat siapa yang mengajukan usulan pernikahan ini pada awalnya,” ucapnya tiba-tiba sambil membenarkan kerah jasnya.

Aku terdiam, sadar sepenuhnya bahwa ucapannya itu benar.

“Kau sendiri yang meminta perlindungan dan kedudukan yang aman,” lanjutnya lagi.

Sekali lagi aku hanya bisa terdiam, menyadari bahwa itu pun adalah kenyataan yang tidak bisa dibantah.

“Dan kaulah yang meminta agar segala sesuatunya dipercepat tanpa menunggu waktu lama,” tambahnya sekali lagi.

Aku hampir ingin menghilang begitu saja dari tempat itu, karena memang semua perkataannya itu benar adanya. Semua keputusan ini berasal dari kehendakku sendiri.

Sherkan melangkah menuju pintu keluar, lalu berhenti sejenak dan menoleh ke arahku. Kali ini tatapannya terlihat sedikit lebih lembut dan tenang dibandingkan biasanya, meski tetap terasa tegas dan berwibawa.

“Kau tidak perlu merasa takut atau khawatir berlebihan,” ucapnya dengan nada yang lebih menenangkan. “Selama kau masih tercatat sebagai istriku dan memegang kesepakatan ini, tak seorang pun akan berani menyentuh atau mengganggumu, apa pun alasannya.”

Suaranya tetap terdengar datar, tetap dingin, dan tetap khas seperti yang biasa ia tunjukkan kepada siapa pun. Namun entah kenapa, kalimat itu terasa menusuk ke dalam hatiku dan membuat sesuatu di dalam dadaku bergetar perlahan, bukan karena takut melainkan karena rasa percaya yang mulai tumbuh.

Setelah itu ia segera membuka pintu ruangan. “Ayo kita pulang sekarang,” ucapnya singkat.

Aku menatap punggungnya yang terlihat tinggi dan tegap, lalu tanpa sadar tanganku semakin erat menggenggam lembaran buku nikah yang masih berada di genggamanku. Untuk pertama kalinya sejak aku kembali dari kematian dan memulai hidup yang baru ini, aku merasakan satu perasaan yang sudah lama tidak kurasakan lagi: rasa aman yang sesungguhnya. Dan rasa itu datang dari sosok yang paling ditakuti oleh musuh-musuhku, pria yang kini secara sah telah menjadi suamiku.

1
Amidah Anhar
maaak bab selanjutnya pengumuman Meraka udah jadi sepasang suami istri iya..
pengen tahu reaksi mereka 🤣🤣🤣🤣
Miss Typo
aku suka aku suka
aku padamu Sherkan ♥️🫰

apa Sherkan juga mengulang waktu mengulang masa lalu, jadi dia tau semuanya yg disembunyikan Violet? 🤔
Maria Kibtiyah
kayakmya sherkan tau apa yg di alamin violet di masa lalu
Miss Typo
ku pikir Sherkan mau duduk di meja rias trs menarik pinggang Violet untuk memakaikan dasinya itu 🤣
ternyata aku salah dgn pikirin ku sendiri 😁
Ayudya
sherkan suami yg terbalk
Ayudya
lanjut kak
Amidah Anhar
Maaak aku belum move-on dengan nama sherkan nya Elf 🤭🤭🤭🤭
Evve Miss Plot twist: yang ini bakal bikin jauh lebih ga bisa bikin move on makkk😍🤭
total 1 replies
Maria Kibtiyah
sherkan gak ketebak kira2 apa rencana dia
Maria Kibtiyah
semangat mak semakin menarik😍
Maria Kibtiyah: 😍😍😍😍😍
total 2 replies
Silvia
lagi Thor semangat💪💪
Evve Miss Plot twist: ok mak😍
total 1 replies
Nana Colen
semangat thooooor.... lanjut up lagi dan kalau bisa tolong dong lanjutin cerita nya dalam cengkraman badai
Evve Miss Plot twist: siap makkk sudah update lagi 1 bab, tunggu review yah
total 2 replies
Nana Colen
aaah orang kaya mah pasti udah diselidiki duluan ath neng violet... dari makanan favorit hobinya apa dan sebagainya 😁😁😁😁
Nana Colen
thor aku mau tanya... apakah ayahnya violet saat ini sudah berada drumah sakit atau gimana aku kurang nggeuh
Nana Colen
aku ucapkan Terima kasih thor mau berkarya lagi di NT.... aku kangen banget dengan cara dan gaya mu dalam membuat novel selalu banyak kejutan dan takateki 😍😍😍😍😍
Miss Typo
kalian berdua ngegemesin deh 😍

semangat Mak Eva 💪🥰
wiliss
alhamdulilllah saahh? saaahhhhh🥰🙏
Nana Colen
balaslah dengan elegan violet... kamu bukan cewek lemah dan bodoh 💪💪💪💪
Nana Colen
jadi ikutan deh deg an ya... ini violet beda cerita lagi sama violet sherkan ya
Evve Miss Plot twist: beda mak, lagi malas nyari nama pemeran 🤭
total 1 replies
Nana Colen
buanglah suami benalu itu violet
Nana Colen
akhirnya netes juga karya baru nya... semangat thor aku pendukung karya karyamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!