NovelToon NovelToon
Transmigrasi Petarung Ke Istri Yang Tidak Dianggap

Transmigrasi Petarung Ke Istri Yang Tidak Dianggap

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jeje Jennifer

Xaviena Avanzi seorang petarung bebas di Mexico tidak pernah tau siapa orang tua kandungnya.
Hidup seorang diri membuat Xaviena hanya peduli dengan dirinya saja. Tidak pernah berusaha mengetahui dunia luar, dan hanya fokus pada pekerjaannya sebagai petarung. Xaviena tertidur panjang karena diracuni oleh seorang pria yang tidak terima dikalahkan oleh gadis itu.

Saat membuka mata, dia terkejut karna terbangun di tubuh seorang wanita asal Spanyol yang sudah menikah. Bukan pernikahan yang bahagia tapi pernikahan yang hanya membawa kesakitan dan penolakan untuk sang wanita. Xaviera bertekat untuk membalas semua kesakitan dan perbuatan suaminya.
Bagaimana jika jiwa Xaviena, si petarung bebas yang bodoh amat, masuk ke dalam tubuh Xaviera, si istri yang sangat mencintai suaminya?
Dan apa yang terjadi pada tubuh Xaviena? ikuti kisah mereka.

Ayo mampir, dijamin ga bikin bosen!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Jennifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter seven

Sedang terjadi kekacauan di Mansion Costa.

Xaviero membanting semua barang yang ada di meja kerjanya. Dia sudah melihat surat cerai yang telah di tandatangani oleh Xaviera. Dia sangat marah. Apalagi saat mencari Xaviera yang dia dapati hanyalah kamar kosong tanpa baju dan orang yang dia cari.

"Kalian semua tidak becus, istriku pergi darisini tapi kalian tidak tau? Kalian mau aku bunuh? Hah" teriak Xaviero.

"Riccardo, cari keberadaan istriku. Kejar dia kemanapun dia pergi. Dia tidak boleh pergi dari hidupku" Xaviero menatap sofa di kamar itu yang biasa diduduki istrinya.

"Aku tidak akan pernah melepasmu, Vargas" matanya berkilat obsesi.

"Apakah anda sudah menghubungi keluarga Vargas, Tuan?" Riccardo bertanya.

"Mereka sedang dalam perjalanan bisnis ke Peru. Setelah makan malam saat itu, mereka langsung berangkat" Jawab Xaviero.

"Kalau Nona Clara, Tuan?" Xaviero menatap Riccardo. "Panggil Clara kesini" Perintahnya.

"Oh kak Vier. Apa kau begini karena ditinggal Xaviera?" Clara tersenyum mengejek melihat barang-barang di Mansion sepupunya berhamburan.

"Dimana Xaviera?" Tanya Xaviero.

"Kau bisa menyebut namanya sekarang?" Clara tidak menjawab pertanyaan Xaviero.

"Clara jawab" Ucap Xaviero sedikit menaikkan suaranya.

"Aku juga tidak tau kak. Terakhir kali aku bertemu dengannya waktu dia menunjukkan surat cerai padaku. Kami juga melihatmu datang dengan wanita waktu itu" jelas Clara.

"Apa dia cemburu karena aku bersam wanita lain?" Tanya Xaviero.

"Kau terlalu percaya diri kak. Kau sendiri yang tidak menyukainya, jadi biarkan saja dia pergi. Ini juga kan yang kau mau. Aneh, waktu istrinya masih ada tidak mau dekat-dekat. Setelah dia pergi baru sibuk mencari, dasar laki-laki" Balas Clara dengan kesal.

"Sepertinya Nyonya pergi 2 hari yang lalu, Tuan" Riccardo melirik Clara yang terlihat tersenyum melihat keadaan Xaviero.

"Terus cari. Pantau juga keluarga Vargas" perintah Xaviero.

Clara menyeletuk " Semoga Xaviera lama pulangnya. Tidak usah kembali sekalian" Xaviero menatap Clara tajam.

"Bawah tunanganmu pergi dari sini" Perintahnya lagi pada Riccardo dan langsung dilakukan oleh oleh pria itu.

.

.

.

.

.

"Coba ceritakan pada kami, kenapa sampai kamu menyusul kemari, baby" Xander bertanya.

"Xaviero terus menelpon untuk bertanya tentangmu, Xera. Apa yang harus kakak lakukan" Jovanovic menatap adiknya.

"Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian. Tapi janji, jangan menyela dan jangan marah"  semuanya mengangguk.

"Aku ingin bercerai dari Xaviero" perkataan Xaviera membuat mereka terkejut.

"Kenapa? Bukankah kau sangat mencintainya?" Jesselyn bertanya lembut.

"Aku tidak, Mama. Yang mencintai Xaviero itu Xaviera, sedangkan aku bukan Xaviera" Victor memegang dadanya. Dia terkejut

"Apa maksudmu?" Nada suara Jovanovic berubah tajam.

"Sebenernya aku bukan Xaviera. Aku Xaviena, kakak Xaviera" semuanya terdiam.

"Bisa kamu jelaskan?" setelah agak lama terdiam, Xander mencoba berbicara.

"Namaku Xaviera Avanzini, aku seorang yatim piatu dan tiap hari aku harus bertarung supaya tidak kekuarangan uang. 2 minggu lalu, aku pingsan karna kelelahan. Saat aku membuka mata, aku sudah ada di raga Xaviera. Awalnya aku pikir ragaku sudah mati tapi ternyata tidak. Sebelum aku kesini, Xaviera mendatangiku dan berkata kalau aku Xaviena, kakaknya. Awalnya aku tidak percaya, tapi setelah sekian lama dia bicara padaku akhirnya aku percaya dan berencana menyusulnya untuk menghindar dari Xaviero" penjelasan Xaviera membuat mereka terdiam. Hening, tidak ada yang bersuara.

"Aku tidak meminta kalian percaya padaku, tapi ini adalah kenyataannya, aku Xaviena. Umurku sudah 26 tahun. Kata Xaviera kita pernah kecelak-" Jesselyn langsung memeluk Xaviera dan menangis keras.

"Mama percaya sayang, Mama percaya" Air mata Xaviera turun mendengar perkataan Jesselyn.

"Terimakasih Ma" Xaviera balas memeluk erat ibunya.

"Jadi kau sudah ada disini hm? Pantas saja kau sedikit berubah, sayang" Victor memeluk anak ketiganya.

"Aku tidak tau harus mengatakan apa, tapi bolehkah aku memelukmu juga" Jovanovic mendekat kearah adiknya.

"Aku juga" mereka semua menangis dan saling memeluk. Setelah puas mereka menghapus air mata dan tertawa .

"Kita akan pergi ke rumah Dominic" Xaviera tiba-tiba berbicara.

"Siapa Dominic?" Tanya Xander dingin.

"Orang yang mencintai Xaviena, Xaviera tinggal bersamanya sekarang, kakak" wajah Xander semakin datar.

"Xaviera lebih tua dari Xaviena walaupun jiwanya tidak" Jesselyn terkekeh geli.

"Tapi tolong, jangan beritahu Xaviero kalau aku bersama kalian. Aku ingin bersama kalian dulu" Xaviero menatap kakak-kakaknya.

"Tentu saja tidak akan kita beritahu dia, Baby" Xander menatap Jovanovic yang sedang tersenyum jahat didepannya.

Mereka semua langsung bergegas menuju rumah Dominic. Tidak sabar ingin bertemu dengan Xaviena.

Sesampainya mereka di rumah Dominic, keamanan langsung membuka gerbang untuk mereka.

Xaviena menatap Xaviera yang berdiri didepannya. Seperti mimpi saat kamu melihat tubuhmu ada didepanmu.

"Aneh kan kak?" Xaviera yang ada di tubuh Xaviena terkekeh.

"Heh. Panggil Xera saja. Aku tetap lebih muda dari mu kalau kau lupa" Xaviera menggoda jiwa adiknya.

"Jadi tidak apa-apa aku memanggil kakak dengan nama saja?" Tanya Xaviena.

"Tentu sayangku, kemari dan peluk aku" Xaviera menarik Xaviena agar memeluknya.

"Terimakasih kakak. Aku sangat merindukanmu" Xaviena menangis dipelukan kakaknya.

"Eit Xeraaaa" Xaviera mengusap lembut rambut adiknya.

"Hehe iya Xera sayang" Xaviena tersenyum senang. Matanya berkaca-kaca karena senang.

"Xaviera, Baby" Xander dan Victor berteriak heboh dan berlari kearah Xaviera( yang ada dalam raga Xaviena).

"No, call me Xena yoo guys" Xaviena tersenyum dan merentangkan tangannya. Jesslyn langsung menarik tangan Xaviera dan mereka bertiga berpelukan.

"Ais tidak asik" Xander berteriak kesal. Dia langsung mendekat dan ikut memeluk ketiga wanita berharga dihidup nya itu.

"Kau ingin bergabu-" Jovanovic tidak menunggu ayahnya. Dia langsung bergabung dengan yang lain.

"Papa" Panggil Xaviena.

"Papa tidak tau harus senang atau sedih dalam keadaan begini. Di sisi lain papa senang bisa bertemu Xaviena, tapi di sisi lain juga sedih karna kedua putri papa harus mengalami hal tidak masuk akal begini" Victor menangis.

Xaviera dan Xaviena mendekat dan memeluk papa mereka. "Jangan menangis papa, yang penting anak-anak papa masih ada disini, bersama papa" ucap Xaviera.

Tiba-tiba Victor tertawa dengan keras. "Jadi Xaviena akan di panggil kakak oleh Xaviera? Aduh papa tidak bisa membayangkan" Jesslyn, Xander dan Jovanovic yang awalnya berkaca-kaca juga ikut tertawa keras.

"Ahahaha situasi macam apa ini" Xander memegang perutnya yang sakit karna terlalu banyak tertawa.

"Iss tidak begitu papa. Aku dan kak Xena sepakat memanggil nama saja. Xera dan Xena" Xaviena memegang tangan kakaknya.

"Nah begitu lebih baik sayang. Mama senang sekali bisa bertemu dengan kalian lagi" Jesslyn mengecup pipi kedua anak perempuannya.

"Ehem, sebaiknya kalian masuk saja. Tidak baik bicara diluar rumah begini" Seorang lelaki tinggi memotong pembicaraan mereka.

"Ah semuanya, ini Dominic. Dia pernah menjadi lawan Xena" Xaviena menjelaskan. Dominic hanya menganggukkan kepalanya menyapa.

"Yo Dom, kau masih sama seperti terakhir kali kulihat" Xaviera menyapa Dominic.

"Izinkan aku bersama Xaviena, Xera. Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi di antara kalian. Tapi aku ingin memulai awal yang baru dengan Xena sekarang" Dominic menatap Xaviera.

"Tentu aku mengizinkan kamu. Ini tentang kamu dan Xena. Tapi minta izin juga pada mereka" Xaviera menunjuk Victor, Xander dan Jovanovic yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

"Tentu akan aku dapatkan restu mereka dulu" Dominic melirik Xaviena.

.

.

.

.

.

Xander menatap Dominic yang berdiri didepannya dengan tatapan penuh selidik. Sedangkan Jovanovic menatap tajam Dominic.

"Izinkan aku, sudah cukup dulu aku tidak bisa memilikinya" ucap Dominic. Setelah ditatap tajam oleh Xaviera, Jovanovic akhirnya pergi dari sana. Menyusul orang tua mereka yang sudah pergi ke kamar.

"Sudahlah. Kalau mereka membuatmu tidak nyaman, usir saja Dom" Xaviera masih menatap Xander tajam.

"Ayo masuk. Mau sampai kapan di luar begini. Mama, papa dan kak Jova sudah di dalam" Xaviena menggandeng tangan Xaviera dan mereka semua masuk.

"Sepertinya kak Xander iri melihat percintaan orang lain" Xaviera mengejek kakaknya.

"Sangat iri, sampai kakak ingin menelpon Xaviero" Balas Xander.

"Aku tidak ikut campur kalau sampai kak Xander dipukul Xera" Xaviena bergidik ngeri.

"Masuk sebelum aku mencoba jurus yang akhir-akhir ini aku pelajari"  Xander langsung berlari kencang kedalam Mansion.

"Kau menerima jika yang ada didalam ragaku bukan diriku?" Xaviera bertanya pada Dominic.

"Ya. Lagipula aku berinteraksi lebih banyak dengan Xena yang sekarang. Dulu tidak pernah. Walaupun kemarin aku tidak tau kalau dia bukan Xena. Dia selalu menolak. Saat dia berkata dia bukan Xena aku pikir dia hanya tidak ingin aku bersamanya. Tapi aku sudah menerima ini. Dan aku lebih mencintai Xena yang sekarang" Dominic menggenggam lembut lengan Xaviena.

Xaviera memutar bola matanya malas. Kemudian bertanya " kalau kamu gimana? Jangan sampai masih mencintai lelaki itu"

"Tidak Xera. Aku menerima Dominic. Aku mencintainya. Kan Xaviero juga suami kamu sekarang" Goda Xaviena.

"Cih mantan" balas Xaviera.

"Tidak akan pernah menjadi mantan sayangku. Ayo taruhan denganku, Dominic" Xaviena menatap Dominic.

"Menikah denganku dalam tahun ini kalau Xaviero tidak menemukan Xaviera" Dominic balas menatap Xaviena.

"Oho kamu menggunakan ini untuk mempercepat pernikahan kita? Aku kan bilang 3 tahun lagi" Xaviera menatap Xaviera meminta pertolongan.

"Astaga kenapa aku bisa bersama pasangan ini" Xaviera memijit kepalanya.

"Padahal aku yakin Xaviera tidak akan pernah bertemu denganku lagi" kata Xaviera.

"Kamu pasti akan bertemu lagi dengannya, Xera. Percaya padaku" balas Xaviena.

"Kalau memang itu yang menjadi takdir kamu, terima saja. Dia juga pasti sedang mencarimu sekarang"

"Kamu masih bisa melihat apa yang terjadi?" Tanya Xaviera.

"Tidak sih, tapi yang terakhir ku lihat di mimpiku, Xaviero membanting semua barang di ruang kerjanya karna melihat surat cerai di meja kerjanya" Xaviera hanya mengangkat bahu tidak peduli.

.

.

.

.

.

Bersambung!

1
Memyr 67
xaviera xaviero, kebolak balik namanta. dahlah babay
Memyr 67
episode membingungkan. mana yg xaviena mana yg xaviera, sepertinya othornya bingung. episode berikutnya nggak jelas mana xaviena mana xaviera aku babay
Memyr 67
xaviero masuk perangkap betmen
Memyr 67
visual xaviera benar benar cantik. siapa sih?
awesome moment
visual xavier yg gemoy mana? pake AI jg boleh
Osie
terkadang aku kurang suka inilah..udahlah disakiti sp mati eh gitubidup lagi typ aja bertahan jd istri..bego aja sih menurutku..apa g bisa dibuat xaviera lepas gitu dr xaviero..enek bgt
Osie
je jeeee aku mampir dimari nih sambil nunggu yg ono up..selalu suka cerita transmigrasi dgn sosok MC tangguh..smart..licik..gak menye menye n cantik..
Jennifer
nggak banyak yg suka ya, pdhl sdh sejauh ini🥲
Fitrian
woowwww😱
badassss🤣👍
Muft Smoker
kak terimakasih buat update an cerita ny ,,
duuuh kalo liat cara kerja mafia ,,
ngeri2 sedaaap🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
si kulkas raksasa udh ketemu pawang ny jugaa ,,
ayooooo qta lihaat masa2 Xander bucin ke axel 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
si dingin Jovan udh punya pawang ny yg luar biasa poloos 🤭🤭🤭
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
meski gx detail kak ,, tp bikin readers senyum malu2 kak🤭🤭🤭🤭
Kadek Muliarti
foto kurang jelas kak
Muft Smoker
😁😁😁😁 semua org udh menemukan kebahagiaan ny masing2 ,, cuma ad yg sadar ,, Dan ad beberapa yg gx sadar🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
awwwww ,, axel ,, jgn bilang km melon makan melon 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah kakak skrang rajin up ,,
sayang byk2 ,, 🫰🫰🫰🫰🫰
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
aaaa sweet km mereka ,,
mafia juga manusia kn ,, bisa sakit ,, bisa manja ,, bisa Nangis juga ,, 🤭🤭🤭🤭 ,,

semoga kalian selalu bahagia ,, 😁😁
lanjuuuut kak ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!