BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab tujuh
Saat Bianca, Varsya, Victoria, dan Almira memasuki kelas XII IPA 1, mereka disambut dengan tatapan penasaran dari siswa-siswa lain.
ngapain mereka pindah ke sini?
Aduh kelas kita jadi rame dong kalo ada mereka
Gue mencium bau bau ada undang di balik batu
CK, seperti yang kita tau Bianca akan mendapatkan apa yang dia mau
Bianca hanya tersenyum dan mengangguk, tidak terlalu peduli dengan komentar mereka. Victoria, di sisi lain, terlihat sedikit kesal dan memandang teman teman baru nya dengan mata yang tajam.
Varsya hanya diam dan memandang sekeliling kelas, sementara Almira terlihat sedih dan memandang ke bawah.
"Sayang, sini kamu duduk di samping aku aja," ajak Kelvin kepada Varsya.
"Terus gue?" tanya Velix, tidak habis pikir.
"Udah, Lo duduk sama Samudra aja, pindah sono," usir Kelvin dengan nada yang tidak sabar.
"Abang, ayo lah," rengek Varsya, berusaha membujuk Velix.
Velix memandang Varsya dengan mata tajamnya lalu menganggukan kepalanya, berdiri dan pindah pemuda itu memberi isyarat kepada Victoria.
"Lo, Victoria duduk sama gue," ujar Velix, mempersilakan Victoria untuk duduk di sebelahnya.
"Al Lo duduk di samping samudra gih"ujar Velix
"sini,"panggil samudra datar cowok itu tampaknya mengerjakan tugas
Victoria dan Almira tersenyum dan mengangguk, lalu duduk. Sementara itu, Bianca memandang Edgar yang duduk di pojok kelas dengan rasa penasaran, lalu memutuskan untuk duduk di dekatnya.
"Kayaknya menarik nih, kelas ini," batin Bianca, menatap Edgar dengan senyuman lebar .
"Jadi, mereka benar-benar pindah ke kelas ini," batin Edgar, menatap Bianca dengan mata yang tajam.
"ehmm, permisi, boleh gue duduk gak?"tanya Bianca lembut kepada Edgar
"hmm, asal jangan berisik"Edgar menghela nafasnya malas
Bianca menggunakan kepalanya dan mengulas senyuman manis sayang nya Edgar tak melihat senyaman itu, Bianca duduk di samping Edgar dengan tenang seperti biasa mulutnya diam otaknya Mulai berpikir
Sementara itu cowok cowok dalam kelas itu menatap Bianca
"mangsa selanjutnya Adalah Edgar"
"mau Heran tapi ini Bianca"
"tapi Edgar menang banyak sih"
"senang banget jadi Edgar baru aja masuk udah di dekatin yang bening-bening"
"oh iya, gue Bianca "ujar Bianca langsung mendapatkan tatapan sedingin Es dari Edgar
Edgar dikenal sebagai cowok dingin yang tidak suka jika seseorang terlalu asik atau terlalu dekat dengannya, kecuali anggota geng yang dipimpinnya. Maka dari itu, jarang sekali ada yang berani mengajak Edgar berbicara kecuali untuk pembicaraan penting saja. Orang-orang di sekitarnya tahu bahwa Edgar memiliki batasan yang jelas dan tidak suka jika batasan itu dilanggar.
"gue tau, gue juga bisa baca"ujar Edgar datar melirik Bianca sekilas
Bianca tersenyum, kemudian menganggukkan kepala nya pasti pemuda itu tau dari name tag yang ada di seragamnya
"Bianca, Varsya, Victoria, Almira, Saya ingat kan kalian kelas ini bukan kelas IPS kalian paham kan"ujar pak Arifin
"iya pak!!"teriak ketiga nya dengan suara cempreng
"Baiklah, kalian silahkan mengerjakan soal harian halaman 24, tugas individu 3.2," suruh Pak Herman sebelum ia duduk."Saya berikan waktu lima belas menit dari sekarang," lanjut Pak Arifin dengan nada tegas.
"Eh, jangan gitu dong, Pak. Mana bisa kita IPS ngerti soal kimia secepat ini?" tanya Bianca, menolak dengan nada yang tidak sabar.
"Iya, Pak, kita gak mau jika waktunya hanya lima belas menit," tolak Almira, bergabung dengan Bianca.
"Pak, gak menyala otak ku," teriak Victoria, frustrasi.
"Pak, saya tidak mau kerja jika cuma lima belas menit," ujar Varsya, menolak dengan nada yang tegas.
"Kalian ini banyak sekali mau nya," ujar Pak Arifin, menatap keempatnya dengan mata yang tajam.
"Banyak, Pak, kita cewek," jawab Bianca dengan nada sarkas.
"Di samping kalian itu orang-orang berprestasi, minta tolong pada mereka," ujar Pak Arifin, menunjuk ke arah Edgar dan teman-temannya yang duduk di sebelah mereka.
"malu pak, masah perempuan lebih bodoh di bandingkan laki-laki"ujar Varsya
"diam,jika kalian merasa bodoh belajar lah"ujar pak Arifin
...****************...
visual Edgar
Visual Bianca
Visual Varsya
Visual Victoria
Visual Almira
Visual Kelvin
Visual Velix
Visual Samudra