YANG SUKA ROMCOM... MERAPAT SINI✨
PLAGIAT, BISULAN SEUMUR HIDUP YA ! 👊🏻
Restu Anggoro Wicaksono selalu menjadi bahan tertawaan ketiga sahabatnya lantaran di usianya yang hampir tiga puluh tahun, pria itu belum pernah menyentuh seorang wanita.
Jangankan menyentuh, menjalin hubungan asmara saja Restu belum pernah.
Karena itulah, ia mendapat julukan si pria beku tak tersentuh.
Sampai suatu malam, ketiga sahabatnya menyusun rencana gila. Mereka kesal melihat hidup Restu yang terlalu flat.
Akhirnya, mereka bertiga nekat mengirim Restu ke kamar VIP di sebuah klub malam.
Malam itu seharusnya hanya menjadi kenangan singkat Restu bertemu wanita sewaan ketiga sahabatnya. Tapi anehnya, wanita itu justru terus memenuhi pikirannya.
Sayangnya, wanita itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Sementara Restu terjebak dalam pencarian panjang di tengah tekanan keluarga yang terus menuntutnya untuk segera menikah.
Apakah Restu bisa menemukan wanita malam itu kembali? Yuk, ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 CMDWM
Dua minggu pun berlalu dengan cepat. Seperti yang telah dibicarakan sebelumnya, malam ini Nyonya Emma menggelar pesta ulang tahun Restu yang ketiga puluh di Wicaksono Royale, hotel bintang lima milik keluarga Wicaksono.
Ballroom utama disulap dalam nuansa emas dan putih yang memanjakan mata. Lampu kristal raksasa menggantung anggun di langit-langit tinggi, memantulkan kilau cahaya ke setiap sudut ruangan. Deretan meja bundar dilapisi taplak satin mewah, lengkap dengan vas kristal berisi bunga lili segar yang menguar aroma lembut.
Alunan musik jazz dari live band bersahut dengan riuh obrolan para tamu undangan.
Mereka datang dari berbagai kalangan. Mulai dari kerabat dekat, relasi bisnis, hingga para pengusaha ternama di Surabaya. Semua hadir dengan balutan busana formal bernuansa emas dan putih sesuai dress code pilihan Nyonya Emma.
Beberapa tamu mulai berbisik, menantikan kemunculan pewaris tunggal keluarga Wicaksono yang di gadang-gadang memiliki paras yang menawan.
Di tengah kemewahan pesta itu, Nyonya Emma mulai gelisah. Wanita paruh baya tersebut segera menghampiri suaminya yang tengah berbincang dengan salah satu kolega bisnisnya.
"Permisi sebentar," ucapnya sopan sebelum menarik Tuan Ardhan sedikit menjauh.
"Yang, di mana anakmu itu?" bisiknya penuh tekanan. "Dia selalu bikin aku gemas!"
Tuan Ardhan mengembuskan napas panjang. "Tenanglah dulu sayang, mungkin Restu masih bersiap."
Nyonya Emma langsung melotot, lalu menggelengkan kepala. "Nggak mungkin bersiap selama ini, Yang!" gerutunya kesal. "Ini sudah lewat satu jam dari jadwal acara."
Meski demikian, senyum ramah tetap terpasang di wajahnya demi menjaga wibawa di depan para tamu.
"Baiklah, aku suruh anak buah untuk mencarinya."
Dengan isyarat singkat, pria itu memanggil salah satu pengawalnya untuk bergerak.
Sementara itu...
Orang yang sedang dicari justru tengah merokok santai di belakang hotel bersama tiga sahabatnya.
* *
Dewa, Nathan, dan Rio yang sedari tadi tidak melihat batang hidung Restu akhirnya mulai penasaran dan mencarinya. Setelah menelepon, Restu langsung membagikan lokasinya, lalu ketiga sahabatnya itu segera menghampiri.
"Ee, kampret! Ternyata lu ada di sini!" seru Rio sambil menepuk bahu Restu.
"Iya lagi, yang punya acara malah asyik sendiri disini. Gimana sih, lu?!" ujar Dewa ikut menimpali.
Ketiga sahabatnya saling pandang, heran melihat Restu yang tumben-tumbenan merokok.
"Sejak kapan lu ngerokok?" tanya Nathan yang begitu penasaran.
Restu hanya melirik sekilas, lalu kembali menyesap rokoknya. "Udah sejak lama. Kalian aja yang nggak tahu."
"Beh, pasti ada sesuatu yang bikin lu kayak gini, kan?" tebak Dewa.
"Aku cuma ngerokok, dan itu hal lumrah. Kenapa kalian melebih-lebihkan? Kalian juga ngerokok, kan?" ujarnya datar.
"Yee, tapi ini bukan gaya lu, Res!" sahut Rio.
"Iya, bener. Coba, cerita sama kita-kita," tambah Nathan, kini duduk di pagar besi samping Restu.
Restu terdiam sejenak, menatap rokoknya yang tinggal separuh. Ia menghela napas panjang sebelum akhirnya bersuara. "Gue cuma, lagi mumet aja. Nenek sama Nyokap terus-terusan nyuruh gue nikah. Nggak sehari pun mereka berhenti bahas itu."
Dewa mengernyitkan dahi. "Lalu apa salahnya? Yang mereka bilang ada benernya, Res. Umur lu udah kepala tiga, pas lah buat berumah tangga!" timpalnya.
"Eh, kunyuk! Umur kita berempat sama kali, kalian juga belum nikah kan?" sembur Restu sambil memutar bola matanya.
"Hehe, tapi seenggaknya gue udah punya tunangan keles, wlek" cengir Dewa.
Plak
Rio langsung memukul kepala Dewa. "Udah tau punya tunangan, tapi masih suka main! Mending Gina buat gue aja deh!"
"Enak aja lu! Cari sendiri sonoh, dasar jones!"
"Udah-udah! Gue yang dua bulan lagi nikah aja nggak sombong!" sahut Nathan sambil menepuk dadanya dengan bangga.
"Haaah, ini lagi!" Rio mendesah jengah, lalu menatap Restu. "Tapi, Res, seenggaknya lu harus mulai buka hati dong. Masa nggak pengen nikah sih?"
"Tunggu… jangan bilang lu masih nunggu mba-emba wanita malam itu?" seloroh Nathan, membuat ketiganya langsung menatapnya dengan tatapan intens.
Sebelum Restu sempat menjawab, suara formal memotong suasana. "Maaf, Tuan Muda. Nyonya meminta Anda segera masuk ke dalam, karena acara akan segera dimulai. Para tamu sudah menunggu Anda."
Anak buah Tuan Ardhan berdiri tegak di hadapan mereka. Restu mendengus, jelas tidak senang dengan kehadirannya. "Baiklah, pergilah dulu. Aku akan segera masuk."
"Maaf, Tuan. Saya akan pergi jika Anda pergi terlebih dahulu," jawabnya lagi sambil menunduk hormat.
"Haish!" Restu berdiri dengan perasaan dongkol, lalu berjalan diikuti ketiga sahabatnya di belakang.
...🕊️🕊️🕊️...
Langkah Restu terlihat tenang saat memasuki ballroom, wibawanya begitu kuat hingga sulit diabaikan.
Di tengah sorot lampu mewah dan deretan tamu undangan, pria itu berjalan dengan tatapan datar khasnya. Jemarinya bergerak perlahan mengancingkan jas putih yang membalut tubuh tegapnya, gerakan sederhana yang justru sukses menyita perhatian banyak orang.
Siapa yang tidak terpikat?
Tubuh tinggi menjulang nyaris seratus sembilan puluh sentimeter, dipadukan dengan wajah tampan dan rahang tegas yang seolah terukir sempurna.
Beberapa wanita bahkan tampak terpaku menatapnya terlalu lama. Namun sayangnya, aura dingin Restu seakan menjadi garis pembatas yang sulit ditembus. Membuat siapa pun sadar bahwa pria itu bukan sosok yang mudah didekati.
"Res, itu siapa yang berdiri di sebelah Nyokap lu?" bisik Rio penasaran.
Restu hanya mengendikkan bahu malas, enggan menjawab. Ia terus melangkah hingga berhenti di dekat Tuan Ardhan dan Nyonya Emma. Belum sempat bernapas tenang, seorang gadis cantik berusia sekitar dua puluh lima tahun langsung maju menghampirinya.
"Mas Restu, selamat ulang tahun ya. Semoga suka hadiah dari Ayu," ucap gadis bernama Ayu itu dengan suara dibuat lembut, sambil menyodorkan sebuah paper bag.
Restu menatapnya datar. "Jangan panggil Mas," katanya singkat, sambil menerima paperbag lalu memberikannya pada Rio.
Ayu langsung salah tingkah.
"Oh, maaf..." Ia terkekeh canggung. "Kalau gitu... Kak?"
"Terserah."
Jawaban dingin itu sukses membuat Ayu kehabisan senyum.
Sementara Rio, Nathan, dan Dewa hanya bisa menggeleng pasrah melihat cara Restu memperlakukan lawan jenis.
"Fix, jomblo seumur hidup," bisik Rio pelan.
Setelah Ayu mundur, giliran satu wanita yang melangkah maju, ia terlihat lebih dewasa dan elegan. Usianya tampak seumuran dengan Restu.
Namanya Clarissa.
"Happy Birthday, Restu. Aku nggak nyangka, kamu bakal berubah sedrastis ini," ucapnya dengan senyum merekah. "Aku senang, Res. Karena kita bakalan di jodohkan!" ucapnya dengan percaya diri.
Deg
Restu sontak membelalakkan mata.
Begitu pula dengan Rio, Nathan, dan Dewa yang langsung menoleh kompak ke arah Clarissa.
...ΩΩΩΩΩΩΩ...
Wahh, siapa tuh ya Clarissa? Apa benar mereka akan di jodohkan? Apa Restu mau?
Nantikan di bab selanjutnya ya...Jangan lupa tinggalkan jejak, karena dukunganmu sangat berarti untukku gaes 👋🏻 Terimakasih 🤗
oh ah oh eh oh uh...
apa oma kecewa Restu gk nikah2, hehe...
entah apa yg terjadi sama Oma, malah jadi akting jadi nenek pikun 😭
gk mau kalah sama Angga
astagaa... bestiemu msh setia bngt Res smpe inget sama gadis yg bikin kamu gk bisa mupon...
jika buru2 tanpa mengenal baik pasangan yang ada hanya menimbulkan ketidakbahagiaan dalam rumah tangga