Mauren Putri Khadijah gadis bercadar berusia 21 tahun ia menolong seorang lelaki yang terluka akibat kecelakaan.
Kesucian Mauren direnggut secara paksa oleh lelaki yang tidak dikenalinya bahkan rupanya sekalipun ia tidak mengetahuinya.
Ia terperosok kedalam lubang hitam paling dasar membuat ia menjadi wanita yang lebih pendiam.
"Hiks hikss,, Ya Allah aku wanita kotor, kehormatan ku direnggut secara paksa, cadar yang ku pertahankan selama ini telah ternodai."
Bahkan ia hamil diluar nikah? Apakah Mauren bisa menerima keadaannya dengan ikhlas? Apakah ia mengetahui Ayah dari bayi yang dikandungnya?
***
Dilarang plagiat karya, CCTV 24 JAM mode on.
Ingat! Allah maha mengetahui setiap apa yang dilakukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baiti Jannati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Mauren sampai di depan mereka dengan menundukkan kepala nya, dia merasa sangat malu dan berdosa, hati nya meringis. Berdenyut seperti tertusuk ribuan anak panah.
"Assalamu'alaikum." Mauren mengucap salam sambil di tuntun duduk oleh sang mama, mereka yang mendengar suara Mauren yang begitu lemah lembut pun tersenyum lebar, apa lagi lelaki yang di hadapan nya sesekali dia melirik Mauren.
"Wa'alaikumussalam." mereka pun menjawab salam Mauren serempak.
Setelah berbasa basi, Mauren pun tau bahwa lelaki yang menjadi calon suami nya namanya adalah Fathur Rahman Ar-Rasyid, putra kiyai Abdurrahman Rasyid.
"Nak Mauren, apakah bersedia menerima pinangan anak abah..?" tanya abah rasyid, Mauren terdiam. Dia bingung bagaimana di menolak agar tidak menyinggung perasaan abah rasyid apa lagi perasaan nya Fathur pasti terluka akibat dia menolak.
"Bismillah,, Mauren menolak pinangan nya mas Fathur." Bagai di sambar petir mereka semua mendengar penolakan nya Mauren, apa lagi papa dan mama Mauren tak kalah terkejut nya.
"Mauren, bukan nya kamu mau menerima pinangan nya Fathur mengapa sekarang kamu menolak nya!!" tegas papa nya Mauren.
"Nak, mengapa kamu menolak bukan nya kamu sendiri yang memilih nya mengapa malah berubah pikiran seperti ini." tanya mama Mauren sambil mengelus lengan anak nya.
"Maaf, tapi Mauren tetap tidak bisa menerima mas Fathur. Sebab mas Fathur lebih berhak menerima perempuan yang lebih baik dari Mauren. Permisi.." terlihat air mata yang menggenang di sudut mata Mauren mengucapkan kata-kata itu, Mauren berlalu meninggalkan mereka semua naik ke lantai dua. Dia begitu sakit menolak Fathur padahal dia juga menyukai Fathur bahkan hanya memandang foto nya saja tapi takdir berkata lain. Dia hanya bisa menerima nya.
Orang tua Mauren pun menghela napas, pusing sendiri punya anak satu-satu nya tapi tidak mau di jodohkan.
Jodoh adalah rahasia Allah SWT. Tidak ada satu pun yang bisa mengetahui siapa jodoh kita sebenarnya. Semuanya sudah ditakdirkan oleh Allah SWT.
"Maafkan Mauren abah, maafkan kami nak Fathur. Kami tidak tau lagi bagaimana bisa menunjukkan wajah kami di depan kalian." Sesal papa Mauren dengan menundukkan kepala nya.
"Tidak mengapa Ardi, mungkin anak kita tidak berjodoh. Mauren berhak menentukan siapa suami nya kelak. Untuk masalah ini jangan di perpanjang, persahabatan kita akan tetap terjalin." senyum abah Rasyid menerima lapang dada.
Fathur hanya terdiam tanpa bicara, dia hanya perlu mengikhlaskan nya. Sebab jodoh sudah ada yang mengatur nya.
Dia juga tidak mau memaksa Mauren karena keterpaksaan, lebih baik mengikuti arus takdir yang di ciptakan Allah untuk nya.
Beberapa minggu kemudian, setelah penolakan yang Mauren lakukan, dia tidak banyak bicara hanya sekedar nya menjawab kalau seseorang bertanya.
Mauren yang saat ini berada di ruang kerja nya di Restoran, kepala nya berdenyut dan perut seperti di kocok, dia pun ke kamar mandi memuntahkan isi perut nya.
Di rasa sudah cukup mendingan dia pun duduk di sofa ruang kerjanya sambil menyender, dan dia tidak sengaja tersenggol kalender yang ada di dekat nya.
Di lihat nya tanggal yang tertera, dia membulatkan mata nya.
"Astagfirullah, apakah aku..?" dia berbicara sendiri, dia sudah telat selama seminggu.
Untuk memastikan nya dia pun bergegas mengambil tas dan kunci mobil, dia sengaja tidak membawa pengawal suruhan papa nya agar gerak nya lebih bebas.
Dia pun keluar dan menyampaikan ke pegawai nya kalau dia ada urusan, dia pun keluar dari Restoran menuju mobil nya.
Tidak di sangka Mauren segala gerak gerik dia ada yang melaporkan nya pada Leo,
Orang suruhan Leo itu pun memperhatikan Mauren memasuki mobil nya, dia mengikuti kemana arah Mauren.
Beberapa saat Mauren tiba di apotik, dia masuk ke dalam, dan salah satu orang suruhan Leo pun mengikuti Mauren dari belakang. Dia pun mendengarkan apa yang di beli Mauren. Setelah Mauren keluar baru dia keluar.
Dia pun masuk ke dalam mobil dan mengikuti kemana lagi Mauren pergi, sambil dia menghubungi Alfa.
"Halo bos.."
"Ada apa..?" jawab Alfa
"Wanita bercadar itu membeli beberapa tespack bos.." dia pun memberitahukan informasi itu kepada Alfa.
"What, serius lu jangan bercanda!" Alfa terkejut dengan berita yang di dengar nya.
"Benar bos, rekaman Cctv sesaat wanita bercadar membeli itu sudah saya kirimkan kepada Anda." jelas anak buah Alfa. Alfavpun mematikan telpon nya secara sepihak.
Dia pun memperhatikan rekaman itu, memang terlihat di situ Mauren membeli 3 tespack dengan merek yang berbeda.
Dia pun menuju ruang kerja Leo dengan wajah serius nya. Dia mengetuk pintu terdengar orang yang di dalam mempersilahkan dia masuk ke dalam.
"Ada apa..?" tanya Leo melihat orang kepercayaan serta sahabat nya itu dengan mimik serius.
"Gue mau tanya apa lu beneran sudah melakukan itu pada Mauren..?" tanya Alfa sambil duduk di sofa.
"Kalau iya memang kenapa..?" Leo malah bertanya kepada Alfa.
"Lu tau, gue diberitahukan anak buah gue. Kalau Mauren beli alat tes kehamilan, nih lu lihat rekaman yang di kirim anak buah gue." jelas Alfa, seketika wajah Leo menegang melihat itu.
Apakah aku akan jadi daddy? Ah senang nya kalau memang beneran.
"Serius lu, gak bohong kan..?" Leo memperjelas apa yang di dengar nya.
"****** lu kira gue main-main soal yang kaya ginian." umpat Alfa kesal dengan sahabat nya ini, bisa-bisa nya dia menghamili anak orang.
Pasti sebentar lagi masalah itu datang, entah mengapa sekarang wajah Leo penuh arti.
"Lu tau kan apa yang harus lu lakuin." perintah Leo, dan Alfa pun menganggukkan kepala nya.
Di lain tempat Mauren memasuki kamar nya, dia pun membersihkan diri nya dan melaksanakan sholat dan membaca Al-qur'an, dengan suara nya yang merdu mampu menenangkan hati dan pikiran nya yang berkecamuk.
Apakah aku akan jadi umi? kalau memang allah menitipkan kamu nak, umi harus menerima nya dengan ikhlas.
Bahkan dia mengusap perut nya yang datar, dia bahkan belum tau apakah dia hamilvatau tidak, Mauren belum menggunakan alat itu karena petunjuk nya di gunakan di pagi hari.
Waktu menunjukkan pukul 3 diri hari dia pun bangun membersihkan diri tak lupa dia menggunakan semua tespack yang di beli nya.
Dia meninggalkan alat itu di kamar mandi, dan melaksanakan sholat tahajud sambil menunggu waktu subuh masuk dia pun membaca Al-qur'an.
Setelah selesai sholat subuh dia pun mengambil alat itu, dia membulatkan mata nya terpampang jelas di situ garis dua merah, bahkan semua alat nya menunjukkan garis dua semua, dia menitikkan air mata nya.
Umi menerima mu nak, bahkan umi tidak tau siapa abi mu. Maafkan umi tidak bisa menemukan abi mu yang melakukan itu pada umi. Sehat terus nak, jadilah penguat buat umi di kala langkah umi di uji Allah.
Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah dan titipan yang Allah berikan kepada orang tua harus dijaga, dirawat dan dididik. Jika dapat menjaga, merawat dan mendidiknya dengan benar maka anak tersebut akan menjadi penenang jiwa dan penyejuknya ataukah sebaliknya, anak akan menjadi pencoreng orangtua dan menjerumuskannya?
Dan orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkan kepada kami pasangan kami dan anak keturunan kami penenang hati.” (QS al-Furqon: 74)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc*