NovelToon NovelToon
Zhafira

Zhafira

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:368k
Nilai: 4.9
Nama Author: zha...

Terlahir menjadi anak orang kaya raya pemilik Qolb Corporation pengusaha di bidang perhotelan. Zhafira Pradipta Qolb memilih hidup sendiri tanpa nama besar ayahnya menjalani kehidupan biasa.

Ketika menjalani kehidupan biasanya dia bertemu dengan Barra yang berhasil merebut hatinya namun bagaimana jika ada pria mapan dan tampan yang sudah mengincarnya sedari lama ingin memiliki Zhafira yang sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zha..., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pesta alex

Author Pov

Sore hari pukul 6 Zhafira sudah menerima pesan dari Barra untuk bersiap untuk menghadiri undangan Alex, karena Barra langsung dari markas untuk menjemputnya.

Zhafira pun sudah siap dilobi apartmennya dengan gaun lengan panjang bawahan sepan sampai bawah lutut dengan aksen manik mnik di bahu gaun warna merah itu begitu pas dengan perawakan nya yang tertutup tapi elegan,rambut Zhafira yang hitam legam sepinggang di uraikannya untuk menutupi punggungnya yang terbuka karna model gaunnya.

Tak brrapa lama mobil bmw spot warna hitam sudah terparkir, Zhafira pun segera memasukinya, duduk di kursi penumpang samping supir ada Barra disana tersenyum melihat ke cantikan kekasihnya.

"Kau begitu luar biasa zhaf"

Zhafira tampak heran dengan dandanan Barra, masih dengan seragam militernya.

"Kita ke apartemen ku dulu ya, tadi aku dari markas, takut kemalaman jadi aku jemput kamu dulu"

Ini bukan pertama kalinya Zhafira ke apartemennya Barra biasanya dia nunggu dilobi atau tetep di mobil, namun kali ini Barra menariknya membawa naik ke apartemnya, sudah di depan pintu Barra memencet tombol sandi untuk memasuki ,Zhafira sudah ngrasa tak nyaman.

"tenang saja aku tak akan memakan mu dsini, ada teamku juga disini," ucap Barra mlihat ketikdak nyaman Zhafira, Barra sadar kekasihnya ini sangat menjaga.

"Benarkah,"

"Iya,,," meyakinkannya

"aka ku kenalkan nanti, ayo masuk"

Terlihat ruangan apartemen yang luas dia tau apartemen Barra termasuk deretan apartemen mewah, beda jauh dengan apartemen yang di tinggalinya, meski sebnarnya Zhafira bisa saja meninggali dertan apartemen mewah seperti ini bahkan Stevanus berkali kali menginginkan anaknya untuk pindah, yah begitulah Zhafira tetep kekeh tak ingin menikmati fasilitas mewah, tak ingin terlihat berbeda dengan orang sekitarnya.

Di pandanginya satu set sofa di depan pintu masuk, ada ruangan di sampingnya yang di batasi kaca transparan terlihat beberapa komputer dan alat alat peneliti serta berjajar di dinding beberapa senjata laras panjang senjata api beberapa alat lainya, ada tiga laki laki dan satu wanita juga disana dengan kostum prajurit, di ruangan lain terlihat mini bar di samping kitchen set ada satu prajutit.

"Hay ku bawa kekasih ku kesini " sapa Barra untuk menyadarkan temannya yang sedang fokus dengan pekerjaannya masing masing, Prajutit yang didapur pun mendekat.

"Kita sering bertemu tapi blum saling mengenal ya, daniel" sapanya memperkenalkan diri

"Zhafira"

"Vlarra, senang bertemu dengan mu zhaf"

Wanita satu satunya yang berada diapartemen ini sebelum kedatangnya, wanita yang cantik tinggi 175 cm, rambut pendek setelinga warna coklat kulit putih dengan sragam prajurit pastinya

"Dia dokter militer zhaf" ucap Barra

"Iya saya sedang menyewa singgasana kekasihmu untuk pekerjaan" sambil menatap ruangan kaca yang transparan tadi.

Kemudian Barra masuk ke kamarnya untuk bersiap, Zhafira menunggu di shofa sambil memprrhatikan aktifitas teman teman Barra.

...

Zhafirra Pov

Aku sudah berada ditaman di kediaman Alex, ku berjalan sambil kulingkarkan tangan ku di lengan Barra.

Tak nyaman yang kurasa, jika saja Barra tak memaksa aku tak mau hadir di sini, bahkan Gladist yang kuharapkan jadi temen ngobrol tak datang karena menemani ibunya kontrol.

Acara berada ditaman out door lampu taman dan kolam renang sebagai hiasan acara pertunangan Alex dengan kekasihnya, banyak tamu yang hadir bahakan ada beberapa teman kampus namun aku bener bener tak mampu berbaur dengan mereka.

"Kita pulang saja yuk bar,,"

"Acara belum mulai fira gak sopan"

"Aku gak nyaman disini"

"Nikmatin dulu, kau terlalu damai dengan dunia mu sendri, hingga kau tak nyaman berbaur dengan orang lain bahakna mereka yang disini ini teman kampus kamu, belajar berbaur oke sayang"

"Kau bener bener menyebalkan bara"

Acara inti sudah selesai, meski masih ada acara lain makan makan dan lainya, ya kita ngbrol sambil berdiri di dekat kolam, ada luna juga meski tak terlalu akrab setidaknya aku ada yang ngajak ngbrol apa lagi barusan Barra keluar dulu menemui daniel yang ada urusan.

"Aku ketoilet dulu ya zhaf" pamit Luna meninggalkan ku sendri

"Hai" sapa seorang lelaki yang datang dari arah belakang

Aku pun membalikan badan karena kurasa aku yang sedang disapa.

Seorang lelaki berjas mewah badan tegap tinggi 180 cm, rambut di tata rapi kebelakang wajah blasteran cukup tampan, ku pandangi dia sdikit mengerutkan kening karena ku rasa kali pertama ku melihatnya.

"Turut berduka atas meninggalnya tante zhara," ucapnya mengawali perbincangan aku masih terdiam memperhatikanya, terkejut tepatnya karena aku yakin teman kampus ku tak ada yang tau identitas ku putri kluarga Qlob.

"Kenalkan saya dierga" menyodorkan tangnya

Aku pun membalas salamanya dengan sopan

"Sepertinya kau sudah mengenal ku"

Dengan senyumnya dia mengambil wine pada tepak yang di edarkan beberapa pelayan.

"Tentu saja nona zahfira pradiota qolb, tante zhara sering menceritakan mu kepada ku"

"Kenapa kau bisa dekat dengan mamà ku"

"Beliau lowyer di perusahan papa ku sudah hampir 15 tahun, seorang lowyer yang pintar cerdas dan cantik sepertinya.., kau beruntung memilikinya"

"Beliau sering bercerita tentang anak gadisnya kepada ku, tiap 2 minggu sekali tante datang kekantor untuk mngrus pajak dan urusan hukum, dia bangga sekali dengan mu tiap bertemu ada aja cerita tentang mu di ceritakan dengan bahagia, aku iri, "

"Kenapa?" Tanya ku singkat

" ibu ku meninggal ketika usiaku 2 tahun, aku merasa melihat sosok ibu yang bangga dengan anaknya ketika tante bercerita tentang mu, entah lah aku begitu menikmati tiap tante bercrita tentang mu, "

"Benarkah, bahkan aku jarang mengbrol dengannya" jawab ku sendu

"Beliau menyesal zhaf, merasa gagal ketika melihatmu menjauh bahkan kala itu tante sempet manangisi kekacauan itu dihadapan ku, "

Airmata sudah di ambang kelopak mata, ku tau jarak itu terlalu jauh, ku teringat kembli masa masa berasama mama akhir cerita Dierga.

Tiba tiba tanganya mau meraih wajah ku, dengan sigap ku hadang dan dorong tanganya kasar, ku tersadar dari lamunanku seketika.

Byuuurr.....

"Dammn" umpat ku karena dorongan ku yang reflek membuat Dierga terjatuh ke kolam.

Terlihat kelabakan ku rasa dia tak mampu berenang.

Byuur..

Tanpa pikir panjang ku selamatkan dia untuk menepi, kemudian Barra membantu ku naik dan Dierga di bantu Rio, dan beberapa orang mendekat memandangi ku dan Dierga tak luput empunya acara Alex

"Màf kan ku lex, membuat kacau" lirih ku menyesal dan malu pasti muka ku dah merah padam.

"It's oke zhaf, are you oke" tanya Alex yang terkejut

"Aku pamit duluan ya" pamit ku

Barra melepaskan jasnya dan menutipi tubuhku karna basah baju ku begitu melekat hingga lekuk tubuh ku terlihat, Barra memeluk pinggangku posesif dan mengantar ku pulang setelah berpamitan.

"Jangan lupa besok aku jemput seperti tadi, kau tak lupa kan" ucap Barra sambil mengendarai mobil sportnya mengantar ku pulang

Besok adalah anniversary kedua yang Barra anggap sebagai hari jadian, walau sebenrnya aku sendri sudah lupa kapan tepat aku menerima cinta nya, karna saat Barra begtu gigih mengejarku bahakan setiap bertmu dia selalu mengungkapakan cinta hingga ku tak ingat kapan tepatnya ikrar jadian itu, tapi aku meniknatinya dan ikutin kemaunya.

"Iya, kau mau ajak aku kemana?"

"Makan malam"

"Dimana"

" kau akan tau nanti" sahut Barra sambil meraih punggung tangan ku dan tangan satunya tetep fokus dengan kemudinya.

"Apa kau bahagia"

"Aku masih memikirkan ucapan mu di kolam renang kemaren"

Sejenak Barra hanya terdiam mungkin sedang mengingatnya

"Apa kau marah"

"Aku sedang memikirkanya, ada yang tidak nyaman dengan itu" ucapku yang terus terang

"Apa kau meragukan ku fir"

"Tidak aku hanya takut akan terluka,"

Mobil spot Barra berhenti tepat di lobi apartemen ku, badan Barra dihadapkan menghadapku tanganku masih digenggamnya seakan melarangku untuk keluar.

"Apa pun yang terjadi aku tetap ingin disampingmu" ucap Barra menatap ku penuh arti.

"Kenapa kau begitu sensitif, apa aku bilang akan mninggalkan mu?" Ucap ku santai meski sdikit gugup karena tatapan Barra begitu protektif.

"Aku hanya takut kau meninggalkan ku"

"Aku nyaman dengan mu bar, kau sudah jadi pemilik hati ku, apa yang kau takutkan" ucapku lirih tapi mantap

"harusnya aku yang takut dengan ucapan mu kemarin tapi knapa kau yang malah merajuk menyebalkan" decih ku menarik tangn dan melingkarkan ke dadaku.

Seketika dia menarik lagi dan mncium punggung tangan ku dengan masih memandangku lekat

"Entahlah aku yang jadi sensitif atau aku yang sedang di ujung tanduk menunggu mu selesei berfikir dengan ucapan ku yang entah kenapa, pada hal aku yang meminta tapi aku juga yang keberatan"

"Cukup bar aku masuk, ucapan mu sudah mulai melantur," ucapku keluar mobilnya

"Ku jemput besok ya sayank"

"Love you" ucapku ketika mobilnya mulai pergi

Kegamangan melanda aku mnyukainya tapi aku takut terluka juga karna ucapanya biasa saja dia menghilang saat aku bener brner mencintainya, aaahhh apa yang akan terjadi jika itu benar benar terjadi.

1
MomZiee
kereeen
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir, semangat terus berkarya, salam dari Menikah muda 😊🤗👍💜
Yun'@_Miu
like
Yun'@_Miu
like 👍
Yanti Agejul
keder keder loe......
Hasni Ahsan
😍🥰
Hamba Allah
mampir Thor atas nama cinta Karya pertama kuuu niii
Nurul Masnunah
awal cerita bagus
pertengahan cerita sedikit bosan
dilanjut karena penasaran endingnya ternyata bagus ceritanya, mungkin karena kurang menikmati saja saya hehe...
tatanan bahasanya keren
Yun'@_Miu
like 👍
Nurul Masnunah
terlalu banyak lelaki yang menginginkan satu orang wanita..
ceritanya bagus tapi kayanya hanya berputar² di peran laki² yang memperebutkan zafira
agak bosan sedikit sampe sini hehe
Nurul Masnunah
ceritanya bagus.. baru singgah baca di novel ini, mungkin kurang promosi ya..jadi yang singggah belum banyak
semangat aja Thor berkarya
Ida Saidah
knp gk sembunyi d ats pohon nenk bos
Yun'@_Miu
like 👍
Putri ava
♥️
Jujuk
like like
Jujuk
like
Jujuk
lanjut kak
Chacha
lanjut tour cerita nya
Dhina ♑
Nasi gorengnya bikin gagal fokus, jadi laper
Dhina ♑
mengapa pensiun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!