Bagaimana perasaan mu jika kekasih yang kau cintai mengaku telah menghamili gadis lain tepat sehari sebelum hari pertunangan mu?
Lisa Anastasia, seorang gadis manis yang jenaka. Harus menerima pahit nya penghianatan sang kekasih bernama Candra Adijaya. Lalu bagaimana Lisa menjalani kehidupan nya dibawah bayang-bayang sang mantan, akankah gadis manis itu bangkit dari jurang keterpurukan yang mendalam?
Follow akun IG : _lisaautmptri
(BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA)
KLIK FAVORITE, LIKE, KOMEN, VOTE!!
NOVEL INI HANYA TERBIT DI MANGATOON!!!
(Harap lapor jika menemukan kesamaan di platform lain!!)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisaautmptri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MY SWEET LISA 7
Saat ini Lisa tengah duduk disebuah bangku taman, menghabiskan sisa makan siang nya sembari mengecek beberapa tugas yang akan dia serahkan pada dosen nanti.
Tengah sibuk bermain dengan keyboard laptop nya, perhatian gadis itu teralihkan saat mendengar suara dering ponsel.
Kamu dimana Lisa?
Pesan dari Alex, dengan malas Lisa menyimpan lagi ponselnya disaku celana. Tak ada niat gadis itu untuk membalas pesan dari Alex, tetapi suara bising dibelakangnya membuat perhatian Lisa kembali teralihkan.
"Lisaaa." Teriak Bianca dari kejauhan, Lisa tersenyum sekilas lalu kembali pada layar laptop dipangkuannya. Gadis bernama Bianca itu sudah mengambil posisi tepat disamping Lisa.
"Apa yang kamu lakuin sendirian disini, aku cari di kelas tadi nggak ada." Sungut Bianca lalu menyikut lengan Lisa. Gadis yang masih fokus pada layar laptop itu hanya memberikan senyuman sebagai respon.
"Alex kemana yah?" Tanya Bianca lagi, gadis itu sejak mengenal Alex selalu saja bertanya berbagai hal pada Lisa.
"Assalamualaikum...," Tepat sekali! Yang barusaja di bicarakan sekarang datang tanpa diundang.
"Waalaikumsalam.." Jawab Lisa dan Bianca hampir bersamaan, Lisa sontak menoleh pada gadis bule disampingnya.
"Eh Bianca belajar darimana jawab salam?" Tanya Lisa keheranan, pasalnya Lisa tau Bianca adalah seorang kristiani itu terlihat jelas dari kalung yang gadis itu gunakan.
"Aku belajar dari Alex, katanya mengucap salam itu sunnah. Tapi kalau jawab salam hukum nya wajib." Jawab Bianca sembari tersenyum bangga. "Iya kan, Alex?" Tanya Bianca mencari dukungan Alex.
Pria yang duduk dihadapan kedua gadis itu tersenyum, lalu menjawab iya sembari mengangguk.
"Ekheemm, gerak cepat juga kamu. Pepet terus itu si Alex, dia lagi patah hati proses move on jadi mudah kalau mau ambil hati." Ujar Lisa setengah berbisik namun, masih bisa didengar oleh Alex.
"Lisa jangan ngajarin anak orang aneh-aneh kamu, aku disini disuruh Ay buat jaga kamu ya." Semprot Alex sambil melirik tajam, lalu melempar sebuah buku tepat mengenai wajah Lisa.
"Sakit Alex, kurang ajar kamu ya!"
"Ehh udah-udah. Lebih baik kita cari tempat makan, untuk diskusi kelompok nanti harus disiapin dari sekarang." Ucapan Bianca mengurungkan niat Lisa yang tadi sudah bergerak untuk meraih rambut Alex.
"Sorry aku gak bisa, hari ini aku ada janji ketemu sama seseorang." Ucap Lisa jujur, membeberkan rencana nya setelah selesai perkuliahan hari ini akan bertemu dengan Roland yang kebetulan sedang ada di Inggris. Pria yang sudah hampir satu tahun menetap di Canada itu sedang ada tour bisnis ke beberapa negara, dan Inggris salah satunya.
"Roland kakak nya Rayhan?" Tanya Alex penasaran, pasalnya Alex tidak begitu mengenal pria itu.
"Iya, kaya nya kamu pernah ketemu kan, pas papa nya Kayla meninggal dan waktu pertunangan nya Rayhan dulu?" Jelas Lisa sembari melahap sisa makanan nya secepat mungkin.
"Kayla sama Rayhan siapa sih? Roland juga siapa?" Tanya Bianca penasaran pasal nya, setiap mereka bersama selalu saja Lisa dan Alex menyebut nama-nama itu.
"Kayla itu sahabat ku dari pertama masuk kuliah, dia cantik banget, pakai cadar. kalau Rayhan, kakak tingkat kami dan sekarang jadi suami Kayla." Jelas Lisa secara singkat.
"Terus Ay yang sering disebut Alex itu siapa?" Tanya Bianca lagi, berharap saja Ay itu hanya sahabat dan tidak memiliki hubungan khusus dengan Alex. Jujur saja, sejak pertama bertemu Bianca sepertinya sudah jatuh hati dengan pria muslim berdarah Jerman itu.
"Ay itu Kayla, panggilan kesayangan dari Alex untuk Kayla." Ucap Lisa tanpa sadar, mengundang tatapan tidak suka dari Alex.
"Upss..., sorry Alex." Lisa mengangkat dua jari nya membentuk huruf V sambil tersenyum lebar tanpa dosa, membuat Alex semakin menunjukkan wajah kesalnya.
"Yaudah ya aku pamit dulu, kalian jangan berduaan disini. Takut nya khilaf loh, duluan yah. Assalamualaikum." Gadis itu segera berkemas, mengais tas nya lalu membuang sisa makanan ke tempat sampah terdekat.
Janji nya bertemu dengan Roland siang ini setelah semua kelas nya selesai. Lisa berjalan cepat, menuju gerbang utama yang jaraknya cukup jauh jika ditempuh berjalan kaki. Janji nya bertemu dengan Roland, disebuah cafe tidak jauh dari kampus ini. Jadi Lisa tidak perlu naik kendaraan umum dan mengeluarkan biaya lebih.
Sampai didepan sebuah cafe yang sudah disepakati, Lisa mengedarkan pandangan mencari sosok Roland diantara sekian banyak orang. Hingga netra nya menangkap sesosok pria mengenakan jas, sedang duduk memunggunginya. Dari postur tubuh dan potongan rambut, Lisa yakin itu Roland. Lisa segera menghampirinya, mengucap salam dan menepuk bahu Roland.
"Assalamualaikum kak Roland." Sapa Lisa sembari menepuk pundak Roland dan tersenyum senang.
"Waalaikumsalam Lisa, lama nggak ketemu." Roland berdiri, lalu memeluk Lisa singkat.
"Gimana study kamu, ada kendala nggak?" Tanya Roland setelah melepas pelukan dan duduk dihadapan Lisa.
"Yaa gitu kak, kendala nya cuma karena bahasa Inggris ku yang dibawah rata-rata ini." Ujar Lisa dengan wajah memelas penuh ratapan.
"Hahaha, itu karena kamu belum terbiasa. Nanti lama-lama disini kamu juga bisa jadi ahli bahasa Inggris, semua itu ada proses nya." Tukas Roland setelah menyesap secangkir espresso hangat nya.
Lisa menatap sekitar, netra nya tak sengaja menangkap sosok pria yang nampak tak asing. Pria jangkung dengan setelan khas berwarna hitam itu barusaja masuk kedalam cafe, ada yang menghangat dihatinya.
My man in black! Teriak Lisa girang, dalam hati tentunya.
Pria jangkung itu berjalan ke salah satu meja disudut ruangan, dengan tas laptop dan beberapa dokumen ditangan. Lisa yakin pria itu pasti bekerja disalah satu perusahaan sekitaran kampus, karena Lisa selalu melihat pria itu didalam kereta yang sama dan tujuan yang sama pula.
"Hey, malah bengong kamu!" Ketus Roland sambil menjentikkan tangan didepan mata Lisa.
"Ehh maaf kak, tadi kita sampai mana?" Tanya Lisa gelagapan, matanya sesekali mencuri pandang pada pria yang duduk menyamping disudut ruangan.
"Apa kabar semua orang di Indonesia? Terakhir aku pergi, itu tiga bulan sebelum Rayhan pulang. Jadi sekarang udah hampir setahun aku nggak pulang." Suara Roland mendadak parau, raut wajahnya berubah pias.
"Kak Roland kenapa nggak pulang? Om sama tante pasti kesepian dirumah, apalagi sekarang kak Ray sama Kayla tinggal di apartment."
"Aku belum berani pulang Lisa, kamu tau sendiri gimana mama sama papa waktu dengar kabar Rayhan kecelakaan dan meninggal....,"
Ya Lisa masih ingat dengan jelas saat itu, setelah beberapa bulan kejadian dan Rayhan masih belum juga didapatkan kabar pastinya. Keluarga Wijaya Kesuma dilanda prahara hebat. Sonya--mamanya Rayhan, bahkan sempat akan mengajukan gugatan cerai karena menganggap kepergian Rayhan adalah kesalahan suaminya. Kemelut rumah tangga semakin hari semakin rumit, bahkan kadang Roland menjadi sasaran amukan dari Sonya. Lisa, Candra dan Clara lah yang menjadi saksi dari semua itu. Bahkan tak jarang, Lisa membiarkan Candra mengantar pulang Clara saat ketiganya berada dirumah Rayhan sampai larut malam. Dan Lisa baru menyadari, apa mungkin kedekatan Candra dan Clara sudah terjalin jauh sebelum kepulangan Rayhan?
"Dan karena itu juga akhirnya om Wijaya sadar, semua ini terjadi karena kesalahan dan keserakahan nya. Dia nggak dapat dukungan dari kelurga Clara untuk maju di pemilu, dia kehilangan kak Ray, kak Roland dan juga tante Sonya. Dia bahkan sempat kena struk ringan beberapa minggu setelah kak Roland pergi." Ucap Lisa yang kemudian membuat wajah Roland semakin terlihat pias.
"Ini bukan salah kak Roland, jangan salahin diri sendiri. Semua pilihan kak Ray, kalau nggak begitu, mungkin sekarang Kayla udah jadi istri Alex dan kak Rayhan pasti terpuruk. Tapi sekarang semua udah baik-baik aja, mereka semua udah hidup bahagia....,"
Termasuk Candra sama Clara.
"Aku dengar, anak nya Candra sama Clara udah lahir,"
Mendengar ucapan Roland, sontak Lisa langsung mengalihkan pandangannya. Sesuatu yang paling ingin dilupakannya, kenapa justru orang-orang selalu membuatnya mengingat lagi hal itu. Memang siapa yang mampu mengingat hal paling menyakitkan yang dilakukan oleh orang tersayang?
Sudah cukup selama ini, Lisa sudah tidak ingin jatuh lebih dalam kelubang kenangan yang menyakitkan. Sudah saatnya kembali melanjutkan kehidupan. Walau bekas sayatan tajam itu masih terasa, namun kehidupan akan terus berjalan.
Percayalah, seiring berjalan nya waktu sebuah luka akan perlahan membaik. Karena waktu adalah obat terbaik dari segala luka yang terasa.
🌺
🌺
🌺
Like, komen, vote jangan lupa🙄
Aku up nya tiap hari, kalian baca tiap hari, jadi like,vote,komen nya juga tiap hari yah. Nggak boleh libur🤣
cemunguutt wkwk
biar skalipun clara ngancam bunuh diri setauku candra cuek saja karena dia benci sama clara apalgi mau tunangan ma lisa pujaan hatinya
ga seru cerita ny karakter pemainnya diubah2
sunting saja deh.