NovelToon NovelToon
My Enemy, My Love

My Enemy, My Love

Status: tamat
Genre:Tunangan Sejak Bayi / Diam-Diam Cinta / Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:400.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: airarahma

Bagaimana rasanya dijodohkan dengan pria yang ternyata mencintai adikmu sendiri?

"Maaf Om, Aku tidak bisa bertunangan dengan Clara. Aku mencintai Chila Om" ucap Ethan yang menolak perjodohannya dengan Clara.

Gavin , Papa dari Clara serta Chila hanya menghela nafas berat.

"Menikahlah dengan Clara, setelah kalian mempunyai anak kamu bisa mendekati Chila juga" ucap Gavin yang tidak menerima penolakan Ethan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

"Aku pulang" ucap Ethan saat baru tiba di apartemennya. Tapi dia dibuat keheranan karena Clara terlihat menarik koper keluar dari kamarnya.

"Kamu mau kemana?" tanya Ethan terheran.

"Pulang" jawab Clara yang terlihat begitu terburu-buru.

"What??? Kamu bercanda? 5 hari lagi kuliah sudah dimulai lho" ucap Ethan yang sangat tidak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini.

"Aku hanya pulang sehari saja" jawab Clara apa adanya.

"What???" Ethan makin keheranan saja.

"Aku pergi dulu ya" ucap Clara yang tidak mempedulikan keterkejutan Ethan.

Aneh !!!

Ethan lalu menarik kopernya ke dalam kamar. Tak lupa membanding pintu tersebut seperti biasa.

"Padahal sengaja datangnya dipercepat biar bisa makan masakan dia tapi dianya malah pulang" gerutu Ethan kesal.

Ethan rebahkan dirinya di kasur miliknya. Warna spreinya berubah dari terakhir kali dia tinggalkan.

Setidaknya ada sesuatu yang bisa dibanggakan dari yang si jutek punya. Dia cukup pintar membuat rumah nyaman dan bersih.

"Oh iya, Arlan kenapa belum kesini ya?" ucap Ethan sambil mencari dimana ponselnya berada.

Setelah ponsel itu dia temukan dia langsung saja menghubungi Arlan tidak peduli di tanah air sekarang jam berapa.

Beberapa kali Ethan berusaha menghubungi Arlan tapi tidak ada jawaban.

"Tidak seperti biasanya" gumam Ethan pelan.

...

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Ethan yang baru saja selesai mandi rencananya akan makan di luar. Bila biasanya dia hanya makan masakan Clara bila berada disini, sekarang dengan terpaksa dia akan makan masakan yang ada di restoran yang letakknya tidak jauh dari gedung apartemennya.

Tapi sebelum keluar, Ethan ke dapur untuk minum air. Tenggorokannya terasa kering.

Saat membuka lemari pendingin dia melihat beranekaragam makanan yang bisa dia hangatkan di microwave. Mata Ethan langsung berbinar. Tidak jadi dia pergi keluar. Dengan senyum merekah dia mulai menghangatkan makanan tersebut.

Setelah makanan siap, Ethan membawa makanan tersebut ke meja makan dan mulai menyantapnya. Saat satu suapan masuk ke mulutnya senyum Ethan semakin cerah saja.

"Perfecto" gumamnya lalu kembali melanjutkan kegiatan makannya hingga tak bersisa.

Dua hari kemudian, Clara dan Arlan datang bersama. Ethan yang saat itu sedang menonton TV menatap heran pada keduanya.

Bila dulu Arlan akan begitu perhatian pada Clara tapi kini sudah tidak lagi. Clara pun sepertinya enggan berbicara dengan Arlan.

"Ada apa dengan mereka berdua?" gumam Ethan terheran.

"Kalian sudah pulang?" tanya Ethan karena keduanya terlihat membisu.

Clara dan Arlan pun kompak menganggukkan kepalanya dan menuju kamar masing-masing.

Aneh!

Ethan pun memilih tidak ikut campur dengan urusan keduanya.

Keesokan harinya saat sarapan di meja makan, baik Arlan maupun Clara masih sama-sama diam. Hanya suara Ethan yang terdengar di ruang makan tersebut.

Mulut Ethan rasanya gatal tidak menanyakan pada kedua temannya itu.

"Kalian marahan?" tanya Ethan kemudian.

Sontak saja Clara dan Arlan menghentikan sejenak acara makannya kemudian menggeleng sebagai jawaban.

Ethan adalah tipe orang yang tidak suka memakasa. Bila dia sudah bertanya dan dijawab seadanya maka dia tidak akan menanyakannya lagi.

Hari demi hari pun berlalu. Sudah hampir delapan bulan sejak perubahan sikap antara Arlan dan juga Clara.

Mereka sudah berteman seperti sedia kala kembali tapi Arlan tidak lagi menunjukkan perhatiannya pada Clara walau Ethan sangat yakin kalau Arlan sangat bersusah payah untuk itu.

Pagi-pagi sekali tidak di jam libur, Arlan kembali ke tanah air.

"Apa ada sesuatu?" tanya Ethan lagi-lagi terheran. Arlan sengaja mengambil cuti khususnya agar bisa pulang.

"Tidak, aku hanya ada urusan keluarga. Aku pamit ya" ucap Arlan yang hanya membawa tas ranselnya saja.

Ethan menganggukkan kepalanya.

"Iya hati-hati" ucap Ethan melepas kepulangan sahabatnya.

"Aku pergi Clara" ucap Arlan berpamitan pada Clara.

"Iya hati-hati. Nanti kabari ya" ucap Clara sambil tersenyum.

Arlan menganggukkan kepalanya lalu keluar dari apartemen mereka.

"Memangnya Arlan ada urusan apa?" tanya Ethan pada Clara.

Clara pun menggidikkan bahu tanda tidak tau menau.

"Bukannya kamu sahabat baiknya?" jawab Clara dengan pertanyaan. "Kalau kamu saja tidak tau apalagi aku".

Ethan mendengus sebal mendengar jawaban Clara.

Dasar gadis jutek!!! Tinggal jawab tidak tau aja pakai merembet kemana-mana !!!

Clara menunduk sambil mengulum senyum melihat expresi Ethan yang begitu kesal tapi tidak mau membalas ucapanya.

Lucunya!!!

...

Clara, Ethan dan Arlan sudah menginjakkan kaki di tanah air. Ketiganya sudah menyandang gelar master of management di belakang nama mereka.

Ketiganya sudah dijemput orang tua masing-masing. Ethan celingak celinguk mencari sosok yang sudah dia rindukan. Chila adik Clara tidak terlihat ikut menjemput kakaknya kali ini.

Padahal Ethan ingin sekali melihat sosok Chila yang sekarang.

"Cari siapa?" tanya Arlan yang saat ini berjalan paling belakang bersama Ethan.

"Chila" jawab Ethan jujur.

"Oh... Kamu beneran naksir Chila?" tanya Arlan penasaran. Arlan kira Ethan hanya kagum semata.

"Entahlah" jawab Ethan yang sebenarnya pun masih bingung.

Arlan hanya geleng-geleng kepala kemudian merangkul pundak Ethan untuk keluar dari bandara.

Sebelum pulang ke rumah masing-masing ketiga keluarga itu seperti biasa mampir ke restoran langganan mereka.

"Mulai minggu depan kalian sudah bisa kerja kan di perusahaan?" tanya Brin pada Clara, Ethan dan Arlan. Ketiganya pun kompak menganggukkan kepala.

"Kalian harus kompak, tidak boleh ada yang merasa paling pintar. Intinya dalam perusahaan itu adalah kerjasama" nasehat Mandey.

"Apalagi kamu Ar, kamu harus sungguh-sungguh" tegas Mandey.

"Iya pa" jawab Arlan sambil menunduk.

Arlan saja diberikan wejangan begitu, apalagi aku. Ucap Ethan dalam hati. Secara diantara ketiganya Ethan lah yang paling suka main-main.

Jabatan ketiganya di anak perusahaan yang sudah dibangun beberapa tahun silam pun bukan main-main.

Perusahaan ini bukanlah perusahaan besar. Mereka hanya memiliki kurang lebih 30 karyawan di kantor tersebut. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembuatan iklan. Tugas ketiganyalah sekarang untuk membuat perusahaan itu bisa berkembang.

Bersambung...

1
Angelica James
Novel Bagus, Alur cerita tidak ribet, dan cukup memainkan emosi pembaca 🔥
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru🙂
3sna
jgn cpt luluh untuk chila paling tdk biar ada ush dr arlan
Pusphita Kurniawan
Luar biasa
3sna
ktnya beda apart kok ini dlm satu ruangn apa clara sm arkan lg maen diapart ethan
3sna
keren bang gk blibet ngucapinnya,,kita cew aja suka ruwet tuch lidah
Dewi Yanti
walau niatnya baik tp ttp caranya salah,gavin th klo ethan bkl cinta sm clara mkny bilag gt. tp tnp sadar sikapnya mmbuat luka yg dlm buat clara.
Thavyra
nunggu cerita chila da arlan up
Thavyra
boleh ngk cerita chila dan arlan di buatin novel sendiri
pengen baca ceritanya kayaknya bakal seru
Via
H masa ada yg bingung SPT Clara yg kaya orang gila sih Thor yg. bnr aja bikin cerita kaya begini huhhhhh
AiraRahma: /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
total 1 replies
neng ais
seru cerita nya tp ko masih sepi yg baca nya..

semangat Thor
AiraRahma: Terima kasih 😘💕
total 1 replies
Aras Diana
bagus ceritanya
AiraRahma: Terima kasih penilaiannya kak /Heart//Kiss/
total 1 replies
Aras Diana
Buruk
Hartaty
akhirnya
Hartaty
nah kan salah paham,padahal mereka ber2 emang suka becanda dan udah tau yg sebenarnya
FY
the best..menguras air mata..bagus banget...
Try Lestari
p
Winar Sih
ceritanya menarik bagus bangettt
Lavena 56
bagus bgt
Lavena 56
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!