Pada tahun 2076 manusia sudah memanfaatkan teknologi yang dapat memindahkan kesadaran manusia seutuhnya ke dalam dunia maya. Teknologi ini sering dimanfaatkan untuk kepentingan media sosial, game, maupun simulasi.
Di antara game yang populer di kalangan anak muda, ada sebuah game yang disebut Virtual Universe. Seorang pemuda bernama Remi kembali memainkan game tersebut karena ajakan dari teman lamanya. Dia pun terkejut ketika mengetahui akun lamanya dihapus oleh sistem sebagai penalti karena tidak online selama dua tahun. Akhirnya Remi pun harus berjuang dari awal lagi di dunia game Virtual Universe yang penuh kegilaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razze Pahlevi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S1E7. Gift of The Darklord
Yakushin dan Carmella terus saling melancarkan serangan, keduanya sama-sama kuat. Akan tetapi mereka berdua belum mengeluarkan satupun kemampuan spesial masing-masing. Sejak tadi mereka hanya beradu kekuatan fisik. Melihat pertarungan mereka berdua, Gorg menjadi tidak sabar dan ingin membantu Carmella. Namun Cain melarangnya sehingga Gorg mengurungkan niatnya dan hanya menonton pertarungan antara mereka berdua.
Merasa kesal, Carmella pun mengambil jarak dan membuka jendela item. Dia menggunakan sebuah item berbentuk pedang berjenis sabre. Dengan cepat dia mencoba menebas Yakushin dengan pedang itu, sehingga Yakushin pun mulai kewalahan. Yakushin terus berusaha untuk menghindari serangan tersebut. Akan tetapi sebuah tebasan berhasil mengenai Yakushin dan menyayat lengan jaketnya serta melukai pergelangan tangan Yakushin.
"Kamu udah ngebuat keputusan yang salah dengan ngelukain aku! Blood Magic: Sword of Fresh Blood!" Yakushin pun langsung menggunakan kemampuan spesialnya, darah keluar dari pergelangan tangannya yang terluka kemudian menggumpal dan membentuk sebuah pedang lengkung.
Melihat hal tersebut mereka pun terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Yakushin mempunyai kemampuan spesial yang unik. Cain yang melihatnya langsung terpikirkan sesuatu. Dia pun mulai melangkah maju mendekati mereka berdua.
Sementara itu, Yakushin dan Carmella saling beradu pedang. Kemampuan berpedang mereka berdua bisa dibilang seimbang. Akan tetapi karena sudah sangat lelah, Carmella pun mulai terpojok. Yakushin pun melihat celah pada gerakan Carmella dan berhasil membuat pedangnya terpental dari tangannya. Yakushin pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan hendak menebas Carmella.
"Darklord's Authority: Chain of Chaos!" Cain pun mengaktifkan kemampuan spesialnya, tiba-tiba muncul rantai dengan aura gelap yang mengikat tubuh Yakushin sehingga tak dapat bergerak.
"Ada apa ini?" Yakushin mencoba melepaskan diri namun tidak berhasil.
"Itu adalah kemampuan spesialku! Tenang saja! Rantai itu akan menghilang dalam empat puluh detik!" Kata Cain sambil terus berjalan mendekati Yakushin.
"Caramu licik juga! Begini cara kalian ngejebak korban-korban kalian?" Kata Yakushin mengejek mereka bertiga.
"Aku percaya kamu punya punya potensi yang hebat di kemudian hari! Ini, terimalah sedikit hadiah perpisahan dariku! Darklord's Authority: Gift of The Darklord!" Cain pun mengaktifkan kemampuan spesialnya, dia menyayat telapak tangannya dengan kukunya sendiri, kemudian dia mencekik Yakushin dan meminumkannya darah yang keluar dari telapak tangannya.
Tak lama setelah itu, rantai yang mengikat tubuh Yakushin pun menghilang. Tiba-tiba tubuh Yakushin pun mengalami kejang-kejang. Tak hanya itu, beberapa bagian tubuhnya mengalami perubahan. Rambutnya yang tadinya berwarna hitam berubah menjadi putih. Iris matanya yang tadinya berwarna cokelat kehitaman dan hanya berubah menjadi merah ketika dalam mode tempur, kini menjadi merah secara permanen. Kemudian muncul sepasang sayap seperti sayap naga dengan warna hitam di punggungnya.
Tidak cukup sampai di situ, tiba-tiba jendela kemampuan spesial Yakushin terbuka. Setelah itu muncul cabang tambahan pada pohon kemampuan spesialnya namun belum terbuka. Setelah itu Yakushin pun hanya bisa terbaring, dia mencoba berdiri namun tidak bisa.
Tak lama setelahnya, Cain mengisyaratkan Gorg dan Carmella untuk mundur. Mereka bertiga pun ber-teleport dan menghilang seketika dari hadapan Yakushin. Tiba-tiba ada pemberitahuan permintaan penambahan teman. Ketika Yakushin membuka jendela permintaan penambahan teman, ternyata itu adalah Cain. Yakushin memutuskan untuk membiarkannya terlebih dahulu untuk sekarang. Karena dia masih mau mengamati gerak-gerik mereka terlebih dahulu.
Ketika sudah bisa berdiri kembali, Yakushin memutuskan untuk mencoba sayapnya. Dia mencoba mengepakkannya dan tubuhnya pun perlahan mulai terangkat. Perlahan-lahan Yakushin pun berhasil mengendalikan sayapnya. Tanpa dia sadari, dia sudah berada jauh di atas tanah. Yakushin pun terbang bebas ke sana dan ke mari. Setelah merasa puas, Yakushin pun mendarat di dekat markas OWLS, tepat di hadapan teman-temannya. Mereka semua pun terkejut melihat kedatangan Yakushin.
"Yakushin?! Penampilanmu agak beda!" kata Rin.
"Nanti ku ceritain!" kata Yakushin.
Yakushin pun berkonsentrasi dan dia menghilangkan sayapnya. Ternyata sayap itu bisa dimunculkan dan dihilangkan kapanpun dia menghendakinya. Setelah itu dia dan para anggota OWLS lainnya masuk ke markas mereka. Di sana Yakushin menceritakan apa yang telah dia alami dan semuanya pun terkejut. Mereka terkejut karena ada pemain yang memiliki kemampuan spesial seperti itu. Mereka juga terkejut ketika mendengar kata kerajaan, sebab di kalangan pemain Indonesia tidak ada yang menggunakan bahkan mengenal sistem kerajaan.
"Aku rasa tiga pemain ini dari luar negeri deh!" kata Nana.
"Aku juga sependapat! Masalahnya di antara pemain dari Indonesia enggak ada yang tahu tentang sistem kerajaan," kata Bebe.
"Terus kalau mereka dari luar negeri, kenapa mereka bisa ngomong pake Bahasa Indonesia?" tanya Yakushin.
"Itu termasuk fitur di game ini supaya sesama pemain bisa komunikasi dengan baik. Jadi sebenernya dia ngomong pake bahasa di negaranya tapi kita dengernya dia ngomong pake Bahasa Indonesia," jelas Reiv.
"Aku punya feeling kalau mereka ini lebih kuat dari famz terkuat yang ada di Indonesia. Ada yang punya ide gimana solusi buat ngatasin mereka?" tanya Rin.
"Aku punya!" Yakushin pun terpikirkan sebuah ide dan semua mata tertuju padanya.
"Coba jelasin!" kata Rin.
"Gimana kalau aku gabung sama mereka? Dengan begitu kita punya banyak informasi soal mereka. Mungkin aja aku bisa nyaranin mereka supaya enggak nyerang area punya pemain dari Indonesia," kata Yakushin.
"Jadi kamu mau main jadi double agent gitu? Emang kamu tahu sekarang mereka di mana?" tanya Rin.
"Waktu mereka ngasih kekuatan baru ke aku, sebelum mereka pergi, salah satu dari mereka add friend aku! Kalau ku konfirmasi otomatis dia bakal ada di daftar temanku dan aku bisa teleport ke lokasinya," jawab Yakushin.
"Aku rasa itu ide yang bagus!" kata Aoi.
"Shin! Kamu yakin?!" Rizkie pun bertanya dengan perasaan cemas.
"Ya, cuma ini satu-satunya cara!" Kata Yakushin dengan tekad yang sudah bulat.
Tanpa pikir panjang lagi, Yakushin pun langsung menyetujui permintaan pertemanan dari Cain. Dengan demikian nama Cain pun sudah berada di daftar pertemanan Yakushin. Setelah itu Yakushin pun langsung menjalankan rencananya, dia ber-teleport dan sampai lah dia di tempat Cain berada. Dia berdiri tepat di depan sebuah mulut gua. Di sana waktu menunjukan pukul 18:30, lebih lambat 4 jam dibandingkan dengan waktu di Indonesia. Yakushin pun memberanikan diri untuk memasuki gua tersebut.
Ternyata gua yang dimasuki oleh Yakushin bukanlah gua biasa. Di dalamnya terdapat sebuah kota bawah tanah yang sangat megah. Tempat itu diterangi oleh kristal-kristal bercahaya yang terdapat di setiap sudut kota dan dinding gua. Ada dua orang penjaga yang menjaga kota tersebut. Walau begitu Yakushin berhasil memasuki kota itu dengan mudah karena kedua penjaga itu mengira bahwa Yakushin adalah warga sipil biasa yang baru saja kembali dari luar.