NovelToon NovelToon
Sheilla Abraham

Sheilla Abraham

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:71k
Nilai: 5
Nama Author: lizkook lovers

Ini kisah seorang gadis cantik, Sheilla Abraham namanya. Seorang gadis nakal, pembuat onar yang akhirnya memutuskan untuk berubah.

Namun, ternyata keputusan Sheilla untuk berubah malah membuat nya menjadi bahan bullyan di sekolah baru nya.

Lalu, akankah Sheilla melawan? atau membiarkanmu dirinya menjadi bahan bullyan murid-murid di SMA Raharja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizkook lovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seven

Tak lama kemudian Dr. Ratna datang dengan beberapa alat medis nya yang di bungkus koper putih andalannya.

Kaca mata bulat kecil dan jilbab pasmina hitam menambah kadar kecantikan dokter muda itu. Senyumnya yang manis terkadang membuat para siswa terpesona. Bahkan beberapa dari mereka sampai pura-pura sakit hanya untuk mendapat perhatian dari si dokter cantik.

"Ryan, ada apa dengan gadis ini?" Tanya si gadis muda dengan suara lembut nya.

Ryan hanya membalas dengan deheman pelan. "Keadaan fisiknya tidak baik-baik saja, banyak luka memar, dan sepertinya seragam yang ia kenakan sedikit basah. Bisakah kamu mengambil kan seragam baru untuk nya?" Ryan hanya mengangguk dan segera pergi untuk melaksanakan apa yang dokter itu katakan.

Dr. Ratna menatap dalam Sheilla yang masih terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang.

"Gadis ajaib dari mana kau ini, hingga adik iparku yang seperti es itu luluh, hmm?"

Oh, apakah aku belum mengatakan jika Dokter cantik kelahiran Bandung itu adalah kakak ipar dari seorang Ryandra Albevan?

Dr. Ratna mulai membersihkan beberapa luka di wajah Sheilla sembari menunggu adik iparnya datang, Dr. Ratna melakukan nya dengan sangat telaten dan penuh kehati-hatian.

"Mbak, bajunya." Ryan akhirnya datang membawa satu set seragam untuk Sheilla.

"Terimakasih, kamu keluar dulu ya, biar mbak gantiin bajunya." Ryan hanya mengangguk dan segera keluar dari sana, tak lupa ia menutup pintu UKS.

Ryan berjaga di depan pintu UKS, melarang siapa saja untuk masuk karena rawan melihat sesuatu yang indah.

Sesaat kemudian kemudian pintu UKS terbuka, keluar lah Dr. Ratna dari dalam sana. "Kamu masuk dulu, tadi mbak udah obatin luka-lukanya, kamu tunggu aja dia sampai sadar di dalem. Jangan lupa nanti kasih minum dulu, tenggorokan nya pasti kering."

Ryan hanya mengangguk paham sebagai respon, lalu setelah ia masuk kedalam sesaat setelah Dr. Ratna pergi, ia masih ada urusan lain.

Ryan mendudukkan diri di kursi samping Sheilla, tangannya tanpa sadar telah menggenggam tangan mungil gadis itu.

"Hey, cepet bangun. Tidur mulu,,, gak bermutu amat hidup mu."

Tak... Tak... Tak...

Suara sepatu boot mahal bermerek terkenal dengan warna hitam itu menggema di lorong SMA Raharja, membawa seorang laki-laki tampan berambut panjang dengan muka sangar dan tatapan setajam silet itu menelusuri seisi Sekolahan.

Tangan kekar dengan otot-otot yang tercetak jelas itu terkepal, terlihat sekali api kemarahan dari sorot matanya.

Langkah tegas itu berhenti sesaat di depan pintu kelas 12D, menatap tajam salah seorang siswi yang salah tingkah karena di perhatikan.

"Amanda Morlena, nama-mu telah tertulis dengan tinta merah di dalam buku hitam ku. Tunggu saja, waktu mu sudah dekat." Ucap laki-laki itu dengan nada pelan seolah-olah ia bisa meramal masa depan.

Kembali melanjutkan langkah, laki-laki itu pergi menuju UKS untuk menemui seseorang yang sangat ia rindukan.

Brak...

Tak ada halusnya sama sekali ketika ia membuka pintu UKS itu, kornea mata hitam pekatnya langsung menatap tajam laki-laki yang sedang duduk di samping ranjang menunggu seorang gadis yang masih pingsan untuk segera sadar.

Menyadari ada seseorang yang masuk, laki-laki itu segera berdiri. Tatapan tajam keduanya saling bertemu, tanpa kata, namun tatapan keduanya seakan menguburkan bendera perang.

Laki-laki bermata hitam pekat itu mendekat, meraih tubuh si gadis untuk ia gendong.

"Hey! siapa kau? mau kau bawa kemana Sheilla?!" Ucap laki-laki lainnya tak terima, ia adalah Ryan.

"Itu bukan urusan-mu, karena yang orang asing di sini adalah kau," Ucapan tajam laki-laki itu membuat Ryan mengerutkan alis tak suka.

"Apa hak mu berkata seperti itu? aku ini teman sebangku nya, tentu saja aku bukan orang asing." Namun laki-laki itu hanya mengabaikan Ryan, lalu membawa Sheilla keluar begitu saja.

Ryan tentu saja tak membiarkan laki-laki itu pergi begitu saja membawa gadisny_Sheilla.

"Dia masih butuh di periksa, biarkan dia tetap di sini." Ia menghalangi langkah si laki-laki berambut panjang itu.

Sang lawan bicara tak menghiraukan ucapan Ryan dan langsung pergi begitu saja, masa bodoh jika laki-laki di belakang nya tengah menatap nya penuh dendam.

"Lebih baik kau jauhi Sheilla, atau kau pasti akan menyesal," Ucap laki-laki itu sebelum sepenuhnya pergi dari hadapan Ryan.

Ryan mengepalkan tangan, tak suka dengan ucap laki-laki itu yang lancang meminta nya untuk menjauhi Sheilla. Memangnya dia siapa, sampai berani berkata seperti itu pada Ryan?

Laki-laki gondrong yang masih belum kita ketahui namanya itu ternyata membawa Sheilla ke markas utama ARMI. Kedatangan nya di sambut dengan wajah-wajah terkejut para anggota, lalu di susul raut khawatir dan takut ketika mereka melihat keadaan Sheilla yang berada di gendongan laki-laki itu.

Mereka pasti bakal mati hari, markas pasti bakal hancur jika sudah begini. Mereka harus segera menyelamatkan diri sebelum sebuah peluru menembus kepala mereka satu persatu.

Langkah laki-laki itu sampai di ruang tengah, dimana para anggota inti telah berkumpul kecuali Vicky dan Aren yang masih bersekolah di jam segini. Sedangkan Mahen dan RM memang sedang tidak ada jam kuliah, jadi mereka masih stay di markas.

"Begini kalian jaga princess gue?" Suara berat itu mengagetkan semua orang, termasuk sang mama yang sedang menyetrika di dekat sana.

"Arjun?!" Mata RM membola ketika melihat siapa yang datang; panglima perang mereka yang sudah lama pergi ke luar negeri karena urusan kuliah.

RM semakin terkejut ketika melihat siapa yang berada dalam gendongan Arjun, dengan keadaan wajah yang tak baik-baik saja.

"Apa yang terjadi dengan Sheilla?" Itu Mahen yang bertanya.

"Ck, bahkan kalian tidak tahu jika Princess kita baru saja mendapatkan bully-an yang membuat trauma nya kambuh. Dan kalian tentu saja tahu apa yang akan terjadi jika trauma Sheilla kambuh." Tatapan tajam Arjun tak pernah luntur menatap mereka semua, terutama sang Leader; kakak kesayangan Sheilla.

Mendengar itu, sang mama yakni Bi Jina langsung saja mendekat, membiarkan pakaian yang belum disetrika begitu saja.

"Ayo bawa ke kamar nya." Titahnya pada Arjun. "Mahen, kamu panggil dokter biasanya ya." Timpalnya lagi menatap Mahen.

Mahen mengangguk, ia segera mengambil ponsel untuk menelfon dokter pribadi Sheilla yang khusus untuk menangani trauma gadis itu.

RM mengikuti Arjun menuju kamar Sheilla, ia sangat khawatir dengan adik kesayangan itu. RM bersumpah, ia akan menghabisi siapa saja yang membuat Sheilla seperti ini, tak peduli orang itu laki-laki ataupun perempuan.

Ryan menatap bangku kosong di samping nya, menghela nafas untuk kesekian kalinya ketik mengingat apa yang terjadi pada si pemilik bangku.

Entah kenapa perasaan Ryan terasa tak enak apalagi ketika ia mengingat bagaimana keadaan gadis itu ketika ia menemukan nya di kamar mandi. Gadis itu terlihat memiliki trauma yang cukup dalam, itu pemikiran Ryan.

"Haruskah aku menjenguknya ke rumah jika besok ia tak masuk?" monolognya pada diri sendiri.

Ryan terlalu asik melamun hingga tak sadar jika sang guru tengah memperhatikan nya. "Ehem!! Ryan, tolong fokus, jangan melamun!"

Tersadar, Ryan pun hanya mengangguk, kemudian memperhatikan papan tulis walau pikiran nya kembali melayang kemana-mana.

Para anggota inti ARMI telah berkumpul di ruang tengah, begitu juga Vicky dan Aren yang langsung kabur dari sekolah setelah mendapat telfon dari RM.

Saat ini Arjun tengah marah besar, ia memarahi seluruh anggota ARMI tanpa terkecuali. Menyalahkan mereka karena telah teledor dalam menjaga Sheilla.

Suruh anggota ARMI termasuk Mahen yang notabene adalah leader pun hanya bisa pasrah, karena ini juga kesalahan mereka yang tidak menjaga Sheilla dengan baik. Seharusnya mereka mengawasi setiap pergerakan dan hal kecil yang terjadi kepada princess kecil mereka

"Lihatlah! karena keteledoran kalian, Sheilla sampai sakit! DIA TERBARING TAK SADARKAN DIRI DAN BELUM TENTU BISA BANGUN!!"

Tidak, Arjun tidak berlebihan karena apa yang ia ucapkan adalah fakta. Trauma Sheilla cukup berbahaya, gadis itu bahkan sempat tak sadarkan diri 2 bulan karena Taruma nya yang kambuh.

Sheilla memiliki trauma yang di sebabkan oleh kejadian masa kecilnya, dimana saat ia di culik dan diperkosa secara bergilir.

Ya, Sheilla yang waktu itu baru berusia 10 tahun telah di lec*hkan oleh beberapa orang laki-laki bejat yang ternyata adalah saingan orang tuanya di dunia bisnis.

Trauma nya membuat Sheilla sangat takut untuk membuka mata. Jadi, sebelum ia mendapatkan ketenangan hatinya, maka gadis itu tidak akan bangun. Jiwanya seakan takut melihat dan menghadapi dunia.

Makian dan hinaan terus saja memenuhi gendang telinganya, ia tak sanggup mendengar suara yang entah dari mana itu. Suara yang selalu membuat kepercayaan dan harga dirinya jatuh seketika.

Dan karena hal itulah, Arjun selalu mengawasi setiap hal yang terjadi pada Sheilla. Sebisa mungkin ia tak akan membiarkan trauma gadis itu kambuh.

Namun, sayangnya Arjun gagal. Ia gagal melindungi adik kesayangan nya dari trauma mematikan itu.

Jika sudah seperti ini, rasanya Arjun ingin sekali membunuh seseorang, seseorang yang telah membuat adiknya menjadi seperti ini.

Ia tak akan mengampuni orang itu, orang yang mungkin telah melontarkan kata-kata kotor yang memancing trauma Sheilla.

"Arjun." Mahen berdiri di samping Arjun yang terlihat tengah mencoba mengontrol emosi nya yang sudah mencapai puncaknya.

Mahen mengusap punggung sang panglima perang guna menenangkan. "Sheilla akan baik-baik saja, tugas kita sekarang adalah memberinya kalimat menenang dan penyemangat. Kita harus membuat hatinya tenang kembali. Jika kau saja gelisah, bagaimana dengan dia?"

Arjuna menatap Mahen, benar juga yang laki-laki itu katakan. Tak seharusnya ia seperti ini, ia harus menjadi kuat untuk Sheilla. Ia harus menjadi penyemangat bagi gadis itu.

"Ayo kita sama-sama memberikan semangat pada Kak Shei, jangan biarkan dia tidur lebih dari 25 jam!!" Ucap Hartono dengan semangat membara.

"Kembaran gue gak boleh sakit, dia harus kuat kayak gue!!" Timpal Vicky dengan semangat yang tak kalah membara dari Hartono.

"Yo! Princess ARMI gak boleh lemah!" -RM

"Kesayangan kita pasti bisa!" -Mahen

Arjun tersenyum, kemudian ikut mengangkat tangannya yang terkepal memberi semangat seperti mereka semua. "Berjuanglah kesatria!"

Bi Jina menatap haru pada mereka. Walau bukan keluarga kandung, mereka semua tetap saling menyayangi dan saling melindungi.

Tak ada yang bisa memisahkan ARMI, mereka adalah satu dan akan tetap menjadi satu. ARMI we are one, mereka tak akan berkurang, sebaliknya, mereka akan terus bertambah.

Mereka adalah keluarga, bukan sekedar pimpinan dan para antek-anteknya. Ataupun teman yang terlihat baik tapi menyimpang begitu banyak kebusukan.

1
arniya
luar biasa kak
arniya
Alex..... mencurigakan??!
arniya
berasa nonton film
Mung Cha
Luar biasa
✧・゚: ✧・゚: Nelly Widiany :・゚✧:・
🥰🥰
Authoraja
Gak kebalik tuh thor🤣🤣
Nopiayya
25 jam berarti satu hari lebih 1 jam
Authoraja
25 jam? 24 jam kali thor
Mrinpur
iyh smoga itu adlah sheilla namun tdak dngan ingatan yg dulu hanya rasa cinta ny ajj,,,
ririn
😭😭😭😭😭kenapa sheilla harus mati padahal belum bahagia
Mrinpur
wahhhh,,,ternyata sad ending yach,,,kasian ryan ku kira bakal bahagia sama sheilla pada hal hidup sheilla slalu sedih,,,,
Mrinpur
wahhhhh,,,,deg deg an nich asli tp stelah ny bersambung jd penasaran,,,,
ririn
happy ending thor
Mrinpur
ohhhhh,,,gthu toh,,,tp ap memang sheilla yg bully kaka ny love,,,bsa ajj kn lw kaka ny love yg duluan jahatin sheilla maka ny sheilla coba bles,,,
Mrinpur
masih misteri ,
Mrinpur
kayak ny laki laki yg td sama cwe ny itu dech dalang dri semua penderitaan sheilla,,,
Mrinpur
sebener ny siapa yg dendam sma sheilla yach trus apa penyebab ny,trus si jack ini siapa yach,,,,semua ny masih misteri,,,,
Mrinpur
si jack dh kayak penguntit dmna ad sheilla lg sndiri pasti d situ si jack muncul bikin curiga ajj,,,,
Mrinpur
semoga lancar selalu kak,,,

ikutan sedih,,,soal ny penjahat asli ny lom tahu ad dendam ap sma sma sheilla trus kn kayak sembunyi d balik layar gthu,,,,
Nopiayya: Amin kak,,, semoga kakak juga selalu sehat dan di berikan kelancaran dalam segala urusan.
total 3 replies
Mrinpur
siapa sich yg di mksud sama ketua cobra,penasaran bnget,,,🤔🤔🤔
ryan keren,dh kayak pangeran berkuda besi ajj,,,🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!