Kenapa aku masih mencintaimu yang tak pernah menganggap ku ada, sampai aku buta tak melihat ketulusan cintanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon St.Maryam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan malam
Di kota...
Malam ini, malam perdana bagi Syifa dan Pak Ilham menerima tamu untuk makan malam semenjak pindah ke kota, bahkan mereka tidak tahu siapa tamu yang akan datang ke rumah mereka.
"Ting...Tong...
Suara bel berbunyi menandakan bahwa ada seseorang yang datang.
"Itu sepertinya tamu kita sudah datang," Ucap Pak Ilham kepada Syifa.
"Iyaaaa, sepertinya begitu," balas Syifa tanda setuju dengan ucapan Ayah nya.
Mereka berdua pun menghampiri pintu dan segera membukanya.
"Haaaloo... Perkenalkan saya Melanie, mommy nya Dewi,
Seorang wanita dengan menggunakan gaun merah menyala dengan sedikit terbuka di bagian atasnya dan tanpa lengan, tersenyum ke arah Pak Ilham yang sedikit terpaku dengan wanita yang di hadapan nya kini.
"Haalooo jugaa... ibuuu Melanie," balas Pak Ilham dengan sedikit tersenyum.
"Saya Ilham, ayahnya Syifa," Pak Ilham pun membalas jabat tangan Melanie, namun sepertinya Melanie enggan melepaskan tangan Pak Ilham.
"Eheem," Syifa dan Dewi pun berdehem untuk menyadarkan keduanya.
"Eeh, maaf Pak Ilham," Ibu Melanie pun segera melepaskan tangannya.
Tanpa menunggu mommy mengenalkan dirinya, Dewi langsung maju selangkah lebih dekat dengan Pak Ilham.
"Kenalin Om, aku Dewi... anak kesayangan mommy,"Dewi pun mengulurkan tangannya kepada Pak Ilham.
"Iya..., Saya papa Syifa.
"Kalau begitu, silahkan masuk, anggap saja seperti rumah sendiri," Ajak Pak Ilham Sambil membuka pintu lebih lebar agar mereka bisa masuk.
Ibu Melanie dan Dewi pun masuk ke dalam rumah tanpa basa-basi lagi dan duduk di ruang tamu.
"Maaf sebelumnya Pak Ilham, Saya heran... kenapa rumah sebesar ini, kalian hanya tinggal berdua saja?! selidik ibu Melanie.
"Apa tidak ada Art di sini Pak Ilham?!! tanya ibu Melanie.
"Sebenarnya ada ART... Beliau hanya bekerja paruh waktu saja, tidak menginap," jelas Pak Ilham.
"Kenapa begitu Pak Ilham?! Apa Pak Ilham tak merasa kerepotan mengurus Rumah ini sendirian?! tanya Ibu Melanie
"Ooh tidak, Kami sudah terbiasa mengerjakan semua sendiri," Jelas Pak Ilham Atas setiap pertanyaan yang Ibu Melanie tanyakan.
"Tapiiii bagaimana dengaaaan....?! Ibu Melanie memancing pertanyaan yang lebih ekstrim.
"De... Dengaaaan ?!
Pak Ilham belum memahami apa yang dimaksud oleh ibu Melanie.
"Oooops, Sorry Pak Ilham... Saya lupa klo ada anak-anak di sini, " Ibu Melanie memang sengaja bertanya pertanyaan itu, namun belum Saatnya ke rencana selanjutnya.
"Saya mengerti, ya nggak apa-apa," balas Pak Ilham pelan karena akhirnya otaknya dapat mengerti apa yang di maksud dengan pertanyaan ibu Melanie yang tak lain adalah mommy Dewi, tetangga barunya.
"Ituuu nanti bisa kita bahas berdua saja Pak Ilham," Bisik Ibu Melanie manja dan mengerling kan mata kirinya.
"Ok... klo begitu, gimana kalau kita mulai acaranya," jawab Pak Ilham yang sudah mulai keringat dingin melihat tingkah Ibu Melanie.
Untungnya Syifa dan Dewi sedang sibuk dengan mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk acara makan malam mereka.
"Mommyyyy.... Come on," Teriak Dewi yang sudah tidak sabar ingin memanggang satu buah sosis berukuran king size, cukup untuk lima orang.
"Ok sayang, tunggu sebentar," Teriak ibu Melanie.
"Pak Ilham...!!
Tiba tiba ibu Melanie memegang tangan Pak Ilham dan menarik nya lebih dekat.
"Deg... sebagai Pria tentu saja Pak Ilham sedikit tergoda melihat tubuh ibu Melanie yang masih berisi di usia nya. Apalagi sekarang semua tampak sedikit lebih jelas.
"ke...kenapa ya...?! Pak Ilham berusaha menguasai dirinya dari hawa panas akibat kelakuan ibu Melanie yang masih terus menggoda dirinya.
"Hmmm, Pak Ilham... gimanaaa kalau saya manggil "MAS" saja?!
"Maas Ilhaaam," itu lebih akrab dan lebih enak di dengar kayaknya," Usul ibu Melanie Sambil berbisik manja.
Melihat ibu Melanie yang sedikit agresif tentu membuat Pak Ilham panas-dingin.
Baru kali ini Pak Ilham bertemu dengan wanita seberani dan seagresif ibu Melanie.
"Mas?!...
"Ter... terserah ibu Melanie saja," jawab Pak Ilham sedikit canggung.
"Kok masih panggil ibu sih?!
"Kesannya saya tuh udah tua banget mas," protes ibu Melanie yang merasa risih bila di panggil ibu.
"Panggil Melann saja, supaya kita bisa lebih akrab mas," usul ibu Melanie
"Iy...iya, Me.... Laaan...." saking gugupnya pak Ilham harus mengeja nama wanita di samping nya.
"Ya sudah mas, kita susul anak-anak," ajaknya Sambil menggandeng tangan Pak Ilham.
"ok...ok... Ayooo..."
jgn lupa BESTie
Like😍
Coment 😍
and Vote 🤗
happy reading 😍
ah au ah gelapppp
barusan kok udah ahli banget ya
semangat thor
Tapi bisa jadi justru mereka yang akan dimanfaatkan oleh anak buah Alex.