NovelToon NovelToon
BOSS WITH BENEFIT

BOSS WITH BENEFIT

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Cintamanis / Patahhati / CEO
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Five Vee

Putri Regina Prayoga, gadis berusia 28 tahun yang hendak menyerahkan diri kepada sang kekasih yang telah di pacari nya selama 3 tahun belakangan ini, harus menelan pahitnya pengkhianatan.

Tepat di hari jadi mereka yang ke 3, Regina yang akan memberi kejutan kepada sang kekasih, justru mendapatkan kejutan yang lebih besar. Ia mendapati Alvino, sang kekasih, tengah bergelut dengan sekretarisnya di ruang tamu apartemen pria itu.

Membanting pintu dengan kasar, gadis itu berlari meninggalkan dua manusia yang tengah sibuk berbagi peluh. Hari masih sore, Regina memutuskan mengunjungi salah satu klub malam di pusat kota untuk menenangkan dirinya.

Dan, hidup Regina pun berubah dari sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 7. Untuk Uang Jajan.

“Papa bagaimana sih. Masa mengangkat sekretaris yang kurang update begini?”

Mata William memicing pada sekretarisnya.

“Serius, Gi. Kamu tidak tau itu apa? Kamu lulus sarjana lho.” Pria itu kemudian berdecak heran.

“Aku tau ini, kartu kredit, Will. Maksudku, ini untuk apa? Kenapa memberiku kartu kredit?”

Kepala William menggeleng, ia pun memukul kecil keningnya sendiri.

“Kemarilah.”

Regina menurut. Duduk di atas pangkuan sang atasan.

“Itu untuk uang jajan mu.” Ucap William sembari mencuri sebuah kecupan pada pipi Regina.

Regina hanya bisa menganga.

‘Uang jajan dengan kartu kredit unlimited? Amazing.’

“Tutup mulutmu, Honey. Nanti ada nyamuk yang masuk.”

Seketika wanita itu mengatupkan bibirnya.

“Will, ini terlalu berlebihan. Aku tidak mau menerimanya.” Regina meletakkan kartu itu di atas meja, di hadapan mereka.

“Ambil.!! Atau aku akan membuka aib kita, dengan menyebarkan foto-foto syur kita.”

“Kamu mengancamku? Darimana datangnya foto syur kita?” Tantang Regina.

William meraih ponsel yang ada di atas meja. Menekan beberapa angka, kemudian benda pintar itu menyala.

“Lihatlah.” Mata Regina membulat sempurna. Ia ingat betul adegan itu. Dimana bibir William sedang bermain di leher dan dadanya.

‘Jangan meninggalkan jejak.’ Kata yang wanita itu ucapkan ketika merasakan William akan menggigit lehernya.

“Kamu ingat, Honey?”

“Bagaimana aku bisa tidak tau?” Ucapnya pelan.

“Kamu terlalu menikmati. Sampai tidak sadar apapun.”

Regina mengamati dengan lekat wajah atasannya.

“Ada apa?”

“Untuk apa kamu menyimpan foto itu?”

William terkekeh. Ia pun kembali mengecup tepat seperti pada foto yang ia perlihatkan.

“Hanya berjaga-jaga. Siapa tau kamu macam-macam di kemudian hari. Ini bisa aku gunakan sebagai perisai pelindung.”

“Hapus!!”

“Big No!!”

“Will…” Regina merengek.

“Ambil kartu itu, atau aku sebarkan?” Ancam pria itu. Tangannya sudah berada di atas lambang yang akan membuat foto itu terkirim kemana-mana.

Menghela nafasnya pelan. Regina pun meraih kartu itu, kemudian menyimpan pada saku blazer yang ia gunakan.

“Nah begitu dari tadi, kan cantik.” Pria itu tersenyum penuh kemenangan.

“PINnya tanggal ulang tahun mu. Maaf, kartu itu masih atas nama aku. Karena aku yang aktivasi.”

“Kenapa memberi ku kartu, kenapa tidak transfer saja setiap bulannya?” Wanita itu masih dalam mode tidak mau menerima.

“Kartu lebih baik. Kalau transfer nanti aku lupa.”

William menarik kaki Regina, membuat wanita itu duduk menghadapnya. Mereka sejenak saling menatap, dan entah siapa yang memulai, mereka sudah saling menyatukan bibir.

Tangan William tak tinggal diam, bergerak kesana kemari dengan lembut,

Dan Regina, ia hanya bisa pasrah, tunduk pada rasa yang William berikan.

Walau sebelumnya, bersama Alvino, Regina sempat sering melakukan sentuhan, namun yang William berikan terasa berbeda.

“Apa dengan si rahwana kamu pernah melakukan ini?” Tanya William dengan nafas yang tidak beraturan.

Regina mengangguk. Ia juga tengah mengatur nafasnya.

“Jadi hubungan kalian hanya sampai begini?” William kembali menyatukan bibir mereka. Dan Regina menyambutnya.

Hampir lima menit, William pun menyudahi perbuatan gila mereka. Sebelum semuanya terlanjur jauh.

Pria itu mendekap pinggang Regina, dan menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher wanita itu.

“Ceritakan padaku. Apa sebelumnya pria itu tidak menginginkan lebih dari seorang wanit se*si seperti dirimu?”

Regina membuang nafasnya dengan kasar. Sejujurnya ia tidak ingin mengingat Alvino saat bersama William, tetapi pria itu justru mengingatkan.

“Dari awal, hubungan kami biasa saja. Berkencan, jalan-jalan. Selayaknya orang pacaran pada umumnya. Tahun pertama, kami masih sering bertemu. Masih sering pergi berkencan.”

Regina menjeda ucapannya. Ia hendak turun dari atas pangkuan William, namun pria itu menahannya.

“Namun di tahun kedua, kami jadi jarang bertemu, yang dulunya hampir setiap hari, berubah menjadi seminggu dua kali, bahkan seminggu sekali.”

Sambil mendengarkan, William merapikan rambut Regina. Menyelipkan beberapa helai pada telinga wanita itu.

“Karena jarang bertemu, dia semakin memanjakan aku, sering mengirim hadiah, makanan, bahkan mentransfer uang setiap bulan.”

“Jadi karena itu kamu ingin aku mentransfer saja? Oo.. tidak bisa. Aku tidak mau di samakan dengan rahwana itu.”

Regina terkekeh kecil, William selalu saja menyebut Alvino dengan nama rahwana.

“Apa kamu tidak pernah curiga padanya?”

Regina menggeleng, jujur ia sangat percaya sepenuhnya dengan Alvino, apalagi pria itu sudah mengenalkan pada keluarganya.

“Mungkin aku terlalu hanyut dalam kemanjaan yang dia berikan, sehingga aku di butakan oleh kasih sayang yang dia berikan.”

William meraih pundak Regina. Membawa kepala wanita itu pada bahunya.

“Sekarang, sudah ada aku yang memanjakan mu, tidak perlu si rahwana itu lagi. Jimmy sedang mengumpulkan foto-foto pengkhianatan pria itu.”

Regina hanya bisa mengangguk dalam dekapan atasannya.

“Oh, ya. Kapan kamu membuat kartu kredit itu? Kenapa bisa menggunakan tanggal lahirku?”

Regina menegakan kembali kepalanya. Ia menatap lekat manik mata atasannya itu.

William mencebik, kemudian membenturkan kening mereka berdua.

“Kemarin aku sempat ke bank, karena aku tidak mau menunggu, jadi tadi sepupuku datang membawakannya kesini.”

“Wanita itu baik sekali. Pasti dia memiliki rasa padamu. Jika tidak, mana mungkin seorang menejer mau repot-repot datang mengantar kartu kredit.”

William tergelak. Wanita di atas pangkuannya ini, benar-benar seperti tidak percaya jika dia pria single.

“Dia itu lebih tua dua tahun dari ku, dan satu lagi. Dia sudah memiliki dua orang anak. Bisa di bunuh aku oleh suaminya jika sampai dia menyukai ku.”

Regina mengulum bibirnya. Bunga yang telah layu, kini bermekaran kembali, setelah mendengar perkataan William.

“Sudah percaya kan sekarang? Aku pria single. Dulu memang pernah berpacaran, tetapi hanya cinta monyet.”

Regina mengangguk. Mereka kembali berpelukan. Entah hubungan apa yang tengah mereka jalani saat ini.

Baru dua hari berkenalan, namun sudah banyak yang ia dapatkan dari William.

“Kenapa berdiri di halte kemarin?”

“Mobilku mogok.”

“Jual saja. Beli yang baru. Kamu bisa gunakan kartu kredit tadi.”

Kepala Regina menggeleng.

“Alvino juga menawari ku, tetapi aku menolak. Tidak enak jika aku justru menerima dari kamu.”

William berdecak kesal. Lagi-lagi pria itu yang menjadi alasannya.

“Selalu saja si rahwana itu yang menjadi alasanmu.”

.

.

.

Bersambung.

1
Suzanne Shine Cha
wachhh seruuu dan lucu dech kamuu Thorr brarti kita se angkatan trnyata 🤣🤣🤣🙈🙈💝💝💝💪🏼💪🏼💪🏼bttp mgt Thorr 👍🏻👍🏻🌹🌹🌹
Suzanne Shine Cha
/Facepalm/🤣🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Sustika Ekawati
aku mampir baca ya thor
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
kalau kiraan tepat ada lebihan hari contoh 1bln - 4 minggu 2 hari🤭
Nining Chili
👍👍👍
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
aduinaaa🤣🤣🤣
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
lagaknya kayak pria suci🤣🤣🤣🤣
Mutiah Siti Musthofa
ngakak 🤣🤣🤣🤣🤣
Yolla
so sweet🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yolla
ternyata si BOY anak yg rajin juga yaaa🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ika Wahyuni
ah boy kamu nakal ya🤭
Surati
bagus
Meimei Memei
Luar biasa
@arieyy
ku lihat...lihat....ku buka bab nya ...mampir lahhh🤣🤣🤣
Rohimatul Amanah
Luar biasa
SariRani
Kereeen!! Suka semua karakternya thor ❤️🥳
Eka Uderayana
secangkir kopi buat author ☕
Eka Uderayana
wkwkwkwk 😁...GE er
andrana maula
Luar biasa
Fajar Khanaya
perutku sampek sakit, ketawa ngakak mbaca ini🙏☺️🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!