kisah tentang seorang gadis berjilbab yang diangkat anak.hidup dengan penuh penderitaan,membiayai kuliah dengan bekerja part time sampai akhirnya selesai kuliah dan menjadi seoran guru di salah satu SMP begitu banyak cobaan hidup yang dialaminya
sehingga pada suatu hari bertemu dengan seorang pria yang akan mengubah hidupnya.
pria tersebut seorang duda mempunyai anak perempuan berusia 11 tahun.akankah Dinda bisa menerima duda tersebut dan menerima masa lalu Dinda yang tidak tau latar belakang keluarganya.
ini novel pertama ku jadi mohon maaf mungkin ada bahasa yang kurang bagus masih tahap belajar😁🙂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang receh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"6"
Ini novel pertama ku masih coba-coba mohon maaf kalau kosa kata masih belum bagus maklum masih belajar he...he...,😁ini murni cerita dari imajinasi ku yang sudah lama ingin ditulis dalam bentuk cerita namun baru sekarang kesampaian,mohon like nya ya 🙂🙂🙂 dan mohon saran dari pembaca agar saya bisa mendapatkan inspirasi dalam menulis novel ini👌
Luna memperhatikan dari jauh kedatangan dinda.tiba-tiba wajah Luna sedikit kaget dan tak percaya kalau wajah Dinda mengingatkan luna kepada seorang yang sangat ia sayangi dan cintai yaitu bundanya yang bernama Llna yang meninggal dunia 6 tahun yang lalu.Dada Luna terasa perih sesak ada kerinduan dan ingin memeluk nya tanpa terasa ada air mata yang jatuh.Luna harus menahan diri agar air matanya tidak tumpah dan hanya memperhatikan kedatangan Dinda dengan penuh kerinduan.
" Iya ada apa pak" kata Dinda dengan lembut sambil tersenyum.
"Ini buk Dinda siswa yang saya ceritakan kemaren"kata kepsek.
"Oh...iya ini yang namanya Luna Anastasia itu"kata Dinda dengan lembut sambil tersenyum kepada Luna karena Dinda sudah tahu cerita tentang Luna dari kepsek.
" Iya buk Dinda tolong nanti ibu bawa ke kelas dan perkenalkan kepada teman-temannya,saya tinggal dulu buk"kata pak kepsek sambil tersenyum.
"Iya pak nanti saya bawa ke kelas"kata Dinda.
"Kamu Luna kan?... panggil saja ibuk Dinda saya wali kelas Luna"kata Dinda sambil tersenyum lembut kepada Luna.
"I...ya buk Dinda saya Luna Anastasia cukup panggil Luna"kata Luna sambil menahan air matanya yang tanpa disadari sudah jatuh.
"Kenapa nangis sayang.... ibuk gak marah sama luna"kata Dinda kaget melihat Luna menangis
" Nggak buk...Luna cuma takut gak ada teman habis Luna telat masuk sekolah nya karena menemani nenek yang sedang menjalani pengobatan"kata Luna berbohong padahal dia menangis melihat Dinda yang mirip ibunya.
Kemudian secara refleks Dinda menarik Luna kedalam pelukannya.
"Cup...cup...udah ya jangan nangis kan ada ibuk nanti kalo ada yang jahatin Luna kasi tau ibuk "gumam Dinda sambil mengelus kepala Luna yang tertutup jilbab.
Luna merasa kenyamanan yang luar biasa di pelukan dinda.Tanpa terasa dia menyebut "Bunda...."lirihnya dengan sangat pelan yang tidak di dengar oleh Dinda.Kerinduannya terhadap sosok seorang ibu seakan terobati dengan pelukan hangat dari Dinda.
Kemudian Dinda melepaskan pelukannya dengan pelan dan menatap Luna "jangan nangis lagi malu nanti di lihat sama teman- temannya" kata Dinda sambil menghapus air mata Luna dengan lembut dengan sapu tangan yang sering dibawa Dinda, kemudian Dinda tersenyum melihat Luna.
"Makasih buk dinda,Luna senang ibuk wali kelas Luna,ibuk cantik seperti bidadari dari surga"kata Luna sambil tersenyum dan memegang tangan Dinda dengan erat.
" Oh ya...makasih cantik pujian nya Luna juga cantik "kata Dinda sambil mengelus pipi Luna dan menarik hidung mancung Luna.
Luna senang sekali dengan sentuhan buk Dinda terasa belaian sang bunda yang sangat dirindukan nya.Dalam hati Luna dia akan berusaha agar ibuk Dinda mau jadi bundanya apa pun cara nya pokoknya ayahnya mesti mau daripada ayahnya menikah dengan Tante Talia yang sering digelar Luna nenek lampir karena suka memakai makeup yang tebal serta baju yang sangat seksi kadang membuat Luna risih melihatnya.
Bersambung