Kehidupan Kinta seorang single parent yang memiliki dua orang anak. Setelah sekian lama ditinggal oleh suaminya dan menghidupi anak-anaknya seorang diri. Bertemu dengan Atta laki-laki petualang yang dicintainya dengan tulus namun ternyata dirinya hanya dipermainkan.
Bahkan tanpa berdosa lelaki itu mendekati sahabat dekat Kinta sendiri. Namun sakit hati terbalaskan karena ternyata Rani sudah memiliki seorang kekasih.
Dan Kinta pun dipertemukan dengan kawan lamanya yang menjodohkannya dengan Kakak laki-lakinya. Yang mencintainya dengan tulus.
Namun apalah daya Kinta begitu lama masih belum dapat melupakan Atta sepenuhnya.
Bahkan meskipun Kinta sudah menikah dengan Yusdi pun. Masih ada sisa-sisa perasaannya terhadap laki-laki petualang itu.
Dan akhirnya Atta muncul kembali di kehidupan Kinta dan ingin mendapatkan cintanya lagi.Bagaimana Kinta mempertahankan rumah tangganya bersama laki-laki yang selama ini telah mengobati lukanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delisa Sitari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 06 : Tidak Nafsu Makan
Toni pun mengikuti Kinta dari belakang menuju rumahnya.Sesampainya di rumah...penghuni yang ada di dalam tampak sudah tidur.Toni pun segera pamit karena hari sudah malam. Ditinggalkannya wanita pujaannya itu dengan berat hati. Rasa itu masih ada...Namun dia hanya bisa pasrah dan memendam perasaan itu. Rasa yang harus dikuburkannya dalam-dalam.Rasa rindu yang semakin merajalela setelah bertemu dengannya.
Kinta pun segera masuk ke dalam rumah. Membersihkan diri dan beristirahat di kamarnya yang nyaman. Tak terasa air matanya jatuh lagi... mengiringi perjalanan tidurnya ke alam mimpi.
Setengah lima subuh Kinta sudah terbangun. Segera dia melaksanakan sholat subuh. Dengan memohon ampun kepada Sang Pencipta. Karena selama ini ibadahnya yang kurang baik. Sholat masih bolong-bolong, kadang tak tepat waktu, bahkan kadang sehari tidak satupun dia laksanakan.
Selesai melaksanakannya...yang dilihatnya pertama kali adalah ponselnya.
Pesan dari Atta ... " Kinta...maaf ya kalau kamu merasa tersinggung atas sikapku.Sebenarnya dari kemarin aku ingin ketemu kamu di kost karena mau membicarakan soal hubungan kita. Sepertinya kita tidak mungkin bisa bersama. Ya karena adanya dua buah hati kamu. Keluargaku tidak akan bisa menerimanya. Meskipun aku sudah pernah menikah...keluargaku menginginkan pasanganku kelak belum memiliki anak. Mohon maaf ya Kin...🙏🙏🙏 " dibacanya pesan itu dengan seksama.
DEGGG
Hancur hatinya. Dia berusaha tenang membaca pesan itu. Kenapa baru sekarang...Kenapa baru sekarang dia memutuskan hal itu ??? Masalah anaknya??? Air mata Kinta tak bisa terbendung lagi. Menetes tanpa permisi...
Namun dia sudah menduga bukan karena itu. Ini karena dia sudah punya rencana lain. Rencana mendekati Rani. Jika tidak bertemu Rani... pasti dia mengajak bertemu di kost karena sedang menginginkannya. Kalau cuma ingin membicarakan hal itu...dia tidak akan menyuruhnya mendatanginya di kost.
Ya...ini hanya akal-akalannya saja.
Kinta pun membalas pesan Atta. " Iya tidak apa-apa... aku ngerti kok. Aku juga sadar diri siapa aku. Sudahlah. Tidak perlu difikirkan." Dengan mudah Kinta mengucapkannya. Sementara hati dan fikirannya tak lepas dari keadaan menyakitkan ini.
Beberapa menit kemudian Atta menelponnya.
" Kin...aku benar-benar minta maaf. Kita masih bisa berteman kan ??? Kita teman baik kan ???" tanya Atta dari seberang.
" Iya Bang tidak usah khawatir. Kita masih jadi teman. Kita masih bisa pergi jalan-jalan kok hari ini." jawab Kinta. Meskipun hatinya remuk dia masih saja menyembunyikannya dan dengan suka rela masih ingin mempertemukan Atta dengan Rani.Ya...meskipun dia harus melihat adegan yang akan membuatnya patah hati nantinya.
Tapi dia melakukannya karena juga ingin sekaligus sedikit menyegarkan otaknya dengan pergi ke air terjun. Dia akan mengajak Atta dan sahabatnya itu ke air terjun, tempat refreshing favoritnya.
" Ya Sudah. Jadi jam berapa aku jemput ? Di kost Rani ya ?" tanya Atta lagi.
" Jam 9 saja Bang. Ya sudah nanti aku telepon lagi kalau sudah siap." jawab Kinta.
" Oke..." balas Atta. Dia pun menutup teleponnya.
" Ibu...ayo sarapan...Nenek sudah buat nasi goreng..." seru Dian putra pertama Kinta membuyarkan lamunannya. Dian anak laki-laki yang agak pendiam. Wajahnya yang kalem persis seperti ibunya. Dia duduk di kelas 4 SD. Sedangkan Riyanti... putri kedua Kinta. Gadis kecil yang aktif, manis, dan menggemaskan. Dia duduk di kelas 2 SD.
Kinta begitu bahagia dan merasa sempurna memiliki putra dan putrinya tersebut. Sayangnya... ayah mereka tidak bertanggung jawab...pergi begitu saja tanpa meninggalkan jejak. Kalau saja dia tidak melakukannya...pasti keadaan Kinta tidak seperti ini. Apakah pasti akan seperti itu ??? Tidak tahu juga. Karena tidak satupun orang bisa mengetahui takdirnya.
" Iya Nak..." sahut Kinta. Dan dengan segera dia menuju ruang makan. Disana sudah bersiap putri kecil dan ibunya. Anak-anaknya pun sudah mamakai seragam sekolah.
Mereka sarapan bersama dengan riang. Namun pernyataan Atta membuat ia tak bergairah untuk memasukkan nasi goreng kesukaannya itu ke dalam mulutnya. Biasanya dia yang paling bersemangat menyantap hidangan tersebut. Nasi goreng buatan ibunya adalah nasi goreng terlezat baginya.
" Kok tidak dimakan Bu nasinya ??? " tanya si kecil Ranti. Karena ibunya sedari tadi tidak segera melahap makanannya.
" Oh...eh...iya Nak nih ibu makan..." sahut Kinta sambil menyendok makanannya dan mulai memakannya. Dia tidak boleh menunjukkan kesedihannya di depan anak-anaknya. Tapi sungguh dia tidak berselera sama sekali.
Akhirnya setelah semua selesai makan...hanya dua sendok yang bisa Kinta telan. Itupun tiada rasa di lidahnya.
" Tidak dihabisin Nduk ? " tanya Bu Kasih, ibu Kinta yang sejak dia sekolah SMP berjuang sendirian membesarkannya. Karena telah ditinggal ayahnya berpulang terlebih dahulu menghadap Yang Kuasa. " Apa tidak enak ya nasi gorengnya ?" tanya Bu Kasih lagi heran dengan tingkah putrinya itu.
" Eee...enak kok Bu... cuma mulut Kinta sedang tidak enak Bu..." jawab Kinta mengelak.
" Kamu sedang tidak enak badan ?" tanya Bu Kasih merasa khawatir.
" Tidak kok Bu. Kinta tidak apa-apa." jawab Kinta.
" Ibu sakit ?" tanya Randi yang bergegas mendekati ibunya dan menempelkan punggung telapak tangannya ke dahi ibunya. " Tidak panas badan ibu."
" Ibu memang tidak sakit Nak......Ya sudah ayo Ibu anter ke sekolah....nanti terlambat." jawab Kinta yang kemudian mengambilkan tas sekolah putra putrinya. Lalu menggandeng mereka menuju halaman rumah di mana motornya terparkir.
" Salim Nenek dulu...." sahut Kinta.
Randi dan Ranti pun segera berpamitan dan mencium tangan neneknya yang mengikuti mereka menuju halaman depan rumah.
Kinta pun membonceng kedua buah hatinya itu dengan motornya.Masih cukup mereka bertiga karena yang dua kan masih kecil.
Setelah kembali dari mengantar anak-anaknya ke sekolah...Kinta pun segera bersiap-siap untuk ke kost Rani karena Atta akan menjemput dia dan kedua sahabatnya di sana.Seperti biasa...penampilannya cukup sederhana.Masih dengan setelan celana jeans dan kaos oblong, tanpa make up.Kinta termasuk wanita yang malas berdandan...kecuali di saat bekerja, karena diwajibkan.
" Kinta hari ini tidak kerja Bu...Mau jalan-jalan sama teman-teman." kata Kinta pada ibunya yang merasa ada yang berbeda dengan anaknya.Putrinya yang satu ini tidak akan bolos kerja hanya karena ingin jalan-jalan, kecuali sedang sakit keras.Beberapa hari terakhir memang keceriaannnya berkurang, nafsu makannya juga.Namun beliau berusaha tidak menanyakannya...mungkin putri cantik itu belum mau menceritakan masalahnya.
" Bolos kerja kamu Nduk ? Tumben...Tapi ya sudah...yang penting kamu bahagia...doa Ibu menyertaimu..." ucap Bu Kasih sambil membelai pundak Kinta berusaha menenangkannya.Sebagai Ibu dia sangat merasa kalau anaknya sedang bersedih.
" Iya Bu... Terima kasih...Ya sudah Kinta pamit berangkat dulu." dengan perasaan haru mendengar kata-kata ibunya dia berpamitan dan mencium tangan beliau. "Assalamualaikum..."
" Wa alaikumsalam...hati-hati Nduk..." jawab Bu Kasih.
Kinta pun mengangguk dengan tersenyum kecil menutupi kesedihannya. Dan segera berangkat menuju kost Rani.
mampir juga ya ke CSku
Like ku udah melayang tuh
Ditunggu feedback nya ya 😁
salam "ANGKASA: Salam penghuni bumi"
baca juga cerita ku Choice Of Love ❤
sebenarnya sy berharap kinta menemukan jodoh lain selain yusdi yg menurutku tdk tegas dan sering salah langkah..tp bukan berarti kembali dg atta
-AKU BUKAN LESBIAN.