Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Keesokan pagi nya, Kira mengambil sebatang cabang pohon siwak, lalu memalu ujungnya untuk membentuk nya menjadi sikat kecil. Ini adalah sikat gigi pada zaman Kerajaan Nayara!
Orang yang berkecukupan menggunakan garam untuk kumur kumur, sedangkan orang kaya menggunakan bahan obat tradisional yang dibuat menjadi bubuk untuk membersihkan gigi.
Setelah menggosok gigi nya dengan cabang pohon siwak itu sebentar, Kira merasa mulut nya terasa sedikit pahit.
Tiba tiba, Wulan menghampiri nya dengan wajah tersipu.
"Suamiku, sepertinya ada orang di luar!"
"Coba kulihat!"
Melihat gadis cantik yang tersipu ini, Kira pun tersenyum.
Semalam, mereka sebenar nya tidur terpisah. Pagi tadi, entah bagaimana mereka sudah berpelukan.
Setelah kumur kumur, Kira pun membuka pintu dan tercengang.
"Paman Basan, kenapa kalian datang begitu pagi?"
Di depan pintu, berdiri Basan dan kedua putra nya.
Danu dan Doddy sangat mirip dengan Basan. Mereka berperawakan tinggi dan kurus.
Perbedaannya adalah, Danu bersifat tenang dan dewasa, sedangkan Doddy bersifat impulsif dan tidak sabaran.
Suara Basan sangat lantang,
"Kami biasa nya memang bangun pagi! Hari ini, kami harus bantu kamu ngapain?"
Danu dan Doddy menatap Kira dengan penuh harapan.
Dulu, mereka sangat memandang rendah kakak sepupu mereka ini. Namun, kemarin Kira sudah memberikan mereka begitu banyak ikan.
Orang tua mereka tidak rela memakan dua ekor ikan yang besar, tetapi ikan ikan kecil sudah di habiskan mereka.
Saat melihat anak anak mereka yang makan dengan lahap, Basan dan Hana pun meneteskan air mata.
Danu dan Doddy bahkan juga langsung mengunyah dan menelan daging ikan beserta tulang nya.
Saat mendengar harus membantu Kira hari ini, mereka bertiga pun langsung datang setelah makan sedikit bubur.
"Nggak perlu buru buru!"
Kira menguap, lalu berkata,
"Wulan, ayo buat serabi!"
Bahan membuat serabi sebenar nya sudah tinggal sedikit. Wulan sebenar nya merasa sayang, tetapi dia tetap membuat nya.
Kira mempersilakan ketiga orang itu masuk ke dalam rumah, lalu berkata,
"Danu, Doddy, coba tangkap lima ekor ikan dari gentong air. Kita masak sup ikan!"
Ikan yang ditangkap kemarin semua nya di taruh di dalam gentong air. Setelah obat bius nya hilang, mereka pun hidup kembali.
Kira juga sudah meluangkan waktu untuk ber eksperimen dengan 'Teknik Busur Ikan'. Sampai saat ini, semua ikan yang dia tangkap kemarin masih hidup.
"Sup ikan!"
Danu dan Doddy langsung menelan air ludah. Namun, mereka berdua tidak bergerak dan malah menoleh ke arah ayah mereka.
Basan menggeleng sambil berkata,
"Kira, kami sudah sarapan. Ikan nya di jual buat bayar utang saja!"
Kira menjawab sambil tersenyum,
"Paman Basan, jangan khawatir. Aku sudah punya cara untuk bayar utang! Kerjaan hari ini cukup berat. Kalau nggak kenyang, mana punya tenaga? Danu, Doddy, cepat pergi tangkap ikan nya!"
Begitu mendengar bahwa pekerjaan nya berat, Basan pun mengangguk. Jika pekerjaan nya berat, makan bubur saja memang tidak akan cukup untuk memberi energi untuk bekerja.
Danu dan Doddy pun segera pergi menangkap dan membunuh ikan nya.
Tidak lama kemudian, serabi dan ikan yang hangat pun selesai dí masak. Wulan membawa seekor ikan dan sebuah serabi ke dapur untuk makan sendiri, sedangkan Kira dan yang lain nya duduk di meja makan, lkan yang di masak pagi ini lebih besar dari yang semalam. Berat setiap ekornya di atas sekilo.
Kira sudah kenyang setelah memakan sebuah serabi dan setengah ekor ikan. Dia pun memberikan sisa nya kepada Danu dan Doddy.
Kedua orang itu sudah makan masing masing seekor ikan yang berat nya sekilo lebih, lalu juga makan tiga serabi besar. Namun, mereka masih sanggup menghabiskan setengah ekor ikan yang disisakan Kira dan bahkan menghabiskan sup nya hingga tak bersisa.
Basan pun memelototi kedua putra nya, lalu tersenyum malu pada Kira.
"Kak Kira, ikan yang kamu masak enak banget! Aku nggak pernah makan ikan seenak ini! Waktu goreng ikan, Ibu juga sayang pakai banyak minyak!"
Doddy menyeka mulutnya sambil berkata,
"Kelak, kalau ada yang berani menindas mu, aku bakal hajar mereka! Selain Ayah dan Kak Danu, nggak ada orang di Dusun Samadi yang bisa mengalahkanku!"
Sejak kecil sampai sekarang, Doddy tidak pernah makan daging sampai begitu puas. Saat ini, dia merasa Kira adalah orang terbaik di dunia.
Danu menendang kaki Doddy, lalu berkata sambil tersenyum,
“Kak Kira, kami nggak sembarangan berkelahi kok. Kelak, kalau kamu butuh kerja yang pakai tenaga, kasih tahu kami saja! Kami pasti bantu! Kalau ada yang menindas mu, nggak perlu takut juga asal nggak salah. Kami pastikan akan membantu kamu."
Kira tersenyum sambil mengangguk.
Penduduk desa memang baik dan jujur. Asal menerima sedikit bantuan orang, mereka pasti langsung membalas kebaikannya.
Basan juga berkata,
"Kalau ada apa-apa, panggil saja mereka. Hari ini mau kerja apa?"
Danu dan Doddy juga menunggu jawaban Kira dengan penuh semangat.
Setelah diberi makan serabi dan ikan goreng, mereka tahu pekerjaan hari ini pasti sangat melelahkan. Namun, mereka tidak takut lelah!
Kira menjawab sambil tersenyum,
"Sama seperti kemarin. Mau gali rumput jenis itu, makin banyak makin bagus,"
Doddy bertanya dengan heran,
"Kak Kira, untuk apa gali rumput jenis itu? Ayah bilang itu nggak bisa dimakan kok?"
Danu juga menatap Kira.
"Diam! Kalau disuruh gali ya gali saja! Untuk apa tanya begitu banyak? Ingat, hal ini nggak boleh sembarangan kasih tahu ke orang lain, ya! Kalau nggak, aku bakal patahkan kaki kalian!" tegur Basan dengan galak.
Semalam, Kira menggali sekeranjang rumput, lalu langsung mendapatkan begitu banyak ikan. Rumput yang tidak bisa dimakan itu pasti berhubungan dengan cara Kira mendapatkan ikan. Orang yang tahu teknik rahasia ini pasti tidak akan hidup susah lagi.
Kira sudah bersedia membiarkan Basan dan kedua putra nya membantu. Ini adalah kepercayaan yang sangat besar terhadap mereka. Jadi, mereka tidak boleh membocorkan rahasia ini.
Saat melihat Basan yang begitu galak, Danu dan Doddy langsung ketakutan. Mereka langsung diam dan tidak berani bersuara lagi.
Selesai makan, mereka berempat pun keluar dengan menjinjing peralatan masing masing. Namun, mereka malah terjebak di depan pintu.
Tony berdiri di depan pintu rumah Kira dengan kedua tangan di masukkan ke dalam saku.
Kira yang melihat nya pun bertanya,
"Ngapain kamu berdiri di sini? Jangan di depan pintu."
Danu dan Doddy langsung melangkah keluar untuk mengepung Tony. Mereka merasa Tony yang pagi pagi datang ke rumah Kak Kira pasti berniat jahat!
Tony langsung terkejut dan buru-buru mundur. Dia berkata,
"A ... aku ingin makan ikan!"
Si Tony ini benar-benar tidak tahu malu. Kira menggeleng, lalu menjawab,
“Kamu datang terlambat, ikan nya sudah habis!"
Tony berkata dengan cemberut,
"Nanti malam masih ada, kan? Asal bisa makan ikan, aku nggak masalah harus ikut bantu gali rumput seharian!"
Saat berkeliaran semalam, Tony menemukan bahwa keluarga Kira dan keluarga Basan sudah makan ikan.
Saat berkeliaran pagi ini, dia menemukan keluarga Kira makan ikan lagi bersama Basan dan kedua putra nya.
Setelah memikirkan keuntungan yang dikatakan Kira kemarin, Tony akhirnya mengerti apa yang sudah dilewatkannya kemarin.