NovelToon NovelToon
Sumpah Badai

Sumpah Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Fantasi
Popularitas:256
Nilai: 5
Nama Author: andre kurnia

11 tahun Yuse dilatih jadi ksatria. Tugas pertamanya membawanya ke Desa Angin yang hancur misterius 5 tahun lalu. Di sana ia bertemu Yamaika, gadis pengendali badai yang menyimpan trauma. Ternyata kehancuran desa itu bukan bencana... tapi pengkhianatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andre kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah tragedi yg merubah cara fikir

Satu bulan berlalu dengan latihan yang menguras peluh.

Setiap pagi Yuse bangun sebelum matahari, mengulang kuda-kuda hingga pahanya bergetar, menahan napas hingga dadanya perih. Keluhan sudah lama hilang. Yang tersisa hanya tekad.

Suatu pagi, Bibi Liana menghampirinya yang baru saja selesai meditasi.

“Yuse, hari ini kita istirahat sejenak. Ayo ikut Bibi jalan-jalan ke pasar di kaki bukit.”

Pasar hari itu ramai dan sesak. Bau rempah, ikan asin, dan asap sate bercampur dengan teriakan pedagang yang menawar dagangan. Manusia hilir mudik seperti arus sungai. Yuse terpukau. Sejak tinggal di padepokan, ia jarang melihat keramaian sebesar ini.

Saking asyiknya melihat-lihat, ia tanpa sadar terpisah dari Bibi Liana. Alih-alih panik, Yuse memilih melanjutkan langkah. _Nanti pasti ketemu di ujung jalan_, pikirnya.

Tiba-tiba langkahnya terhenti.

Di tengah pasar terjadi keributan. Dua pria bertubuh besar sedang menyeret tiga gadis kecil. Anak-anak itu menangis, memberontak, tapi tenaga mereka tak ada apa-apanya. Wajah para pedagang yang melihat hanya menunduk, seolah takut ikut terseret masalah.

Tangis ketakutan itu menusuk dada Yuse.

Tanpa pikir panjang, ia berlari mendekat. Dengan tangan kecilnya, ia menarik salah satu anak agar terlepas dari dekapan orang asing itu.

“Ayah! Tolong!” teriak gadis kecil itu.

Ayah sang anak, seorang lelaki kurus, segera ikut menarik. Tapi tenaga mereka tidak sebanding. Dua pria itu menyeringai, lalu menyeret anak-anak itu lebih cepat menuju arah hutan di ujung pasar.

“Tunggu!” teriak Yuse.

Ia menolak menyerah. Kakinya melangkah, lalu berlari, mengikuti mereka masuk ke dalam hutan yang lebat dan lembap. Suara pasar perlahan hilang, digantikan desir dedaunan dan napasnya sendiri yang memburu.

Saat berhasil menyusul, Yuse melayangkan satu serangan ke punggung salah satu pria.

Tapi pukulannya hanya membuat pria itu tertawa.

“Anak kecil kurang ajar!”

Satu dorongan keras mendarat di dadanya.

Yuse terpental jauh hingga punggungnya menghantam batang pohon besar. Napasnya sesak, penglihatannya gelap sejenak.

Ia jatuh terduduk. Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuh. Untuk pertama kalinya, Yuse merasakan ketakutan yang mencekik. Tangannya gemetar tanpa bisa dikontrol.

_Kenapa aku gemetar? Bukankah aku ingin menjadi ksatria?_ batinnya bingung.

Ia mencoba berdiri, tapi kakinya lemas seperti kapas basah.

“Hahaha! Pulanglah ke ibumu, Nak!” ejek salah satu pria sambil menendang tanah di depan Yuse.

“Ksatria katanya? Kojor duluan, iya.”

Air mata mengalir tanpa bisa ditahan. Yuse menunduk.

Di saat itu ia merasa sangat kecewa pada dirinya sendiri. Impian menjadi ksatria terasa seperti bualan kosong. Saat dibutuhkan, ia tidak berdaya.

Di saat itulah, angin berubah.

Daun-daun di sekitar tiba-tiba berhenti bergerak. Udara menjadi berat.

Bibi Liana muncul dari balik pepohonan. Tidak ada teriakan, tidak ada amarah di wajahnya. Hanya ketenangan yang dingin. Selendang biru tuanya terurai di udara.

Kedua pria itu merasakan bahaya. Aura gelap keluar dari tubuh mereka, pekat dan berbau anyir, seperti sesuatu yang merayap dari dasar jurang. Mereka menyerang bersamaan.

Liana bergerak.

Gerakannya tetap anggun, seperti tarian di puncak bukit waktu itu. Ia menghindar tanpa tergesa, setiap ayunan selendangnya memotong tekanan energi gelap yang dilemparkan padanya. Tanah di sekitarnya retak. Angin berputar.

Lalu ia berhenti.

Selendangnya mengembang, lalu dihentakkan sekali ke depan.

_Wushhhh—CRACK!_

Sebuah gelombang angin agung meluncur, sunyi tapi mematikan. Pohon-pohon di belakang kedua pria itu bergoyang hebat.

Dua tubuh itu terpental, lalu jatuh. Tidak ada suara jeritan panjang. Hanya suara berat tubuh yang menghantam tanah, dan…

Hujan darah.

Tetesan tipis berwarna merah jatuh dari dedaunan di atas, membasahi tanah hutan. Aura gelap yang tadi pekat perlahan menghilang, digantikan hening yang mencekam.

Keadaan kembali tenang.

Liana menyarungkan selendangnya. Ia berjalan pelan mendekati Yuse yang masih terduduk, gemetar.

Ia berjongkok, lalu merangkul Yuse dengan hangat.

“Tidak apa-apa, Yuse... semuanya sudah aman,” ucapnya lembut.

“Ternyata aku lemah, Bibi…” tangis Yuse pecah.

“Aku hanya bicara besar soal ingin menjadi ksatria.”

Liana memeluknya lebih erat.

“Tidak, Yuse. Keberanianmu untuk mengejar penjahat demi menolong sesama itu ciri sejati seorang ksatria. Kau sudah melakukan hal yang sangat berani.”

Mereka mengantarkan anak-anak itu kembali kepada orang tua mereka. Kejadian itu menjadi titik balik.

Hari demi hari, Yuse berlatih dengan kesungguhan luar biasa. Ia tidak pernah mengeluh lagi.

Tahun-tahun berlalu.

Yuse tumbuh menjadi pemuda yang lebih kuat. Gerakannya lebih tenang, napasnya lebih panjang. Ia mulai menguasai dasar-dasar ilmu pedang yang selama ini dipelajari.

Suatu hari, setelah latihan, ia menemui Bibi di dalam ruangan.

“Bibi, aku rasa aku butuh pedang yang lebih sesuai dengan kekuatanku sekarang,” pintanya.

Liana menatapnya tenang.

“Bukankah Bibi sudah memberimu pedang?”

“Tapi pedang ini terasa terlalu ringan untukku sekarang, Bibi,” jawab Yuse.

“Berhenti mengeluh!” sahut Liana dengan nada tegas yang membuat ruangan seketika hening.

Suasana menjadi berat. Yuse menunduk, tidak berani bertanya lagi.

Mengapa Bibi bersikap begitu tegas?

Apakah ini bagian dari ujian kesabaran bagi Yuse, ataukah Bibi sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih besar untuk masa depan untuk yuse.

1
broken home
semoga lebih diperbaiki kosakata dan penempatan katanya
andara
berikan saran kalian terhadap karya ini, pendapat kalian adalah kunci ku untuk terus maju agar lebih berkembang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!