Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh saat itu juga.
Hancur. Pedih. Perih...
Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAKIT
Nurma dan Ana menggedor pintu kamar Mikhaela. Keduanya begitu panik, terutama Nurma saking paniknya tidak ada sahutan dari dalam ia menitihkan air mata.
Beberapa saat yang lalu Ana yang hendak membangunkan Mikha yang ia kira kemungkinan ketiduran hingga hari telah gelap karena sejak kemarin Mikha kurang istirahat. Di tambah masalah hari ini yang sempat bersitegang dengan keluarga Dion membuat Mikhaela mengurung diri di kamarnya.
Baik Nurma dan Ana mengira hal biasa, namun hingga malam Mikhaela tidak keluar juga membuat keduanya menggedor kamar Mikha.
"Demi Tuhan ibu Mikha, buka pintunya", ucap Nurma panik.
"Bagaimana kalau pintunya kita dobrak saja?". Nando dan dua orang satpam terlihat tergesa-gesa.
"Iya lakukan", jawab Nurma memberi tempat pada Nando.
Ana memeluk Nurma. Wajah keduanya nampak panik.
"Semoga ibu baik-baik saja, kasihan ibu, bu Mikha sangat baik pada kita semua", isak Ana mengingat Mikhaela.
Nurma menganggukkan kepalanya. "Iya. Semoga bu Mikha baik-baik saja".
"Brakkk..."
Setelah beberapa kali percobaan, barulah pintu berbahan kayu terbaik itu berhasil di dobrak paksa.
Namun sepertinya terhalang sesuatu di belakangnya.
Nurma dan Ana kaget melihat kondisi kamar dari luar.
"Bu Mikhaelaa..."
Teriak Nurma dan Ana hampir bersamaan, setelah melihat kaki majikannya tergeletak di balik pintu itu.
Nando dan satpam segera mengangkat tubuh Mikhaela ke atas tempat tidur.
"Ambil air hangat", perintah Nurma pada Ana yang segera menurutinya.
"Nando... segera hubungi dokter Sandra, katakan bu Mikha demam tinggi".
Nando menganggukkan kepalanya. "Iya bi", jawabnya bergegas.
Semua panik melihat kondisi Mikhaela tak sadarkan diri dan begitu lemah. Wajahnya pun pucat pasi.
Dengan telaten Nurma mengompres kening Mikhaela. "Ibu, bangun bu", ucapnya pelan dengan raut wajah sedih.
Nurma bisa merasakan perasaan Mikha, kehilangan suami kemudian datang wanita asing yang mengaku sebagai istri dari suaminya. Sungguh beban yang begitu berat.
Para pekerja di rumah itupun tidak percaya pengakuan wanita bernama Ira, karena yang mereka tahu majikan mereka sangat harmonis dan saling mencintai.
Yang mereka lihat sehari-hari, Dion selalu pulang kerumah tepat waktu, pun kala weekend ia selalu bersama istrinya quality time.
Namun memang benar minimal satu bulan sekali Dion pasti ada jadwal keluar kota, melakukan perjalanan bisnis. Tapi tidak lama, biasanya hanya kisaran dua-tiga hari saja.
Mendengar berita mengejutkan tentang kepergian Dion membuat para pekerja di rumah sangat sedih. Begitu pun setelah mengetahui keluarga Dion mengintimidasi Mikha, membuat semua lebih waspada menjaga Mikhaela.
Mereka tahu, Mikhaela tidak ada siapa-siapa lagi di dunia ini selain keluarga jauh. Selama ini yang mereka lihat Mikha selalu bersama Dion, hidup bahagia. Dan Dion sangat mencintai dan menyayangi istrinya tersebut.
Majikan mereka tidak pernah terdengar ribut.
Bahkan kata-kata Dion pada Nando ketika mengantar ke bandara kemarin masih berkelebat di pikiran supir pribadinya itu. Dion memintanya mengantar istrinya kemanapun jangan biarkan Mikha menyetir mobil sendirian karena ia tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan pada istrinya.
*
Dengan langkah tergesa-gesa Sandra menuju kamar Mikha. Wajahnya nampak serius ketika melihat kondisi teman baiknya tersebut.
Nurma dan Ana berdiri di samping tempat tidur, kalau-kalau ada yang di butuhkan untuk membantu dokter Sandra.
"Demamnya sangat tinggi sekali", gumam Sandra sambil memeriksa kondisi Mikha.
Raut wajah Sandra nampak begitu serius. Keningnya berkerut. Berulang memeriksa Mikha dengan teliti.
"Oh my god, Mikhaela–"
"Kenapa San, ada apa dengan Mikha?". Rania yang baru saja datang langsung menuju kamar Mikhaela tertegun melihat kondisi temannya tersebut. Rania melihat perubahan wajah Sandra.
"Aku akan menghubungi rumah sakit meminta ambulance datang. Mikha harus di opname. Ia tidak baik-baik saja", ujar Sandra. Namun wajahnya terlihat ragu-ragu, Rania menyadarinya.
"Ada apa San? Apa yang terjadi sebenarnya pada Mikha?", tanya Rania mendekati temannya itu. Ia tahu Sandra menyembunyikan sesuatu.
Tatapan Sandra beralih pada wajah pucat Mikhaela, kemudian beralih menatap perut Mikha. Rania mengerti maksud Sandra seakan-akan menjawab pertanyaan Rania. Sandra menganggukkan kepalanya.
Spontan Rania menutup mulutnya dengan tangan. "Oh my god... Mikhaela. Mikha hamil?", tanya Rania tak percaya. Ia menggenggam tangan Mikha yang masih belum sadar juga.
"Baru dugaan awal saja. Mikha sangat lemah. Ambulance sedang menuju kemari. Tolong kalian bersiap, salah satu dari kalian ikut ke rumah sakit", ujar Sandra melihat Nurma dan Ana.
"Saya yang menjaga ibu, mbak", jawab Nurma segera keluar kamar. Sementara Ana menyiapkan pakaian Mikha.
"Bagaimana kondisi janinnya?", tanya Rania.
"Sangat lemah. Aku sudah menghubungi temanku dokter kandungan. Ia masih ada di rumah sakit", ujar Sandra menatap sedih teman baiknya yang masih tergolek lemah di atas tempat tidur. "Ahh... Mikhaela, kamu harus kuat menjalani semua ini. Aku harap Mikha baik-baik saja".
"Kehamilan ini sangat ia nanti-nantikan sejak lama", ujar Rania mengusap lembut lengan temannya itu.
...***...
To be continue
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂