Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6
Semua orang terkejut dengan helikopter yang mendarat di lapangan Villa milik Vera, mang Hasan dan mang Tubi pun segera memastikan kenapa ada helikopter mendarat disana
"Permisi apa ini kediaman Queen Vera?" tanya Pilot itu saat turun dari helikopter. Mang Hasan dan Mang tubi pun saling tatap saat mendengar nama majikan kecilnya itu
"Iya bener, tapi anda siapa kenapa membawa helikopter ini kesini?" tanya mang Hasan. pilot itu ingin menjawab mereka dikejutkan oleh suara Vera
"Oh om pilot sudah datang? ayo kita tidak memiliki waktu lagi, Oya mang Hasan ikut Vera ya" ucap Vera memotong ucapan semuanya
"Nanti Vera jelaskan ke semua nya, sekarang kita harus pergi dulu ke desa sebelah karena ada teman Vera yang butuh bantuan Vera" ucap Vera. Mang Hasan dan Mang Tubi pun mengangguk
Vera mang Hasan dan pilot itu sudah kembali masuk ke dalam helikopter tersebut, Vera pun menunjukkan lokasi yang akan dia datangin. pilot itu mengangguk
Mang Hasan melihat pilot tersebut seperti tak biasa, dia melihat pilot itu diam dan datar. sedangkan Vera hanya menikmati suasana awan yang ke orenan itu
"Jangan kaget mang dia pilot yang akan berkerja dengan kita, dia juga sekaligus tangan kanan Vera sama seperti mamang dan mang Tubi" ucap Vera
"Perkenalkan saja Jack Wilshere"ucap pilot Jack. dia adalah pilot sekaligus robot otomatis yang di beli oleh sistem
"TUAN RUMAH HARUS CEPAT"
"Om Jack tolong lebih cepat lagi" ucap Vera
"Baik Queen" jawab Jack
Sekitar lima menit mereka pun mendarat, Vera dan mang Hasan melihat desa sebelah cukup parah. jalan hancur dan banyak rumah-rumah yang cukup buruk
"Seperti nya aku bukan mendapatkan misi membantu keluarga itu saja? aku yakin, pasti disuruh bantu desa ini juga? tapi kemana para aparat desa, melihat warga nya diam saja seperti itu" gumam Vera
"TUAN RUMAH HEBAT... MISI SELANJUTNYA TUAN RUMAH DITUGASKAN MEMBANTU SELURUH WARGA DESA INI"
"Apa aku bilang kan, dasar sistem kurang ajar... aku baru keluar dari rumah sakit bales dendam Keluarga pemilik tubuh ini juga belum" gumam hati Vera
"JANGAN MENGRUTU TUAN RUMAH, SISTEM HANYA MEMBERIKAN INFORMASI TUAN RUMAH SAJA... OYA TUAN RUMAH SEPERTI NYA BESOK ANDA KEDATANGAN TAMU DARI PEMILIK TUBUH INI"
Vera mengerutkan alisnya, dia merasa curiga dengan kedatangan tamu Vera, dia pun tanpa menjawab ucapan sistem langsung keluar dari helikopter
Banyak warga terkejut melihat helikopter turun di lapangan desa mereka, anak-anak kecil pun pada mendekati helikopter tersebut. Mereka melihat satu gadis kecil dan dua pria satu terlihat orang luar negeri dan satu orang lokal
RT yang berada disana pun mendekati Vera dan rombongannya, mereka disambut baik oleh RT tersebut
"Saya ingin kerumah Keluarga pak Handoko" ucap Vera. pak RT pun mengangguk dan mengarahkan Vera kerumah pak Handoko
Vera melihat lebih nyata, tanah yang licin karena terkena hujan. dia melihat warga desa dengan nyeri
"Kenapa desa ini begitu terbengkalai? apa pak kepala desa tidak menangani desa ini?" tanya Vera. pak RT itu hanya bisa meringis mendengar pertanyaan tersebut
"Kepala desa kami tidak pernah melihat kampung ini, dia selalu membela kampung yang di huni oleh para keluarga nya dan keluarga istri nya" ucap lirih pak RT
Mang Hasan melihat pak RT itu dengan tersenyum miring, seperti pak RT ini begitu takut dengan kepala desa
Sedangkan Keluarga pak Handoko sedang menangis, mereka ingin membawa Pak Handoko ke rumah sakit. tapi mereka bingung karena tidak memiliki uang dan kendaraan yang akan membawa Pak Handoko ke rumah sakit
"Hiks... hiks... ya Allah pak kita harus apa? Jangan tinggalkan kami pak" histeris istri pak Handoko. Vera yang mendengar itu pun berlari, banyak warga kampung yang mengerumuni rumah Pak Handoko. bukan mereka tidak ingin membawa atau membantu Pak Handoko ke rumah sakit tapi mereka juga bingung karena tidak ada kendaraan yang mereka miliki di kampung tersebut
"Minggir... mang bawah pak Handoko ke rumah sakit, urusan kampung ini biarkan Jadi urusan Vera" ucap tegas Vera. Mang Hasan dan Jack pun segera mengangkat tubuh Pak Handoko, dibantu oleh beberapa warga tersebut Mereka pun langsung membawa Pak Handoko ke helikopter milik Vera
Sedangkan Vera akan berada di kampung itu, iya juga sudah meminta jack untuk menyusulnya nanti
"Astaga sistem... harusnya yang membangun desa ini tuh pemerintah bukan aku? kalau begini sama saja aku masuk dunia politik" gumam Vera
"TUAN RUMAH BELUM BISA MASUK DUNIA POLITIK... KARENA TUAN RUMAH MASIH KECIL"
"Dah tau aku masih kecil kamu nyuruh aku buat ngurusin kampung orang, emang sistem gila
TBC
Jangan lupa ya tinggal like komen kalian
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor