NovelToon NovelToon
The Royal Bloodline

The Royal Bloodline

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:79.6k
Nilai: 5
Nama Author: tompealla kriweall

Dia lahir bukan pada tempatnya, karena harus bertukar peran dengan putri Iblis akibat perjanjian sang Ratu dengan dukun.

"Kali ini kamu harus melahirkan seorang Putri. Sudah enam kali kamu selalu melahirkan seorang Putra. Padahal kamu tahu sendiri, jika seorang Putri adalah kebanggaan tersendiri buat Raja di daerah kita ini."

"Apa kamu tidak malu, jika tidak bisa melahirkan seorang Putri seperti permaisuri dari kerajaan tetangga. Aku sungguh sangat malu! atau kamu mau aku ceraikan, kemudian aku menikah dengan wanita lain yang bisa memberiku seorang Putri nantinya?"

Sang raja begitu marah dan mengancamnya. Tentu itu membuat sang permaisuri menjadi takut, apalagi sang Raja juga mengancamnya dengan perceraian.

Apa saja yang dilakukan Putri Iblis untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkannya?
Lalu, bagaimana nasib dari pangeran terakhir yang harus menjadi budak ke kerajaan Iblis?

Nasib memang sudah tergaris, tapi adakalanya seseorang bisa merubahnya dengan kekuatannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahan Mantra

Wiliam gagal pada saat tes siswa sekolah sihir pemula, sehingga pada saat pembagian kelas dia ditempatkan pada kelas pemula rendah. Tapi nyatanya bukan terendah karena kepala sekolah melihat aura sihir yang kuat pada diri William.

Pada saat Tes Potensi Sihir, William tidak bisa menunjukkan kemampuannya dalam memanfaatkan energi sihir yang melibatkan elemen-elemen dasar sihir, baik itu dari api, air, udara, dan tanah.

Tes sihir di awal, ditugaskan untuk menciptakan mantra pelindung, Wiliam tidak bisa mengontrol kekuatan sihirnya dan mantra yang dia ciptakan tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan pelindungnya tidak efektif dan menyebabkan kekacauan di sekitar ruangan.

William mengacungkan tangannya, karena sekolah sihir di sini tidak memerlukan perantara tongkat untuk menciptakan sihir.

"Hoistrogen!"

Pyaar...

"Huuuuu..."

Beberapa siswa yang mengikut tes mengolok-ngolok kegagalan William.

Di saat Tes Kecerdasan Sihir, William bahkan kedapatan salah dalam meramu mantra sihir pemula, sehingga dia terpental dan jatuh ke dalam lubang besar yang ada pada lukisan dinding sekolah.

"Alexkrom!"

Wusss

Brukkk

Krakkkk

Di saat diberikan tugas untuk membuat bola api, Wiliam tidak membuat mantra dan meracik ramuan yang diperlukan untuk memanggil elemen api. Tapi justru membuat bola api dengan hasil kekuatan sihir yang tidak terkendali, menyebabkan bola api menjadi sangat besar dan mengakibatkan kekacauan di sekitar ruangan. Bahkan dia terpental ke lobang lukisan.

Alhasil, lukisan itu robek dan semua yang hadir saat itu hanya bisa melongo. Melihat bagaimana Willian yang harus bersusah payah keluar dari lukisan dinding.

Tapi pada saat tes Keterampilan Sihir, yang bertujuan untuk mengukur kemampuan praktis siswa dalam menggunakan sihir, seperti membuat ramuan, menghasilkan mantra, dan melakukan sihir pertahanan, Willian ada kemampuan.

Dia berhasil memperbaiki lukisan dinding yang rusak karena kesalahannya sendiri. Apalagi di saat waktunya Tes Kepribadian, yang bertujuan untuk mengukur karakteristik pribadi siswa, seperti kemauan belajar, keberanian, dan kejujuran. Tes ini membuat kepala sekolah dan beberapa guru yang mengamati memberikan keputusan yang berbeda, tergantung dari sisi pandang mereka.

"Dia bisa mengendalikan diri dan mampu mengatasi permasalahan dengan kesabaran dan kekuatan alamiahnya."

"Tapi dia dari ras manusia. Itu wajar, dan itu memang harus mereka miliki."

"Tapi dia juga ras terbodoh!"

"Sebaiknya kita lihat tes selanjutnya, jika dia mampu, maka dia tidak perlu ada di kelas paling awal, alias 0 kecil. Tapi pemula yang sudah memiliki kemampuan, yaitu 0 besar."

Akhirnya guru dan kepala sekolah memberikan kesempatan Willian untuk menunjukkan kemampuannya pada tes terakhir yang merupakan Tes Praktik.

Tes ini dilakukan pada Wiliam, untuk menentukan kelas yang akan dia masuki. Padahal biasanya tes ini dilakukan di akhir tahun ajaran untuk menguji kemampuan siswa dalam menggunakan sihir untuk menyelesaikan misi atau tantangan tertentu.

"Bukankah tes ini untuk siswa yang sudah pernah belajar di kelas sihir?" tanya Sandy, yang tidak setuju dengan usulan kepala sekolah.

"Tidak apa. Aku melihat kemampuan dan auranya berbeda dari ras manusia biasa."

Caiporo, Crab dan Sandy saling pandang, saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Plangton.

Wiliam telah mempelajari banyak tentang sihir dan memahami konsep dasar yang diperlukan untuk melakukan tes dari Jonathan, yang mengajarinya secara langsung bersama dengan Anthoni. Tetapi saat dia mencoba melakukan sihir, kekuatan sihir yang terpancar dari dirinya menjadi tidak terkendali. Dia tidak bisa mengontrol tenaganya dengan baik, sehingga mantra dan ramuan yang dia buat menjadi tidak sesuai dengan harapan.

"Vindictus Tikuysss" - mantra sihir untuk menghentikan lawan dengan pergerakan, justru tidak bisa diucapkan dengan oleh William, yang belum memiliki kendali yang baik atas kekuatan sihirnya.

Dia kesulitan mengontrol mantra yang diucapkannya, sehingga salah mengucapkan "Vindictus Tikuysss" menjadi "Vindex Tingkirss" menghasilkan efek yang tidak diinginkan pada targetnya, bahkan pada dirinya sendiri.

Kepala Sekolah Sihir membuat keputusan untuk menempatkan William di kelas pemula, tapi ada di bagian 0 besar, tanpa harus ke kelas 0 kecil lebih dahulu.

"Baiklah, kita sudah melihat hasil tes sihir dari semua siswa pemula. Saya ingin membahas Willian sebentar. Dia gagal dalam tes sihir dan seharusnya ditempatkan di kelas pemula rendah, tapi saya melihat aura sihir yang kuat pada dirinya."

"Jadi, apa pendapat kalian tentang ini?"

Kepala sekolah sihir mencoba untuk membicarakan hal ini pada guru-guru yang lainnya.

"Saya setuju dengan Anda, Kepala Sekolah. Saya telah melihat Willian berlatih sihir dan saya bisa merasakan kekuatan sihir yang kuat pada dirinya. Saya yakin dia memiliki potensi besar untuk menjadi seorang penyihir yang hebat." Crab menyetujui apa yang diungkapkan oleh Plangtoon di awal tadi.

"Saya juga setuju. Saya pikir kita harus memberi Willian kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sihirnya dalam kelas yang lebih tinggi. Kita bisa menempatkannya di kelas pemula tinggi dan memberinya bantuan dan dukungan yang dia butuhkan untuk berkembang lebih jauh."

Crab juga mengungkapkan pemikiran yang positif, setelah melihat kemampuan william dan kesalahan-kesalahan yang dilakukannya.

Kepala Sekolah Sihir mengangguk. "Baiklah, itu adalah ide yang bagus. Saya pikir kita bisa melihat bagaimana dia berkinerja di kelas pemula tinggi dan memberinya bimbingan yang diperlukan untuk membantunya mengontrol kekuatan sihirnya dengan lebih baik." Akhirnya keputusan sudah dibuat.

Tapi apa yang mereka bicarakan tadi, mengenai keputusan kepala sekolah soal William, ternyata dia tidak setuju.

"Saya tidak setuju dengan Kepala Sekolah. Jangan menganak emas siswa, dengan dukungan dan bimbingan yang cukup menonjol, apalagi dari ras rendah seperti manusia, agar Willian bisa mencapai potensi terbaiknya dalam kemampuan sihirnya. Karena itu bisa menjadi kesenjangan untuk siswa yang lain."

Sandy memberikan peringatan pada kepala sekolah dan guru-guru yang lainnya.

Kepala Sekolah Sihir mengerutkan keningnya, mendengar perkataan dan penilaian Sandy.

"Tapi itu sudah menjadi keputusan. Saya akan memberitahu Willian tentang penempatannya di kelas pemula tinggi dan memastikan bahwa dia mendapat dukungan yang diperlukan untuk berkembang lebih jauh. Terima kasih, semua, untuk masukan dan saran yang sangat berharga."

Rahang Sandy tampak mengeras menahan amarahnya, karena keputusan yang sudah dibuat oleh kepala sekolah.

"Aku akan memberikanmu perhatian lebih dan menunjukkan pada mereka, bahwa kamu tidak mampu." Sandy mengucapkan tekadnya.

Berbeda dengan Willian, dia sangat senang saat mendengar keputusan yang sudah dibuat oleh kepala sekolah dalam penempatan kelasnya.

"Kamu masuk kelas pemula di 0 besar. Guru Crab akan membawamu ke sana."

"Terima kasih, Sir Plangtoon. Saya akan bekerja keras untuk mendalami sihir yang diajarkan."

Plangtoon menganggukkan kepalanya, tersenyum mendengar perkataan William yang penuh semangat.

"Tapi, di manakah saudaraku yang tadi? Anthoni?" William menanyakan Anthoni, yang tidak dilihatnya lagi.

"Emhhh... dia ada di kelas sihir 3. Dia sudah lebih fasih dan mampu mengerjakan semua teks yang harus dia kerjakan. Jadi, kamu tidak bisa satu kelas bersamanya."

William tertunduk. Dia merasa kecewa dengan kemampuan yang sendiri. 'Tidak apa-apa. Aku pasti bisa mengejar kemampuan Anthoni suatu hari nanti.' Batin William menyemangati dirinya sendiri.

1
Tanata✨
aku bayanginnya kayak spons dan gurita
TK: iya, mungkin
total 1 replies
Tanata✨
berhubung ada hitam dan putih, aura yang bewarna merah masuk gk? 🤣
TK: eh, emhhh bentar
total 1 replies
Tanata✨
Setidaknya masih diterima apa adanya🥲
Tanata✨
Agak malang sih nasib nya
Rianoir⏳⃟⃝㉉
tak kasih ☕ sebagai ucapan selamat telah menang😁😁😁
TK: asyeeekkk 👏👏
matur suwun 🙏😀
total 1 replies
Tanata✨
Bau-bau epic come back!!
Tanata✨
Sangat sensitif sekali
Tanata✨
Benar-benar definisi iblis sesungguhnya
Elisabeth Ratna Susanti
mampir 👍
Firenia
selama anda bukan MC maka itu tidak akan pernah terwujud 😁
TK: hahaha...
ketawa jahat
total 1 replies
Firenia
belum juga ambil tindakan apa-apa
TK: ehh, iya nih
total 1 replies
anggita
👌 ok..
TK: matur suwun 🙏
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
sip 👍
Dr. Rin
nama2nya keren 😆
TK: wkwkwk 😂😂✌️
coba cek nama kerajaan dan rajanya 😂😂
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Firenia
pantas aja kelakukannya seperti iblis
TK: ehh 😁😁🙏
total 1 replies
Firenia
agak serem ya putrinya
TK: iya emang
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
wah, segala macam cinta 😍
TK: hehehe 😁
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
😍😍😍😍😍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!