NovelToon NovelToon
Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:206.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Danie A

dihianati suami dan adiknya, dan menjadi tameng bagi kebebrokan perilaku kedua orang terdekatnya. Afifah memutuskan untuk bercerai.

dah, gitu aja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6 - Pasangan bebal

Bab 6

"Afifah, aku pulang dulu!" pamit Yuyun sembari melambaikan tangan pada Afifah.

"Hati-hati, Yun!" Satu persatu teman Afifah di pabrik pun lekas berhamburan keluar dari pabrik dan pulang ke rumah masing-masing.

Namun, berbeda dengan Afifah. Wanita itu justru enggan pulang ke rumah, meskipun tubuhnya sudah lelah setelah seharian bekerja. Rumah yang menjadi tempat dirinya pulang saat ini sudah berubah. Ia bahkan tak ingin lagi menyebutnya sebagai rumah, melainkan hanyalah neraka yang siap menyiksa dirinya.

Afifah duduk di bangku depan pabrik sembari menatap langit senja. Sebentar lagi hari berubah gelap, tapi rasanya berat sekali melangkahkan kaki untuk kembali pulang ke rumah sang suami.

"Rasanya aku tidak ingin pulang," gumam Afifah dengan wajah lelah.

Wanita itu merogoh kantong dan mengeluarkan ponsel di dalamnya. Tak ada satu pun pesan atau pun panggilan dari sang suami yang menanyakan keberadaan dirinya.

Arga benar-benar berubah hanya dalam satu malam. Pria itu mendadak menjadi orang asing hanya dalam hitungan jam.

"Mas Arga pasti lebih suka menghabiskan waktu bersama dengan adiknya yang juga tidak waras itu," gerutu Afifah.

Ingin sekali wanita itu pergi dan mengadu. "Apa lebih baik aku pulang kampung saja?" gumam Afifah benar-benar ingin meninggalkan Arga.

Lebih baik ia pulang ke rumah orang tuanya, kan? Untuk apa juga ia bertahan di sini bersama dengan suaminya yang sudah tidak mencintainya.

Namun, meskipun mulutnya berkata demikian, tapi hati nurani Afifah berkata lain. Jika ia melihat seseorang yang menyimpang, sudah seharusnya Afifah mengingatkan, bukannya membiarkan.

"Tapi mana mungkin aku membiarkan begitu saja hubungan terlarang suamiku dengan adiknya? Aku juga ikut berdosa nantinya jika aku hanya diam saja dan menutup mata, kan?"

Afifah terus mengoceh seorang diri dan mencoba mengumpulkan niat untuk kembali pulang ke rumah sang suami dan menyadarkan Arga serta Putri. Perlahan, wanita itu mulai bangkit dari bangku dan membulatkan tekad untuk pulang ke rumah.

"Ayo, Afifah! Kamu pasti bisa!" ujar Afifah menguatkan dirinya sendiri untuk bertahan dalam menghadapi pasangan laknat itu. Afifah harus tetap berusaha untuk menyadarkan Arga dan membawa suaminya yang tersesat, kembali ke jalan yang lurus.

Cklek! Afifah membuka pintu rumah dan mendapati Arga dan Putri kembali bermesraan di depan matanya. Kali ini Afifah tidak akan diam saja. Wanita itu harus menegur yang salah, bukan membiarkan mereka bertingkah seenaknya.

"Putri, apa kamu pantas memeluk suami orang di depan istri sahnya seperti ini?" sindir Afifah pada Putri yang menempel pada pelukan Arga tanpa rasa malu maupun sungkan di depan Afifah.

Putri melirik ke arah Afifah dan sengaja mengabaikan ocehan dari kakak iparnya itu. "Kamu ini kenapa? Baru pulang, sudah ingin membuat keributan lagi?" omel Arga.

"Siapa yang menjadi sumber keributan di rumah ini? Mas dan Putri, kan? Jika Mas memang sudah bosan padaku, kenapa tidak cari wanita lain saja? Kenapa harus adik Mas sendiri? Apa Mas tidak mampu mencari wanita lain?" pekik Afifah.

Keributan pun tak terelakkan lagi. Afifah juga tidak ingin membiarkannya berlarut-larut. Siapa tahu Arga bisa berubah pikiran hanya dengan satu-dua kalimat dari Afifah yang berusaha mengingatkan.

"Kamu jangan kurang ajar sama suami!" sentak Arga mulai membentak-bentak Afifah.

"Mas yang sudah keterlaluan! Mas tidak ingat dosa? Mas tidak ingat kedua orang tua Mas?" cetus Afifah.

"Dosa? Dosa apa? Aku mencintai Putri. Apa jatuh cinta itu termasuk dosa?" Arga terus saja berkilah dan menolak semua pendapat Afifah.

Menurutnya, hubungannya dan Putri sah-sah saja. Hubungan atas dasar cinta seperti pasangan pada umumnya. Pria itu tak sadar dan tak mau mengakui kalau hal yang ia lakukan saat ini adalah sebuah kesalahan.

"Mas, jujur saja! Kamu tahu hubungan kamu dan Putri tidak akan bisa diterima, kan? Kenapa kamu masih saja membohongi diri kamu sendiri? Kamu tahu kalau hubungan ini salah, tapi kenapa kamu tidak mau berubah dan memperbaiki?"

"Berubah? Kenapa aku yang harus berubah? Kenapa bukan orang-orang saja yang mengubah cara pandang? Aku hanya mengikuti kata hatiku!" tegas Arga.

"Sudahlah, Mbak! Untuk apa Mbak berbicara panjang lebar seperti ini hanya untuk merebut Mas Arga? Sejak awal Mas Arga memanglah milikku, bukan milik kamu!" sahut Putri.

"Diam kamu, Putri!" sentak Afifah.

"Kamu yang diam, Afifah!" hardik Arga tak terima Afifah meninggikan suara di depan Putri. "Tidak bisakah kamu bersikap baik pada Putri?"

Afifah mengepalkan tangan kuat-kuat. Apa pun yang dikatakan oleh Afifah, nampaknya tidak akan berpengaruh apa pun terhadap suaminya yang sudah telanjur buta.

"Jangan lagi membentak-bentak Putri di depanku! Kamu harus belajar menerima Putri!" titah Arga.

Putri melirik Afifah sembari melempar senyum penuh kemenangan. Putri mengeratkan pelukannya pada Arga untuk menunjukkan kalau dirinyalah yang berhasil memenangkan Arga.

****

Keesokan harinya, Afifah kembali menjalani hari yang berat saat keluar kamar. Suasana rumahnya menjadi makin dingin dan membuatnya tidak nyaman.

Begitu keluar kamar, Afifah tak sengaja berpapasan dengan Putri. Wanita itu menatap Afifah dengan wajah sinis diiringi senyum mengejek.

"Mbak!" panggil Putri pada Afifah.

Afifah terus saja berjalan tanpa ingin menggubris Putri. Namun, Putri tetap melanjutkan ocehannya meskipun Afifah sengaja mengabaikan dirinya.

"Aku sebenarnya tidak ingin Mbak ada di sini. Mbak juga tidak ingin melihatku setiap hari, kan?"

Afifah menghentikan langkahnya, kemudian menoleh ke arah Putri. "Apa yang ingin kamu katakan? Kamu ingin aku pergi dari sini? Tentu dengan senang hati!" sahut Afifah. "Tapi setelah aku menyadarkan kalian dari hubungan terlarang ini. Setelah itu, baru aku akan pergi!"

"Bisakah Mbak berhenti mengusik hubunganku dan Mas Arga? Sejak awal, Mbak yang sudah mengganggu hubungan kami! Kenapa sekarang Mbak berlagak seperti istri yang tersakiti oleh pelakor?" sungut Putri.

"Kenapa? Kamu tidak suka disebut pelakor?"

"Mbak yang pelakor di sini! Mbak yang sudah merebut Mas Arga, sekarang Mbak masih ingin berusaha memisahkan kami? Apa Mbak tidak bisa mencari laki-laki lain di luar sana?" omel Putri.

"hahaha, bukankah kalian menjadikan ku tameng untuk menutupi kebejatan kalian? kenapa sekarang malah menyuruh ku mencari lelaki lain? apa kamu waras?" Afifah tertawa lagi, "aahh, tentu saja tidak. Jika waras kau tidak akan bersama kakak kandungmu sendiri."

"mbak! Jaga mulutmu ya!?" pekik Putri tak terima.

Afifah menghela napas dan mencoba bersabar saat berbicara dengan orang bebal yang tidak mau dinasehati. "Sekarang Mbak tanya sama kamu, kamu nggak jijik apa pelukan sama kakak kandung kamu sendiri? Kamu nggak jijik tidur satu ranjang sama kakak kamu sendiri? Yang seharusnya cari pria lain di sini itu kamu, bukan aku!" tegas Afifah.

"Kenapa aku harus jijik? Aku meluk pria yang aku cinta!"

Selalu saja cinta yang mereka banggakan. "Cinta juga bisa salah, Putri! Kamu harus pintar-pintar mengendalikan hati kamu. Sekarang Mas Arga sudah sulit untuk diberitahu. Aku harap kamu bisa mempertimbangkan lagi sebelum melanjutkan hubungan tidak sehat ini. Sepintar-pintarnya bangkai ditutup-tutupi, pasti akan tercium juga! Sebelum kamu ketahuan oleh dunia luar, lebih baik kamu akhiri sekarang!" tandas Afifah.

****

1
yuyunn 2706
heran ada org sebucin afifah
yuyunn 2706
Afifah ngemis cinta banget
meelove
keren polll
Tri Nindiyah
akhir jaman manusia sdh banyak yg kelakuannya kayak binatang.ayah menggauli anak kandungnya jg sdh sering terjadi beritanya.manusia sdh banyak yg tdk punya akhlak
Rita Tanti
Luar biasa
" sarmila"
kode kode afifah kode dri author buat kamu🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
" sarmila"
memang sih klu d barengi sana npsu syetan mh bro2 d dunia halu.d berta juga begitu
" sarmila"
waduuuhhh bru kali ini baca ada cerita afik sama kka berhubungn.💪💪💪💪
Erlinda
bertele tele sekali pengadilan agama udah jelas jelas banyak bukti setau aq klo bukti bukti udah ada dan saksi juga sudah ada itu sudah bisa diputuskan apalagi klo sipenuntut ga mau mediasi..
Erlinda
kok Afifah bersikap aneh dan ga profesional dlm bekerja. ngapain dia menghindar dan menolak suruhan atasan nya klo bukan ada perasaan dihati Afifah .
Erlinda
kenapa warga ga merekam perbuatan mereka dan memviralkan lewat sosial media biar tau rasa mereka..
Erlinda
ternyata buk Siti jahat juga rela menjadikan Afifah tameng untuk menutup aib keluarga nya. dan si Afifah yg super goblok seperti nya berat juga melepas suami anjiiing nya itu .maaf Thor biasa nya anjingkan sifat nya seperti itu ga anak ga adik atau pun induknya pasti dipanjat nya. inilah kelakuan Agra yg seperti anjiiing
Ran Aulia
👍👍👍👍👍👍
terimakasih author
Triyatmi
kalo sudah tiada...baru terasa...🎵🎵
bahwa kehadirannya sungguh berharga.,. wkwkkkk
Hartaty
mau rujuk biar keuangan terbantu ihhh laki apaan tuh
Hartaty
Afifah kumpulin bukti aja abis itu cerai
Hartaty
kirain adik tiri omg
Hartaty
tinggalin
Vivi Bidadari
Affifah knapa kamu bodoh banget sih sama 2 org pengkhianat lepaskan sajalah mau"nya kamu bertahan
Ika Surya Ningsih
aku koq gedek y sm afifah.. sebenarnya dia tu bodoh apa kenapa y. klw jdi aku tak tinggl pigi.. gak usah sok mau ngerubah sifat suami sm adiknya klw kmu aja bodoh afifah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!