NovelToon NovelToon
Kesepian

Kesepian

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:70k
Nilai: 5
Nama Author: A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿

"Qay,, kenapa kamu melakukan ini semua padaku,, apa kamu telah melupakan kenangan indah kita selama ini?"

"Lalu,, apakah kamu tidak berfikir,,, apa yang membuatku seperti ini? bukankah setiap perubahan selalu ada sebabnya?"

Djani dan Qaynaya adalah sepasang kekasih yang telah berpacaran selama 5 tahun, karena kesibukan masing-masing, sepertinya mereka mulai bersikap cuek terhadap pasangan mereka sendiri.

Saat hubungan mereka kembali membaik, masalah baru muncul lagi karena Qaynaya dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan Doni, yang merupakan sahabat Djani.

Setelah pernikahan Doni dan Qaynaya, apa yang akan dilakukan oleh Djani? apakah dia akan merebut Qaynaya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbakarnya Hati Pelakor

"Aku akan tidur disini" ucap Djani dan terus membelai lembut rambut Qaynaya, saat ini kekasihnya itu sudah tenang dan berhenti menangis.

"Tidak!" jawab Qaynaya lalu mencoba melepaskan diri dari pelukan Djani, tetapi kekasihnya itu tidak membiarkannya.

Djani begitu berdebar kencang, ini pertama kali dia mencium dan memeluk kekasihnya, selama ini dia tidak berani melakukannya karena Qaynaya selalu menolak, tadi dia terpaksa melakukannya untuk membungkam mulut kekasihnya.

"Sayang, aku tidak sengaja mendorongnya, kakinya terkilir karena diriku, dia tinggal sebatang kara di kota ini karena seluruh keluarganya ada di kampung, aku hanya merasa bersalah, aku tidak berniat apapun"

"Kenapa harus dibawa ke apartemen mu?"

"Lalu kemana? kerumahnya? apa kamu tidak akan marah juga kalau mengetahuinya?"

"Kalau tau aku akan marah, kenapa kamu melakukannya?"

"Aku tidak punya pilihan lain, lagipula dari awal aku membawanya aku sudah berniat menyewa seorang perawat untuknya, jadi di dalam apartemen itu tidak hanya kami berdua" ujar Djani menjelaskan.

Sebenarnya Djani sengaja menyewa perawat pria dan berbohong pada Reina mengatakan bahwa tidak ada perawat wanita, karena Djani tau betul kalau Reina tidak akan masalah dengan hal itu, lagipula supaya mengurangi pandangan buruk orang sekitar, karena Djani mempunyai alasan kuat kenapa membawa Reina ke apartemennya, dia mencoba mencari saksi supaya tidak disalah pahami orang lain terutama oleh Qaynaya.

"Biarkan aku tidur disini, dan tinggal disini selama wanita itu ada di apartemen ku"

Qaynaya masih tetap tidak mengizinkan dan menggelengkan kepalanya, lalu terus berusaha supaya bisa lepas dari pelukan Djani.

"Apa kamu tau betapa kesepian nya diriku? aku berjanji tidak akan melakukan apapun diluar batas" ucap Djani.

"Dasar pembohong, baru saja kamu mencuri ciuman pertama ku!"

Djani tersenyum mendengarnya dan semakin mempererat pelukannya, sungguh tidak bisa tergambarkan rasa bahagianya, dia akhirnya bisa melakukan keinginannya dari dahulu walaupun harus dengan sedikit memaksa.

"Aku mau beristirahat, kepalaku sangat pusing, nanti malam aku harus menghadiri acara resepsi pernikahan Rani" ucap Qaynaya.

"Aku ikut, aku akan menemanimu, lalu kita kembali pulang kesini"

Djani sudah menyelesaikan pekerjaannya sebelum tadi menjemput Qaynaya dari tempat Rani, Djani melepaskan pelukannya dan ingin memandang wajah Qaynaya, tetapi sepertinya kekasihnya itu masih malu karena ciuman mereka tadi dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, Djani gemas melihatnya lalu mengacak-ngacak rambut Qaynaya.

"Istirahatlah di kamar, aku akan tidur di sofa" ujar Djani, mendengar ucapan kekasihnya, Qaynaya langsung berbalik badan dan menuju ke kamarnya.

Didalam kamar, Qaynaya terus memegangi dadanya yang berdebar kencang, ini adalah pertama kalinya mereka berciuman dan berpelukan, tentu saja ada rasa yang tidak biasa, Qaynaya berganti baju tanpa mandi, dia merasa semakin sakit kepala.

Cukup lama bagi Qaynaya untuk menenangkan hatinya, setelah jantungnya tidak terlalu berdebar, barulah Qaynaya bisa tidur untuk beristirahat, tidak berbeda jauh dari Qaynaya, Djani juga merasakannya, tetapi pria itu terus tersenyum mengingat momen yang baru saja terjadi.

Djani membuka jaketnya dan melihat-lihat isi kulkas milik Qaynaya, Djani tersenyum karena mengetahui kekasihnya masih menerapkan hidup sehat, terlihat dengan banyaknya sayur dan buah-buahan didalam kulkasnya.

Djani mengambil air minum lalu membawanya ke sofa dimana dari tadi dia duduk, disanalah dia selalu duduk selama ini setiap berada di dalam apartemen kekasihnya, dia belum pernah lebih jauh dari sana.

Akhirnya Djani juga ketiduran di atas Sofa, tetapi sebelum hari menjelang malam, Djani terbangun terlebih dahulu, saat dia akan mengetuk pintu kamar Qaynaya, ternyata kekasihnya itu juga baru bangun, Djani sangat terpesona melihat muka bantal kekasihnya yang matanya menyipit dan pipinya terlihat menggembung.

"Lucu sekali, anak siapa ini?,, eh maksudku pacar siapa ini?" goda Djani lalu menoel pipi Qaynaya.

"Jangan jahil, cepat bersiap, katanya mau ikut ke resepsi pernikahan Rani"

"Iya, ini tadinya aku mau ke apartemen ku dulu untuk mengambil baju, apa kamu mau ikut?" tanya Djani perlahan, dia tidak mau menyinggung perasaan kekasihnya yang baru saja bisa tenang.

"Tidak perlu!" jawab Qaynaya sewot.

"Cemburu ya? aku suka kamu seperti ini, itu tandanya kamu mencintaiku"

"Dasar terlalu percaya diri, sana pulang ke apartemen mu, disana ada wanita cantik yang sedang menunggu mu, sementara aku hanya wanita cerewet yang bisanya cuma merepotkan dirimu saja"

"Apa maksudmu?!" tanya Djani tidak suka dengan ucapan kekasihnya, dia memang pernah mengatakan bahwa Qaynaya cerewet, tetapi itu dalam artian yang baik, karena Djani merasa kesepian tanpa pesan-pesan dari kekasihnya itu.

Qaynaya tidak menjawab apapun lagi dan hanya berlalu untuk menuju dapur, sebelum bersiap dia ingin makan sesuatu terlebih dahulu, Djani memeluk tubuh Qaynaya dari belakang, tentu saja Qaynaya kaget dan gelagapan sampai menjatuhkan apel merah yang sedang dia pegang, Qaynaya berusaha keras melepaskan tangan Djani yang melingkar di perutnya.

"Lepaskan!" Qaynaya tidak sanggup berbuat banyak, Djani lalu membalikkan tubuh kekasihnya supaya menghadap padanya, Djani merapikan rambut Qaynaya yang berantakan, lalu menarik tangan kekasihnya itu keluar untuk menuju apartemen nya.

"Djani, kamu sudah pulang?" ujar Reina dengan cerianya, terlihat Reina yang duduk di sofa dan diujung ruangan terlihat seorang pria dengan seragam perawat.

"Aku hanya sebentar, perawat akan bekerja menjagamu 24 jam, jadi kamu tidak perlu khawatir, kamu bisa meminta tolong padanya untuk apapun itu" ucap Djani masih memegangi tangan Qaynaya dengan erat, terlihat kemarahan di ujung bibir Reina, tetapi dia dengan mudah menguasai perasaannya dan kembali tersenyum dengan manisnya.

"Hay Qay" ucap Reina menyapa Qaynaya.

"Apa kita saling mengenal? aku sangat yakin tidak mengenalmu, kenapa kamu tau namaku?" Qaynaya balik bertanya pada Reina hingga membuat Reina kebingungan mencari alasan.

"Djani, iya benar, aku pernah mendengar dari Djani saat memanggil mu setiap kalian melakukan panggilan telepon" jawab Reina tergagap.

"Ohh, tadinya aku pikir kamu adalah wanita yang pernah menelfon ku menggunakan ponsel Djani"

Jlleebbb

Reina kelabakan, dia bingung harus menjawab apa lagi, karena kalau sampai Djani tau hal itu, pria itu pasti akan membencinya.

"Apa maksudmu?" tanya Djani heran.

"Tidak ada apa-apa, sekarang cepatlah, aku semakin terlambat" jawab Qaynaya tidak mau repot menjelaskan masalah itu, karena waktu semakin malam.

"Arya, aku titip Reina, tolong penuhi semua kebutuhannya, aku akan membayar mu dua kali lipat, kamu bisa menggunakan fasilitas di apartemen ini sesuka mu, hanya satu yang tidak boleh, yaitu memasuki kamar ku, itu berlaku juga untukmu" ujar Djani melihat kearah Arya dan Reina secara bergantian.

Setelah mengatakan itu tanpa menunggu jawaban dari mereka berdua, Djani langsung menarik Qaynaya menuju kedalam kamarnya.

"Tidak, aku akan menunggu diluar saja" ujar Qaynaya menahan tangannya.

"Tidak boleh, ayo masuk" Djani menarik tangan kekasihnya itu dan langsung menutup kembali pintu kamarnya setelah mereka berdua berada didalam kamar.

"Hheeemmmpppp" Qaynaya tidak siap dengan serangan mendadak dari Djani, dia juga tidak berani berisik karena takut didengar oleh Arya maupun Reina, kali ini Djani lebih berani walau tangannya sakit dicakar oleh Qaynaya untuk mendorongnya.

Kekuatan Djani tidak mungkin sanggup dilawan oleh Qaynaya, saat ini Djani memaksa supaya bibir Qaynaya terbuka, tetapi Qaynaya malah menggigit keras bibir Djani hingga sedikit berdarah.

"Aawwwhh, kamu suka main kasar ya sayang?!" ujar Djani membuat Qaynaya kaget karena kerasnya suara kekasihnya itu.

"Tutup mulutmu, diluar ada orang, cepat lah ambil bajumu" bisik Qaynaya sambil membekap mulut Djani, bukannya menuruti apa yang dikatakan oleh Qaynaya, Djani malah sengaja mengerjai kekasih nya itu.

"Aaawwwwhhh,,, aaaahhhhhh aaahhhhhh, sayangku enaakkkk!" teriak Djani, membuat Qaynaya semakin kaget sambil melotot tidak percaya dan langsung mencubit perut kekasihnya.

"Aaaakkkhhhh,, sakiiittt sayyanng, pelan-pelan!" teriak Djani sambil menahan tawanya.

Qaynaya sudah tidak bisa berkata-kata apapun lagi dan terkulai lemas di atas sofa lalu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, Djani mengacak rambut kekasihnya itu dengan terus menahan tawanya.

Djani lalu mengatakan kalau dia akan mandi disini terlebih dahulu, setelahnya baru mengantarkan Qaynaya kembali ke apartemennya untuk bersiap.

Diluar kamar, Reina tentu saja mendengar teriakan-teriakan Djani, tentu saja dia berfikir seperti orang normal lainnya saat mendengarkan teriakkan seperti itu, tangannya mengepal keras menahan kesal.

"Dasar wanita jalan*,,, katanya tidak pernah bersentuhan, tetapi buktinya kamu juga tidak ada bedanya, tunggu saja Qaynaya, kebahagiaan mu ini, aku jamin hanya sementara" batin Reina.

1
վմղíα | HV💕
baru Alex terdiam setelah tau siapa orang tua Aron
վմղíα | HV💕
qay teringat masa muda dia mendengar cerita anak dia
վմղíα | HV💕
qay sangat sabar menjawab pertanyaan anaknya
վմղíα | HV💕
sudah lupa mas jawab 😂
վմղíα | HV💕
guru mata duitan dikasih sogokan langsung bungkam.
վմղíα | HV💕
Aron terlalu takut kalau ayah dia dalam bahaya.
mom mimu
dua 🌹🌹 penyemangat meluncur, semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
dua iklan mendarat kak, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
aku mampir lagi kak 🤗🤗🤗
վմղíα | HV💕
masih bisa tertawa kamu pak tunggu saja kelanjutannya 🤭
վմղíα | HV💕
tunjukkan kau siapa Djani biar mereka tau😂
վմղíα | HV💕
bagus Djani kamu hebat 👍
վմղíα | HV💕
guru apa seperti itu, masak murid nya baku hantam diam saja.
վմղíα | HV💕
gitu baru bagus Aron kamu harus melawan.
վմղíα | HV💕
teman Aron minta ditabok mulutnya.
վմղíα | HV💕
Aron terlalu lemah, Djani pasti membuat perhitungan kepada teman Aron yang mengejek dia.
վմղíα | HV💕
Aron mencoba membuat mama dia tidak terlalu kepikiran.
վմղíα | HV💕
mesranya mereka jadi iri melihat Djani sama Qay 😂
վմղíα | HV💕
Qay selalu berpikir positif tidak mau berburuk sangka
վմղíα | HV💕
3 iklan meluncur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!