NovelToon NovelToon
PELAKOR Ter-SAVAGE

PELAKOR Ter-SAVAGE

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:264.5k
Nilai: 5
Nama Author: bucin fi sabilillah

Vania Abigail, wanita cantik yng harus menjadi korban pembunuhan oleh suaminya yaitu Justin Andrian, dengan merencanakan kecelakaan yang seolah itu terjadi secara alami.

beruntung Vania diselamatkan oleh seorang laki-laki dan membantu Vania agar bisa kembali sehat. Namun karna luka bakar yang dialaminya cukup serius, sehingga mereka memutuskan untuk mengoperasi dan memberikan Vania identitas baru sebagai Elena Sinclair.

Balas dendam dengan menghancurkan rumah tangga mantan suami adalah tujuan Elena mulai detik ini.

Ia kan menggoda Justin dengan berbagai macam cara dan membuatnya jatuh cinta, lalu meninggalkannya setelah Justin kembali merasakan cinta dari seorang Elena.

Apakah Elena mampu menjadi seorang pelakor seperti sumpahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bucin fi sabilillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling Menggoda

Elena memilih untuk pergi ke kantor setelah mendapatkan panggilan dari Rexy. Dengan langkah anggun, ia berjalan menuju lift khusus CEO dengan kawalan yang cukup ketat.

Ting!

Lift terbuka, senyum dan langkah Elena semakin lebar bahkan terkesan terburu-buru karena sudah sangat tidak sabar menunggu berita dari calon suaminya.

"Babe?" Panggil Elena ketika membuka pintu ruangan.

"Sayang, cepatnya kamu sampai?" Ucap Rexy tersenyum dan langsung memeluk Elena dengan lembut.

"Aku sudah gak sabar melihat apartemen yang kamu beli!" Ucap Elena antusias.

"Astaga, Sayang. Kamu hanya menginginkan itu? Padahal aku memberikan sesuatu yang lebih besar dari pada apartemen yang kamu minta!" Ucap Rexy menggeleng.

"Apa memangnya, Bee?" Tanya Elena mengernyit.

"Tubuhku!" Ucap Rexy membentangkan tangannya.

"Ih, kamu mah! Ayo Bee, kamu ada surprise apa?" Ucap Elena mendesak Rexy.

"Sini duduk dulu di sini!" Ucap Rexy membimbing Elena duduk di atas pangkuannya.

"Bee, jangan seperti ini!" Ucap Elena yang merasa tidak nyaman.

"Sebentar saja! Aku ingin memelukmu!" Ucap Rexy memeluk Elena sambil memejamkan matanya.

Elan tersenyum dan membalas pelukan Rexy dengan lembut. "Kenapa kamu begitu manja, Bee?" Tanya Elena dan membuat wajah Rexy merona.

"Manja dengan pacar sendiri gak ada salahnya 'kan?" Ucap Rexy ketus.

"Ish, kenapa harus ngomong ketus?" Ucap Elena mendelik dan melepaskan pelukannya.

"Hehe, maaf sayang," Ucap Rexy terkekeh. "Hmm, Ini berkas pengalihan saham kamu di perusahaan laki-laki itu, sayang!" sambungnya sambil menyerahkan sebuah map kepada Elena.

Wanita cantik itu mengernyit, "Apa secepat ini, Bee?" Tanya Elena.

Rexy hanya mengangguk sembari memperhatikan Elena yang tengah membaca berkas itu dengan teliti.

"40 Persen Saham? berarti kita bisa mengendalikan perusahaan itu, Bee?" Tanya Elena tidak percaya.

"Tentu saja, kalau kamu mau menekan dia, boleh sayang. Bahkan tanpa di ketahui pun, bisa kamu lakukan!" Ucap Rexy tersenyum.

"Waah," Ucap Elena berbinar.

Hanya kata itu yang lolos dari mulutnya. Dididik dan dibesarkan menjadi anak yang patuh, Elena bahkan tidak bisa mengatakan tidak dengan sesuatu yang ia tidak sukai.

Namun kini, kendali sebuah perusahaan pun, sudah ia genggam. Mata indah nanti teduh itu berkaca-kaca, ia berfikir jika Rexy hanya bercanda, namun semuanya sudah ada di depan mata.

"Terima kasih, Bee. Terima kasih!" Ucap Elena tercekat.

Ia kembali memeluk Rexy dengan erat. Begitu beruntung ia bertemu dengan laki-laki ini. Kebaikan Rexy lah, yang bisa membuat Elena membuka hatinya kembali.

"Sama-sama, Sayang. Dari awal aku sudah berjanji untuk membantumu membalas laki-laki itu, walaupun sebenarnya aku mampu!" Ucapan Rexy tersenyum.

Elena tidak bisa berkata lagi, ia memandang wajah tampan Rexy dengan lekat sambil tersenyum. Tanpa malu, ia mengecup bibir merah pria tampan itu, melumaat dengan lebih bergairah dari biasanya.

Tiba-tiba saja, Elena tersentak ketika merasakan sesuatu yang mulai mengeras di bawah sana. Ia menghentikan ciuman itu dan menatap Rexy yang sudah tersenyum genit.

"Hehe, sayang. Apa aku boleh membayar uang mukanya terlebih dahulu?" Tanya Rexy dengan wajah yang merona.

Astaga, apa kamu selalu bergairah setip kali kita berciuman?. Batin Elena menatap Rexy tidak percaya.

"No sexs before marriage, Bee!" Ucap Elena mengusap wajah mesum Rexy.

Elena yang sudah menganut budaya luar, menganggap ciuman sebagai hal yang lumrah dalam berpacaran. Namu, jika menyangkut hal bercocok tanam, ia tidak mengizinkan Rexy Untuk melakukannya sebelum mereka menikah.

"Terus gimana? Adikku udah mengeras, Sayang!" Ucap Rexy sendu.

"Ayo kita cari makan, Bee!" Ucap Elena bangkit dari pangkuan Rexy setelah tanpa sadar ia sedikit tertarik untuk merasakan sesuatu yang keras dan mulai terasa gagah itu tepat berada di atas pintu masuk surgawinya.

"Sayang, bagaimana dengan adikku?" Rengaek Rexy dengan wajah yang sudah memerah dan tonjolan yang semakin terlihat.

"Hehe, selesaikan sendiri, Bee! Siapa suruh adikmu langsung bangun hanya karena ciumanku!" ucap Elena meringis.

"Sayang!" keluh Rexy dengan nafas yang semakin Berat.

"Sudah sana selesaikan dulu!" Ucap Elena membukakan pintu kamar khusus yang ada di ruangan itu.

"Kamu jahat sayang!" Ucap Rexy berjalan sambil membuka resleting celananya tanpa rasa malu.

"Rexy!" Pekik Elena dengan wajah yang sangat merona ketika melihat apa yang tengah di lakukan oleh sang kekasih.

"Hahaha," Pria tampan itu tertawa sambil melangkah menuju kamar mandi.

Astaga, kenapa dia begitu mesum? Aaaa, kan jadi malu banget! Sepertinya lebih besar dari milik Justin. Pikiran Elena semakin menerawang. Astaga! Stop Elena, apa yang kau pikirkan!. Batin Elena.

Ia merasakan pipinya begitu panas dan dipastikan sudah terlihat sangat merah kali ini.

Drrtt, drrtt, drrtt.

Ponsel Elena berbunyi beberapa kali. Ia segera melihat siapa yang tengah menghubunginya kali ini.

Ayang beb Justin?. Batin Elena mengernyit membaca nama kontak yang ada tertera di layar ponselnya.

Apa dia yang membuat nama kontak ini sendiri? Astaga aku speechless!. Batin Elena bergidik.

"Halo Mas?" Sapa Elena setelah mengangkat panggilannya.

"Halo, Nana cantik. Hmm, apa siang ini kamu sibuk?" Tanya Justin dengan suara gagahnya.

Elena memang tidak menampik jika suara Justin lebih menggoda dibandingkan suara Rexy. Namun jika di bandingkan dengan hal lain, Rexy tentu lebih baik.

"Hmm, belum tau Mas Adi, kenapa?" Tanya Elena mulai paham arah pembicaraan mereka.

"Aku ingin mengundangmu makan siang di restoranku, bagaimana apa kamu bisa, Baby?" Tanya Justin dengan suara yang sangat bisa meluluhlantakkan hati perempuan.

"Hmm," Elena berpikir, menimbang apakah Rexy mengajaknya makan siang atau tidak.

Dalam lamunan, Elena terkejut ketika mendengar suara desahaan Rexy yang mulai mengganggu pendengarannya.

Astaga, Bee. kamu ngapain sih?. Batin Elena mengigit bibirnya.

"Halo, Na?" Panggil Justin.

"Hmm, bagaimana kalau makan malam Mas? Aku sudah ada janji siang ini!" Ucap Elena.

"Ah, baiklah kalau begitu. Hmm, tapi kalau malam, sepertinya aku sudah berada di apartemen, karena ada Meeting online. Apa kamu tidak keberatan?" Tanya Justin.

"Tidak, Mas. Aku tidak keberatan!" Ucap Elena seolah mendapatkan celah baru.

"Baiklah, Baby. Aku tunggu kedatanganmu!" Ucap Justin tersenyum.

"Iya Mas, Selamat siang!" Ucap Elena menutup panggilannya.

Di Apartemen malam hari? Sepertinya aku harus meminta Clayton untuk mengatur keamananku!. Batin Elena.

Ia segera menghubungi Clayton menyampaikan rencananya sembari menunggu Rexy keluar dari kamar mandi.

Ceklek!

Pintu kamar terbuka, Rexy keluar dengan wajah masam dan masih berbalutkan handuk. Pemandangan ini bukan yang pertama bagi Elena. Ia sering melihat Rexy seperti ini jika mereka bersama.

"Sayang, Bajuku mana?" Tanya Rexy masih cemberut.

"Sebentar, Bee. Aku ambilkan dulu," Ucap Elena berjalan masuk ke dalam kamar itu diikuti oleh Rexy.

Ia memilih pakaian ganti untuk sang pacar dan langsung mengenakannya. Elena masih terkekeh geli melihat Rex sedikit mengurut tangannya yang terasa pegal.

"Nanti aku pijat, Ya," ucap Elena merasa iba.

"Hmm, sudah baikan, Sayang!" Ucap Rexy cemberut.

Elena terkekeh dan mengecup pipi Rexy, setelah selesai memasangkan dasi pria tampan itu.

"Sebentar lagi makan siang, ayo kita makan di luar, Bee!" Ucap Elena.

"Makan dimana?" Tanya Rexy masih cemberut.

"Mau aku masakin?" Tanya Elena.

"Mau!" Ucap Rexy. "Kita kan apartemenku aja!" Ucapnya menggenggam tangan Elena dan berjalan keluar.

"Bee, apa nanti kita gak jadi bahan gosip di kantormu?" Tanya Elena ketika mereka memasuki lift

"Siapa yg berani bergosip, langsung aku pecat sayang!" Ucap Rexy tersenyum manis ke arah Elena.

Ting!

Dengan masih bergenggaman tangan mereka berjalan melewati lantai dimana karyawan tengah berlalu lalang di sana. Genggaman tangan Rexy seolah menegaskan jika wanita yang ada di sampingnya adalah orang spesial dan berharga.

"Sepertinya mereka tidak ada yang berani bergosip, Bee!" Ucap Elena berbisik.

"Itu aturan utama kantor sayang!" Ucap Rexy.

Mereka masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh Clayton, dan segera pergi meninggalkan kantor menuju apartemen Rexy yang berada tak jauh dari sana.

Tanpa mereka sadari ada seorang laki-laki yang melihat Elena masuk ke dalam mobil.

Sekilas memang mirip, tetapi tidak mungkin Elena punya hubungan dengan pengusaha sebesar ini!.

🌺🌺🌺

TO BE CONTINUE

1
HNF G
hahaha.... nggak nyadar
HNF G
ahahahaha..... alamaaatt.... siap2 kena gempur ntar el😝
HNF G
aq suka gayamu rezeki😏👍👍👍
HNF G
jgn ngantuk rex🤭🤭🤭
HNF G
harusnya cari bodyguard cewek yg bodynya mirip elena utk mengurangi resiko
HNF G
waahh... seru 😄😄😄👍👍👍
HNF G
harus dg rencana pembunuhan jg, biar lama hukumannya
HNF G
hahahaha... diperawanin utk yg ke dua kalinya 😜
HNF G
waaahhh..... boleh tuh🤭🤭🤭👍👍👍
HNF G
ya iya laahhhh.... namanya jg mantan suami😜😜😜
HNF G
sore koq morning?
HNF G
awaasss..... nanti ketauan oleh mata2 Justin
HNF G
huh..... banyak maumu ferguso😤😤😤😤😤😤
HNF G
Luar biasa
HNF G
jgn mau..... cowokmu aja disuruh arisan, masa kadal buntung mau diservice 😡😡😤😤
HNF G
hayo..... jgn goyah
HNF G
iihhh.... makin jijay deh
HNF G
lagian knp hrs dikecup, jijay lah... cukup dibuat meleleh saja harusnya
HNF G
definisi "kutunggu jandamu" 😅
Safa Almira
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!