NovelToon NovelToon
Pesona Si Gadis Culun

Pesona Si Gadis Culun

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Cerai / Penyesalan Suami / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Kanaya Cempaka, seorang gadis yang sering menjadi target buli dan selalu dihina parasnya yang tidak cantik, culun, hitam, penuh jerawat dan jangan lupa kacamata tebal yang dipakainya menambah kesan kejelekan Kanaya yang hakiki.

Jonathan Dharsono, pria tampan yang sangat membenci Kanaya. Hampir setiap hari Jonathan menghina dan membuli Kanaya dengan kejamnya.

Akibat hinaan dan bullyan yang diterima Kanaya, membuat Kanaya bertekad untuk merubah takdirnya dengan cara merubah penampilannya.

Bagaimanakah reaksi Jonathan saat bertemu kembali dengan Kanaya yang sudah berubah menjadi sangat cantik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percobaan Yang Gagal

🍁

🍁

🍁

🍁

🍁

Kanaya sudah bangun dari subuh, hari ini Kanaya sedang mencatok rambutnya supaya lurus karena tadi malam Bibinya memberikannya catok rambut.

"Selesai juga, ternyata sangat melelahkan," gumam Kanaya.

Kanaya melihat penampilannya di depan cermin, Kanaya tidak bisa melepas kacamatanya karena kalau dilepas Kanaya tidak bisa melihat minusnya sudah terlalu besar.

Kanaya juga sudah diberikan alat kecantikan lengkap dengan luluran oleh Bibinya dan Kanaya mulai merias wajahnya. Setelah selesai berdandan, akhirnya Kanaya memutuskan untuj turun ke bawah untuk sarapan.

"Selamat pagi Bi, Mang, dan Sisi!" sapa Kanaya.

Semuanya menoleh, dan Sisi terlihat menahan tawanya melihat penampilan Kanaya pagi ini.

"Ya ampun, kamu cantik sekali Kanaya," puji Wati.

"Terima kasih Bi."

"Mama itu kenapa sih, cantik apaan yang ada dia kelihatan kaya ondel-ondel. Sudahlah, kalau ga bisa dandan mendingan jangan dandan jatohnya bukan menjadi cantik malah kaya ondel-ondel," ledek Sisi.

"Astagfurullah, Sisi!" bentak Sopandi.

Sisi langsung menundukan kepalanya dan Wati pun mengusap kepala Kanaya.

"Kamu cantik Kanaya, minggu depan kita ke dokter mata untuk memeriksakan mata kamu supaya kamu bisa melepas kacamatanya."

"Iya, terima kasih Bi."

Sisi hanya bisa cemberut saat melihat Mama dan Papanya membela Kanaya si manusia alien yang sangat mengerikan itu.

Hari ini Kanaya memutuskan pergi ke pabrik dengan naik bus, ia tidak mau sampai merepotkan Mamangnya lagi walaupun Mamangnya tidak pernah merasa keberatan.

Sesampainya di pabrik, lagi-lagi tatapanengejek dari para karyawan ditunjukan untuk Kanaya. Walaupun Kanaya sudah berusaha merubah penampilannya tapi tetap saja semua orang menertawakannya dan mengejeknya.

"Astaga, mau berubah seperti apa pun tetap saja kamu itu jelek ga bakalan bisa berubah menjadi cinderella hanya dalam satu malam," ejek Puri salah satu karyawan disana.

"Meski rambut kamu dibuat lurus seperti ini, dan wajah kamu dandan pakai bedak tetap saja tidak merubah wajah kamu menjadi lebih cantik, justru kamu kelihatan aneh," sambung Susi.

Semua orang pun kemudian tertawa terbahak-bahak, sedangkan Kanaya tidak memperdulikannya hingga Puri pun menghampiri Kanaya dan menjambak rambut Kanaya membuat Kanaya meringis kesakitan.

"Aw...sakit lepaskan."

"Jangan mentang-mentang kamu masuk kesini karena dibawa oleh Pak Sopandi kamu bisa seenaknya, wajah kamu itu sudah jelek dari lahir jadi mau dirubah seperti apa pun tetap saja jelek," seru Puri.

Puri menghempaskan tubuh Kanaya sehingga Kanaya tersungkur dan keningnya terbentur mesin produksi membuat kening Kanaya berdarah dan kacamatanya terlepas. Kanaya meraba-raba mencari kacamatanya, tidak ada satu pun yang menolong Kanaya mereka justru menertawakan Kanaya.

Kanaya terus meraba-raba mencari kacamatanya yang sengaja dijauhkan oleh para karyawan. Kanaya mulai meneteskan airmatanya, hatinya begitu sakit mendapatkan perlakuan tidak adil seperti ini.

"Ada apa ini?"

Semua karyawan langsung berhenti tertawa dan menundukan kepalanya. Alin yang merupakan supervisor disana melihat Kanaya yang sudah berlinang airmata dan dari keningnya terus mengeluarkan darah.

"Astaga, ada apa ini?" tanya Alin.

Alin mengambil kacamata Kanaya dan memberikannya kepada Kanaya.

"Kamu kenapa Kanaya? kenapa kening kamu berdarah?" tanya Alin.

Kanaya baru saja membuka mulutnya untuk bicara tapi Puri langsung menyelanya.

"Tadi Kanaya ceroboh Bu, dia terpeleset oleh cairan bensin yang ada dibawah mesin dan akhirnya terjatuh dan keningnya terbentur mesin itu," dusta Puri.

"Bu----"

Lagi-lagi Kanaya harus menghentikan ucapannya karena Puri dengan sengaja mencubit pinggang Kanaya dengan sangat keras membuat Kanaya meringis.

"Ada apa Kanaya?"

"Ti--tidak Bu."

"Ya sudah, sekarang kamu pergi ke klinik yang ada diujung koridor sana dan obati dulu kening kamu," seru Alin.

"Baik Bu."

Kanaya pun segera pergi menuju klinik untuk mengobati keningnya. Sesampainya di klinik yang ada di pabrik itu, Kanaya langsung diobati selama kening Kanaya di obati, Kanaya menoleh ke arah cermin yang ada didepannya bayangan tadi semua karyawan mengolok-ngoloknya terus berputar di otaknya.

Tanpa sadar Kanaya mengepalkan kedua tangannya, saat ini di hatinya sudah tumbuh perasaan dendam kepada semua orang yang sudah menghina dan mengejeknya terutama kepada Puri dan Susi.

"Aku harus membalasnya, lihat saja nanti," batin Kanaya.

Setelah selesai di obati, Kanaya pun kembali menuju ruang produksi untuk memulai bekerja lagi. Ejekan dan hinaan kembali Kanaya dapatkan tapi kali ini Kanaya memilih untuk tidak memperdulikannya bahkan saat orang-orang berusaha mencolek-colek tubuh Kanaya dengan sindiran dan ejekan, Kanaya memilih diam dan terus fokus bekerja.

Dalam pikiran Kanaya, posisi dia sangat serba salah kalau melawan pasti mereka akan semakin menjadi-jadi sedangkan saat ini dia tidak punya teman sama sekali dan tidak mungkin menang melawan mereka. Jadi Kanaya lebih memilih diam walaupun dalam hatinya perasaan ingin balas dendam semakin besar tapi Kanaya tidak tahu bagaimana caranya.

Waktu pulang pun tiba, penampilan Kanaya terlihat sangat acak-acakan.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam...ya Alloh, kening kamu kenapa Aya?" tanya Wati cemas.

"Ah, tidak apa-apa kok Bi tadi Aya terpeleset dan kening Aya terbentur mesin produksi," dusta Aya.

"Astaga sudah jelek, ceroboh pula memang kamu ga ada bagus-bagusnya sama sekali," ledek Sisi.

"Sisi, masuk kamar!"

"Tapi Ma----"

"Mama bilang, masuk kamar sekarang juga!" bentak Wati.

Dengan menghentak-hentakkan kakinya, akhirnya Sisi pun pergi berlari menuju kamarnya.

"Aya, apa kamu baik-baik saja?"

"Aya baik-baik saja kok, Bi."

"Bibi merasa kalau kamu tidak sedang baik-baik saja, apa di pabrik ada yang mengganggumu?"

"Tidak Bi, semuanya baik-baik saja," dusta Kanaya.

"Aya, Bibi ga mau kamu sampai bohong jadi kalau ada apa-apa tolong bicara sama bibi dan kalau di pabrik ada yang menyakitimu, kamu bisa bicara sama Mamangmu supaya Mamangmu bisa memecatnya karena kebetulan Mamangmu itu kaki kanannya yang punya pabrik jadi dia berhak memecat siapa saja yang sudah membuat masalah di tempat kerja."

"Tidak ada masalah kok Bi, ya sudah Aya ke kamar dulu ya Bi mau mandi sudah gerah rasanya."

"Ya sudah."

Kanaya pun segera menuju kamarnya, Kanaya merebahkan tubuhnya bayangan kejadian di pabrik kembali muncul, Kanaya meremas seprei dengan sangat kuat.

"Awas kalian, aku akan balas kalian semua," batin Kanaya.

Sebenarnya Kanaya bisa saja melaporkan kejadian tadi kepada Mamangnya yang pastinya dengan sekejap orang-orang yang sudah menghina dan mengejeknya akan langsung dikeluarkan oleh Mamangnya.

Tapi Kanaya tidak mau melakukan itu, tujuannya hanya satu Kanaya ingin dirinya sendiri yang akan membalaskan dendamnya kepada mereka semua. Kanaya yakin ke depannya dia bisa membalas perlakuan kejam yang selama ini sudah dia terima.

🍁

🍁

🍁

🍁

🍁

Hai...maaf ya baru up lagi, soalnya Author harus menunggu info dari editornya dulu baru bisa up tapi insyaalloh mulai sekarang Author akan up karena sudah mendapatkan izin dari editor.

Oh iya, satu lagi bagi yang menunggu kelanjutan kisah Gibran sudah up ya dengan judul "SECOND LOVE" jangan lupa mampir juga kesana🙏🙏

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
falea sezi
jo kok. goblok males q
Irfan Dani
kalo sama Rama... rasanya flat aja... kurang tantangan hehehe
Irfan Dani
ini kan perawatan ya bukan operasi plastik... seharusnya perubahan Kanaya yg lebih cantik sdh terlihat perlahan... g instan dlm semalam lagsg berubah... menurutku gt sih hehehe
lily
kenapa aku kasian ke zira,,, dia cinta banget sama Jo , setlh mengejar sekian taun akhirnya terbalaskan tapi cuma krna Jo kasian ,,
lily
apa mungkin semua foto ayahnya alias foto Rama di rumh itu ditaro digudang ?
lily
gak bisa bayangin gmna hancurnya,,,
lily
orang naik knpa cpet meninggal 😫
lily
selamat ya Kanaya,,, anaknya twin nggak yah?
lily
Jo mau ngapain
lily
brrti hidungnya mancung, bulu mata sudah lentik dll trus Kanaya nadanya tinggi juga
lily
wajar sih Kanaya trauma la gmna nggak trauma , dmna dmna di buly terus
lily
untuk pendiskripsian Kanaya menrtku cocok sih krna jngankan untuk beli parfum make up aplgi produk untuk perawatan , hari ini sudah makan aja bersyukur banget
andaikan ibunya Kanaya tau ramuan herbal misal daun beluntas untuk ngilangin bau bdan setidaknya gak parah - parah amat , biasanya di desa ada tanaman itu
lily
pengalaman prtma pernh di fitnah pas masih SMA kelas XII jga, bedanya gak separah Kanaya dan waktu itu temen - temen sekelas bnyak yg percaya sama aku
lily
terlalu ngebully nya ,, haish aku mana bisa digituin 😫
Sri Tati
Luar biasa
Patrick Khan
.kasian arka😞
Lila Susanti: bukannya ada foto pernikahan rama, masa ga kenal muka ayhnya
total 1 replies
Patrick Khan
iku mewek😫
Patrick Khan
.ramaaaaaaa 😩😩
Patrick Khan
.1 tamparan kok q gk puas ya..boleh q bogem aja si jo itu🤬😤
Patrick Khan
mampir kak
Patrick Khan: .udah q flbc kak..heheh.maaf ka.seru baca dr td..gk liat ada notif😁🙏🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!