Cinta karena harta akan musnah, karena rupa akan termakan usia.Tapi cinta karena Allah, akan kekal abadi sampai Jannah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06.Dimana Arini?
...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...
..._________...
Hamparan kebun teh terbentang begitu luas, tanaman teh yang begitu hijau dan begitu indah di pandang mata karena tinggi nya yang sama. Udaranya yang begitu sejuk di sekitar pun menambah kesan begitu menenangkan bagi semua orang yang datang.
Gadis bertubuh kecil dengan rok plisket hitam, baju berwarna hijau dan hijab warna senada dengan bajunya itu terlihat mulai memasuki hamparan kebun teh yang begitu luas, dia adalah Arini.
Arini mulai mengayunkan kakinya dengan senang, berlari kecil untuk bisa cepat sampai di tempat yang menjadi tujuannya.
Dengan rantang di tangannya terus melangkahkan kaki, Arini begitu menikmati keindahan pemandangan kebun yang begitu luas milik ayahnya sekaligus menikmati udara yang begitu segar meskipun matahari yang sudah terik sekaligus.
"Subhanallah,, begitu sempurna ciptaan-Mu Ya Allah. Semua ini terlihat sangat indah dan sempurna. " Gumam Arini.
Para pekerja yang melihat Arini langsung memberikan tatapan begitu sinis tak suka, kekurangan yang di miliki Arini ternyata begitu berpengaruh untuk semua pekerja dari ayahnya.
"Lihatlah gadis itu, gadis itu sungguh terlihat buruk ya berbeda jauh dengan kedua kakaknya yang begitu cantik dan begitu menawan. " Ucap pekerja mulai menggunjingkan Arini dengan begitu nyinyir.
"Iya, mungkin dia hanya anak pungut. Sebenarnya dia tidak pantas menjadi seorang anak juragan, dia lebih pantas menjadi seorang pembantu saja. " Jawab satunya.
Semua tampak membenci Arini, hanya satu orang saja yang ada di sana yang begitu sayang dengan Arini, dia adalah Siti, dia adalah pekerja yang datang dari daerah lain meninggalkan keluarga nya untuk bisa bekerja di kebun milik pak Marta karena gaji yang di berikan cukup besar di sana.
"Siang Bi Siti. " Sapa Arini dengan girang.
Siti menoleh dan tersenyum menyapa Arini dengan senang juga. Meskipun Arini bukan gadis yang sempurna seperti kedua kakaknya namun Siti tetap menghargai Arini seperti kedua kakaknya sebagai putri dari Tuan nya.
"Pagi Neng. " Jawab Siti.
Arini kembali berlari kecil, dia ingin cepat memberikan rantang untuk ayahnya dan setelah itu dia ingin sekali kembali mengobrol dengan Siti, karena hanya Siti lah yang mau mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Arini.
"Bentar ya, Bi! Arini pergi dulu untuk bertemu Bapak. " Seru Arini dan Siti mengangguk sembari tersenyum sebagai jawaban nya.
"Iya neng!!. " Teriak Siti.
Arini begitu senang, dia terus berlari untuk menemui ayahnya dan secepatnya memberikan rantang untuk makan siang.
Belum juga sampai ke tempat Ayahnya Arini di bekap oleh orang hingga dia pingsan dan tak sadarkan diri. Arini di bawa oleh dua orang dan di tidurkan di semak-semak yang sangat sepi.
_____
Marta terus mondar-mandir di depan gubuk kecil yang ada di tengah-tengah hamparan kebun teh itu, perutnya sudah sangat lapar namun seseorang yang mengantarkan makan siang nya pun sampai sekarang tak kunjung datang.
Marta terus menggerutu kesal, wajahnya semakin lama semakin masam hingga akhirnya mulai berubah memerah di penuhi amarah.
"Di mana sih tuh anak! Hanya untuk mengantarkan makan saja lama benget, apa dia mau menunggu sampai aku kelaparan dulu? eish... anak itu... " Desis Marta.
Berkali-kali Marta celingukan dari jalan satu dan berpindah melihat ke jalan yang lain nya namun tetap saja tidak terlihat. Marta kembali duduk lagi dengan tangan memegangi perut nya yang terasa sangat melilit.
Nafas panjang berkali-kali Marta keluarkan, untuk menahan amarah nya dan juga menahan haus dan laparnya.
"Lima belas menit nggak datang, lebih baik aku pulang, dan memberikan pelajaran pada anak itu. Awas saja kalau ternyata di rumah hanya berleha-leha. " Ucap Marta yang terus kesal.
Sembari menunggu, Marta terus melihat sekeliling kebun teh nya yang terlihat subur dan begitu hijau. Sejenak Marta bisa melupakan lapar nya dan tersenyum kecil penuh bangga dengan keberhasilan nya sekarang. Kebun teh nya yang sangat luas itu menjadi ATM terbesar untuk Marta yang akan selalu memberikan pundi-pundi rupiah pada Marta dan keluarganya.
"Lihat lah, ayah.. lihatlah. Kebun ini begitu berjodoh jika aku kelola, nyatanya teh-teh itu begitu subur. Dulu saat ayah yang kelola semua teh nya kurus-kurus. Hmm... " Marta menyunggingkan bibir nya dengan sombong.
Krukkk.....
Lagi-lagi perut Marta berbunyi membuat nya tersadar lagi akan lapar yang tengah menimpa nya. Marta beranjak kembali melihat jalan masuk tapi tetap saja tak ada yang datang. "Lebih baik aku pulang, kalau tidak aku bisa mati kelaparan di sini. " Marta pun mulai mengayunkan kakinya untuk segera pulang.
_________
Bukanya menyelesaikan pekerjaan Arini yang di tinggal ke kebun untuk mengantarkan makanan, Ratna malah asyik. Duduk santai mengecat kuku-kukunya sembari bernyanyi menirukan lagu yang keluar dari ponsel nya yang ia letakkan di atas meja.
Sesekali Ratna tersenyum melihat hasil karya nya, sesekali dia meniup nya dan kembali lagi melakukan hal yang serupa di kuku-kukunya yang lain.
"Bener-bener surga dunia, makan selalu enak, apa-apa di ladenin, rumah sudah ada yang bersihin, baju udah ada yang nyuciin.. Hm.. sempurna nya hidup ku. " Gumam Ratna begitu bahagia.
"Nggak sia-sia aku menikah dengan Bang Marta. Aku benar-benar di perlakuan seperti seorang ratu. " Ucapnya lagi.
"Arini,!! "
Ratna tersentak saat mendengarkan suara suaminya yang tiba-tiba pulang di jam yang tidak semestinya. Biasanya Marta akan pulang sore tapi kenapa ini masih siang hari dia pulang, dan langsung mencari Arini?.
"Loh! bukanya Arini ke kebun? kenapa Bang Marta pulang dan mencari dia. Apa Arini tidak sampai di sana dan malah kelayapan?. " Ucap Ratna berasumsi.
Ratna beranjak, melangkah untuk mendekati suaminya. Ratna mengeluarkan nafas panjang nya dia tau pasti ada yang tidak beres dengan suaminya, terlihat dengan jelas wajahnya yang memerah dan terlihat sangat murka.
"Kenapa sih, Bang? Abang mencari Arini? Arini kan pergi ke kebun mengantarkan makan siang untuk abang. "
"Dimana Arini?!. "
"Kan Ratna sudah jelasin Bang! Arini pergi ke kebun. Emang dia nggak sampai sana?. " Tanya Ratna dan Marta hanya menggeleng, " Lah, terus dia pergi kemana?. " Tanya Ratna seorang diri.
Bukan nya menyahut Ratna, Marta berlalu begitu saja dan langsung berjalan menuju meja makan, Marta tidak akan kenyang jika terus meladeni Istri nya. Perihal Arini bisa di pikirkan setelah perutnya terisi nanti.
Mulut Ratna ternganga, kenapa jadi dia yang di abaikan? yang salah Arini kenapa semuanya harus kena imbasnya?.
"Dasar Arini, bener-bener nggak becus!. " Ngoceh Ratna.
Ratna berjalan cepat mengejar suaminya yang sudah duduk dan mulai mengambil nasi untuk makan siang nya.
Ratna duduk di kursi yang lain di depan Marta, menatap suaminya terus menerus dengan begitu banyak tanda tanya. Tak biasanya ini terjadi tapi entah, Ratna harus segera mengetahui nya.
"Bang! emang beneran Arini nggak sampai ke kebun?. " Tanya Ratna.
"Hm. " Jawab Marta singkat dan sembari mengangguk. Marta tengah makan, menikmati makan siang nya. Tak mungkin Marta akan menjawab setiap pertanyaan istrinya sebelum dia mengisi perutnya.
______________
BERSAMBUNG.....
ini memang pasangan unik lah ya arini dan Arya
wuah Arya junior sudah mau otw ini semoga lancar ya lahiran nya jangan membuat kerecokan di rumah sakit nanti agar para dokter dan perawat tidak bingung 😅😅😅
nah lho Arya salah jawab kan makanya kalau istri sedang mengagumimu jangan kamu komplain dia keluar kan kata" yg bisa bikin kamu bingung