cerita ini adalah cerita seorang anak gadis tere yang tinggal dengan ibu tirinya, semua yang dilakukannya salah, karna terpaut beberapa taun dengan ibu tirinya, ibu tirinya yang sebenarnya baik tidak pernah harmonis dan selalu menganggap salah tere, hingga pada akhirnya ada laki2 yang umurnya jauh lebih tua, dia seorang camat didaerah xxx dia tampan, gagah, postur tubuhnya sangat bagus,sebutlah namanya adlan, bapak adlan lebih tepatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arbeiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 6
Keesokan harinya Putra datang lebih dulu dari Tere dan menunggu diparkiran, selang beberapa menit Putra melihat Tere datang dan saling melempar senyum, Tere kemudian memarkir motornya di sebelah motor Putra,
"selamat pagi, pendekku!!"sapa putra menusap pucuk kepala Tere
"pagi kak!!"Tere tersenyum dan tangannya langsung digandeng oleh Putra.
Tere memiliki perasaan yang sama pada Putra cuma diam tangannya digandeng Putra.
Dan kareen yang sejak tadi memantau Putra diparkiran melihat' mereka berdua bercanda mesra merasa ingin membuat perhitungan pada Tere, karena Tere sudah merebut Putra dari kareen
"awas saja, kita liat saja Tere aku pasti akan membuat perhitungan denganmu, dan sampai kapanpun aku gak bakalan rela kalau Putra bahagia sama kamu!!! " tatap kareen sambil menahan amarahnya mengepal tangan dengan emosi.
Tere dan Putra duduk di taman di kampusnya, mereka bersenda gurau, terlihat dari raut wajah Putra dia sedang menanti jawaban dari Tere, tetapi Tere tak memberi jawaban apapun pada Putra.
Tetapi Putra tidak pernah sedikitpun memaksa Tere menjawab pertanyaannya,
sedangkan Tere yang sedang bingung dan tidak enak hati pada Adlan jika dirinya harus berpacaran tanpa ijin dari adlan, itulah yang jadi pertimbangan Tere untuk menjawab pertanyaan Putra,
keduanya saling salah tingkah karena kejadian saat itu ketika di pesta pernikahan temannya, tetapi mereka mencoba mengalihkan semuanya.
"pak, pak request lagu boleh pak!!" canda Tere pada Putra yang sedang memegang gitar agar suasana tidak canggung.
"boleh, pengen lagu apa, tapi suaraku jangan di ejek ya, jelek tau!!"canda Putra tak mau kalah.
"Hmmm, sebenernya suara sexofone kakak tuch romantiiissss banget, nyaman banget aku dengernya!!"Tere membayangkan kejadian di pesta.
"pendeeeeeek, ini gitar, yang ada aja dulu pendek, jangan muluk-muluk!!"mencubit hidung Tere.
"baiklah, kalau gitu aku pengen request lagu
kesuakaanku, kakak pasti tau dong!"pinta Tere.
"Hmmm, yg mana ya ndek??"pura-pura tidak tau.
"ya sudahlah yang kakak tau saja apa!!"ngambek karena Putra tak tau.
"jreeeeeeeeg!!"alunan gitar memulai lagu.
"Walau badai menghadang
Ingatlah ku 'kan selalu
Setia menjagamu
Berdua kita lewati
Jalan yang berliku tajam
Setiap waktu
Wajahmu yang lugu
Selalu bayangi langkahku
Telah lama
Kunanti dirimu
Tempat ku kan berlabuh
Cahya hatiku
Yakinlah kekal abadi
Selamanya
Seperti bintang
Yang sinarnya
Terangi s'luruh
Ruang dijiwa
Membawa kedamaian
Walau badai menghadang
Ingatlah ku 'kan selalu
Setia menjagamu
Berdua kita lewati jalan
Yang berliku tajam
Resah yang kau rasakan
'Kan jadi bagian hidupku
Bersamamu
Letakanlah segala lara
Di pundakku ini......
Tere tersenyum mendengar lantunan lagu yang dinyanyikan Putra, Putra pun dengan bahagianya tersenyum menatap Tere sambil menyanyikan setiap bait lagunya.
"bikin baper kak lagunya!!!"tepuk tangan kecil dari Tere.
"masak sich ndek, gak sih biasa aja!!"ucap Putra.
"wah ngeselin ya!!"mencubit pinggang Putra.
"aduch, iya, iya ndek sakit pendek!!!"Putra tanpa memeluk Tere .
"jangan tinggalin aku ya pendek, aku sayang sama kamu, aku gak tau harus gimana tanpa kamu ndek!!"ucap Putra.
"iya kak, aku janji, apapun yang terjadi aku gak bakalan tinggalin kakak!!"Tere membalas pelukan Putra.
"aku juga janji setelah kita lulus, kita langsung nikah ya, dan aku bakalan kenalin kamu ke mama papa aku juga kakak aku!!"ucap Putra.
Tere tersenyum mengiyakan maksud Putra, dan terharu.
"kak, aku ada kelas, aku masuk dulu ya!!" pamit Tere sembari melepas pelukan Putra
"oee,oke siap!!"aku tinggal ke studio dulu ya ndek!!"jawab Putra.
Putra berjalan menuju studio bandnya, dia di cegat oleh kareen.
"Putra!!"panggil Kareen
"kamu sadar gak sich, Tere itu simpanan om-om kak, Kakak mau aja pacaran sama simpanan sugar Daddy!!"Kareen berusaha membuat Putra membenci Tere.
"kamu tau apa tentang Tere, gak ada itu hanya pikiran kotor kamu yang gak jelas informasinya dari mana!!"putra kesal hendak pergi.
"terus Kakak tau apa tentang Tere, hah??"Kareen menaikkan nada bicaranya.
"aku gak ada urusan menceritakan semua tentang Tere sama kamu!!!"Putra bergegas pergi
"Putra tolong, tolong jangan begini, aku minta maaf atas semua yang aku lakuin sama kamu!!"memeluk Putra dari belakang.
"aku janji aku bakalan setia sama kamu!"Kareen tak menyerah.
"Kareen diantara kita sudah gak ada urusan, dan ini sudah kesekian kalinya kamu lakuin saat kamu sudah melakukan kesalahan, aku maafin kamu, tapi untuk kembali, aku minta maaf aku sudah gak ada perasaan apapun sama kamu!!"Putra melepas tangan Karen dan berlalu meninggalkan Kareen.
"Putra, Put, dengerin ya, sampai kapanpun aku gak bakalan melepas kamu, inget itu baik-baik Putra!!"Teriak Kareen yang tak digubris Putra.
"ieeeeeech, sudah nangis-nangis tapi Putra tetep aja gak ngaruh, padahal dia dulu paling anti kalau air mataku jatuh sedikitpun, aku kangen masa itu!!""Kareen kesal dan sedih.
sesampainya di studio Putra latihan, mengingat semua perlakuan Kareen Putra teramat sangat kesal, sehingga tidak konsen.
"Putra, gimana sich kok kejar-kejaran nadanya!!"vocalis Doni menegurnya.
"gak tau, kesel gue Don, males banget ketemu Kareen, pake acara bahas-bahas waktu gua dikhianatinya dulu!!"wajah Putra kesal
"sudahlah, lagian kamu masih inget-inget aja, sekarang kan kamu sama Tere!!"ujar Doni
"iya sich, tapi kalau inget masa-masa t**k itu aku kesel parah, sumpah Don, seandainya dia cowok sudah aku tonjokin tuch muka, kesel aku Don,ckkkk akhhhhhh udah dech aku pulang aja,males latian!!"Putra kesal lalu meninggalkan gitarnya dan pergi dari studio.
"Put, Putra ya ilaaah malah pergi tuch anak, gimana donk??"tanya Doni pada teman yang lain.
"okelah lanjut yock!!!"Doni melanjutkan nanyinya
Putra memutuskan untuk menunggu Tere di samping pintu kelasnya, tak lama menunggu ternyata jam kelas Tere berakhir, Ter keluar tanpa dia sadari Putra sudah menunggu di luar,,
"kakk, dari tadi di sini?"tanya Tere.
"lumayan sich, jalan yuck!!"ajak Putra
"jalan, kemana kak?"tanya Tere
"kemana kek, ya pokoknya jalan aja!!"Putra menarik tangan tere untuk mengikuti langkah Putra menuju ke parkiran.
"tunggu kak, gimana kalau pakai motorku saja, nanti kakak aku anter pulang!!"Tere menyerahkan kunci motornya.
Putra lalu keluar parkiran berboncengan bersama Tere, sesampainya di parkiran Mall mereka turun kemudian berjalan memasuki pintu Mall.
"kakak, kenapa sich kok dari tadi cemberuuut terus, ada apa?"tanya Tere
"kamu tau gak, aku kesel banget sama Kareen dia tuch gak pernah nyerah aja, risih banget ketemu cewek macem itu!!"Putra sedikit kesal dan meninggikan suaranya saat bercerita.
"hmmm, kesel gimana, dia tuch cantik banget lho kak, masak kakak gak pengen balikan ma dia lagi, banyak lho yang pengen jadi pacar kak Kareen!!"ejek Tere
"ia dulu, sekarang gak, mana pakek bahas masa lalu segala,,t**k banget ingat dia, yang ada nyesel aja kenapa dulu aku bodoh banget mau maafin semua kesalahan dia!!"Putra tetap mengomel
"benerrrr, nyesel neech,,!!'Tere mengejek lagi.
"pendeeeeeeeek!!"Putra berlari mengejar Tere
Mereka berdua bersenang-senang, nonton, main time zone dan bersenang-senang, saat mereka merasa lelah, Tere mengajak Putra untuk mencari makanan dan minuman.
"kak, cari cafe yuck, haus banget kak!!"ajak Tere
"boleh, yuck tapi cafe kayaknya ada di atas dech ndek!!"jelas Putra
"ya udah yuck"Tere melihat sekitar mencari eskalator
Setelah menemukan eskalator, Tere hendak naik sambil bermain ponselnya, tanpa sengaja langkah kakinya menapak pada anak tangga yang salah, sehingga kaki Tere tergelincir, beruntungnya ada Putra dibelakang Tere lalu menahan tubuh Tere yang hendak jatuh terlentang, pandangan dan bibir mereka bertemu saat Tere menoleh pada Putra, Tere kaget dan reflek langsung bangun dan memperthatikan sekitar semua mata tertuju pada mereka, yang lebih membuat Tere kaget adalah, sepasang mata memperhatikan mereka begitu dalam tapi sangat dingin sekali, orang itu adalah Adlan, Tere merasa tidak enak hati dan malu.
"kak, kakak tunggu disini sebentar ya kak!!"kata Tere terburu-buru
"tunggu, mau kemana?"tanya Putra meraih tangan Tere.
"aku, ke pak Adlan dulu kak!!"Tere ingin menjelaskan dan minta maaf
"di rumah kan bisa, nanti sajalah!!"Putra sedikit kesal
"tapi ka!!"tere bingung.
"sudahlaaah, ayo aku laper banget nech!!"
Sedangkan Adlan sedari tadi membayangkan adegan saat Tere jatuh dan mereka tanpa sengaja bibir mereka bertemu,
"kak, setelah ini kita lansgung pulang ya, karena sudah ,malam aku gak enak sama pak Adlan!!"pinta Tere
"ya, nanti setelah kita makan kita langsung pulang!!"Putra kesal karena dia tau, Tere memikirkan Adlan.
Mereka berdua pulang menuju parkiran motor
"kak, aku anter kakak pulang ya!!"ucap Tere
"gak usah, aku anter kamu aja dulu, aku bisa naik taxi online nanti!"ketus Putra
"jangan kak, kakak nanti ribet lho, ini bisa langsung kerumah kakak lebih dekat!"Tere tak mau merepotkan
"gak usah, gak baik anak gadis pulang sendirian, lagian gak ada yang boleh perhatian sama kamu sealin aku!!"Putra menjawab sedikit ketus.
Tere tau putra kesal memilih diam karena dia malas untuk berdebat, setelah sampai dirumah Putra mengantar Tere sampai kedepan pintu rumah Adlan,
"aku pamit ya ndeek, kamu masuk gih!"pamit Putra
"huumb, hati-hati di jalan ya kak!"Tere melambaikan tangannya dan masuk berharap Adlan belum pulang
Sedangkan Putra menunggu taxi online di depan gerbang rumah Adlan, dan mendapati ada sebuah mobil hendak memasuki pagar rumah Tere, tak lain itu adalah Adlan, Adlan dan Putra saling bertatapan, kemudian Adlan turun dan menemui Putra lau Adlan menyalami Putra.
"kenapa tidak masuk Putra?/'tanya Adlan
"saya malam om!!"jawab Putra
"apa mau saya antar Putra?"Adln menawarkan untuk mengantar Putra
"tidak usah om, taxi onlinenya sudah menuju kesini!"Tolak Putra menolak halus
"ya sudah, kalau begitu saya masuk ya Putra!!"pamit Adlan pada Putra
Putra hanya membalas dengan senyuman saja,
Adlan mengetuk pintu rumahnya, Tere membukakan pintu dengan membawa segelas kopi ditangannya.
"malam pak!!! " Tere membuka pintu dan memasang senyuman.
"Tere,!! Adlan membalas dengan senyuman juga
"ini kopinya pak!! "ucap tere lalu duduk disebelah Adlan
" ada apa??? tanya Adlan sudah mengetahui maksud Tere
"mengenai kejadian tadi pak di Mall pak, hmmm??? " Tere hendak menjelaskan
"ia saya tahu kamu tidak bermaksud seperti kejadian tadi, tadi memang kecelakaan!"Adlan menyeruput kopi yang disediakan Tere
"bapak tidak marah sama say, kn saya tadi buat malu bapak!!"ucap Tere terbata
"memangnya tadi ada yang tau kamu kenal dengan saya??"Tanya Adlan
"ya tidak siech pak, dan satu lagi, Putra nembak saya pak!!'ucap Tere dengan pasti
"dan??"Adlan pura-pura bertanya meskipun dia tau jawaban Tere
"bolehkah saya menerimanya?"Tere mengatakan terus terang
"itu hidup kamu, berbahagialah, asal saya minta satu hal, jaga baik-baik apa yang harus perlu kamu jaga dan kuliahmu jangan sampai terganggu!!"jawab Adlan santai
Adlan kemudian bangun dari duduknya dan bergegas menuju kamar, meskipun ada rasa tak biasa yang dirasakan oleh Adlan.
Tere tersenyum senang, langsung bangun memeluk Adlan dari belakang.
"kenapa seperti ini rasanya saya dipeluk Tere!! " gumam Adlan menghentikan langkahnya
"maksih untuk semuanya pak, pak sudah menjadikan saya seperti sekrang ini, tanpa pak Adlan aku tidak akan bisa seperti sekarang, aku janji aku gak akan ngecewain bapak, apapun itu, saya banyak berhutang budi pak!!"
"sudahlah, kebahagiaan kamu, juga adalah kebahagiaan saya!!"Adlan berbalik memeluk Tere juga.
"boleh saya kembali kekamar Tere??" pinta Adlan agar Tere melepas pelukannya.
"oeeee, ia pak silahkan, maaf ya pak!!"Tere tersenyum senang
Tere melepaskan pelukannya dan membiarkan Adlan pergi menuju kekamarnya.
"kenapa seperti ini rasanya saat dipeluk gadis gadis kecil itu, kenapa ada hati yang sedikit tidak ikhlas mengiyakan keinginan Tere??"Adlan melamun dengan menyenderkan batang lehernya pada ujung kasurnya dan melepas penatnya.
" ck, akh sudahlah tujuanku hanya ingin melihat dia sukses, dan setelah itu aku akan melepasnya untuk meraih kebahagiaanya!! Adlan bergumam lagi, lalu bergegas hendak mandi suara ponsel Adlan berdering.
"Dengan Adlan??? " tanya seseorang menggunakan nomer baru.
"ya benar, dengan siapa?!! "Adlan tanya balik
"aku tidak mengganggumu!! " tanya nomer misterius.
"tidak juga, maaf sebelumnya dengan siapa ini?"tanya Adlan lagi.
"Afilia, panggil saja aku Afilia!!"balas dari nomer misterius tadi.
"Afilia??"tanya Adlan lagi
"wanita yang pernah kamu tolong, tapi ternyata aku salah paham sama kamu!!"jawab Afilia.
"oee,kamu, ada apa??"tanya Adlan malas setelah tau.
"Hmmm, gak ada apa-apa sich!!"Afilia membalasnya lagi.
Adlan kemudian tak menghiraukan pesan yang dikirimi Afilia dan meletakkan ponselnya di nakas, Adlan kemudian mengambil handuk dilemarinya, lalu bergegas mandi,
dia selalu memikirkan perasaannya yang berbeda untuk Tere, sedangkan Tere sudah memiliki orang yang dia cintai, Adlan takut kalau merusak kebahagiaanya, mungkin dia akan mencoba membuka hatinya untuk wanita selain Tere, lama berkutat di kamar mandi Adlan kemudian lekas menyelesaikan mandinya
Setelah selesai Adlan mengambil ponselnya lagi dan menghubungi Afilia.
"halo, assalamualaikum!!"suara datar dan dingin Adlan.
"halo, walaikumsalam mas, aku kira kamu tidak membalas pesanku!"Afilia senang Adlan menelponnya.
"kamu tau dari mana nomerku??"tanya Adlan.
"Apa yang aku gak bisa tau, ada acara kah malam ini??"tanya Afilia.
"tidak, kenapa??"Adlan mencoba akan membuka hati untuk wanita lain.
"dinner yuck, aku tunggu di cafe remaja jam 7 ya!!"ajak Afilia.
"boleh, aku siap-siap dulu!!"ujar Adlan
Selesai mandi Adlan lalu bergegas keluar dari kamarnya, aroma parfum, dan tampilan yang gagah nampak di depan mata Tere yang kebetulan lewat depan kamar Tere.
"maaf pak, mau kemana??"tanya Tere tersenyum
"makan malam, mau ikut??"tanya Adlan.
"tidak, makasih pak, mau nge date ya pak!!"Tere mengejek sopan
"mau tau aja!!"jawab singkat Adlan tersenyum dan pergi lewat didepan Tere
"hmmmm, aroma parfum pak Adlan maskulin banget, pengen dech meluk, by the way, waktu dipeluk kerasaa nyamaaaaaan banget, rasanya gak pengen aku lepas, entah kenapa ya!!"Tere melamun didepan pintu sambil menatap Adlan turun.
"bapak mau kemana pak??"tanya Mbak Sani.
"aku keluar dulu ya mbak, kemungkinan nanti agak malam, aku bawa kunci serep, jangan tunggu saya ya mbak!!"Adlan berlalu pergi keluar rumah.
Setibanya di cafe yang dijanjikan, Adlan memesan minuman dan duduk, tak berapa lama Afilia datang dengan dandanan yang sangat anggun, tetapi itu tak membuat luluh hati dingin Adlan.
"dari tadi mas??"tanya Afilia.
"tidak juga!!"Adlan berdiri kemudian menarik kursi untuk Afilia.
"makasih mas!!"Afilia tersenyum senang.
"kamu pesan apa??"Adlan memanggil pelayan cafe
"samain aja ya mas!!"Afilia tersenyum ramah pada waiters.
Mereka berdua berbincang-bincang, sampai larut dan cafe hendak tutup, kemudian mereka saling berpamitan
"makasih untuk malam ini ya mas!!"Afilia berpamitan.
"aku juga terimakasih karena kamu sudah meluangkan waktu untuk saya!!"balas Adlan.
Akhirnya mereka berpisah, dan Adlan pulang kerumahnya.
"belum tidur mbak Sani??"tanya Adlan saat membuka pintu mbak Sani masih tampak otak Atik di dapur.
"belum pak, bapak sudah pulang?"tanya Mbak Sani basa basi.
"ia mbak, Tere tidur mbak??"tanya Adlan.
"kayaknya sudah pak, soalnya dari tadi Ndak keluar kamar pak!!"jawab mbak Sani.
"oee, ya sudah saya ke atas mbak ya!!"pamit Adlan.
"ia pak,Monggo!!"jawab mbak Sani.
keesokan harinya Adlan dan Tere bertemu dimeja makan.
"apa rencanamu selama liburan ini Tere??? " tanya Adlan.
"entahlah pak, saya juga bingung!! " kata Tere dengan mulutnya yang penuh makanan
"kamu tidak ingin mengunjungi ibu tirimu dan adik-adikmu,, hubungi mereka!! " kata Adlan lagi.
"tidak, tiap malam saya selalu dihantui mimpi ketakutan kalau akan kembali kesana pak, sudah cukup saya mengalah dari dulu pak,biarkan saya menghilang dan menjauh dari mereka!!" Tere menunduk mengingat semua perlakuan mereka pada dirinya.
"jangan kamu memusuhi mereka, rangkul mereka ketika kamu sukses kelak!!!"ucap Adlan sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
Tere meneteskan air mata, mengingat perlakuan ibu tiri dan saudaranya, Adlan melihat tere menggenang air mata, kemudian menghampiri lalu memeluknya.
" maaf bukan maksud saya Tere!! "kata Adlan merasa bersalah.
" bapak tidak salah, saya cuma trauma pak, saya sudah bahagia disini pak, saya tidak mau kembali kesana apalagi alasan saya untuk bertahan sudah tidak ada lagi, !! "kata Tere tetap mempertahankan air matanya agar tidak tumpah.
"maafkan saya,!!"Adlan bangun dari duduknya lalu memeluk Tere dan seketika itu tangis Tere pecah.
"tolong jangan ingat - ingat mereka lagi pak, saya ingin melupakan mereka!!"Tere masih memeluk hangat Adlan dan terisak menangis mengingat almarhum ayahnya.
"aduhhh seneng liat bapak pelukan sama non tere gitu!!! " mbak Sani mengintip dari dalam dapur
"saya kangen bapak, bolehkah saya pamit untuk ziarah ke makam ayah pak besok?"pamit Tere.
"boleh, aku antar ya!!"pinta Adlan.
"pak Adlan gak sibuk??"tanya Tere.
"tidak, biar besok saya antar!!"sanggup Adlan.
Keesokan harinya mereka berdua pergi hendak pergi.
"Hmmm, pak kalau pakai motor boleh tidak, bosen naik mobil, pengen menghirup udara segar saja sich!!"Pinta Tere dengan wajah polosnya.
"Hmmm,boleh juga, sekalian jalan-jalan mungkin ya!!"Adlan menyanggupi,
Akhirnya Adlan menyuruh mbak Sani mengambil jaket untuknya dan Tere, setelah selesai Adlan menggunakan jaket dan helm teropongnya gantian Tere yang dipakaikan helm oleh Adlan.
"makasih pak!!"ucap Tere menganggap Adlan adalah ayahnya.
"sudah siap??, bismillah!!"Adlan berangkat.
Tere berpegangan pada pinggang Adlan keluar dari pintu gerbang, mereka menempuh perjalanan 2 jam ke kita Tere tinggal, sesampainya disana Tere Adlan berdoa, lalu mencium Nisan ayahnya.
"yah, Tere disini, ayah apa kabar disana, Tere pengen banget cerita banyak sama ayah, kayak dulu lagi yah, Tere bahagia banget yah, sekarang, ada pak Adlan bantu Tere, beliau baik banget yah!!"Tere menitikkan air mata memeluk nisan ayahnya.
Adlan hanya diam menyaksikan Tere melepas rindu untuk ayahnya,
Setelah selesai ziarah, Adlan mengajak Tere pulang karena hari sudah mulai petang, Tere bangun dari persimpuhannya.
"pak, aku kangen taman dan suasana disini pak, pengeen banget nginep disini 2 hari aja, nanti hari Senin kita pulang pak, kangen ketemu temen sekolah juga pak!!",pinta Tere.
"hmm, boleh kita cari hotel disini!!"ajak Adlan.
"carinya nanti saja pak, kita ke taman dulu yuk!!"ajak Tere.
"baiklah!!"Adlan meng iyakan permintaan Tere.
Sesampainya di taman kota, Tere turun dan dan menikmati suasana malam di kotanya dia dibesarkan, dia jalan-jalan menyaksikan lalu lalang orang pacaran dan jalan-jalan, menyaksikan banyak pengamen menyanyikan lagu cinta untuk muda mudi yang sedang kasmaran, sambil duduk menatap hiruk pikuk suasana taman kota Adlan dan Tere duduk berdua dengan Adlan sambil bercerita masa lalunya.
"hmmmm, seneng banget rasanya hari ini!!"Tere sambil menghirup udara malam.
"kenapa?"tanya Adlan.
"karena aku bisa ngerasain yang aku dulu gak pernah rasain!!"ucap Tere menatap dengan senyuman dan bersandar di pundak Adlan
"Hmmm,memangnya dulu kenapa??"tanya Adlan
"dulu ayah itu sangat over protektif banget sama aku pak, jangan kan untuk main keluar malam, pulang sekolah telat sedikitpun pasti di rumah ayah sudah marah besar!!"Tere bercerita sambil merindukan ayahnya.
"se posesif itu kah ayahmu??"tanya Adlan
"pak Adlan kan sahabat ayah, masak ayah gak pernah cerita tentang anaknya siech!!!"ucap Tere
"hahaha, iya benar, tapi tujuan ayahmu cuma satu, kamu perempuan biasanya terlalu sensitif kalau keluar malam, apalagi sampai telat pulang, yang dipikirannya itu cuma takut kamu ada apa-apa dijalan Tere!!"Adlan menjelaskan.
"iya bener pak, yang lebih lucu lagi, dulu waktu SMA temen-temen pengen kerja kelompok ke rumah, mereka eh, 1 temenku gak setuju, pak Adlan tau kenapa?, masak dia bilang takut ke rumah gara-gara ada ayahku, dan lebih galak dari herder katanya, kan ngeselin pak!!"Tere menitikkan air mata karena sangat rindu sosok ayahnya.
"dan dulu ayah pernah bertengkar dengan ibu tiri ku karena aku gak pernah bener di mata ibu, terus ayah tengkar Sampek keluar omongan aku bakalan cari istri lagi kalau kamu gak bisa baik sama anakku sendiri, beliau Sampek bilang seperti itu pak, disitulah kenapa saya bertahan untuk bersama ayah!!"Tere bertahan agar tidak menangis karena rindu ayahnya.
Adlan menoleh dan menatap Tere, lalu memeluk Tere, Adlan cuma diam dan hanya mendengarkan Tere menangis, kenyataan yang tidak bisa terima karena ia masih butuh sosok ayahnya dan tidak punya siapa-siapa lagi.
"kenapa Allah SWT mengambil ayah begitu cepat pak, dan ini sangat tidak adil buat saya!!"Tere terisak.
"semuanya sudah ada jalannya Tere, mungkin ada jalan indah di balik semuanya, sering-sering kirim doa untuk ayahmu, kalau kamu tidak ikhlas seperti ini, sampai kapanpun ayahmu pasti sedih melihat kamu seperti ini!!"Adlan menasehati.
"in sha Allah setiap sholat tak lepas saya berdoa untuk mereka pak!!"kembali posisi duduk dan menyeka air matanya.
"daerah di sini yang belum pernah kamu kunjungi dimana??"tanya Adlan mengalihkan agar Tere tidak teringat ayahnya lagi
"memangnya di sini ada tempat wisata, perasaan cuma pantai aja!!"ucap Tere.
"ia sich, meskipun sekedar pantai apa pernah kamu kesana,??"tanya Adlan.
"belum sich pak, tapi kabarnya disana kotor, aku gak tertarik kesana pak!!"ucap Tere.
"terus menginap disini 2 hari mau kemana??"Tanya Adlan.
"berkunjung ke sahabat-sahabat aku pak!!"tersenyum membujuk.
"ya sudah besok aku ambilkan kamu sepeda matic di rumah, kamu bisa keliling dan main ke sahabat-sahabat kamu!!"Adlan mengijinkan.
"makasih pak!!"memeluk Adlan lagi.
"tapi hati- hati ya, jangan terlalu malam pulangnya!!"pesan Adlan.
"lha pak Adlan mau kemana?"tanya Tere.
"saya di rumah,mau nginap di rumah saya!"canda Adlan.
Setelah lama duduk, jalan-jalan sekitar taman juga selesai makan, Adlan menuju hotel dan memesan 1 kamar untuk Tere.
"ini kuncinya, naiklah, saya pulang dulu, besok pagi ada orang yang antar motor kesini!!"Adlan mengantar sampai lobi.
"makasih banyak ya pak!!"melambaikan tangan pada Adlan dan Adlan membalas dengan senyuman.
"Masih ada orang sebaik dia, bahkan terlalu baik, saya janji pak, sampai kapanpun saya tidak akan membuat kecewa bapak!!"masih melihat Adlan pergi keluar hotel.
Tere kemudian naik ke kamarnya sambil merogoh ponselnya dan mencari nama Putra di kontak ponselnya.
"halo!!"sapa Tere lewat ponselnya.
"dari mana ndek, dari tadi aku telfon dan chat gak ada yang kamu balas??"tanya Putra sedikit kesal.
"maaf kak, aku lagi di kotaku, dan aku kesini untuk ziarah ke makam ayah!!"cerita Tere.
"kenapa gak hubungi aku, tau gitu pasti aku Anter pendek!!"Putra kesal.
"jangan kak, gak papa kok, ada pak Adlan, kakak kan kuliah besok ada kelas!"ucap Tere.
"apa sich!!!"Putra mematikan ponselnya.
"jelas dan pasti marah!!"Tere meletakkan ponselnya dan mandi.
Selesai mandi, Tere mencari kontak ponsel sahabat-sahabatnya di Facebook, dia catat semua dan menghubungi satu-satu teman SD,SMP juga SMA nya.
Keesokan harinya Tere pergi ke kedai temennya Kita sahabat SMA.
"Mbak, Lita ada, bilang Tere yang cari!!"ucap Tere pada pekerjanya Lita.
"sebentar ya kak, saya liat dulu ada apa tidak!!"Tere menunggu sejenak.
"Tereeeeeeee!!!!"Lita langsung gembira dan memeluk sahabatnya yang sudah hampir 3 tahun tidak berjumpa lagi.
"Litaaaa!!!"Tere juga gembira
"kamu apa kabar, ya ampun kamu cantik bangeeet sekarang, gimana-gimana nech mana pacarnya??"tanya Lita sambil mengajak duduk Tere.
"gak aku gak ada pacar, waaah kedai kamu rame banget ya Lita, kamu kabarnya udah nikah ya, punya anak berapa??"tanya Tere.
"iya donk, masih 1 siech anakku, aku speechless lho liat kamu sekarang, cantik buanget, hmm gak mungkin nech gak punya pacar!!"Lita tak percaya.
"beneran aku gak punya pacar!!"jawab Tere.
"selama ini kamu dimana siech Tere, aku Sampek kangen, d grub SMA cuma kamu yang gak ada, mereka semua nanyain!!"ucap Lita.
"Masak siech, mereka nanyain aku semua, kangen mereka dech!!"ucap Lita.
"kita foto bareng yuck!!"Lita dan Tere berpose dan mengirim ke grup
"mana nomor kamu Lita!!"mengeluarkan ponsel dari sakunya
"kerja apa sekarang Tere, raut wajah kamu beda banget, auranya tuch seger banget tau sekarang!!"Lita masih tak percaya melihat sahabatnya itu
"aku kuliah sambil kerja Lita, kamu juga cantik banget kok, dibanding dulu!!"Tere juga memuji Lita.
"liat dech anak-anak gak tau kalau itu kamu Tere, waktu aku kasih tau kamu anak-anak gak percaya semua!!"menunjukkan pesan grup sekolah SMA Lita dan Tere.
"Lita jalan yuck, aku kangen sama Ninda juga!!"Ajak Tere.
"Hmmm, oke dech, o iya aku masukin grup ya nomer!!!"Lita berpamitan.
"boleh Lita, masukin aja, sudah yuck, kita jalan!!"rengek Tere.
"ayok ke rumah Ninda, moga aja dia gak piket hari ini!!"ucap Lita.
"Oyie cuss!!"Tere senang karena waktu senggang untuk sahabatnya sangat banyak.
Tere berboncengan dengan Lita, menuju rumah Ninda,
"Tereeee, ini bener kamu kah, iech gemes dech, aku gak sempet percaya lho waktu liat foto kamu di grub, ternyata bener banget kamu sekarang cantik!!"Ninda menyambut dan melepas kangen.
"apa siech, sudahlah, jangan gitu, sama aja!!"Tere merasa malu.
Akhirnya mereka bertiga pergi menuju restoran untuk makan-makan sambil membahas masa-masa putih abu-abu mereka.
"oe ya Tere, kamu tinggal dimana sekarang??"tanya Ninda.
"Hmmm, aku, aku tinggal di kota wisata, dan aku kuliah disana!!"ucap Tere berbohong yang jarak tempuh dari rumah Adlan 1 jam perjalanan.
"waaah, enak tuch boleh donk kapan-kapan kita ke rumah Tere ya!!"Lita ber keinginan berkunjung.
"oeee, iya boleh, boleh tapi kabari kalau kalian mau kesana ya!!"Tere menggaruk kepala tanda dia bingung bagaimana kalau mereka benar kesana.
Ponsel Tere berdering.
"liat kebelakang!!"pesan chat dari Adlan.
Tere menoleh pelan, dan tersenyum pada Adlan, yang sedari tadi ternyata lebih dulu dia duduk dan makan di restoran itu.
"kenapa berbohong, biarkan mereka main ke rumah yang kamu tinggali sekarang, ajak mereka!!"pesan chat dari Adlan.
Tere hanya membalas dengan emoticon senyum lebar..
setelah Tere meletakkan ponselnya, gantian Putra video call pada Tere.
"siapa tuch video call Tere!!"Lita menggeser ponsel Tere.
"oe, temen, biar gak papa lanjut aja yuck!!"ajak Tere tak menghiraukan.
"siapa tau penting Tere!!"ucap Ninda.
"gak, pasti gak penting kok!!"Tere tak mau acaranya diganggu
"dari namanya kak Putra fotonya cakep lho Nind!!"Lita mengejek.
"ayolah angkat Tere, kita kan juga pengen tau pasangan kamu!!"ucap Lita.
"jangan dech, gak penting kok!!"mematikan video call Putra
"tuch video call lagi, ayo donk angkat Teree!!"Ninda memaksa.
"iya,iya dech!!"Tere mengangkat dan menyapa Putra.
"assalamualaikum kak!!"Tere menyapa Putra.
"kok di riject pendek!!"Putra tersenyum
"hmmmm, itu kak...!!"Tere hendak bicara Lita dan Ninda menyapa Putra.
"haaaaaiiii, ini cowoknya Tere ya!!"Lita dan Ninda menyapa.
"haloooo, salam kenal buat kalian!!!"Putra tersenyum ramah dan melambaikan tangannya.
"nanti aku telfon balik ya kak, bye, assalamu'alaikum kak!!"Tere mematikan ponselnya.
"kok dimatikan sih Tere, orang mana itu Tere, ganteng banget!!"Lita memuji.
"sudah lah jangan bahas lagi!!"Tere tak menggubris.
"kangen dech dulu waktu sekolah kalau aku gak jajan kalian selalu bagi makanan juga uang saku kalian,dan Ninda juga sering beliin aku buku pelajaran yang gak mampu aku beli!!"Tere mengingat masa sekolahnya.
"Tere masih inget aja moment itu!!"Ninda juga kembali mengingatnya.
"iya lah, kan kalian tau cuma kalian yang care sama aku dan ngertiin posisiku dulu!!"Tere tersenyum bahagia.
"hmmmm, Tere kangen dech!!!"mereka bertiga berpelukan.
"o iya kamu di kota wisata tinggal sama siapa, bukannya kamu gak punya siapapun disana??"tanya Lita.
"aku ngekost sambil kerja disana buat kuliah Nind!"Tere bohong lagi dan sambil melirik Adlan.
"kamu kerja apa??tanya Lita.
"Hmmm, kerjaaaaa, adaaa dech kepoooo!!"Tere tak memberi tahu.
"Hmmm, kalau dari tampilannya pastiiii???"Ninda bermaksud bercanda.
"pasti apa Ninda!!"Tanya Lita.
"pasti punya sugar dady!!!"Tere dan Lita tertawa lepas dan Tere yang sedang minum Sampai tersedak.
"uhuk,uhuk, husssh, kalian ini, fitnah lho, banyak orang disini liat semua orang perhatiin kita tuch!!"Tere melirik Adlan yang hanya tersenyum mendengar reaksi Tere.
"aaaa ngaku aja deeech!!"Lita tertawa.
sedangkan di meja Adlan yang letaknya hanya selisih 1 meja di belakang.
"bro kayaknya aku pernah liat itu cewek dimana ya bro!!"Tatapan Malik tertuju pada Tere saat mereka Tertawa lepas.
"siapa?, mungkin teman kamu!!"Adlan yang lupa kalau Malik tau foto Tere.
"siapa ya, dimana ya pernah liat??"Malik mengingat lagi.
kita balik ke kantor saja, ada tamu!!"Adlan yang ingat Malik pernah tau foto Tere mengalihkan agar Malik tidak ingat..
"tunggu Adlan, saya sepertinya ingat itu,,,!!"Malik mengingatnya tapi Adlan bergegas menarik tangannya dan pergi.
"itu kan anak asisten rumah tangga kamu Adlan, pantes dari tadi kamu senyum-senyum sendiri liatin gadis-gadis disana!!"Malik mengejek Adlan
"bukan, kamu salah liat!!"Adlan menepis.
"kalau bohong aku samperin nech orangnya!!"ancam Malik.
"iya, dia orangnya, tapi sudah lupakan, kita ada tamu dari provinsi!!"terus berjalan menuju pintu keluar.
"ada yang tidak beres ini,!!"gumam Malik penasaran
Tere masih bersama-sama temannya bercanda ria, seperti restoran itu milik mereka bertiga, bersenda gurau mengenang masa lalu mereka.
"Tere, liat dech Damar wapri aku lho, inget gak Damar cowok yang kamu suka, tapi Damarnya cuek minta ampun sama kamu, inget gak??"tanya Lita.
"Damar yang tinggi, ganteng dan wajahnya baby face itu??"Tere balik tanya
"ia, anak IPS 3 lho masak lupa sebelah kelas kita dulu!!"Ninda mengingatkan.
"oee, iya inget, kenapa??"tanya Tere.
"nech baca sendiri!!"menyodorkan pada Tere ponsel yang berisi pesan Damar dan Lita.
"gimana Tere, boleh gak dia nyimpen nomer kamu, sopan banget tau dia, mau nyimpen pakek pamit dulu!!"Ninda menanyakan pada Tere.
"simpen aja!!"jawab Tere santai.
"by the way dia sekarang jadi polisi lho!!"ucap Ninda.
"ech, bentar ya!!!"ponsel Tere berdering, ternyata Adlan yang menghubungi.
"assalamualaikum pak, ia??"tanya Tere berbisik pelan dan menjauh dari temannya
"walaikumsalam, belum pulang??"tanya Adlan.
"belum pak!!"jawab Tere.
"nanti malam malam masih mau ketemu teman kamu lagi??"tanya Adlan.
"kenapa pa??"tanya Tere.
"cuma pengen ngajak kamu jalan-jalan lagi, kalau kamu ada acara cancel aja!!"ucap Adlan.
"iya, nanti malam ya pak, 1 jam lagi saya pulang!!"Jawab Tere.
"ya sudah, assalamu'alaikum!!"pamit Adlan
"walaikumsalam!!"jawab Tere.
Tere menghampiri teman-temannya dan bergabung lagi,
"siapa sich Tere, lama gak ketemu kamu sekarang beda banget Tere!!"ucap Lita.
"kata siapa, kita tetep haha hihi gini apanya yang berubah??"tanya Tere.
"hidup kamu tuch terlalu banyak rahasia dech kayaknya!!"Ninda nyeletuk.
"rahasia apa sich!!"tanya Tere.
"ya Maslaah kehidupan kamu, apa pernah dulu kita bocorin segalanya tentang kamu sama orang lain, dulu kamu paling terbuka banget sama kita, sekarang kamu tertutup banget!!"Ninda sedikit cemberut.
"ya ampun kok kalian bisa berpikir Sampek sejauh itu sich, oke, sekarang kalian mau tau apa tentang aku??"Tanya Tere serba salah.
"semenjak ayah kamu meninggal, kamu gak ada kabar kamu kemana??"tanya Lita,
"ya aku kerja, sambil kuliah, di kota wisata itu, paruh waktu sich, apapun aku kerjain biar aku bisa kuliah!!"Tere tetap berbohong.
"tuch kan kamu bohong lagi, mata kamu gak bisa bohong Tere sama kita!!"Ninda masih tak percaya.
"oke,oke tapi kalian janji jangan judge aku macem-macem ya!!"Tere bingung harus menjelaskan dari mana.
"ia, kita janji!!"Lita dan Ninda berjanji.
"aku sebenernya tinggal di kota xxx bukan di kota wisata, dan aku tinggal di rumah temen ayah aku, disitulah aku benar-benar dibantu sama temen ayah aku ya sampai aku seperti ini!!"cerita Tere.
"temen ayah kamu, maksudnya berarti seumuran sama ayah kamu dong??"tanya Tere.
"gak juga sich beda 5 tahun dari ayah aku Lit, dia baik banget!!"cerita Tere.
"oee, terus istri dia gimana??"Tanya Ninda
"dia belum beristri, dia bujang!!"cerita Tere.
"gak geli kamu bareng sama om-om Tere??"tanya Ninda
"kenapa geli, dia baik kok sama aku!!"jawab Tere.
"secara kan om-om tuch jelek, keriput dan Gimana sich kayak ayah kita lho!!"Lita membayangkan rupa semua om-om sama .
"kalian bisa aja, tapi kalian janji ya, jangan katakan sama siapapun!!"Tere tak mau dia di cap sebagai simpanan om-om.
"kenalin donk??"pinta Ninda
"janganlah, sungkan banget aku!!"Ucap Tere.
"yah, selalu gitu, terus tadi siapa?"tanya Lita
"kalau yang tadi telefon itu kak Putra, temen deket tapi bukan pacar!!"jawab Tere.
"oeee, TTM Ninda!!"ejek Lita.
"terserah dech, ech sudah malam, aku pulang dulu ya!!"Pamit Tere.
"kamu pulang kemana disini, bukannya kamu sudah diusir sama ibu tiri kamu??"tanya Ninda
"hmm, aku pulang ke hotel!!"jawab Tere.
"apaaaaa??"Lita dan Ninda berbarengan.
"iya hotel, kenapa??"tanya Tere.
"hotel mana?"tanya Lita berpikir dia tinggal dengan om-om dan sekamar.
"hotel xxxx!!"jawab Tere lagi
"itukan hotel paling mewah disini Tere, sugar dadymu kaya banget ya!!"Ninda kaget
"hussh, mulut...banyak orang Lita dikira beneran nanti!!"Tere berbisik.
"Ya emang bener kamu sama sugar Daddy di hotel kan Tere, ya kan??" Ninda tak percaya.
"kalian pikir beliau orang seperti itu, beliau itu orang baik banget, sopan, dia gak tidur di hotel beliau tidur dirumahnya sendiri!!"cerita Tere.
"masak sich, ada orang sebaik itu??"Lita masih penasaran.
"udah dulu ya, aku ada janjian, nanti kita ketemu lagi kalau nanti, mmmuech, mmuach mencium pipi sahabat mereka 1,1, byee!!"pamit
"Tere nanti kita sambung-sambung lewat ponsel ya!!"Lita melambaikan tangannya.
Setelah Tere berpamitan, dia langsung pulang ke hotel dan segera mandi, dan bersiap-siap, setelah beberapa menit Adlan menghubungi untuk memberitahu dia sudah menunggu di lobi.
"maaf ya pak, telat, ayok!!"ajak Tere dengan dress selutut.
"ayo!!"Adlan bangun dari duduknya dan Tere merangkul lengan Adlan.
Adlan canggung, dan sempat kaget Tere meraih lengannya untuk digandeng.
"gimana, seharian ini acara mu??"tanya Adlan
"seru pak, dan masalah saya tadi berbohong, maaf ya pak!!"ucap Tere
"santai saja, dan masalah sugar Daddy??"Adlan menyindir.
"hah, hmm, anu bapak tadi denger bagian mananya??"Tere malu dan bingung mau menjawab dan menggaruk tengkuk kepalanya.
"hahaha, sudahlah tidak usah dijawab!!"Adlan senyum-senyum sendiri dan terus berjalan.
"gara-gara Lita sama Ninda kelewatan becandanya!!"gumam Tere salah tingkah.
"kamu kenapa??"tanya Adlan.
"gak papa, mau makan dimana pak!!"mengalihkan pembicaraan.
"kamu maunya dimana??"Tanya adlan balik sambil tersenyum melihat Tere salah tingkah.
"terserah pak Adlan dech!!"Tere memasrahkan tempat pada adlan.
Setelah sampai di restoran mereka memesan beberapa menu yang spesial di resto itu, Tere makan sambil sibuk memegang ponselnya, Tere membalas chat dari Putra, Adlan sebenarnya merasa risih Tere tidak mau menganggu mereka, adlan tetap makan dengan santai, Tere melirik expresi adlan merasa tidak enak.
"kita selesain nanti ya kak, aku lagi sama pak adlan makan!!"Tere mematikan ponselnya.
"maaf ya pak, Tadi lagi ada urusan sama kak Putra!!"senyum Tere.
Adlan hanya membalas dengan senyuman dingin, dan Tere mengerti maksudnya,
"o iya besok ternyata ada kelas pak, kemungkinan besok pagi saya pulang pak!!"Tere membuka obrolan .
"hmm, jam berapa besok??"tanya Adlan.
"kemungkin jam 6 pagi pak!!"jawab Tere.
"oke, besok aku antar, tapi nanti aku langsung pulang, karena masih ada urusan disini!!"jawab Adlan
"hmm, tidak usah pak, biar saya pulang sendiri naik taxi online pak!!" Tere menyanggupi bahwa dia bisa pulang sendiri.
"bukannya kamu sudah bisa bawa mobil sendiri, bawa mobilku!!"Adlan memasrahkan mobilnya.
"jangan pak, biar saya naik taxi online saja!!"ucap Tere menolak.
"ya sudah biar besok saya antar, kalau kamu gak mau bawa mobil!!"ucap Adlan.
"bukannya di rumah bapak disana ada mobil juga, nanti bapak gimana bawaknya!!"tanya Tere.
"itu urusan saya nanti, kamu makan aja dulu!!"Adlan menyuruh Tere tak memikirkan masalah yang lain.
mereka makan malam, setelah selesai Tere pulang ke hotelnya, dan Adlan naik motor Tere untuk pulang kerumahnya.
"makasih banyak ya pak, maaf selalu merepotkan bapak!!"Tere mencium tangan Adlan
" besok, hati-hati ya bawa mobil, jangan ngebut!!"ucap Adlan.
"siap pak!!"Tere bertingkah dengan memberi hormat.
"ya sudah, kabari besok kalau mau berangkat ataupun sudah sampai!!"pesan Adlan.
Tere melambaikan tangannya pada Adlan, dan bergegas masuk kedalam hotel
"halo kak!!"Tere menghubungi Putra yang masih kesal.
"apa lagi!!"Putra menjawab ketus.
"kakak marah??"tanya Tere.
"gak, aku gak marah, marah kenapa, kan aku bukan orang penting buat kamu!!"jawab singkat Putra
"kalau gak marah kok jawabnya gitu!!"tiba-tiba panggilan selular Tere mati, dan Tere mencoba menghubungi Putra lagi ternyata tidak aktif.
Karena malam semakin larut Tere merasa sangat mengantuk, dia tarik selimut dan tidur karena besok dia harus bangun pagi untuk pulang.
Pagi tiba, Tere langsung bergegas check out dari hotel dan pulang ke kota xxx, karena Tere mendadak ada kelas, setelah menempuh jarak 2 jam, Tere sampai langsung menuju kampus sambil clingak clinguk mencari Putra, bahkan Tere sempat bertanya pada temannya apakah Putra kuliah hari ini atau tidak, dan salah satu temannya memberi kabar kalau Putra ada pertandingan tenis lapangan hari itu, dan Tere berpikir mungkin Putra menghubunginya untuk mengabari pertandingannya itu.
Akhirnya Tere tetap mengikuti kelas sampai selesai lalu pulang kerumahnya, beberapa kali menghubungi Putra tetapi tidak aktif, akhirnya Tere menyerah dan pulang, dia masuk ke kamarnya dan berbaring melepas penat.
Tiba-tiba ponselnya berdering dari nomer tak dikenal, dan Tere mengangkatnya.
"halo!!"jawab Tere .
"benar ini saudara Tere??"tanya orang misterius tadi.
"ia benar, ini siapa ya,l??"tanya Tere lagi
"ini saya orang yang menolong anak namanya Putra Ardiansyah mbak, dia kecelakaan tunggal, nomor terakhir yang dipanggil itu mbaknya, bisa minta tolong ke daerah jl.sawit mbak, agar anaknya cepat ditangani!!"sebut orang itu.
"oke pak, saya kesana!!"Tere tak berpikir apapun dan bergegas turun dan berpamitan pada mbak Sani.
selisih 10 menit Adlan datang
"tok,tok,tok, assalamu'alaikum mbak!!"Adlan mengetuk pintu rumahnya dan mbak Sani membuka
"dimana Tere mbak??? " tanya Adlan hendak duduk melepas penatnya.
"non Tere keluar pak barusan Sampek pergi lagi,!! " kata mbak Sani
"kemana katanya mbak?"tanya Adlan penasaran.
"kurang tau pak, tadi buru-buru kayaknya, saya tanya katanya mas Putra kecelakaan gitu katanya pak!!"menurut penuturan mbak Sani.
Adlan lalu mengambil ponselnya karena Adlan punya firasat tidak enak.
"halo, assalamualaikum,dimana?"tanya Adlan
"walaikumsalam halo pak, saya di perjalanan pak, tadi dikabari orang yang nolong Putra , kalau Putra di jalan sawit kecelakaan, ini saya ke lokasi pak!!" Ucap Tere di iringi suara kencangnya angin karena kecepatan laju motornya.
"ada yang tidak beres,,,,,!"gumam Adlan.
"Tere dengarkan saya, kamu berhenti disitu biar saya antar, Jangan kamu berangkat sendiri!!"Adlan khawatir dan beranjak dari duduknya
"apa pak??, pak!!"Tere tak mendengar karena suara angin.
"Tere, dengarkan saya!!"Ponsel Tere mati kehabisan baterai.
Adlan langsung bergegas dan berlari mengambil kunci dan motor ninja lengkap dengan helmnya, dia menuju ke tempat yang Tere maksud, meskipun informasi Tere hanya setengah - setengah.
Sedangakn di tengah jalan Tere menemukan orang tergeletak menghalangi jalan Tere, kemudian dia turun untuk memastikan keadaan orang itu, Tere kemudian berusaha mendekat meskipun hatinya takut,disentuh pelan orang itu dan memastikannya.
Yang ditakutkan Tere ternyata benar, sekumpulan laki-laki langsung memegangi kedua tangan Tere dan jalan yang mereka maksud adalah tempat sepi.
"siapa kalian????"tanya Tere hendak berteriak minta tolong
"hhahaha, apa kabar nona Tere,??"seorang wanita dengan tawa yang sangat keras
"kak kareen, apa maksud kakak???"Tere ketakutan dan menangis
"kamu masih tanya maksud saya apa???"kareen dengan kasar meraih dagu Tere
"leppasss kak, sakit...!"Tere menepis tangan kareen
"pyarrrrr!!!"tangan kareen melayang di pipi Tere
"Terserah mau kalian apakan perempuan ini, yang penting buat dia jera!!" perintah kareen kemudian menyerahkan amplop coklat dan hendak pergi.
"kak, tolong jangan begini kak, kita bicara baik-baik!!!"teriak Tere menangis ketakutan.
"jangan salahkan saya, sudah saya peringatkan kamu berulang kali,sekarang rasakan akibatnya karena kamu berani macam-macam sama aku!!"Kareen bahagia dan tertawa lepas.
selang beberapa menit, saat kareen hendak pergi meninggalkan Tere, Adlan dan Putra juga para polisi sudah tepat menodongkan pistol ke arah kareen dan segerombolan laki-laki bertubuh kekar yang sedari tadi memegangi tangan Tere, dengan sigap seluruh laki-laki bertubuh kekar semuanya angkat tangan, Tere langsung bergegas lari, entah kenapa saat itu Tere langsung berlari menghampiri Adlan lalu memeluknya.
Putra tertegun, kecewa melihat Tere saat dia lebih memilih berlari ke pelukan Adlan, dari tatapan Tere dia bisa melihat begitu nyamannya dia memeluk Adlan.
Tere Masih trauma dari ketakutannya menatap kareen, dan kareen yang tadinya tertawa lepas melihat Tere menderita sekarang menangis meminta belas kasihan Tere.
"tunggu pak!!!!" Tere menghentikan langkah polisi saat hendak membawa kareen dan segerombolan preman..
"ia, ada apa nona???"Tanya polisi
"saya ingin menyelesaikan urusan saya dengan kekeluargaan pak!!!" Ucap Tere sembab dan suaranya serak akibat menangis.
"Tere!!!!"Putra kaget mendengar pernyataan Tere melarang polisi membawa kareen.
"ia kak,saya akan selesaikan secara kekeluargaan!!!"Tere mengulangi perkataannnya lagi.
"tapi mereka kan hampir celakain kamu Tere, masak semudah itu kamu lepasin mereka, kareen sudah keterlaluan dan dia itu licik Tere, dia gak bakalan biarin kamu tenang!!!"Putra tak menyetujui pendapat Tere.
Akhirya dengan perdebatan panjang dan negoisasi semua selesai meskipun dengan mudah kareen lolos.
Adlan hanya diam tak bergeming, dia hanya diam saja mendengar Putra berdebat, karena Adlan berpikir apa yang ada di pikirannya sudah Putra sampaikan, semenjak kejadian itu Adlan merasa dan yakin kalau Tere tidak akan mengecewakannya, Adlan sangat bahagia karena pria yang Tere peluk adalah Adlan.
sedangkan Putra hatinya merasa kecewa atas kejadian tadi, ditambah dengan rela Tere melepas kareen begitu saja, Putra kemudian pergi kembali ke pertandingan dan membiarkan Tere bersama Adlan.
Mohon bantuannya kak🙏