NovelToon NovelToon
Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

Selama menikah, Gia menyamar jadi istri polos yang cuma tahu urusan dapur. Tapi Aldo sang suami, malah menceraikannya demi cewek lain yang katanya anak direktur. Gia cuma tersenyum dan langsung tanda tangan. Lagipula, cape berpura-pura miskin!
Keesokan harinya, Aldo dengan sombong menghadiri rapat sebagai manajer baru di perusahaan raksasa VK Group. Dia berniat pamer demi bikin Gia menyesal.
Tapi saat pintu rapat terbuka, Komisaris Utama sekaligus pemilik saham terbesar masuk dengan anggun.
Itu Gia!
Gia tersenyum manis menatap mantan suaminya yang pucat pasi. "Manajer Aldo, buatkan saya kopi. Jangan lambat, gajimu saya yang bayar sekarang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Pukulan pertama pada sang penghianat

Keesokan harinya, matahari baru aja terbit, tapi suasana di kantor pusat VK Group udah panas dingin. Berita soal rilisnya draf proyek baru divisi Aldo menyebar cepat kayak api disiram bensin.

Aldo duduk di kursi kerjanya dengan lingkaran hitam pekat di bawah mata. Semalaman dia nggak bisa tidur. Bayangan Kakeknya Gia yang bawa tongkat emas, Elkan yang pasang badan, dan fakta kalau mantan istrinya itu anak konglomerat yang bernama Kolong Merah legendaris ternama benar-benar bikin kepalanya serasa mau pecah.

"Mas... gimana ini?" Siska datang membawa dua cangkir kopi dengan tangan gemetaran. Mukanya pucat pasi, nggak ada lagi sisa-sisa bedak tebal atau gaya sok cantiknya. "Tante Titik dari tadi nangis-nangis di rumah, takut kalau Gia beneran ngeratain aset keluarga kamu..."

"Diem kamu, Siska! Jangan makin bikin aku pusing!" bentak Aldo pelan tapi menekan, mengusap wajahnya kasar.

Belum sempat Siska membalas, pintu ruang divisi mendadak terbuka lebar. Dua orang petugas keamanan berbadan tegap melangkah masuk, disusul oleh sosok Gia yang tampil begitu memukau dengan *blazer* putih elegan dan *heels* merah menyala. Di sampingnya, Elkan berjalan santai dengan kedua tangan masuk di saku celana, melempar tatapan dominan yang bikin seluruh isi ruangan mendadak hening seketika.

Gia menghentikan langkah tepat di depan meja Aldo. Ia melepas kacamata hitamnya pelan, menatap mantan suaminya itu dari atas ke bawah dengan pandangan super dingin.

"Manajer Aldo," panggil Gia, suaranya renyah tapi sanggup bikin bulu kuduk berdiri. "Mana draf revisi proyek yang saya minta kemarin jam lima sore?"

Aldo refleks berdiri, tenggorokannya mendadak kering kerontang. "N-Nona Komisaris... kemarin ada sedikit masalah keluarga, jadi saya"

"Saya nggak nanya alasanmu," potong Gia cepat tanpa emosi. "Saya cuma nanya, mana berkasnya?"

"Belum... belum selesai, Nona," cicit Aldo, benar-benar kehilangan seluruh harga dirinya di depan jajaran stafnya sendiri.

Gia menyunggingkan senyum tipis yang penuh kemenangan. Ia melirik Elkan sebentar, lalu kembali menatap Aldo. "Sesuai ucapan saya kemarin. Bonus triwulan divisimu dipotong lima puluh persen. Dan karena kamu membuktikan diri nggak kompeten memimpin divisi ini..."

Gia mengetukkan jarinya di atas meja Aldo.

"Mulai hari ini, posisi Manajer resmi dilepas dari kamu. Kamu diturunkan jadi staf biasa di bagian kearsipan lantai basemen."

"Apa?!" Aldo melotot kaget, dadanya naik turun menahan guncangan hebat. Dari posisi calon direktur, mendadak dilempar ke basemen?! "Gia! Kamu nggak bisa gitu dong! Ini kesewenang-wenangan namanya! Kamu pake dendam pribadi!"

"Kesewenang-wenangan?" Elkan akhirnya angkat bicara. Pria itu maju satu langkah, menatap Aldo dengan tatapan membunuh. "Pemegang saham mayoritas punya hak penuh menentukan struktur perusahaan, Staf Aldo. Dan asal kamu tahu, keputusan ini bahkan terlalu lembut buat orang yang berani mengancam calon istri saya."

Siska yang berdiri di samping Aldo mendadak mencicit ketakutan. "N-Nona Gia... tolong maafin Mas Aldo... kemarin kita cuma emosi..."

Gia melirik Siska dingin, lalu tersenyum meremehkan. "Oh, tenang aja, Siska. Kamu juga nggak perlu repot-repot nemenin Aldo di sini lagi. Surat pemutusan hubungan kerja dan larangan masuk ke seluruh gedung VK Group buat kamu sudah ditandatangani tadi pagi."

Siska rasanya mau pingsan di tempat. Impiannya hidup mewah mendadak hancur berantakan dalam hitungan detik.

"Bawa Staf Aldo ke lantai basemen sekarang. Dan bersihkan mejanya. Dan untuk kamu pak aldo, segera kerjakan pekerjaan mu kemarin. Atau tidak, kamu akan di pecat." perintah Gia tegas pada dua petugas security.

"Siap, Nona Komisaris!"

Aldo cuma bisa pasrah saat tangannya ditarik pelan oleh petugas keamanan. Sebelum melangkah pergi dengan langkah gontai dan kehancuran yang sempurna, ia sempat menoleh ke belakang. Di sana, Gia sedang tersenyum puas sambil menggandeng lengan Elkan, melangkah menuju ruang eksekutif tanpa pernah menoleh lagi padanya.

Setelah dia berganti meja kerja di lantai basement, di meja kerjanya, Aldo mengacak rambutnya frustrasi. Layar komputernya masih menampilkan berkas proyek yang harus direvisi total kemarin.

"Mas, kamu beneran mau nurutin kemauan Gia?" desis Siska yang berdiri di samping meja Aldo sambil bersedekap. "Dia itu cuma mau balas dendam! Kamu harusnya laporin dia atau ke polisi karena ancaman menyalahgunakan wewenang!"

"Kamu diam dulu, Siska! Kepala aku mau pecah!" bentak Aldo tanpa sadar.

Siska tersentak, matanya mendelik tak percaya. "Kamu bentak aku? Demi cewek murahan itu?!"

"Dia bukan cewek murahan, Siska!" lepas kontrol, Aldo berdiri dan menatap Siska dengan napas memburu. "Dia pemilik saham mayoritas VK Group! Kamu dengar sendiri tadi, kan?!"

Siska terkekeh sinis, matanya memancarkan kebengisan. "Oh, jadi sekarang kamu nyesel ceraikan dia? Kamu nyesel milih aku yang kamu kira cuma anak direktur?!"

"Bukan begitu"

Sebelum Aldo sempat membela diri, ponsel di atas mejanya berdering nyaring. Nama 'Ibu' tertera di layar. Aldo menekan tombol hijau dengan tangan gemetar.

"Halo, Bu?"

"Aldo! Kamu di mana?!" suara Ibu Titik melengking dari seberang telepon, terdengar panik bercampur emosi tinggi. "Penyita aset baru saja datang ke rumah! Semua barang mewah kamu, mobil kamu, sampai rumah ini mau disita!"

Darah Aldo mendadak berdesir dingin. "M-maksud Ibu apa?! Rumah itu kan atas nama aku!"

"Kata petugasnya, rumah itu dibeli pakai jaminan surat tanah atas nama keluarga Gia! Selama ini Gia yang bayar cicilannya lewat rekening rahasia, dan hari ini sertifikatnya sudah ditarik total sama pengacara Gia!" histeris Ibu Titik dari balik telepon. "Aldo, cepat temui Gia! Minta maaf sama dia! Jangan sampai kita tidur di jalanan malam ini!"

Tut... tut... tut...

Sambungan telepon terputus. Ponsel di tangan Aldo terlepas, jatuh menghantam karpet kantor. Dunianya terasa runtuh seketika. Rumah yang kemarin ia pamerkan di depan Gia sebagai miliknya... ternyata hanya tumpangan dari wanita yang baru saja ia buang.

Aldo langsung berbalik, berniat berlari menuju ruangan Gia di lantai atas. Tapi baru beberapa langkah, dua satpam berbadan tegap mendadak menghadang jalannya di koridor kantor.

"Manajer Aldo, Anda dilarang mendekati ruangan Nona Gia," ucap salah satu satpam dengan wajah tanpa ekspresi.

"Kalian gila?! Saya mantan suaminya! Saya perlu bicara sama dia!" teriak Aldo emosi, mencoba menerobos.

"Jika Anda nekat, kami terpaksa menyeret Anda keluar dari gedung ini sesuai perintah Pak Presdir," ancam satpam kedua sambil memegang tongkat pemukul di pinggangnya.

Aldo terpaku. Posisinya benar-benar terkunci dari segala arah.

Di saat yang sama, sebuah mobil mewah meluncur meninggalkan area parkir khusus gedung VK Group. Gia duduk santai di kursi belakang, menatap ke luar jendela.

Ponselnya kembali bergetar. Satu pesan masuk dari nomor Ibu Titik:

‘Gia! Kamu tega banget sama kita! Kamu pikir kamu bisa menang?! Aku punya foto-foto kamu masa lalu yang bisa bikin nama baik kamu hancur di media besok pagi! Kamu pasti sok kaya kan? Walaupun kemarin kakek-kakek itu meyakinkan, tapi kamu pasti bukan cucu nya tapi seorang LC’

~Bersambung~~~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!