sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 5 Zaki dan Aira
Setelah menggelar pernikahan kini Zaki membawa istrinya kerumah orang tuanya. Saat ini Aira masih berada di rumah orangtuanya. Pagi itu semuanya pun berkumpul di meja makan.
Zaki dan Aira pun sudah duduk di meja makan. Begitu juga dengan kedua orang tua Aira. Aira hanya banyak diam dan hemat bicara.
"Eh nak Zaki sudah duduk duluan nih sama Aira. Iya Tante, kebetulan hari ini aku berniat membawa Aira kemana pun aku pergi" .
mendengar ucapan Zaki membuat Aira menatap wajah Zaki. Sedangkan orang tua Aira hanya tersenyum yang dibuat semanis mungkin.
"Kenapa kamu diam saja Aira apa pun semuanya kini Zaki yang akan menentukannya" , ucap ibunya.
Sedangkan ayah Aira hanya menatap Aira penuh dengan tanda tanya. Ayahnya melihat bahwa saat ini Aira sedang tidak baik-baik saja. "Maafkan ayah nak" , bathin pak Andi.
Mendengar pernyataan tersebut Aira yang tadi merasa sangat lapar kini seakan tidak ada selera makan. Sedangkan Zaki begitu menikmati hidangan yang tersedia sedangkan Aira hanya meneguk air putih saja.
"Aira, kenapa kamu tidak sarapan" , ucap ibunya. "Maaf Bu, aku masih kenyang" ,ucap Aira .
Zaki melihat Aira yang tidak sarapan pun ikut menegurnya , " kenapa kenyang Aira kan dari semalam kamu belum makan apa - apa nanti kamu sakit" , ucap Zaki dengan lembut.
"Maaf mas aku kadang gak terlalu suka sarapan pagi" ,ucap Aira. "Yaudah kalau gitu minum susu sama roti aja ya buat mengganjal perut di pagi hari".
Melihat Zaki yang memaksa akhirnya Aira beranjak ke dapur untuk membuat segelas susu. Aira pun merasa ruang hatinya begitu kosong dan gersang.
Tiba-tiba saja air matanya menetes. Ya Allah, hamba tahu yang namanya jodoh hanya engkau yang tahu . " Bukan ingin menolak apa yang telah engkau takdirkan tapi untuk saat ini hamba masih belum bisa membuka hati untuk laki-laki selain mas Ridwan", gumam Aira dengan lirih.
Setelah membuat susunya kini Aira kembali ke meja makan. Zaki merasa cukup senang melihat Aira membawa segelas susu.
Kini semuanya kembali makan . Setelah selesai makan pak Andi pun pergi ke kantor sedangkan ibu Sarah pun pergi keluar untuk sebuah acara.
Zaki dan Aira pun kembali kekamar. Sesampainya di kamar Aira pun duduk di pinggir tempat tidurnya. Begitupun Zaki yang duduk disamping Aira.
"Aira, maafkan aku. Karena telah memaksamu untuk menikah denganku".
" Tapi aku janji aku akan membuatmu bahagia. Aku tahu saat ini kamu masih belum bisa menerima aku sebagai suamimu. Tapi aku akan membuatmu jatuh cinta padaku" .
Aira hanya diam.
"Kenapa kamu diam saja Aira, aku rindu dengan senyum indahmu. Suaramu yang lembut. Tolong beri aku kesempatan untuk menjadi bagian dalam hidupmu" .
"Maafkan aku mas, untuk saat ini kamu jangan terlalu memaksa aku. Biarkanlah berjalan dengan semestinya. Untuk saat ini aku masih belajar untuk menerima dan belum sepenuhnya aku melepaskan seseorang yang telah menguasai sebagian hati ini".
Mendengar pernyataan Aira membuat Zaki merasa sakit di hulu hatinya. Namun memang seperti itu yang harus di terima oleh Zaki.
" Yaudah gak apa-apa kok Aira, aku tidak akan pernah memaksamu untuk menerima aku . Tapi tolong jangan benci sama aku".
" Aku tidak pernah membenci kamu. Untuk saat ini biarlah begini dulu. Aku juga tidak melarang kamu untuk membuat dirimu bahagia".
Zaki hanya menganggukkan kepalanya.
Aira bolehkah aku mencium keningmu? Aira hanya mengangguk kecil . Melihat itu Zaki pun merasa ini lebih dari cukup.
salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭