NovelToon NovelToon
Sangkar Merah

Sangkar Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:644
Nilai: 5
Nama Author: Mooniecaa_moon

Aletha merupahan remaja yang sangat senang akan dunia malam. Ia juga merupakan anak konglomerat yang terkenal di kota Metropolitan. Tapi kini dirinya harus di hadapkan dengan perjanjian kontrak dengan Danny yang sepertinya menguntungkan? atau malah merugikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooniecaa_moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mansion Dirgantara—5

Kemewahan Hotel Mulia Jakarta perlahan tertinggal di belakang saat mobil Rolls-Royce Phantom hitam membelah jalanan ibu kota yang mulai lengang. Di kursi penumpang bagian belakang, Danny menyandarkan kepalanya yang terasa sedikit pening. Pria berusia 27 tahun itu melonggarkan dasi kupu-kupu yang mencekik lehernya, lalu mengalihkan pandangan ke luar jendela kaca yang gelap.

Namun, bayangan jalanan Jakarta malam itu seolah tidak bersahabat dengan logikanya. Alih-alih memikirkan laporan saham atau proyek akuisisi bernilai triliunan yang baru saja dibahas di perayaan ulang tahun perusahaannya, sepasang mata elang Danny justru terus memvisualisasikan satu siluet.

Seorang gadis dengan mini dress satin berwarna maroon.

Gadis yang menatapnya seolah-olah seorang Danny hanyalah pajangan dinding yang membosankan. Gadis yang dengan berani mendikte ego besarnya di depan wastafel, sebelum akhirnya menyerahkan deretan nomor ponsel dengan senyum yang begitu... meremehkan kekuasaan.

Aletha Adinata. Danny mendengus pelan, menatap layar ponselnya yang masih menampilkan kontak baru tersebut. Jarinya mengetuk-ngetuk pelan permukaan layar. Ada desiran aneh yang menggelitik dadanya—sesuatu yang selama bertahun-tahun ini mati rasa karena trauma dan kebosanannya terhadap wanita yang selalu mendekat demi hartanya.

Gerbang besi setinggi tiga meter terbuka otomatis saat Rolls-Royce milik Danny memasuki kawasan mansion mewah keluarga Dirgantara di daerah Menteng. Kediaman bergaya klasisisme Eropa itu tampak berdiri megah dengan pilar-pilar putih raksasa dan pencahayaan hangat yang temaram.

Begitu melangkah masuk ke dalam ruang keluarga, atmosfer kehangatan sebuah rumah langsung menyambutnya. Di atas sofa beludru panjang, tampak sang ayah, Michael Dirgantara, sedang membaca tablet bisnisnya. Di sebelahnya, sang ibu, Mama Dominic, sedang menikmati teh chamomile malam ini, sementara adik perempuannya yang berusia 20 tahun, Cassandra, tampak asyik tenggelam dengan ponselnya.

Mendengar langkah kaki Danny, Michael mendongak. Wajah paruh bayanya yang masih menyiratkan sisa-sisa ketampanan masa muda itu tersenyum tipis.

"Gimana hari ini, Danny? Lancar?" tanya Michael, suaranya berat.

Danny berjalan mendekat, menaruh jas tuksedonya di sandaran kursi. Berbeda dengan pembawaannya yang kaku di depan para bawahannya, di depan sang ayah, sikap Danny melunak dan terkesan normal.

"Lancar, Pah. Acara ulang tahun ke-50 sukses besar. Kolega dari Singapura juga dateng," jawab Danny sembari mendudukkan diri di sofa tunggal. "Papa sendiri gimana? Pertemuan sama pihak kementerian tadi siang aman?"

"Aman. Semuanya sesuai rencana kita," Michael mengangguk puas, bangga melihat putra sulungnya yang begitu pandai memegang kendali bisnis keluarga mereka.

Namun, ketenangan Danny tidak bertahan lama. Mama Dominic meletakkan cangkir tehnya ke atas meja kaca dengan denting pelan, lalu menatap Danny dengan tatapan tajam seperti seorang ibu yang sedang menuntut sesuatu.

"Danny, kamu ini sudah 27 tahun," Mama Dominic langsung membuka suara tanpa basa-basi, membuat Danny diam-diam menghela napas panjang. Ia tahu ke mana arah pembicaraan ini. "Sudah waktunya kamu memiliki pasangan, Nak. Sampai kapan kamu mau terus-terusan mengunci diri dengan pekerjaan? Mama mau lihat kamu berkeluarga."

"Mah, Danny masih fokus—"

"Nggak ada alasan lagi," potong Mama Dominic tegas namun penuh kasih sayang. "Kalau dalam waktu satu bulan ini kamu nggak bisa nemuin pasangan sendiri, kamu akan Mama jodohkan dengan anak teman Mama. Dia baru pulang studi dari London, dari keluarga baik-baik."

Michael hanya tersenyum simpul, memilih tidak ikut campur jika sang istri sudah mengeluarkan titah mutlak soal asmara putra mereka.

Danny terdiam sesaat. Jika itu terjadi sebulan yang lalu, dia pasti akan langsung menolak keras atau pergi meninggalkan ruangan. Tapi malam ini, entah mengapa, wajah gadis bergaun maroon itu kembali terlintas di kepalanya. Seringai tipis muncul di sudut bibir Danny.

"Gausah dijodohin lah, Mah," ucap Danny dengan nada enteng, membuat Mama Dominic dan Michael spontan menatapnya terkejut. Danny menyandarkan punggungnya santai. "Keknya Danny udah punya target—semoga aja nggak susah deh dapetinnya."

Mendengar kalimat langka yang keluar dari mulut kakaknya yang terkenal anti-wanita itu, Cassandra langsung menegakkan tubuhnya. Ponselnya digeletakkan begitu saja di atas sofa. Matanya berbinar kepo maksimal.

"Hah? Serius, Kak?! Siapa? Siapa cewek malang—maksudnya cewek beruntung yang bisa bikin Kak Danny tertarik?" tanya Cassandra heboh, mengingat selama ini kakaknya selalu mengusir model seksi mana pun yang mencoba mendekat.

Danny menoleh ke arah adiknya, lalu menjawab dengan sangat tenang dan santai.

"Aletha Adinata."

Plak! Cassandra hampir saja menjatuhkan bantal sofa yang dipegangnya. Matanya melebar sempurna, menatap Danny seolah-olah kakaknya baru saja mengaku ingin menikahi alien.

"Hah?! Aletha?!" seru Cassandra dengan suara naik satu oktaf. "Anaknya Om Adinata yang punya bisnis migas gwedeeee itu?"

Danny mengangkat sebelah alisnya, sedikit heran dengan reaksi heboh adiknya. "Kamu kenal?"

"Kak, siapa sih yang nggak kenal dia di kalangan anak muda Jakarta?" Cassandra bergeser duduk mendekati Danny, berapi-api. "Dia itu satu kampus sama aku di Pelita Bangsa, cuma beda jurusan. Dia semester tiga, aku semester dua. Kak Danny tahu nggak? Banyak loh cowok-cowok spek dewa, anak menteri, sampai aktor terkenal yang nyoba deketin dia, tapi nggak ada satu pun yang berhasil!"

Danny mendengarkan dengan saksama, kedua tangannya bertumpu di depan dada. "Nggak ada yang berhasil?"

"Iya! Dia itu terkenal aslinya anggun banget, elegan, dan mahal. Nggak pernah kelihatan jalan berdua sama cowok, nggak pernah ada gosip murahan. Semua cowok yang deketin dia cuma berakhir jadi temen atau malah didepak langsung. Dia kayak... nggak tersentuh kekuasaan atau ketampanan cowok mana pun. Makanya dia dibilang salah satu cewek paling paling susah didapetin di kampus!" Cassandra menjelaskan panjang lebar dengan nada kagum yang membuncah.

Mama Dominic dan Papa Michael saling pandang, tampak mulai tertarik dan setuju mendengar latar belakang keluarga Aletha yang setara dengan mereka, ditambah dengan reputasi baik sang gadis yang diceritakan Cassandra.

Sementara itu, Danny hanya mendengarkan sembari menahan senyum sinisnya di dalam hati.

Nggak tersentuh? Anggun dan mahal? Danny membatin geli. Menjelang akhir pesta tadi, dia sempat melihat bagaimana tajam dan beraninya mata Aletha saat menantang egonya. Gadis itu tidak tampak seperti malaikat suci yang naif, di mata Danny, Aletha justru terlihat seperti seorang gadis yang sangat cerdas, seolah ia tengah menyembunyikan taringnya di balik topeng keanggunan.

Dan di situlah letak kelucuan yang sebenarnya.

Baik Danny, Cassandra, maupun kedua orang tuanya di ruangan itu sama sekali tidak tahu fakta yang sesungguhnya. Mereka tidak tahu bahwa di balik predikat "gadis yang susah didekati" di kampus, Aletha Adinata adalah dalang dari permainan asmara yang sangat rapi.

Kenyataan aslinya, Aletha sering "ngebungkus" cowok-cowok tampan, menyewa anak-anak pejabat untuk menemaninya, dan memanipulasi para pengusaha muda demi kesenangan egonya sendiri. Tapi karena Aletha selalu bermain cantik, bersih, menggunakan perantara yang rapi, dan memiliki lingkaran pertemanan yang solid bersama Angelina, Chelsea, dan Electra, tidak ada satu pun rahasia gelapnya yang bocor ke publik. Di mata dunia, Aletha tetaplah anak kuliahan kaya raya, pewaris bisnis migas, yang kehidupan asmaranya bersih tanpa cela.

"Jadi... dia susah didapetin ya?" Danny bergumam lirih, memutar-mutar ponsel di tangannya.

Rasa tertantang yang awalnya hanya percikan kecil, kini berkobar menjadi api yang membakar jiwa kompetitifnya. Jika semua pria di Jakarta telah gagal menaklukkan Aletha Adinata, maka Danny Atonio akan menjadi pria pertama yang membuat gadis sombong itu berlutut di hadapannya—tanpa tahu, bahwa dia sendiri pun sedang berjalan masuk ke dalam perangkap yang sudah disiapkan Aletha.

"Kita lihat aja nanti, Cassandra," ucap Danny misterius sembari berdiri dan mengambil jas tuksedonya. "Mama, Papa, Danny ke kamar dulu."

Danny melangkah menaiki tangga menuju kamarnya dengan pikiran yang dipenuhi oleh satu rencana besar. Permainan di antara dua orang yang sama-sama merasa paling berkuasa... baru saja resmi dimulai di bawah atap mansion Dirgantara.

1
azrinasarah
LANJUTT PLUSSS😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!