NovelToon NovelToon
FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

Status: tamat
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi / Tamat
Popularitas:40.6k
Nilai: 5
Nama Author: blumoon

Di tahun 2030, hujan darah mengubah dunia menjadi neraka penuh monster.
Yara mati tragis… namun terbangun kembali lima bulan sebelum kiamat di tubuh seorang wanita gemuk bernama Elara Quizel, istri presedir yang tak dicintai.
Dengan bantuan Sistem NOX, ia diberi kesempatan kedua untuk mengubah takdirnya.
Dari wanita yang diremehkan, Elara perlahan bangkit menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh.
Kali ini, ia tak hanya ingin bertahan hidup tetapi menguasai dunia yang akan hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 : STRATEGI TARIK ULUR

Satu jam setelah teriakan frustasinya, Elara sudah berubah total. Ia tidak lagi memakai daster longgar atau baju olahraga yang basah kuyup. Ia memilih mengenakan setelan casual chic celana kulot hitam berpinggang tinggi yang menyamarkan bentuk kakinya dan kemeja sutra berwarna emerald yang membuat kulitnya tampak bercahaya. Meskipun ukurannya masih besar, namun cara Elara membawa dirinya telah berubah ada kepercayaan diri yang terpancar dari setiap langkahnya.

"Sistem, berikan aku rincian jadwal Leonard hari ini," bisik Elara sambil memoleskan lip tint tipis di bibirnya.

[Ting! Leonard Quizel memiliki jadwal makan siang dengan investor di Restoran L'Avenue pada pukul 13.00. Peringatan: Rachel terdeteksi sedang menuju lokasi yang sama untuk melakukan 'pertemuan kebetulan'.]

Elara tersenyum miring. "Kebetulan yang diatur, ya? Klasik sekali, Rachel. Mari kita lihat siapa yang lebih jago bermain peran."

Di Restoran L'Avenue, suasana sangat tenang dan eksklusif. Leonard baru saja menyelesaikan pembicaraannya dengan para investor. Saat ia hendak berdiri, aroma parfum yang sangat ia kenali campuran melati dan vanila menusuk indra penciumannya.

"Leo? Oh astaga, dunia memang sempit ya?" suara lembut dan manja itu membuat rahang Leonard mengeras.

Rachel berdiri di sana, tampak mempesona dengan gaun putih yang mengekspos bahu indahnya. Ia tersenyum manis, seolah-olah penolakan Arkan tadi pagi tidak pernah terjadi. "Aku baru saja mau makan siang sendirian. Karena kamu sudah selesai dengan urusanmu, bolehkah aku duduk sebentar? Hanya untuk melepas rindu sebagai teman lama."

Leonard menatap Rachel datar. Di dalam benaknya, ia teringat bagaimana wanita ini meninggalkannya saat perusahaannya sedang di ujung tanduk beberapa tahun lalu. "Aku sibuk, Rachel. Arkan sudah bilang kan?"

"Ayolah, Leo. Hanya sepuluh menit—"

"Tuan Muda?"

Suara itu bukan berasal dari Rachel. Leonard dan Rachel serentak menoleh ke arah sumber suara. Di sana, berdiri Elara dengan tas tangan kecil yang tersampit di bahunya. Ia tidak menunjukkan wajah marah, cemburu, atau histeris seperti Elara yang lama. Sebaliknya, ia tersenyum sangat sopan, hampir seperti seorang sekretaris yang profesional.

"Elara? Sedang apa kamu di sini?" tanya Leonard, matanya tak lepas dari perubahan penampilan istrinya.

"Aku baru saja selesai belanja beberapa keperluan untuk taman belakang, lalu merasa lapar. Aku tidak tahu kamu ada di sini," bohong Elara dengan lancar. Ia lalu menatap Rachel dengan tatapan penuh selidik namun tetap elegan. "Oh, maaf. Apakah aku mengganggu pembicaraan kalian? Sepertinya nona ini sedang membicarakan sesuatu yang penting."

Rachel menaikkan alisnya, menatap Elara dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan merendahkan yang tidak disembunyikan. "Jadi... ini istri yang dibicarakan orang-orang itu? Wah, Leo, seleramu benar-benar berubah drastis ya. Dari berlian ke... bongkahan batu?"

Wajah Leonard menggelap mendengar hinaan itu, namun sebelum ia sempat membela (atau semakin menghina), Elara tertawa kecil. Suaranya terdengar merdu dan sangat tenang.

"Batu memang tidak berkilau seperti berlian imitasi yang sering menipu mata, Nona Rachel saya asumsikan Anda Rachel, benar? Tapi batu adalah fondasi yang kuat untuk sebuah rumah. Sedangkan berlian? Biasanya hanya disimpan di kotak gelap untuk dijual saat pemiliknya butuh uang cepat," balas Elara tenang namun menusuk.

Rachel terbelalak. Wajahnya memerah karena malu. "Kamu—!"

"Sayang," Elara memotong ucapan Rachel dengan memanggil Leonard menggunakan panggilan yang belum pernah ia gunakan sebelumnya. "Aku akan makan di meja sebelah sana saja agar tidak mengganggu 'reuni' kalian. Nikmati waktumu, aku tidak akan lama."

Setelah mengatakan itu, Elara memberikan anggukan kecil dan berjalan melewati mereka begitu saja tanpa menoleh lagi. Ia duduk di meja yang cukup jauh, memesan salad salmon dan air mineral, lalu sibuk dengan ponselnya benar-benar mengabaikan keberadaan Leonard.

Leonard terpaku. Ia merasa ada sesuatu yang terbakar di dadanya. Bukan karena Rachel, tapi karena sikap acuh tak acuh Elara. Elara baru saja memanggilnya 'Sayang', tapi kemudian meninggalkannya begitu saja dengan wanita yang jelas-jelas ingin merusak rumah tangga mereka?

"Leo, abaikan saja dia. Jadi, soal makan siang kita—"

"Pergilah, Rachel," potong Leonard dingin.

"Apa?"

"Aku bilang pergi. Dan jangan pernah berani menghina istriku lagi di depanku. Dia mungkin batu, tapi dia batu yang berada di dalam mansionku. Kamu? Kamu hanya tamu tak diundang."

Leonard meninggalkan Rachel yang mematung menahan malu di tengah restoran. Ia melangkah lebar menuju meja Elara dan langsung duduk di kursi di hadapan istrinya.

Elara mendongak, tampak terkejut (yang tentu saja hanya akting). "Loh, kenapa di sini? Urusanmu dengan Nona Berlian sudah selesai?"

"Jangan mulai, Elara," geram Leonard, namun matanya terus memperhatikan wajah Elara. "Sejak kapan kamu pintar bicara seperti itu?"

Elara hanya mengedikkan bahu. "Sejak aku sadar kalau jadi orang baik itu membosankan."

Ting!

[Progres Hubungan dengan Leonard naik 5%! Total Progres: 25%.]

[Pemberitahuan: Anda baru saja memicu rasa penasaran target. Bonus 50 Juta Rupiah telah dikirim ke rekening Anda sebagai apresiasi atas keberanian menghadapi antagonis.]

Elara hampir saja tersenyum lebar saat mendengar suara notifikasi di kepalanya. 'Gila, menghina pelakor saja dapat duit!' batinnya girang.

"Kenapa kamu tersenyum?" tanya Leonard curiga.

"Hanya merasa makanan di sini terlihat sangat enak," jawab Elara sambil mulai menyantap saladnya.

Leonard terdiam, ia memesan kopi lagi hanya agar punya alasan untuk tetap duduk di sana. Ia memperhatikan bagaimana Elara makan dengan anggun, bagaimana ia tidak lagi mencoba menyentuh tangannya atau memohon perhatiannya. Ada misteri baru di dalam diri wanita ini, dan entah kenapa, Leonard merasa ia ingin memecahkannya.

Namun, di sela-sela ketenangan itu, Elara sebenarnya sedang berkomunikasi dengan sistemnya.

"Sistem, Rachel tidak akan menyerah semudah itu kan?"

[Benar, Tuan Rumah. Rachel sedang merencanakan sesuatu untuk acara pesta amal minggu depan. Dia berencana mempermalukan Anda di depan seluruh kolega bisnis Leonard dengan menantang Anda menunjukkan 'bakat'.]

Elara menyeringai dalam hati. Tantangan? Dia belum tahu saja kalau di kehidupanku sebelumnya, aku adalah seorang desainer dan pemain piano tingkat internasional.

"Leonard," panggil Elara tiba-tiba.

"Ya?"

"Minggu depan ada pesta amal perusahaan, kan? Aku ingin datang. Dan kali ini, aku ingin kamu membiarkanku memilih gaun dan penampilanku sendiri tanpa campur tangan penata rias ibumu."

Leonard menatapnya ragu. Biasanya Elara selalu mempermalukannya di pesta dengan pakaian yang terlalu ketat atau riasan yang berlebihan. Tapi melihat tatapan mata Elara yang jernih hari ini, ia mendapati dirinya mengangguk.

"Baiklah. Lakukan sesukamu. Tapi jangan buat aku menyesal, Elara."

"Jangan khawatir, Tuan Muda Quizel. Kamu akan sangat bangga sampai mungkin... kamu tidak ingin melepaskan pandanganmu dariku semalam suntuk."

Elara mengedipkan sebelah matanya, membuat Leonard hampir tersedak kopinya. Sesuatu di dalam diri Leonard mulai berdesir, sebuah perasaan yang seharusnya tidak ada untuk wanita yang selama ini ia benci.

Di kejauhan, Rachel menatap mereka dari balik pilar dengan tangan mengepal. "Lihat saja, Elara. Nikmati kemenangan kecilmu sekarang. Minggu depan, aku akan memastikan seluruh dunia menertawakan mu."

Bersambung 🧟‍♀️🧟‍♀️🧟‍♀️

1
Mega Siregar
wahahaha, berlututlah pada Dinasti elara, hohohoho
Mega Siregar
wow selamat🎊🎉 tapi, apakah itu menjadi penyelamat atau kehancuran?
Mega Siregar
lakukan saja Elara. bwahahaha
Mega Siregar
menyerah saja deh, markus
Mega Siregar
makanya, jangan terlalu senang dulu😂
Miu.Nuha
waduh, gara2 dibiarin tadi, markasny jadi kena meriam deh...
Miu.Nuha
bikin deg2an aja kau jendral 😅 padahal entar paling blm ada 1 jam udah mo ek...
Mega Siregar
Widih, bacotnya 🤣 gak tahu si Markus sebentar lagi tinggal nama doang
Mega Siregar
ayo! bakar mereka, elara🔥
Wahyuningsih
kok udah tamat aja thor 🤔🤔 ada S 2 thor
d tnggu y thor 💪💪💪💪 dlm berkarya 🥰🥰🥰
Devi..
aku lebih suka versi yg alternatif thor.. lebih tenang dan gk jd beban klo memorinya dihapus semua..😌
Xlyzy: iya kn, sengaja othor taruh dua opsi anding soalnya othor bingung mau pakek yang mana😁
total 1 replies
Cimol krispy
bakalan kerja keras lagi Ken cs
Mingyu gf😘
hoho kalian salah lawan
Wahyuningsih
mantap thor
𝕽𝖊𝖓𝖆⁰ᶠf (⁠~⁠‾⁠▿⁠‾⁠)⁠~ ʙʏᴇᴇ
coba diganti pake zrattttt, jadi kayak kain robek gitu/Proud/
𝕽𝖊𝖓𝖆⁰ᶠf (⁠~⁠‾⁠▿⁠‾⁠)⁠~ ʙʏᴇᴇ
Leonard sebucin ituu sampe kadang kukira dia kayak terhipnotis oleh Elara😭
apa jgn2 emg bener2 dihipnotis krna sistem?🗿
Xlyzy: iya karna pengaruh sistem juga kk kalau cinta Leo memang udah mencintai istri nya tapi kepatuhan mutlak nya itu akibat pengaruh sistem, bahkan jika Elara ingin Leonard mati dia akan secara suka rela membunuh diri nya sendiri
total 1 replies
Rain Aricia
Anak siapa ini kok misterius kali, jangan2 org jahat lagi
Rain Aricia
Mereka takut lho El, kalau km dibangunin nanti malah ngamuk, giliran ga dibangunin ngamuk juga. Serba salah lah orang itu/Facepalm//Facepalm/
Rain Aricia
Halah bilang aja takut disergap🤣
Rain Aricia
Makanya jnangan main2 sama atasan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!