NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi / Perperangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepala melayang

"Tangkap gadis itu!" seru pengawal Adipati Bao Jing.

Sekitar sepuluh orang pria langsung turun dari kuda yang mereka tunggangi. "Cepat kita pergi dari sini, Yu-nian. Jika tidak kita akan tertangkap." kata Yi-bao panik, kemudian dia langsung menarik tangan Yu-nian dan kabur dari tempat itu.

"Ngapain sih mereka pakai mengejar kita, mereka itu benar-benar tidak tahu diri, aku sumpahin mereka bakal kena sial seumur hidup mereka." ujar Yu-nian.

"Wah.. itu doa yang bagus sekali Yu-nian, kamu berdoa saja yang lebih menakutkan, biar para anak buah Adipati Bao Jing itu terkena sial." jawab Yi-bao yang kemudian kebingungan. tempat yang mereka tujuh ternyata tempat yang tidak ada jalanlah lagi alias tempat itu jalan buntu.

"Bagaimana ini Yu-nian, jalannya buntu, di sini cuma ada tembok." kata Yi-bao.

"Kok bisa gitu sih, lagian siapa sih yang membangun tembok ini, mereka benar-benar tak punya otak." jawab Yu-nian yang kebingungan.

"Bagaimana sekarang?" tanya Yi-bao.

"Kenapa tanya sama aku? tanya sama tembok ini kenapa dia berdiri di sini." jawab Yu-nian.

"Ck.. Tidak nyambung." Yi-bao menggerutu kesal, kemudian dia mengajak Yu-nian untuk bersembunyi di suatu tempat.

"Kalian tidak akan bisa keluar dari sini seru anak buah Adipati Bao Jing.

Wuss..

Wuss..

beberapa anak panah dilepaskan oleh anak buah Adipati, setelah itu mereka mengejar Yu-nian dan Yi-bao. Yu-nian yang sudah tersudut itu akhirnya dia hanya bisa tersenyum.

"Kalau seperti ini lebih baik kita hadapi mereka." ucap Yu-nian yang kemudian mengambil kuda-kuda.

"Kamu mau melawan mereka semuanya?" tanya Yi-bao.

"Ya tentu saja, kalau tidak di lawan semuanya apa kamu mau ditangkap oleh mereka? lagian aku ogah kali mau nikah sama pria buluk sepertinya. Adipati itu udah buluk gendut wajahnya menyeramkan seperti gorila yang mau kawin." jawab Yu-nian yang membuat Yi-bao menahan tawa.

Anak buah Adipati mulai menyerang union dan Yi-bao. Walaupun Yi-bao adalah pria yang sedikit lentur, tapi kalau soal berkelahi dia lumayan mumpuni. Kebiasaan berkelahi itu dia dapatkan dari Yu-nian yang mempunyai julukan si barbar bermulut gagak.

"Cih, aku sumpahin kalian ini nanti pulangnya ngesot, biar ke wajah kalian yang menyebalkan itu semakin menyeramkan." ujar Yu-nian.

"Kamu kira kami takut!" seru salah satu anak buah Adipati Bao.

"Yu-nian, kalau kamu menyumpahi mereka sumpah yang lebih menakutkan, jangan cuma ngesot pulangnya mereka ngepot-ngepot!!" sahut Yi-bao.

Akhirnya Yu-nian dan Yi-bao melawan anak buah Adipati Bao Jing, pertarungan itu lumayan berat karena 10 anak buah Adipati melawan Yi-bao dan Yu-nian dengan sangat sengit. Yu-nian yang memang terkenal sebagai wanita barbar itu menghajar satu persatu anak buah Adipati. Tangannya yang terkenal lentur itu menampar salah satu anak buah Adipati berulang kali.

Plakk..

Plakk..

"Ini rasakan tamparan mautku." ucap Yu-nian yang memberikan tamparan berulang kali.

"Ternyata gadis ini pandai berkelahi." ucap salah satu anak buah Adipati Bao Jing. mereka menatap seorang gadis yang memang mempunyai julukan si barbar bermulut gagak.

"Lihat aja kalian pasti pulang sambil ngesot, kalian tidak akan bisa berjalan seumur hidup kalian." ujar Yu-nian.

ketika mereka berusaha untuk menyerang Yu-nian, tiba-tiba saja anak panah melesat menembus tubuh salah satu anak buah Adipati Bao Jing.

WUSS..

Zlepp..

Yu-nian nampak terkejut, dia menatap anak panah yang sudah menancap di tubuh anak buah Adipati hingga pria itu langsung tersungkur dan tanah tempat dia berpijak mulai berwarna merah.

"Anak panah itu dari mana?!" tanya Yi-bao yang masih melawan anak buah Adipati Bao Jing.

"Mana ku tahu, lagian kenapa harus di pikirkan." jawab Yu-nian yang terus melawan beberapa anak buah Adipati Bao Jing.

Dari tempat yang tidak jauh dari keberadaan Yu-nian, Jenderal Feng Shiyan dan kedua orang kepercayaannya serta beberapa prajuritnya sudah mulai melakukan tindakan kejam. Salah satu warga yang ada di desa Chi akan dipenggal kepalanya.

"Ampuni kami, Jenderal. Ampuni kami, kami benar-benar tidak tahu di mana keberadaan orang itu." kata seorang wanita.

"Aku tanya sekali lagi, di mana Sanhu berada. Jika tidak.. aku akan menghabisi kalian semuanya!" seru Feng Shiyan.

Sanhu yang mengetahui kalau dirinya dan anak buahnya akan ditangkap oleh Feng Shiyan dan prajuritnya, Sanhu bergegas kabur dari desa Chi sebelum fajar menyingsing. Artinya sebelum Feng Shiyan datang Sanhu sudah kabur terlebih dahulu.

"Paman Apakah pria yang ada di lukisan itu melakukan kejahatan?" tanya seorang bocah yang nampak begitu polos.

Feng Shiyan menganggukkan kepalanya, dia mengatakan kalau pria yang ada di gambar itu adalah orang yang sangat berbahaya. Mendengar itu si bocah kemudian menceritakan kalau pria yang dia kejar itu sudah kabur ketika masih petang.

"Kamu tahu di mana orang-orang itu berada?" tanya Fu Tian.

bocah pria itu menganggukkan kepalanya, orang-orang yang ada di desa Chi nampak sangat ketakutan.

"Tunjukkan pada kami di mana tempat persembunyian pria itu." pinta Fu Tian dengan nada lembut. Dia meminta bocah kecil itu untuk mengantarkannya ke tempat persembunyian Sanhu.

"Penggal kepala para pengkhianat ini, komandan! beraninya mereka berkhianat di kerajaan yang memberikan mereka tempat tinggal!" perintah Feng Shiyan. Dia kemudian meminta Ren Fen untuk segera menghukum beberapa pengkhianat yang ada di tempat itu.

Tentu saja mendengar perintah itu orang-orang desa Chi berteriak dengan sangat keras, di samping tembok yang tidak terlalu tinggi itu Yu-nian yang sedang bertarung dengan anak buah Adipati Bao Jing nampak dia sedikit kelelahan.

"Dasar kurang ajar, mereka masih belum capek juga." ucap Yu-nian.

"Iya, tentu saja Kita capek. Dua melawan 10 orang." jawab Yi-bao.

"Aku sumpahin kalian sebentar lagi kalian akan mendapatkan hadiah kepala menggelinding!" bentak Yu-nian dengan suara yang begitu keras.

"Kepala siapa?" tanya Yi-bao.

"Mama aku tahu." jawab Yu-nian.

Sesaat kemudian apa yang dikatakan oleh Yu-nian terjadi, ketika mereka sedang berseru untuk menangkap Yu-nian, tiba-tiba saja sebuah kepala terlempar. Dan tanpa sengaja salah satu anak buah Adipati Bao Jing menangkapnya.

"Apa ini?" ucap salah satu anak buah Adipati ketika dia melihat sesuatu yang ada di tangannya. dia sangat terkejut karena yang terlempar dari balik tembok itu adalah kepala.

"Apa itu?" tanya Yu-nian yang ikut penasaran.

Yi-bao dan Yu-nian menatap fokus ke sesuatu yang terlempar dari balik tembok. mereka semuanya melihat sesuatu yang terlempar itu, ketika di balik itu adalah kepala manusia.

"Aaaaaaa!!!!!!"

"Setannnn!!!!!!"

teriak serempak Yu-nian dan anak buah Adipati Bao Jing ketika mereka melihat kepala terlempar dari tubuhnya.

"Ba-bagaimana kepala ini tiba-tiba melayang di udara?" tanya salah satu anak buah Adipati Bao Jing yang nampak ketakutan.

"Gadis itu berbicara dan ini langsung terjadi, jangan-jangan mulut gadis itu pembawa sial." ucap pengawal yang lain.

"Aduh.., kepala siapa itu, Yu-nian?" tanya Yi-bao.

"Ya mana aku tahu." jawab Yu-nian yang juga ikut terkejut dan ketakutan.

*bersambung*

1
Zheyra
semangat thor
Pa Muhsid
mohon lebih teliti nulisnya tor typo masih banyak dan kita membacanya kadang harus mikir dulu ini maksudnya apa gitu jadinya tidak langsung konek
Zheyra
lanjut Thor
Zheyra
lanjut
Atalia
hajar aja biar tau rasa mereka 🤭
Atalia
lanjut🤭
Zheyra
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!