perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab5
Sementara itu di rumah orang tua dani,dani sedang menerima giyo untuk menyampaikan laporan,dan memberikan hasil informasi tentang pak bowo dan lutfi,sedang orangtua dani pak pradipta dan ibu fatimah sedang santai menonton tivi.
"Dan semua sudah ada disini semua,tentang hasil kecurangan pak bowo dan anaknya."seru giyo pada dani
Dani menerima map tersebut dan membukanya
"Oke,tapi aku masih seneng main main sama mereka."sahut dani sambil melihat berkas yg di sodorkan giyo.
Giyo tampak memandang Dani dengan tersenyum sinis
"Heleh,lo mau main main sama mereka apa mau pdkt sama tu cewek?"Tanya giyo sambil senyum dan memainkan alisnya.ya giyo tau tentang asri karna dani meminta giyo memeriksa semua tentang asri,jadi itu yg membuat dani yakin dengan asri.
Dani tampak salah tingkah mendengar perkataan Giyo, karena dia memang merasa sangat mencintai Asri.
"Ya,kalau mereka kan untuk masa depan perusahaan gue,tapi kalau asri buat masa depan hidup gue." jawab dani dengan senyum senyum sendiri.
"Hadeh mulai bucin dah,tapi lo udah yakin ama dia?" tanya Giyo kepada Dani.
Dani tersenyum ke arah Giyo.
"Yakin gue,soalnya kita hampir satu prinsip.dan gue senang saat gue bilang gue anak orang ndak mampu,trus gue tanya,dia ndak masalah,malah nantang suruh bilang ayahnya kalau gue serius."jelas dani penjeng lebar.
"Lah trus rencananya kapan lo ketemu ortunya?" tanya giyo lagi.
Dani menyadarkan punggungnya ke kursinya.
"Besuk minggu aku mau nganter dia pulang sekaligus minta restu ayahnya."jawab dani.
Giyo tampak kaget mendengar perkataan sahabatnya sekaligus bosnya itu.
"Wih gercep juga sohib gue,ndak kasih sela,langsung lamar aja,atau udah keburu pengen kawin."goda giyo.
Tanpa mereka sadari kalau pak pradipta dan ibu fatimah mendengarkan dari balik pintu,dan akhirnya mereka masuk tanpa mengetuk pintu dulu,dan sukses membuat dani dan giyo kaget.
Ceklek
"Siapa yang mau kawin?"tanya pak pradipta dengan keras.
"Ih ayah bukan kawin,kayak kucing aja."sahut ibu fatimah.
Dani dan giyo termenung sebentar lalu giyo yg menjawab.
"Dani om,kayaknya mau sol out.dia,udah mau minta restu ama calon camer."sahut giyo yang sepontan mendapat tatapan tajam dari dani dan melempar bolpoin yang ada di tangannya.
"Auh,jahat lo bos."tambah giyo
Dani tampak mendelik ke arah Giyo.
"Biar sapa suruh tu mulut ember kaya emak emak aja,"jawab dani.
bu Fatimah tampak berbinar mendengar perkataan Giyo
"Wah anak ibu udah punya calon kah?"tanya bu fatimah penuh selidik.
pak Pradipta langsung menatap ke arah anak lelakinya
"Dan kamu dengar ayah,besuk kamu ajak pacar kamu kesini,kenalin sama ayah dan ibu."sahut pak pradipta dengan sedikit tegas.
Dani tampak menepuk keningnya.
"Haduh yah,buk kenapa jadi serius gini sih?"tanya dani.
"Dan ayah ndak mau kamu cuma main main sama anak gadis orang,makanya kalau kalian udah yakin langsung aja besuk ajak kesini,nanti ayah sama ibuk lamarin."balas pak pradipta.
Dani tampak frustasi mendengar perkataan ayahnya
"Yah,buk,aku belum punya pacar ya!" jawab dani mengiba.
"Lah tafi itu siapa yang kalian bahas?"sahut ibuk dani.
"Gini critanya yah,buk." Dan akhirnya dani menceritakan semuanya kepada ayah dan ibuknya,dan kedua orang tuanya malah setuju dengan anak gadis itu,setidaknya dia mau menjalin hubungan dengan restu orang tua.
"Wah restu ortu udah di kantong nih,"goda giyo.
"Trus rencananya besuk minggu ayah sama ibuk ikut sekalian ndak." balas pak pradipta.
"Jangan dulu yah,biar dani dulu aja,nanti kalau udah jelas baru dani kabari."balas dani menjelaskan.
"Yaudah dan ayah tunggu kabarnya."jawab pak pradipta,yg akhirnya keluar sama istrinya untuk tidur.
"Yaudah dan gue pulang dulu,besuk ada meeting pagi,soalnya bos gue baru ilang ke barat mencari istri,ha ha ha."pamit giyo sembari keluar ruang sambil terbahak.
"Sahabat ndak ada ahklak emang,"sungut dani.
********
Sementara itu di sebuah club dua orang sedang ngbrol dan sambil minum minuman keras.
"Mel,gue denger lo kemarin habis nembak dani montir baru itu ya?"tanya lutfi pada meli serius.
"Iya,gila tu cowok gue di tolak,ndak suka cewek kali,tapi jangan panggil gue meli kalau keinginan gue ndak terwujud,"jawab meli ber api api.
"Bego lu,mending lo mendekati pak pradipta putra,anak dari pak pradipta,tau tau dia orang kaya,daripada si dani cuma montir,kalau pak pradipta yg punya bengkel malah." ucap Lutfi kepada Meli
Ya,dua orang itu adalah meli dan lutfi yang tanpa sengaja ketemu di club tersebut.
Meli tampak tersenyum ke arah Lutfi.
"Itu urusan belakangan,yang penting gue dapet mainan dulu,nanti kalau udah ketemu pak pradipta biar gue ganti haluan."jawab meli santai.
"Lagian lo nyari apaan sih?cowok kere begitu lo minatin,"balas lutfi.
"Halah kayak lonya ndak aja,tu kemarin yang ngejar ngejar cewek siapa,sampai di gebukin orang segala,"balas meli.
"Heh tau ah gelap."tutup lutfi sambil menenggak minuman.
*******
Dan sampai lah pada hari minggu dimana dani rencananya mau menemui ayah asri.karna setelah pertemuan asri dengan dani terakhir dani tidak ada konfirmasi lagi dengan asri,jadi asri fikir kalau dani ndak jadi.seperti biasa kalau hari minggu asri dan yuni setelah subuh biasanya belanja sayur trus masak makanan bareng sambil ngobrol.
"Sri lo ndak jadi pulang sama dani?"tanya yuni membuka obrolan.
"Ndak jadi kayaknya,lawong dari pertemuan kemarin aja ndak ada konfirmasi."jawab asri yg di buat biasa,padahal dalam hati sangat kecewa,sebenarnya beberapa hari asri sudah kepikiran akan hal itu,karena dani tidak ada konfirmasi lagi.
"Lah emang dani ndak telfon atau apa gitu?"lanjut yuni.
"Endak,wong dia ndak tau nomer hpku,"balas asri sekenanya.
"Lah,"yuni menghentikan aktifitasnya sambil menatap asri heren
"He neng,gimana dia konfirmasi kalau ndak tau nomer lo?"balas yuni.
"Kan minimal dia tanya kemarin."balas asri tak mau kalah.
"Kirain kalian udah tau nomer telfon masing masing,la terus gimana kelanjutannya?"sahut yuni.
"Berati yo ndak jadi,lagian apa ada orang ndak kenal tau tau langsung di suruh ngelamar trus mau gitu?ya ndak lah,makanya kalau dia berani kesini dan datang ke ayahku langsung untuk meminta restu,berati dia serius dan cowok gentle gitu aja."balas asri sambil memotong sayuran.
"Gitu aja cara menilai cowok baik atau ndak?" timpal yuni lagi.
"Iya,sebab bila cowok lebih dulu minta restu ke ayah gadis dari pada menjalin hubungan sama cewek,bereti dia tulus dan menghargai cewek tersebut,dan itu namanya cowok gentle."jawab asri lagi yg di balas anggukan kepala yuni.
Tak selang lama pintu kos asri di ketuk dari luar sehingga membuyarkan obrolan mereka ber dua.
Tok tok tok
Yuni tampak menatap ke arah sahabatnya
"Siapa itu sri,pagi pagi namu,kamu kemarin udah bayar kos kan?"tanya yuni penuh selidik,karena aneh pagi pagi ada yg namu.
"Udah lah,kemarin bayar kosnya kan bareng kamu,tapi ndak tau juga siapa pagi pagi namu,yaudah aku tinggal dulu liat siapa yang namu pagi pagi."jawab asri sambil berlalu.
Ceklek
Setelah pintu terbuka betapa terkajutnya asri ternyata yang datang adalah orang yg dari pagi di omongin,dan sejenak asri ngebleng dan diam terpaku karena terkajut melihat cowok ganteng berdiri di depan kamar kosnya.
"Assalamualaikum mbak asri,halo mbak asri tidak apa apa?"sapa dani pada Asri yang melamun dengan mengibaskan tangannya.
Asti tampak terkejut setelah sadar dari lamunannya
"Eh waalaikum salam,maaf mas dani tak kira siapa pagi pagi ketuk pintu soalanya biasanya cuma yuni yg datang,tapi yuni udah di dalam,"jawab asri sambil tertunduk dan tersipu malu karna ketahuan terpesona sama dani.
"Oh,tak kira bengong karna terpesona ama aku yang datang."sahut dani.
Asri tampak malu mendengar perkataan Dani. bahkan pipinya sudah tampak merona.
"Ah mas dani bisa aja bercandanya." ucap Asri tampak malu malu."oya ada apa ya mas dani datang pagi pagi?" lanjut tanya asri yang pura pura lupa janji mereka.
Dani tampak memicingkan matanya,dia menatap lekat ke arah Asri.
Lah kan kita mau ke tempat mbak asri untuk minta restu ama ayah mbak asri."jawab dani.
Asri tampak tergagap saat mendengar perkataan dari Dani yang mengingatkan dirinya
"H.hah itu ya,maaf aku lupa,tak kira kemarin mas dani bercanda."jawab asri sekenanya.
"Ya ndak lah mbak ,aku serius mau melamar mbak asri sekarang,dan kalau ayah mbak asri nanti kasih restu,besuk malam mbak asri tak kenalin ke ayah sama ibu."jawab dani penuh keyakinan.
"Lah ada tamu to kok cuma di suruh berdiri depan pintu?" sahut yuni dari belakang sehingga membuyarkan obrolan dani dan asri
"Eh iya mas maaf duduk situ dulu ya soalnya aku ama yuni baru masak,nanti setelah sarapan kita baru berangkat,"jawab asri yang di balas anggukan dani lalu dani duduk di kursi depan kamar kos.
"Heh neng masak pakek apa?noh melon lo habis,mau beli dulu,mending lo siap siap dulu,gue mau beli melon dulu." sahut yuni sambil keluar dan nenteng tabung gas 3kg warna ijo.
Dani yang melihat itu tampak tersenyum
"Yaudah kita langsung berangkat aja,cari sarapan di luar,"sabut dani.
"Tapi_____"sahut asri tapi terpotong perkataan yuni.
"Betul itu,udah lo pergi aja berdua keburu siang."jawab yuni.
"Tapi masak kamu Ku tinggal masak sendiri?" tanya Asri yang merasa tak enak.
"Udah,santai aja,kasian dani nunggu kelamaan."sahut yuni langsung.
"Iya mbak aku juga belum sarapan kok."sahut dani.
"Yaudah aku siap siap dulu kalau gitu,mas dani tunggu sebentar ya,"asri lalu masuk,dani menunggu sambil memainkan ponselnya,dan yuni bergegas beli gas 3kg.