NovelToon NovelToon
TERJEBAK DI MASA LALU

TERJEBAK DI MASA LALU

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Tamat
Popularitas:160.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arby yingjun

Di novel Author yang kedua ini, Author akan menceritakan sebuah peliknya kehidupan seorang pemuda tampan, yang dimana kehidupannya selalu di selimuti kesedihan yang sangat perih di dalam dirinya.

pengalaman hidup, akan kehilangan orang orang yang sangat di sayangi, membuatnya berpikir, dia belajar dan terus belajar menjadi orang yang sangat kuat, dan tak ingin lagi menjadi sosok seorang lelaki yang lemah cengeng dan manja.

Hingga pada suatu masa, ketika ia telah dewasa. Dirinya terjebak di sebuah dunia, dimana ketika itu, tak ada kehidupan canggih seperti zaman sekarang ini.

Berat memanglah berat, kehidupan yang di jalaninya. Mungkinkah Leon bisa bertahan sekaligus melewati petualangan hidupnya.

Simak dan baca terus, kisah perjalanan Leon Scott Kennedy dalam mengarungi bahtera kehidupanya yang sangat pelik dan epic.

Jangan lupa like rate and comment karya terbaru saya,

Salam Author

Arby Yingjun

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EFEK PANDEMI JOHAN

Sesampainya Di sekolah TK BPK penabur, Roxane segera turun keluar dari mobilnya.

"Mom, kau tunggulah disini, Jam 9 nanti aku akan mengirim supir untuk menjemputmu." ucap Yosep, seraya melanjutkan kembali perjalanannya menuju kantor.

"Ayo Leon, sebentar lagi jam pelajaranmu akan di mulai." Roxane menuntun Leon masuk ke gerbang sekolahnya.

Roxane terus berjalan hingga salah satu security melihat dan mengejarnya.

"Nyonya, tunggu!" security datang menghampiri dan menghentikan Roxane.

"Ada apa kau ini?, mengapa menghalangi jalanku?" tanya Roxane yang belum tahu letak kesalahannya dimana.

"Maaf, Nyonya. Sudah menjadi peraturan di sekolah ini, bahwa orang tua siswa tidak di perbolehkan masuk." security tersebut mengingatkan Roxane.

"Hei, apa kau tahu sedang berbicara dengan siapa!, aku bisa saja memecatmu pagi ini juga." ancam Roxane yang tidak terima dengan teguran security.

Security itu tak mau ambil pusing, ia memegang tangan Roxane dan mengingatkanya kembali.

"Lepaskan aku!" Roxane berontak.

Dia terlihat mengeluarkan ponsel di dalam tasnya, dan menghubungi seseorang.

Roxane melihat bet nama security tersebut dengan geram, dan tak berselang lama terhubunglah panggilan teleponya.

"Hei kau pecat security yang bernama Zapin sekarang juga!" Roxane mengakhiri panggilan ponsel dan memasukan kembali ke dalam tasnya.

Tak berselang lama, datanglah seseorang dengan berlari lari menghampiri Roxane dan Leon dengan nafas yang tergopoh gopoh.

"Ada apa Nyonya Roxane?, maafkan kelalaianku dalam membina para karyawan disini." ucap Kepala sekolah sambil melipat tanganya memohon belas kasihan Roxane.

Seketika Kepala sekolah tersebut membentak security tersebut dan memarahinya.

"Zapin, apa kau tahu siapa Nyonya Roxane?, dia adalah pemilik saham terbesar di sekolah ini. Cepat kau minta maaf padanya!, kalau tidak, kau akan aku pecatttt sekarang juga!" ucap Kepsek dengan penuh kemarahan.

Wajah security itu berubah menjadi pucat pias, setelah mengetahui siapa sebenarnya Roxane.

"Ampuni saya Nyonya. Saya benar benar tidak tahu." Security tersebut bertekuk lutut pada Roxane.

"Nek, sudah!, Nenek tunggu saja di sana." Leon menunjuk Gazebo dengan tanganya.

"Leon akan menemui Nenek ketika selesai semuanya." Leon mencium punggung dan berlalu masuk menuju kelasnya.

Roxane menatap kepergian Leon dan beralih pada Security yang bernama Zapin.

"Beruntung cucuku menghentikanku, jika tidak, nasibmu sudah binasa hari ini." Roxane memberi isyarat dengan tangan yang yang menyembelih leher sambil berlalu menuju gazebo.

Beralih pada kabar si Jomblo, siapa lagi kalau bukan Johan si pemuda taekwondo.

PT. KAHATEX adalah perusahaan yang bergelut di bidang texstile, ia mengolah bahan dari bahan mentah menjadi benang, dan dari benang menjadi kain, yang mempunyai motive atau corak yang bermacam macam, dan nantinya akan di kirim ke berbagai konveksi yang tersebar di Indonesia.

Di sinilah Johan si jomblo mengabdikan dirinya untuk mencari sebongkah berlian dan sesuap nasi untuk dirinya.

"Jo, kamu di panggil tuh sama personalia." ucap Heru memberitahukan.

"Ada apa ya?, tumben beliau masih pagi manggil." Jo yang masih berkutat dengan laporan pekerjaanya.

"Kalau masalah itu sih, gue gak tahu Jo." jawab Heru membantu meneruskan pengecekan laporan Johan.

"Ya sudah, gue kesana dulu." Johan berlalu keluar dari ruangan menuju ruangan HRD.

Di ruangan HRD, ternyata sudah ada beberapa karyawan lainya yang telah berkumpul disana. Setelah semua benar benar berkumpul, kepala personalia mengabsen satu persatu nama karyawan yang berkumpul tersebut termasuk nama Johan di dalamnya.

Personalia tersebut terlihat melepas kaca mata dan menyimpan absensinya.

"Sebelumnya saya minta maaf, saya mengumpulkan teman teman semua disini, tiada lain dan tiada bukan, berhubungan dengan anjloknya pemasaran kita karena pandemi ini." ucap Personalia tersebut dengan hati hati agar bisa di mengerti.

Ia terlihat memijat pelipis dan menggelengkan kepalanya sambil menunduk dan meneteskan air mata.

Semua karyawan yang telah di absen dan berkumpul di situ, benar benar merasa kebingungan di buatnya.

"Teman teman semua, saya minta maaf. Perusahaan kita mengalami kebangkrutan, dan dan investor asing banyak yang mencabut sahamnya dari perusahaan ini." Personalia menangis sambil melipat tangan memohon beribu ribu maaf.

"Dengan berat hati, saya umumkan. Semua yang telah berkumpul disini terkena pemutusan hubungan kerja termasuk saya." Personalia itu membalikan badanya, tak kuasa menahan sedih. Dia merasa malu tak bisa membantu bawahannya bertahan.

Dunia serasa berakhir, semua karyawan yang berkumpul terduduk lemas.

"Sial, kenapa di saat aku merajut mimpi, musibah ini terjadi padaku." Johan mengumpat.

Personalia mengumumkan juga, agar para karyawan yang terkena PHK, untuk segera mengambil gaji terakhir berikut pesangonnya.

Johan terlihat berpamitan, kepada seluruh teman teman yang bekerja bersamanya selama ini.

Di parkiran pabrik pun, Johan masih memandang gedung perusahaan yang akan ia tinggalkan, dengan tersenyum kecut.

Ia mengambil helm dan menunggangi sepeda motornya.

"Selamat tinggal KAHATEX." Johan berlalu meninggalkan area tempat ia bekerja.

Untung gue gak ngontrak lagi, coba kalau masih ngontrak, bisa berabe gue.

Tak berselang lama, kini Johan telah sampai di rumah Virza. Rumah yang ia tempati sementara sebelum virza datang kembali ke Indonesia.

Johan duduk di sofa sambil berkutat dengan handphonenya, ia terlihat mencari info lowongan kerja di mbah google.

Sudah satu jam ia berkutat dengan ponselnya, tapi belum juga ia menemukan lowongan kerjanya.

Hingga ketika ia akan menutup handphonenya, tiba tiba ada panggilan masuk pada ponselnya.

"I ya, Ray. Ada apa? Jo memulai percakapan.

"Lo kenapa Jo?, kaya lagi BT gitu." Ray mencoba menebak keadaan Jo.

"Uhhhhh, BT tingkat dewa dah." jawab dengan menggeleng frustasi.

"Yuk ke Cafe," ajak Raylene.

"Sorry Ray, gue kudu rada irit mulai dari sekarang." jawabnya.

"Ya elah buset, gue yang traktir dah. Kaya orang susah bener lu Jo." Ray mencibir.

"Nah, gitu dong. Kalau baik jangan setengah setengah." Johan mulai bisa tersenyum.

"Dah ah, gue tunggu di cafe biasa." seraya mematikan ponselnya.

"Yesss, gratisss." Johan melompati sofa dan mengambil kunci motor di meja. Dia langsung berlalu menuju Cafe yang telah di janjikan.

Tak butuh waktu lama untuk sekelas Jo, menuju Cafe yang telah di janjikan sebelumnya.

Ia melepas helm, dan mengunci stang motornya. Ray yang terlihat sudah di dalam, Johan pun menyusulnya kedalam.

"Dah lama Ray?" tanya Johan yang baru saja datang dan duduk di hadapan Raylene.

"Gak juga sih, dah pesan makan dulu!, ngobrolnya ntar aja abis makan!" ucap Raylene.

"Ok, Bos." Johan mengangguk sambil mengangkat jempolnya.

Tak berselang lama, datanglah makanan yang ia pesan sebelumnya. Dan mereka pun langsung menikmatinya.

"Lo gak kuliah Ray?" Jo yang telah selesai dengan acara makannya.

Ray memandang Jo sambil meminum Jus jeruknya.

"Gak ada kelas Jo, cuma tadi pagi doank." Jawabnya dengan santai.

"Ouwh gitu ya." Johan mengangguk paham

"O ya, tadi Lo mau ngomong apa Jo?" tanya lagi Ray sekaligus mengingatkan.

Jo menghela nafasnya dalam, sebelum ia memulai ceritanya.

"Gua kena PHK, Ray." Jo mengucap dengan lesunya.

"Apa, PHK?" tanya lagi Ray untuk memastikan apa yang ia dengar.

"I ya, PHK." Jo mengulang dengan penuh kesedihan di hatinya.

"Sabar ya Jo." Ray memegang pundak Jo, dan Jo mengangguk.

"Lo mau kerja gak sama Bokap gua?" Ray memberi penawaran.

"Mau..mau." Johan mengangguk ngaangguk sambil tersenyum.

"Tapi Lo sabar, katanya kemaren bokap gua abis pembersihan juga. Jadi gua juga gak tahu kapan ada lowongan kerja lagi." ucap Ray.

Johan yang tadinya merasa terbang mendapat titik terang, kini dirinya serasa di Hempaskan dari ketinggian menuju lembah curam

1
Ida Rubaedah
Luar biasa
Ilham Risa: hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "ketika suamiku mendua" makasih kak🙏
total 1 replies
hanita azzahra
luar biasa
𝑻𝒘𝒐_𝒀𝒐𝒖_𝑳'
luar biasa bagus
𝑾𝖔𝖒𝖆𝖓 ᵃˡʷᵃʸˢ ૨เɠɦƭ
luar biasa
ρεɳ🄶🄴🄽ʟɪα🅣︎ˢᵘˢᵘ
keren banget thor ceritanya mu
disyahyank emak
luar biasa
🅶🅴🅽ᴅεɳɠ
keren banget bang
tuyul02
keren banget
Aries🌠
next lanjut update
Aries🌠
uhuuukkk uhukkk aku hadir
Aries🌠
keren banget bang
Rosalinda
lanjut semangat
Rosalinda
up next lanjut
Rosalinda
next lanjut
Rosalinda
semangat terus ok
hamizdan
next lanjut update
hamizdan
lanjut lagi bang
hamizdan
menarik sekali
lii mou
next next next next next next next next next next next next
lii mou
lanjutkan lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!