Mariana dijodohkan dengan Raka, pemuda pilihan orang tua nya . Tanpa sepengetahuan Mariana , Raka ternyata punya hubungan dengan Meli yang merupakan sahabat Mariana . Karena ketidakterbukaan Meli , akhirnya membuat kesalahpahaman . Persahabatan mereka pun Retak .
Suatu hari Mariana tersesat di hutan saat mengikuti kegiatan mapala . Namun dia tidak sendiri. Ada Revan bersamanya . Revan yang diam-diam menyukai Mariana dari dulu , akhirnya bisa mengungkapkan perasaannya . Dan ternyata Mariana juga mempunyai perasaan yang sama .
Cinta mereka terhalang restu orang tua dari Mariana . Akankah mereka bersatu ? bagaimana perjuangan Revan untuk mengambil hati kedua orang tua Mariana ? akankah persahabatan antara Mariana dan Meli kembali terjalin ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiraz Dincer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 season 2 Surprise
3 tahun kemudian
Tiga tahun sudah jalinan kasih antara Revan dan Mariana . Pertengkaran kecil biasa terjadi selama tiga tahun hubungannya, tapi tak pernah berlangsung lama . Selalu ada yang mengalah dan meminta maaf lebih dulu . Itu yang membuat iri teman-temannya melihat keharmonisan mereka berdua yang saling melengkapi .
Kehidupan Revan telah berubah berkat kerja keras nya selama ini . Ibu dan Adiknya kini tak harus tinggal di rumah kontrakan , Revan telah membangunkan sebuah rumah berlantai dua menyatu dengan bengkel yang sekarang di kelola Ucok dan beberapa karyawan nya .
Keduanya kini tengah disibukan dengan karier masing-masing . Revan sibuk dengan pembukaan cabang baru di kota M . Sedangkan Mariana setelah menyelesaikan kuliah nya kini menjadi seorang dokter anak di salah satu rumah sakit di kota J . Biarpun sibuk , komunikasi diantara kedua nya masih cukup baik berkat teknologi saat ini .
drrrtt...drrrtt...drrrtt...getaran handphone di atas meja mengagetkan Mariana yang sedang santai membuka informasi di laptop nya yang kebetulan ada waktu senggang sebelum jam praktek nya habis . Senyum mengembang saat membaca siapa yang menelepon "Revan" tanpa menunggu lama , Ana pun mengangkat telponnya .
"Halo sayang , kamu kapan pulang ?" Mariana membuka percakapan .
"kenapa ? kangen ya? hehe aku memang ngangenin " jawab Revan kepedean .
"ih narsis banget , siapa juga yang kangen " kata Ana berbohong . Padahal dalam hatinya ingin sekali berkata "iya kangen banget" .
"Van, aku mau siap-siap dulu . Jam kerja ku dah mau habis . Nanti aku telpon balik kamu ya"
"oke sayang, aku tunggu " tanpa basa-basi Revan pun menutup telponnya . Tanpa sepengetahuan Mariana, Revan sebenarnya sudah berada di parkiran Rumah sakit hendak memberikan kejutan buatnya .
Mariana pun bersiap pulang , berjalan keluar kearah tempat parkir . Saat berjalan Ana merasa ada seseorang yang mengikutinya , Mariana pun mempercepat langkahnya . Karena tempat parkir yang luas dan saat itu bukan jam besuk jadi keadaan di sana sepi . Saat beberapa langkah menuju mobil tiba-tiba seseorang menarik Ana dan langsung membekap mulut nya, Ana hanya bisa meronta-ronta berusaha melepaskan diri . Tapi anehnya kenapa wangi orang dibelakang sangat familiar .
"tenanglah nona,,ini aku.." seru seseorang dibelakang nya sambil tertawa usil, saat mendengar suara itu Mariana berhenti berontak , dan Revan pun melonggarkan dekapannya. Mariana berbalik dan memukul-mukul Revan yang kelewat usil .
"kamu ini, bikin aku jantungan aja . ih...rasain ini" bukannya menghentikan, Mariana tambah keras memukuli Revan .
"ah..ah.. ampun sayang... hentikan hehehe" Revan pun menarik kencang tangan Mariana hingga jatuh ke dalam pelukannya . "maaf sayang, maaf...hehehe" kata Revan merasa bersalah .
"ngga lucu tau...." tapi Mariana ikut membalas mempererat pelukannya , bersandar manja di dada bidang Revan . Rasa rindu nya mengalahkan segalanya . Revan pun mengecup mesra ubun-ubun Mariana berkali-kali. "kangen banget, bangeeeeet pokoknya..." . Mariana tersenyum "aku juga Van" .
"kamu kapan sampai? kok ngga kasih tahu aku?"
"hmm...ngobrolnya di mobil sambil jalan yuk sayang." ajak Revan . Mariana pun mengangguk mengiyakan dan menyerahkan kunci mobil supaya Revan yang menyetir . " kamu yang nyetir" . Revan dan Mariana pun berlalu pergi .
"sayang,,kita mau kemana ? kok arahnya lain?" tanya Ana heran .
"aku mau nyulik kamu . kamu pasrah aja, jangan coba-coba kabur ya hahaha" canda Revan .
"ish...mau kemana sih?"
"ada....dech..." jawab Revan main rahasia ,Mariana cemberut .
~~
Selang beberapa menit berkendara , Revan dan Mariana pun berhenti di sebuah rumah baru yang masih tampak kosong . Sebuah rumah sederhana berlantai dua dan pekarangan yang mengelilingi nampak luas karena belum ada tanaman atau pun barang yang tertata .
"Van , ini rumah siapa ? kok masih kosong " tanya Mariana penasaran .
"masuk yuk " ajak Revan sambil menunjukkan kunci rumah itu . Mariana yang tak faham hanya mengikuti tarikan tangan Revan yang mengajak masuk rumah itu sambil berpikir kemana-mana . Revan pun membuka pintu dan mengajak Mariana masuk .
"silakan nyonya , dilihat-lihat barangkali suka"
"Van, ini...maksudmu...." Mariana tak dapat melanjutkan kata-katanya atas kejutan yang diberikan Revan .
"ini rumah yang akan kita tempati kalau sudah menikah nanti gimana kamu suka sayang? "
"suka banget...." jawab Mariana berbinar sambil matanya melihat ke sekeliling . "kita lihat ruangan lainnya yuk?" ajak Mariana antusias , Revan mengikutinya dari belakang . Ruangan demi ruangan Mariana lewati , hingga berhenti di sebuah jendela yang mengarah ke halaman belakang rumah . Entah sedang memikirkan apa , tapi senyum tak hentinya terulas dari wajah Mariana . Revan yang melihat wanita cantik di hadapannya itu langsung memeluk dari belakang , sampai Mariana tersentak kaget. "Van..." .
"sayang, kita nikah yuk..." bisik Revan ditelinga Mariana membuat kuping nya memerah dan detak jantung nya berdegup kencang . "Kamu mau kan nikah sama aku?" . Mariana hanya terdiam bingung mau jawab apa . Revan membalikan tubuh Mariana , Sampai mereka berhadapan . Mariana menundukkan kepalanya malu . "sayang?" panggil Revan lagi . Lalu mengangkat dagu Mariana agar saling bertatapan .
"aku tanya sekali lagi , kamu mau kan nikah sama aku ?"
"iya Van, aku mau" jawab Mariana pelan tapi cukup terdengar oleh Revan . Revan pun tersenyum lega . Perlahan tapi pasti Revan pun mendekati bibir Ana dan merekapun berciuman mesra .
"nanti aku akan menemui orang tuamu untuk membicarakan hal ini" Revan mengakhiri kata-katanya lalu mencium kening Mariana .
~~
Setelah menikah dan tinggal di Luar negri , Raka dan Meli memutuskan akan kembali ke tanah air bersama anak perempuan mereka yang bernama Stefanie . Fanie sapaan akrab anak itu , kini telah berusia 2,5 tahun .
Sayang sekali diusia yang masih balita , Fanie ternyata mengidap penyakit . Anaknya tidak boleh terlalu aktif dan kecapekan . Sebagai orang tua muda Raka dan Meli lebih menyerahkan urusan anak nya ke baby sitter .
Hubungan antara Raka dan Meli pun layaknya seperti sepasang suami istri biasa . Tidak ada kecurigaan apa pun , karena Raka melakukan dengan sangat baik . Padahal rencana Raka kembali ke tanah air itu untuk melanjutkan ambisi nya untuk mendapatkan kembali Mariana .
Selama ini Raka selalu mengetahui kehidupan sehari-hari Mariana dari ibu Nadya . Terkadang Bu Nadya mengirimkan foto atau video secara diam-diam aktifitas yang dilakukan Mariana . Seperti kesepakatan dulu , Bu Nadya akan mendapatkan fasilitas khusus dari Raka selama dapat mencegah Mariana dan Revan menikah .
"Ana tunggu aku . Aku akan kembali ,dan kali ini kita pasti akan bersatu . Semua yang aku inginkan sudah berada digenggaman . Tinggal selangkah lagi yaitu menyingkirkan Meli dari hidup gw " senyum mengembang terpancar dari raut muka Raka , membayangkan sebentar lagi dia akan bertemu pujaan hati yang selama ini tak pernah lepas dari pikirannya .
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa feedback nya dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa feedback nya dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗