NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:92.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

.

“Nabila?” Aisyah terpekik kaget saat melihat Nabila tiba-tiba terjatuh di atas lantai dihadapannya. Tangan wanita itu secara refleks terulur karena kagetnya. Tapi Aisyah segera menariknya kembali menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

“Aduh!” Nabila merintih sambil memegangi perutnya.

“Bu Nabila!” Beberapa karyawan terkejut dan spontan bergerak mendekat. Sementara Aisyah masih terpaku di tempatnya.

“Tolong!” Nabila meringis sambil memegangi perutnya.

Beberapa karyawan mencoba membantu Nabila.

“Aisyah…” panggil Nabila dengan suara yang terdengar bergetar. “Kenapa kamu mendorongku?”

Aisyah yang sudah mengira hal itu hanya berdiri dengan dua tangan bersedekap. “Aku tidak menyentuhmu,” jawabnya tenang.

Namun Nabila justru menangis semakin keras. “Tolong panggil Mas Raka!”

Salah seorang karyawan langsung berlari menuju toko. “Pak Raka! Pak Raka!”

Raka yang kebetulan sedang berdiri di dekat meja kasir menoleh dengan wajah panik. “Ada apa?”

“Bu Nabila jatuh di restoran!” jawab karyawan itu dengan nafas terengah-engah.

Seketika wajah Raka berubah. “Apa?” pria itu langsung berlari menuju restoran.

Begitu sampai di restoran, pria itu terbelalak melihat l Nabila yang duduk di lantai sambil meringis dan memegangi perutnya.

“Nabila!” Raka berjongkok di sampingnya. “Kamu kenapa?”

Nabila mengangkat wajah dengan mata berkaca-kaca. Tangannya mencengkeram lengan Raka. “Mas…”

“Apa yang terjadi?” tanya Raka.

Nabila melirik ke arah Aisyah dengan tatapan takut-takut, seolah tidak berani mengatakan kebenaran. “Jangan salahkan Mbak Aisyah… Dia… dia pasti tidak sengaja…”

“Aisyah?” Raka menoleh tajam kepada Aisyah. “Apa kamu lakukan pada Nabila?”

Aisyah memutar bola matanya malas, selalu menatap ke arah mereka berdua dengan sorot matanya yang datar. “Aku tidak melakukan apa-apa,” bantah wanita itu tegas tegas.

Raka yang tiba-tiba merasa ragu mendengar kata-kata Aisyah menetap ke arah Aisyah dan Nabila bergantian. Ia tidak tahu harus percaya pada siapa.

Melihat keraguan di wajah Raka, Nabila kembali meringis sambil memegangi perutnya. Dan melihat hal itu, Raka bangkit berdiri menatap ke arah Aisyah dengan wajah merah padam. Sementara Nabila, wanita itu tetap duduk di lantai sambil menundukkan kepala, menyembunyikan sudut bibirnya yang hampir terangkat. “Yes! Berhasil!” soalnya dalam hati.

Raka berdiri di hadapan Aisyah dengan dada naik turun menahan amarah. “Aku tidak peduli apa yang terjadi di antara kalian berdua,” katanya dengan suara rendah tetapi penuh ancaman. “Tapi kalau sampai terjadi sesuatu pada kandungan Nabila, aku tidak akan pernah memaafkanmu.”

Aisyah tidak mundur sedikit pun. Ia hanya memandang Raka dengan wajah tenang, seolah ancaman itu tidak lagi mampu mengguncangnya seperti dulu.

Tanpa menunggu jawaban Aisyah, Raka segera membungkuk dan mengangkat tubuh Nabila ke dalam gendongannya. Nabila langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Raka sambil memejamkan mata, memasang wajah kesakitan yang membuat Raka semakin panik. Namun begitu Raka membawanya melangkah keluar, Nabila menoleh ke belakang, lalu tersenyum penuh kemenangan ke arah Aisyah.

Beberapa karyawan hanya bisa saling berpandangan. Mereka segera mendekat ke arah Aisyah karena tahu persis apa yang baru saja terjadi.

“Kami semua tahu ibu tidak bersalah. Karena itu jika Pak Raka kembali, kami akan berdiri di belakang Ibu,” ucap salah seorang karyawan mewakili teman-temannya.

Aisyah mengangguk Dan tersenyum, lalu memberikan isyarat kepada mereka untuk kembali ke tempat kerja masing-masing.

Sementara itu begitu sampai di mobil, Raka membaringkan Nabila di kursi belakang dengan hati-hati, kemudian segera mengambil tempat di balik kemudi. Mobil melaju meninggalkan toko dengan kecepatan tinggi.

Di sepanjang perjalanan, Raka beberapa kali melihat Nabila melalui kaca spion.

“Masih sakit?”

Nabila mengangguk lemah. “Sedikit.”

“Kita ke rumah sakit yang paling dekat saja, ya?”

Nabila segera menggeleng. “Jangan, Mas. Bawa aku ke rumah sakit langgananku saja. Dokter yang biasa memeriksa kandunganku ada di sana. Dia sudah tahu riwayat kehamilanku.”

Tanpa banyak bertanya. Raka langsung mengubah arah menuju rumah sakit tempat biasanya ia mengantarkan Nabila untuk periksa kandungan.

Setibanya di sana, Nabila segera dibawa masuk ke ruang pemeriksaan. Raka ingin ikut, tetapi dokter yang menangani Nabila meminta dengan sopan agar ia menunggu di luar.

“Pak Raka, sebaiknya Anda menunggu di luar dulu. Kami perlu memeriksa kondisi Nabila dengan tenang.”

Raka sebenarnya ingin ikut masuk, karena ia ingin memastikan kondisi bayinya baik-baik saja, tetapi perawat mencoba memberikan pengertian dengan sabar hingga akhirnya pria itu mengangguk. Ia berjalan mondar-mandir di depan ruang pemeriksaan dengan wajah tegang.

Beberapa menit kemudian, pintu ruang pemeriksaan itu terbuka, dan seorang wanita mengenakan pakaian seragam serba putih keluar.

“Dokter!” Raka segera menghampirinya. “Bagaimana kondisi istri saya?”

Dokter melepas sarung tangannya sebelum menjawab dengan wajah serius. “Kondisi kandungannya cukup lemah. Saya menyarankan Anda benar-benar menjaganya dengan hati-hati untuk sementara waktu. Jangan biarkan dia terlalu lelah, jangan sampai mengalami tekanan fisik maupun emosional yang berlebihan.”

Raka menelan ludah. “Separah itu, Dok?”

Dokter wanita itu mengambil nafas dalam. “istri Anda hampir saja mengalami keguguran. Untung Anda membawanya kemari dengan cepat.”

Wajah Raka seketika berubah pucat. “Hampir keguguran?”

Dokter mengangguk. “Karena itu saya menyarankan Ibu Nabila menginap di rumah sakit untuk sementara. Setidaknya sampai kondisinya lebih stabil. Supaya kami bisa melakukan pemantauan secara berkala.”

Tanpa berpikir panjang, Raka langsung menyetujuinya. “Lakukan apa pun yang diperlukan, Dok. Saya tidak ingin terjadi sesuatu pada anak saya.”

Setelah itu dokter mempersilahkan Raka untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Nabila yang sudah berbaring di atas ranjang langsung meraih tangannya. Air matanya mengalir membasahi pipi.

“Mas…” panggil wanita itu dengan wajahnya yang begitu sendu.

Raka duduk di samping ranjang dan menggenggam tangannya.

Nabila menundukkan wajahnya, lalu berkata dengan suara bergetar, “Sebenarnya apa salahku pada Aisyah?”

Raka diam saja karena tidak tahu harus menjawab apa. Yang ia lakukan hanya menggenggam tangan wanita itu dengan erat.

“Aku datang ke restoran tadi bukan untuk mencari masalah,” lanjut Nabila sambil mengusap air matanya. “Aku hanya ingin membantu. Sebagai seorang istri, aku juga punya kewajiban untuk meringankan bebanmu. Aku pikir kalau aku ikut membantu mengurus restoran, pekerjaan Aisyah menjadi lebih ringan.”

“Tapi mungkin Aisyah memang sedang kesal padaku,” ucap Nabila dengan suaranya yang semakin pelan. “Tolong jangan marahi dia, Mas. Kalau tidak dia akan semakin benci padaku.”

Rahang Raka mengeras mendengar kata-kata Nabila. Tangannya perlahan mengepal.

Nabila segera menggenggam tangan itu dengan kedua tangannya. “Mas, jangan lakukan apa-apa. Aku tidak ingin hubunganku dengan Aisyah menjadi semakin buruk.”

Raka menarik tangannya perlahan, lalu berdiri. “Kamu istirahat saja.”

“Mas mau ke mana?” tanya Nabila seolah-olah berusaha menahan tangan Raka

“Aku mau menyelesaikan masalah ini. Aku akan memberinya pelajaran!”

Nabila seolah hendak mencegah, tetapi Raka sudah berjalan menuju pintu.

Begitu pintu ruangan tertutup setelah Raka keluar, Nabila segera menyeka air mata yang membasahi pipinya..Wajahnya yang semula pucat dan ketakutan berubah menjadi senyum puas.

Dokter yang tadi memeriksanya segera mendekat saat Nabila sudah bangkit dari posisi tidurnya.

“Berhasil.” Dokter itu tersenyum kecil.

Nabila mengangkat tangannya, lalu dokter tersebut menyambutnya.

Plak!

Keduanya melakukan tos.

Nabila terkekeh pelan sambil merapikan rambutnya.

“Sepertinya kali ini dia benar-benar marah pada Aisyah.”

Dokter itu mengangguk. “Aku tidak menyangka kamu benar-benar pintar berakting.”

“Tentu saja!” Nabila kembali merebahkan tubuhnya dengan santai. Tidak ada lagi wajah kesakitan, tidak ada lagi air mata, bahkan tangannya yang tadi terus memegangi perut kini terlepas begitu saja.

“Sekarang tinggal menunggu apa yang akan dilakukan Raka kepada istrinya.”

Senyum tipis terukir di bibir Nabila karena merasa berhasil mengendalikan Raka agar berdiri sepenuhnya di pihaknya.

1
YuWie
gimn rasanya pak Raka..setelah sekian lama di bodohi mbak nabila
Setyowati Setyowati
dan ayo, saya menolak mas ..jawab Nabila...karena GK ada yg di andalkan selain kamu Raka ..kasihan sekali nasibmu KA
Mei Mei: dan pasti dibuat GK bisa cerai 😄, dan pastinya segala sesuatu akan dilakukan Nabila supaya Raka Lulu lagi dan GK jadi cerai ud biasa cerita dan alasan begini😄
total 1 replies
Mundri Astuti
rasakan buah dari kebodohanmu Raka 😄
mariammarife
Rasain di tendang jg sama si Raka
Ayuk Witanto
mampus ketahuan
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
pasti Hamil bantal 🤣🤣🤣
vania larasati
lanjut
Aditya hp/ bunda Lia
gak usah marah2 Raka terima ajah kekepin tuh si kuntilanak
Ilfa Yarni
Ayo Akbar pepet aisyah jgn kasib kendor nanti raka naluk lg ngejar aisyah
Hary Nengsih
raka baru sadar🤣🤣🤣
Lee Mba Young
syukurin tu Raka. nnti kl nyesel minta balikan jng mau aisyah. apalagi pake embel embel demi anak.
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
typo tante thor🙏 bkn tato🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: udah diperbaiki. makasih /Kiss/
total 1 replies
Oma Gavin
akhirnya melek mata raka tapi semua sudah terlambat ngga mungkin bisa diperbaiki aisyah lebih baik sama akbar dari pada rujuk sama raka suami yg pernah selingkuh kedepannya bila sudah merasa kaya lagi juga bakalan selingkuh lagi
Mundri Astuti
makan tuh mata pencarianmu ....gara" kamu lebih percaya ani" yg baru kamu kenal ketimbang istri sendiri yg sdh menemani belasan tahun, sampai kamu dibenci anak"mu sendiri
Mundri Astuti
wkwkwkwk ente ketipu Raka 😛
Setyowati Setyowati
kemaren kemana aja mamm ..aku tengok trs gak pernah ada ...tp akhirnya yg di tunggu muncul juga ...tinggl nunggu karma Nabila dan Raka
Setyowati Setyowati: gak pa" Mak ..tetep setia menunggu kok sayanya ..di tunggu lagi ya Mak 💪💪
total 2 replies
Patrick Khan
wahhh ternyata nabila gk hamil🤣🤣🤣🤣
mama
kapooook🤣
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!