NovelToon NovelToon
Tirai Hitam Para Pewaris

Tirai Hitam Para Pewaris

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pineapple banana

Sejak kecil, Kiara hidup sebagai anak yang dibenci dan disiksa oleh keluarga yang membesarkannya. Ia tak pernah tahu bahwa semua penderitaan itu berawal dari sebuah pembunuhan yang terjadi dua puluh lima tahun lalu.

Demi merebut harta dan kekuasaan, pamannya membunuh ayah kandung Kiara, mengurung ibu kandungnya selama puluhan tahun, lalu membesarkannya dengan identitas palsu.

Saat kebenaran mulai terungkap, Kiara harus merebut kembali haknya dan membalas semua dosa yang telah merenggut keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pineapple banana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Perjalanan Anton menuju rumah Diki dilakukan dengan harapan bisa mencari solusi dan nasihat dari sahabat lamanya itu.

Memang sudah sangat lama Anton tidak mengunjungi kediaman Diki. Persahabatan mereka sempat merenggang selama bertahun-tahun akibat sebuah konflik pahit yang pernah terjadi di antara keduanya. Namun di tengah situasi pelik dan penuh pengkhianatan yang sedang ia hadapi saat ini, hanya Diki yang ia anggap cukup bijak dan dapat dipercaya untuk dimintai pendapat.

Tak lama kemudian, Anton bersama tiga orang anak buah kepercayaannya—termasuk Baron—tiba di kediaman Diki. Rumah itu masih tampak megah dan terawat dengan baik, sesuai dengan kedudukan Diki yang hingga kini masih menjadi sosok berpengaruh dan dihormati di kalangan pejabat maupun pengusaha.

Anton dan keempat orang itu turun dari mobil, lalu langsung disambut oleh anak buah Diki yang sudah berjaga di depan pintu.

“Di mana bosmu?” tanya Anton dengan nada tegas namun tetap terkontrol.

“Beliau ada di dalam rumah, Tuan,” jawab orang itu sopan.

“Baiklah,” sahut Anton singkat, lalu ia memberi isyarat agar mereka dipersilakan masuk.

Anak buah Diki pun mengantar Anton melintasi halaman dan lorong menuju bagian dalam rumah megah itu.

“Tuan Diki sedang bersantai di ruang tengah. Anda bisa langsung masuk saja, Tuan Anton,” ucap pengantar itu setibanya di depan pintu ruangan.

“Baiklah, terima kasih,” jawab Anton.

Ia pun melangkah masuk sendirian, sementara keempat anak buahnya tetap menunggu dengan siaga di ruang tamu sesuai perintah.

Anton berjalan didampingi anak buah Diki mendekati tempat duduk sang tuan rumah. Saat itu Diki sedang bersantai sambil memeluk dan mencumbu lembut istri tercintanya. Begitu menyadari kehadiran mereka, Diki menghentikan ciumannya seketika dan menoleh ke arah anak buahnya dengan nada dingin.

“Siapa yang menyuruh kalian menerima tamu untukku?” tanya Diki tegas.

“Maaf, Tuan, jika kami mengganggu waktu istirahat Anda. Tuan Anton ingin bertemu langsung dengan Anda,” jawab anak buah itu sambil menunduk hormat.

Diki melambaikan tangan memberi isyarat agar orang itu pergi meninggalkan mereka. Lalu ia menatap lembut wanita yang masih duduk di pangkuannya.

“Sayangku, tunggulah aku di kamar sebentar. Ada teman lama yang butuh didengarkan dan diberi nasihat,” ucap Diki penuh kasih sayang.

“Baiklah, suamiku. Aku akan menunggumu di kamar. Jangan terlalu lama berbicara dengan temanmu itu ya,” goda istrinya sambil tersenyum manis. Wanita itu pun bangkit dari pangkuan Diki dan berjalan pergi meninggalkan keduanya.

“Baiklah… mari kita lihat siapa yang datang berkunjung di saat seperti ini,” desis Diki perlahan, lalu mengalihkan pandangannya sepenuhnya ke arah Anton.

“Maaf jika kedatanganku mengganggu waktumu,” ucap Anton sopan.

“Duduklah, Anton. Kita bicarakan semuanya sambil menikmati wiski,” ajak Diki sambil menunjuk kursi di sebelahnya.

Anton pun melangkah mendekat dan duduk tepat di samping sahabat lamanya itu.

“Aku tahu kamu sedang menanggung beban berat. Terlihat jelas dari raut wajahmu yang penuh tekanan. Biar aku tebak… kamu sedang bermasalah dengan Risma, bukan?” tebak Diki dengan nada serius namun pasti.

“Kau selalu tahu apa yang sedang aku alami, bahkan sebelum aku sempat bercerita,” sahut Anton pelan.

“Ha ha ha… Memang begitu! Aku selalu mengerti apa yang ada di hatimu, Anton. Sama seperti dulu, saat aku berulang kali memberi nasihat dan peringatan padamu, namun sama sekali tidak kau gubris,” ucap Diki sambil menuangkan wiski ke dalam dua gelas.

“Risma dan Henri sudah lama berselingkuh di belakangku. Mereka telah menipu dan mempermainkan ku selama ini. Dan yang paling menyakitkan… ternyata Angga pun bukan anak kandungku,” lirih Anton dengan suara bergetar menahan rasa sakit dan kecewa.

“Itu semua akibat kesalahanmu sendiri yang saat itu tidak mau mendengarkan ucapanku. Sampai-sampai kamu tega menghabisi nyawa ayah dan kakakmu sendiri hanya demi harta dan kekuasaan. Sadarkah kamu, Anton? Risma itu bagaikan ular berbisa yang menyusup masuk ke dalam keluargamu. Ia dan Henri bersekongkol untuk menghancurkan hidupmu serta merampas seluruh kekuasaan Keluarga Anugerah,” jelas Diki tegas dan lugas.

“Aku sudah menyadarinya sekarang…” gumam Anton pelan.

“Namun sayang, nasi sudah menjadi bubur. Segala sesuatu yang telah kamu lakukan di masa lalu tak bisa ditarik kembali, Anton. Sekalipun kamu ingin berubah dan memperbaiki semuanya, keadaan tak akan pernah sama lagi. Dan satu hal yang pasti… akan ada hati yang terluka dalam-dalam saat kamu nanti meminta maaf atas segala kesalahanmu.” ungkap nya

“Ya, aku tahu. Tapi sekarang… apa yang harus aku lakukan?” tanya Anton dengan nada penuh kebimbangan.

“Hapus seluruh hak waris dan kepemilikan atas nama Angga. Jangan berikan sedikit pun harta itu kepada mereka. Selain itu, kamu harus berpura-pura tetap menjadi Anton yang tidak mengetahui apa pun soal hubungan Henri dan Risma, apalagi soal kenyataan bahwa Angga bukan anak kandungmu. Ingat, jangan sampai kecurigaan mereka sedikit pun terbangun. Aku akan membantumu menyelidiki lebih dalam untuk mengetahui apa sebenarnya tujuan mereka selama ini,” jelas Diki dengan tegas dan penuh keyakinan.

“Terima kasih, Diki. Terima kasih banyak… Kau memang sahabat terbaik yang aku miliki,” ucap Anton sambil menatap wajah sahabat lamanya itu dengan penuh harapan dan rasa terima kasih yang mendalam.

Bersambung

1
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Kurir Paket Membangun Kerajaan Bisnis
Abyyasdemons: oke kak👍
total 1 replies
Noviyanti
satu bunga untuk kiara
Noviyanti
semangat Thor, salam kenal
Abyyasdemons: oke KK , salam kenal kembali 😍💪👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!